02/05/2026
30 HADITS TENTANG WAJIBNYA TAAT KEPADA PEMIMPIN (DALAM PERKARA YANG MA'RUF), BERSABAR ATAS KEDZOLIMANNYA, MENASIHATINYA, HARAMNYA MENCELA DAN MEMBERONTAK, DARI SHAHIH BUKHARI DAN MUSLIM
Dan berikut hadits-haditsnya :
1. Dari Abu Hurairah: Rasulullah bersabda, “Barang siapa menaati aku, maka ia telah menaati Allah. Barang siapa mendurhakaiku, maka ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa taat kepada pemimpin, maka ia taat kepadaku. Barang siapa mendurhakai pemimpin, maka ia mendurhakaiku.”
2. Dari Anas bin Malik: Rasulullah bersabda, “Dengarlah dan taatilah, sekalipun yang memimpin kalian adalah seorang hamba berkulit hitam seakan kepalanya seperti kismis.”
3. Dari Abu Dzar: “Kekasihku (Rasulullah) mewasiatkan kepadaku untuk mendengar dan taat, walaupun pemimpin itu seorang budak yang terpotong anggota tubuhnya.”
4. Dari Abdullah bin Umar: “Kami pernah berbaiat kepada Rasulullah untuk mendengar dan taat, sesuai kemampuan kami.”
5. Dari Abdullah bin Dinar: “Aku menyaksikan Umar bin Khattab ketika orang-orang sepakat membaiat Abdul Malik. Umar menulis: Aku menetapkan kewajiban untuk mendengar dan taat kepada Abdullah Abdul Malik, Amirul Mukminin, sesuai kemampuan, di atas sunnah Allah dan sunnah Rasul-Nya. Dan anak-anakku pun menyepakati hal itu.”
6. Dari Ubadah bin Shamit: “Kami dibaiat oleh Nabi untuk mendengar dan taat, dalam keadaan s**a atau tidak s**a, dalam kesulitan atau kemudahan, sekalipun hak kami didahului. Dan agar kami tidak merebut kekuasaan dari ahlinya, kecuali bila kalian melihat kekufuran nyata yang ada buktinya dari Allah.”
7. Dari Hudzaifah bin Yaman: Rasulullah bersabda, “Akan ada setelahku pemimpin-pemimpin yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak menjalankan sunnahku. Akan muncul di antara mereka orang-orang yang berhati setan dalam tubuh manusia.” Aku bertanya, “Apa yang harus aku lakukan bila menjumpai hal itu?” Beliau menjawab, “Dengar dan taatilah pemimpinmu, walau ia memukul punggungmu dan merampas hartamu.”
8. Dari Usayd bin Hudhair: Seorang laki-laki Anshar berkata, “Wahai Rasulullah, tidakkah engkau mengangkatku sebagaimana engkau mengangkat si fulan?” Rasulullah menjawab, “Kalian akan menemui setelahku (pemimpin) yang mementingkan dirinya sendiri. Maka bersabarlah hingga kalian bertemu denganku di telaga.”
9. Dari Zubair bin Adi: “Kami mendatangi Anas bin Malik, lalu kami mengadukan kepadanya apa yang kami alami dari Hajjaj.” Ia berkata, “Bersabarlah, sebab tidaklah datang suatu zaman kecuali zaman setelahnya lebih buruk, hingga kalian bertemu dengan Rabb kalian. Aku mendengar hal itu dari Nabi kalian.”
10. Dari Abdullah bin Umar: Rasulullah bersabda, “Seorang muslim wajib mendengar dan taat, baik dalam perkara yang ia s**ai maupun ia benci, kecuali bila diperintah untuk bermaksiat. Bila ia diperintah untuk maksiat, maka tidak ada kewajiban mendengar dan taat.”
11. Dari Abu Dzar: Rasulullah bersabda, “Bagaimana sikapmu bila nanti ada pemimpin yang menunda shalat dari waktunya?” Aku bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepadaku?” Beliau bersabda, “Shalatlah pada waktunya. Bila engkau mendapati mereka shalat, maka shalatlah bersama mereka, dan itu menjadi shalat sunnah bagimu.
12. Dari Abdullah bin Mas’ud: Rasulullah bersabda, “Akan ada setelahku (pemimpin) yang mementingkan dirinya sendiri dan kalian mengingkarinya.” Mereka bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab, “Tunaikan kewajiban kalian, dan mintalah kepada Allah hak kalian.”
13. Dari Wail bin Hujr: “Salamah al-Yazidi bertanya, Wahai Nabi Allah, bagaimana bila ada pemimpin yang meminta hak mereka tetapi menahan hak kami?” Rasulullah berpaling darinya. Ia mengulangi hingga tiga kali, lalu Rasulullah bersabda, “Dengarlah dan taatilah. Sesungguhnya mereka akan menanggung kewajiban mereka, dan kalian menanggung kewajiban kalian.”
14. Dari Abu Hurairah: Rasulullah bersabda, “Tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat, tidak disucikan, dan bagi mereka azab yang pedih: (1) orang yang punya kelebihan air di jalan, namun menghalangi musafir yang membutuhkannya; (2) orang yang membaiat pemimpin hanya demi keuntungan dunia, bila diberi ia setia, bila tidak diberi ia berkhianat; (3) orang yang berjual beli setelah Ashar dengan sumpah dusta.”
15. Dari Tamim ad-Dari: Rasulullah bersabda, “Agama adalah nasihat.” Kami bertanya, “Untuk siapa?” Beliau menjawab, “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan kaum muslimin secara umum.”
