Kita Bisa Indonesia

Kita Bisa Indonesia Kita bisa indonesia, hadir oleh kesadaran pentingnya kebersamaan dalam membangun indnesia tanpa ukur

KITA BISA INDONESIA, Bersama Kita :
- Bisa Untuk Menjadi Lebih Baik Lagi
- Bisa Menjadi Negara Yang Benar - Benar Adil Untuk Rakyatnya
- Bisa Untuk Saling Berpegangan Tangan Menggapai Impian
- Bisa Untuk Menjunjung Tinggi 4 Pilar Kebangsaan Indonesia
- Bisa Untuk Bertoleransi Antar Umat Beragama
- Bisa Memanusiakan Manusia

RIBUAN FULL SOURCE CODE APLIKASI 2024, SELALU UPDATEPROMO LEBARAN 2024!, SOURCE CODE LENGKAP DARI BERBAGAI PROYEK PEMERI...
07/04/2024

RIBUAN FULL SOURCE CODE APLIKASI 2024, SELALU UPDATE
PROMO LEBARAN 2024!, SOURCE CODE LENGKAP DARI BERBAGAI PROYEK PEMERINTAHAAN / SWASTA DAN BERBAGAI MACAM SOURCE CODE PROYEK IT SECARA UMUM...

✅ RATUSAN FULL SOURCE SIAKA / SIAKAD
✅ RATUSAN FULL SISFO / SIM RUMAH SAKIT
✅ RATUSAN SOURCE E-BUDGETING
✅ RATUSAN SOURCE E-COMMERCE
✅ RATUSAN SOURCE E-MANAGEMENT
✅ RATUSAN SOURCE E-COURSES
✅ RATUSAN SOURCE POS ( PENJUALAN, KASIR )
✅ RATUSAN SOURCE APLIKASI ( ABSENSI, BIOMETRIK, DLL )
✅ RATUSAN SOURCE ONLINE BOOKING ( TIKET / HOTEL / WISMA )
✅ RATUSAN SOURCE SISTEM CERDAS
✅ RATUSAN SOURCE TESIS S2 ILMU KOMPUTER
✅ RATUSAN SOURCE SKRIPSI TEKNIK INFORMATIKA / SISTEM INFORMASI
✅ FULL SOURCE SISFO MANAJEMEN RELAWAN PEMILU ( PILPRES, PILKADA, PILEG )
✅ FULL SOURCE SMM Panel
✅ FULL SOURCE PPOB
✅ FULL SOURCE PPDB
✅ FULL SOURCE PERKANTORAN
✅ FULL SOURCE MANAJEMEN HOTEL / WISMA / KOS
✅ FULL SOURCE MARKETING
✅ FULL SOURCE REAL STATE ( DEVELOPER RUMAH / MARKETING PERUMAHAN )
✅ FULL SOURCE PERKANTORAN
✅ FULL SOURCE UNDANGAN PERNIKAHAN
✅ FULL SOURCE INVENTORI / PERGUDANGAN REAL TIME
✅ FULL SOURCE WEB PEMERINTAH
✅ FULL SOURCE WEB SEKOLAH
✅ FULL SOURCE WEB PENJUALAN ( MOBIL / MOTOR / DAN LAIN LAIN
✅ FULL SOURCE WEB TOKO ONLINE
✅ FULL SOURCE WEB LANDING PAGE
✅ FULL SOURCE WEB PORTOFOLIO
✅ FULL SOURCE APLIKASI KEDINASAN PEMERINTAH
✅ DAN MASIH BANYAK LAGI!

FRAMEWORK
=========
✅ LARAVEL ( 9 / 8 )
✅ CodeIgniter ( 4 / 3 )
✅ PHP NATIVE
✅ Vue.js
✅ Node.js
✅ Angular

BONUS UNTUK PROMO LEBARAN???
==================
🎉🔥🚀🌟 MOCKUP BAJU / HOODIE PSD/AI
🎉🔥🚀🌟 E-Course Facebook | IG ADS

INVESTASI SEKALI, UNTUK SEUMUR HIDUP DAN SELALU UPDATE! 👇👇👇
- https://cart.hobidigital.com/2500-source-code
- https://cart.hobidigital.com/2500-source-code
- https://cart.hobidigital.com/2500-source-code
- https://cart.hobidigital.com/2500-source-code
- https://cart.hobidigital.com/2500-source-code

NOTED :
🔥 HARGA ADALAH PROMO LEBARAN
🔥 SIAP MEMBANTU DALAM TAHAP PENGINSTALAN PRODUK

Checkout page for "2500 Source Code".

Umara-Ulama , seketika 7 juta ummat Hoaxer kejang kejang melihat foto ini .Para wirosableng 212  penyebar konten hoax, p...
09/08/2018

Umara-Ulama , seketika 7 juta ummat Hoaxer kejang kejang melihat foto ini .
Para wirosableng 212 penyebar konten hoax, penyebar kebencian, dan penyebar keresahaan dinegeri ini seketika kejang kejang.. Real ulama dan Real Pemimpin ... ..

Yang jadi pertanyaannya itu ulamanya siapa sih.
Astafirullah baru ingat, Rizieq Shihab mana ya? Apa lagi kejang kejang? Kabarin d**g rizieq, bilangin suruh pulang atuu

Bayar Pajak Pakai Keringat dan Darah
18/09/2017

Bayar Pajak Pakai Keringat dan Darah

Cultuurstelsel yang oleh sejarawan Indonesia disebut sebagai Sistem Tanam Paksa, adalah peraturan yang dikeluarkan oleh Gubernur Jenderal Johannes

12/07/2017

Mencoba melihat, berpikir debat antara Fahri Hamzah dengan Tsamara Amany terutama membaca Makna Puisi Yang dibuat Fahri Hamzah, dan melihat Pragmatisme Politikus Partai, kayaknya saya sepikir dan sependapat kali ini dengan Fahri Hamzah. Alasannya : 1. Partai Baru cenderung Idealis, tapi ketika sudah "resmi" masuk dalam arena Politik, lihatlah yang sudah-sudah. 2. Politikus Partai, susah berpijak pada konstruksi berpikir Ideal normatif ketika Partainya sudah berpihak ke salah satu pihak. 3. Yang sdh menjadi resep dalam Politik, tidak ada kawan atau lawan yang abadi, yang abadi hanyalah Kepentingan.

*Silahkan Tandatangani Petisi ini...*https://www.change.org/p/dpr-ri-sahkan-undang-undang-anti-teror-secepatnya?recruite...
03/07/2017

*Silahkan Tandatangani Petisi ini...*

https://www.change.org/p/dpr-ri-sahkan-undang-undang-anti-teror-secepatnya?recruiter=639858443&utm_source=share_petition&utm_medium=whatsapp

Yuk tandatangan petisi ini

Serangkaian aksi teror & paham radikalisme merajalela di Indonesia -- penyebab utamanya adalah karena UU Antiterorisme yang tak kunjung disahkan oleh DPR. Indonesia sudah sangat darurat Undang-Undang Anti Teror! Polri dan penegak hukum lainnya kesulitan bertindak karena tidak ada payung hukum...

Tolong di sebarkan, jika ada salah satu dari mereka berada di tempat anda atau paling tidak seperti seseorang didalam ga...
18/06/2017

Tolong di sebarkan, jika ada salah satu dari mereka berada di tempat anda atau paling tidak seperti seseorang didalam gambar/Foto tersebut... agar segera melaporkan pada Pihak yang berwajib ( Polri " Polisi " / TNI " Anggota TNI" ) dan jika Menemukan hal hal yang mencurigakan sebagai pelaku terorisme... Mohon segera dilaporkan.

Tidak ada tempat bagi teroris di negeri ini.
Divisi Humas Polri, Pusat Penerangan TNI

Indonesia, harus waspada.
18/06/2017

Indonesia, harus waspada.

Indonesia bisa menjadi Damai dan Merdeka sampai lebih dari 70 Tahun itu karena Penduduknya Beragam, Bukan Seragam sehing...
06/06/2017

Indonesia bisa menjadi Damai dan Merdeka sampai lebih dari 70 Tahun itu karena Penduduknya Beragam, Bukan Seragam sehingga terintegrasi dengan yang namanya "Bhinneka Tunggal Ika"

Saran terbaik adalah PEMECATAN... ingat pecat bibit radikalisme dan intoleransi di lingkungan kerja anda... karna itu be...
05/06/2017

Saran terbaik adalah PEMECATAN... ingat pecat bibit radikalisme dan intoleransi di lingkungan kerja anda... karna itu berdampak buruk...

Masih banyak orang yang mau kerja yang mencintai pancasila dan kebhinnekaan. Silahkan bagi para bos bos sidaklah karyawan anda

MENJADI INDONESIA SEJATISoe Hok Gie – nama yang tak asing - khususnya bagi kaum aktivis dan pejuang. Tokoh, aktivis dan ...
05/06/2017

MENJADI INDONESIA SEJATI

Soe Hok Gie – nama yang tak asing - khususnya bagi kaum aktivis dan pejuang. Tokoh, aktivis dan intelektual muda yang sangat berpengaruh pada jamannya. Agen perubahan sejati, protagonist sejati, dan sosoknya menjadi salah satu poros terpenting pergerakan nasional pada jamannya (transisi Orde Lama ke Orde Baru). Soe Hok Gie, bahkan masih menjadi ikon perjuangan kaum muda sampai hari ini. Kisah hidup dan perjuangannya sudah diflimkan dengan apik.

Soe Hok Gie orang (keturunan) Cina. Namun nyali, keberanian, kejujuran dan kecerdasannya nyaris tak tertandingi pada masanya. Seorang idealis sejati. Dia tak memperdulikan ke”Cina”-annya, dan karena jiwa nasionalismenya jauh lebih kuat dari “tudingan” rasis lingkungannya – dia tak pernah mau memakai nama Indonesia. Baginya, nama Cina itu adalah nama Indonesia (banget).

Sampai batas tertentu, sosok Hok Gie langsung mengingatkan saya pada sosok lain di masa kini yang dipanggil Ahok. Tanpa perlu berpanjang lebar, kita tahu siapa Ahok. Dia kini dipenjara atas tuduhan “absurd” pen*staan agama. Hok Gie dan Ahok sama-sama (keturunan) Cina. Keduanya sama-sama pejuang – meski dalam dimensi yang berbeda dan pada jaman yang berbeda. Namun keduanya memiliki banyak persamaan – selain ke-Cina-annya. Keduanya sama-sama berani, bersih, idealis (bagi Ahok dalam konteks mempertahankan prinsip dan nilai-nilai yang diyakininya), cerdas dan protagonist sejati.

Jika Hok Gie mati muda, maka Ahok relatif “mati muda” karir politiknya – setidaknya untuk saat ini. Sampai kemarin saya masih berpikir bahwa Ahok melakukan pengorbanan demi kesatuan bangsanya, kedamaian rakyatnya dan tentu demi kesetiaannya pada Jokowi – atasan sekaligus sehabat sejatinya. Tapi tiba-tiba saya teringat ungkapan melankolik dari Soe Hok Gie berikut :
“Tapi sekarang aku berpikir sampai di mana seseorang masih tetap wajar, walau ia sendiri tidak mendapatkan apa-apa. Seseorang mau berkorban buat sesuatu, katakanlah, ide-ide, agama, politik atau pacarnya. Tapi dapatkah ia berkorban buat tidak apa-apa.”

Saya mulai menangkap, bisa jadi Ahok sedang berkorban bukan buat apapun. Dia berkorban tidak untuk apapun. Dia hanya ingin berkorban. Awalnya, saya pribadi paling sering protes dan tidak terima – bagaimana mungkin Ahok yang mempunyai jasa dan karya luarbiasa bagi Jakarta dicampakkan begitu rupa – bak keset yang dinjak-injak di lantai ? Dan bagaimana mungkin Ahok pada akhirnya mampu dengan tenang mengatakan rangkaian kalimat refleksi sikap mulia : saya menerima dan mengampuni, saya tak banding, saya mundur dan saya kembalikan uang operasional hak saya ?

Ahok awalnya memang berkorban demi rakyat dan bangsa, namun nampaknya kini ia menapak ke tahapan lebih tinggi ; dia berkorban bukan buat apapun. Dia hanya ingin berkorban. Dia hanya melakukan tugas dan kewajibannya sebagai gubernur, dan terlebih lagi – sebagai manusia cipataan-Nya. Dan salah satu tugas kehidupan itu adalah menjalani ketidakadilan dan kesakitan. Itulah yang sedang dilakoninya sekarang. Ahok hanya sedang menjalankan tugasnya. Nampaknya ini merupakan tahapan spiritual tertentu yang (mungkin) tak semua orang bisa atau siap menapakinya.

Dan Hok Gie sendiri, jika saya pelajari berbagai pembahasan dan literatur tentang dirinya (termasuk beberapa dokumentasi kehidupannya yang sempat saya tonton) – juga berada pada tahapan itu. Dia hanya menjalani tugas kehidupannya. Termasuk untuk berjalan sendiri di jalan kebenaran, kesakitan, pedih dan kesepian. Seperti dikatakannya sendiri : “ Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.”

Ahok juga menjalani hal yang sama. Dia memilih untuk diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan di sekitarnya. Dia memilih penjara daripada kompromi pada praktek-praktek jahat kleptokrasi atau para maling di sekitarnya. Dia memilih disakiti daripada pasrah pada segenap ketidakadilan dan kesewenang-wenangan. Dan semua pilihan itu diterimanya sebagai tugas kehidupan.

Saya juga orang Cina, namun merasa harus belajar banyak dari seorang Hok Gie atau Ahok. Keduanya mengajarkan pada saya : tak soal menjadi Cina atau bukan – sebab kita tak pernah bisa memilih dilahirkan dari orang tua Cina atau bukan. Soalnya adalah keberanian untuk memilih ; apakah kita bisa menjadi Cina yang berguna bagi bangsa dan Negara atau sebaliknya. Menjadi Cina adalah takdir, tapi menjadi Cina yang berguna adalah pilihan. Ketika kita memilih dengan benar, lalu memperjuangkan sampai titik batas terjauh yang bisa dilakukan – seperti Hok Gie dan Ahok – maka ke-Cina-an itu akan luruh dalam rahim pertiwi yang sama.

Cita-cita mulia WNI Cina di negeri ini sesungguhnya hanya satu : menjadi Cina yang berguna sampai batas terjauh bagi bangsa – sesuai kapasitas perjuangan masing-masing. Ya, sampai batas terjauh – sampai siapapun yang kakinya menginjak bumi pertiwi ini akan bersikap hormat jika menyebut kata “Cina”. Sampai mereka yang merasa “pribumi” menjadi jengah dan tersipu malu karena merasa kalah “Indonesia” dibanding orang yang dipanggil Cina.

Apakah semua itu utopia belaka ? Mungkin, tapi itu juga soal pilihan. Pada kenyataannya orang-orang yang berjasa besar seperti Hok Gie dan Ahok saja masih disalahpahami – terlebih lagi jika ditambah sebagai minoritas ganda. Tapi sekali lagi, ini soal pilihan. Saya pribadi memilih untuk tidak menyerah pada “utopia” atau mimpi indah itu. Tugas saya dan lainnya untuk membuat mimpi itu jadi kenyataan. Mungkin kita tak sempat menikmati kenyataan itu, tapi perjuangan kita tetap ikut merenda kenyataan indah itu. Kita harus berjuang, saling bersaksi – sampai saudara-saudara kita sebangsa – apapun suku atau etnisnya – memilik “rasa” yang sama tentang Indonesia.

Hok Gie telah memilih jalan itu. Ahok juga telah memilih jalan itu. Dan saya tahu masih ada orang-orang Cina di negeri ini yang memilih jalan itu. Saya ingin bergabung, dengan cara saya sendiri. Pada titik inilah saya bisa merasakan, bagaimana Ahok menjalani sepinya, bagaimana dia menikmati kepedihannya, bagaimana dia mengakrabi rindu-rindunya. Dia jalani itu semua sebagai tugas kehidupan. Dia berkorban bukan untuk apa-apa, kecuali memang keikhlasan menjalani kepedihan dan kesakitan. Kalaupun ada yang bisa diintip dari perjalanan hidup Ahok, atau Hok Gie – ada satu yang sangat indah : rasa cinta pada bangsanya – Indonesia.

Mari berjuang untuk menjadi Indonesia sejati – siapapun kita yang lahir dari rahim ibu pertiwi yang sama.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1404480722951746&id=100001694961139

Foto Para Pemberontak ISIS di Kota Marawi (Philipina).Sulawesi Utara siaga karena berbatasan langsung dgn philipina,  me...
04/06/2017

Foto Para Pemberontak ISIS di Kota Marawi (Philipina).

Sulawesi Utara siaga karena berbatasan langsung dgn philipina, mengingat saat ini pihak militer philipina sedang melakukan serangan besar"an dan kemungkinan mereka melarikan diri ke Sulawesi Utara. Bantu aparat keamanan kita dgn cara melaporkan apabilah melihat orang asing yg mencurigakan disekitar kita.

Address

Jalan Istana Merdeka No. 17/18
Jakarta
10110

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kita Bisa Indonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Kita Bisa Indonesia:

Shortcuts

Share

Category