16. Dari Jarir bin Abdillah: “Aku berbaiat kepada Nabi untuk mendengar dan taat sesuai kemampuan, dan memberi nasihat kepada setiap muslim.”
17. Dari Abu Wail: Dikatakan kepada Usamah bin Zaid, “Mengapa engkau tidak berbicara kepada Utsman?” Ia menjawab, “Kalian kira aku tidak berbicara kepadanya? Demi Allah, aku telah berbicara kepadanya secara pribadi, bukan di hadapan kalian. Aku tidak ingin menjadi orang pertama yang membuka pintu fitnah.”
18. Dari Arfajah bin Syuraih: Rasulullah bersabda, “Akan terjadi berbagai fitnah. Siapa yang ingin memecah belah persatuan umat, padahal mereka bersatu, maka bunuhlah ia dengan pedang, siapapun dia.”
19. Dari Abu Sa’id al-Khudri: Rasulullah bersabda, “Bila dibaiat dua khalifah, maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya.”
20. Dari Abu Hurairah: Rasulullah bersabda, “Akan muncul banyak khalifah.” Para sahabat bertanya, “Apa yang engkau perintahkan?” Beliau bersabda, “Penuhilah baiat kepada yang pertama, lalu yang pertama setelahnya. Berikan hak mereka, dan Allah akan meminta pertanggungjawaban mereka.”
21. Dari Abdullah bin Amr bin Ash: Rasulullah bersabda, “Umat ini, kebaikannya ada pada generasi awalnya. Kemudian akan datang fitnah yang satu lebih besar dari yang sebelumnya. Barang siapa ingin diselamatkan dari neraka dan masuk surga, hendaklah ajalnya datang dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir, serta memperlakukan manusia sebagaimana ia ingin diperlakukan. Siapa yang membaiat seorang imam dengan jabat tangan dan ketulusan hati, hendaklah ia menaatinya. Bila datang orang lain yang ingin merebutnya, maka penggallah leher orang itu.”
22. Dari Abdullah bin Umar: Rasulullah bersabda, “Barang siapa melepaskan ketaatan, ia akan bertemu Allah pada hari kiamat tanpa hujjah. Barang siapa mati tanpa baiat di lehernya, maka matinya mati jahiliah.”
23. Dari Ibnu Abbas: Rasulullah bersabda, “Barang siapa membenci sesuatu dari pemimpinnya, hendaklah ia bersabar. Sebab barang siapa keluar dari ketaatan walau sejengkal, lalu mati, maka matinya mati jahiliah.”
24. Dari Abdullah bin Umar: Rasulullah bersabda, “Barang siapa mengangkat senjata melawan kami, maka ia bukan termasuk golongan kami.”
25. Dari Abdullah bin Mas’ud: Rasulullah bersabda, “Mencaci seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran.”
26. Dari Abu Bakrah: Rasulullah berkhutbah, “Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian haram atas kalian, sebagaimana haramnya hari ini di bulan ini di negeri ini. Bukankah aku telah menyampaikan? Ya Allah, saksikanlah.” Beliau menambahkan, “Janganlah kalian kembali kafir setelahku, sebagian kalian saling membunuh yang lain.”
27. Dari Abu Bakrah: Rasulullah bersabda, “Apabila dua muslim berhadap-hadapan dengan pedang, maka pembunuh dan yang terbunuh sama-sama di neraka.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, ini jelas bagi pembunuh, lalu bagaimana dengan yang terbunuh?” Beliau menjawab, “Karena ia bertekad membunuh saudaranya.”
28. Dari Abu Hurairah: Rasulullah bersabda, “Barang siapa keluar dari ketaatan dan memisahkan diri dari jamaah lalu mati, maka matinya mati jahiliah. Barang siapa berperang di bawah panji fanatisme, marah karena kelompok, mengajak kepada kelompok, atau membela kelompok, lalu terbunuh, maka matinya mati jahiliah. Barang siapa memberontak kepada umatku tanpa membedakan orang baik dan jahat, dan tidak menepati janji, maka ia bukan bagian dariku, dan aku bukan bagian darinya.”
29. Dari Sa’id bin Jubair: “Ibnu Umar pernah ditanya tentang firman Allah ‘Perangilah mereka hingga tidak ada fitnah lagi...’ Beliau menjawab, ‘Tahukah engkau apa itu fitnah? Fitnah adalah syirik. Nabi dahulu berperang melawan orang-orang musyrik. Adapun kalian berperang hanya demi kekuasaan, itu bukan fitnah yang dimaksud dalam ayat.’”
30. Dari Nafi’, maula Ibnu Umar: “Ketika penduduk Madinah menolak baiat kepada Yazid bin Muawiyah, Ibnu Umar mengumpulkan keluarga dan anak-anaknya, lalu berkata: Aku mendengar Nabi bersabda, ‘Setiap pengkhianat akan dipasang bendera pada hari kiamat.’ Sungguh, kami telah membaiat orang ini (Yazid bin Muawiyah) atas baiat kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak mengetahui ada pengkhianatan yang lebih besar daripada membaiat seseorang atas baiat kepada Allah dan Rasul-Nya lalu memeranginya. Aku tidak ingin ada di antara kalian yang menolak atau mengkhianati baiat ini. Bila ada, maka itulah pemisah antara aku dan dia.”
𝗟𝗮𝗻𝘁𝗮𝘀 𝗮𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗰𝘂𝗸𝘂𝗽 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝗿𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗵𝗮𝘁𝗶 𝗸𝗶𝘁𝗮 agar mau berpegang teguh diatas hujjah yang terang-benderang dan sebanyak ini?
Semoga kita semua dilembutkan hati untuk tunduk dan patuh terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya.