24/01/2021
#3 KAJIAN HADIS BULUGHUL MAROM Hadis Ke-3وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْمَاءَ لا يُنَجِّسُهُ ش...
Pondok Pesantren Gedongan, Asrama Assubuki.
24/01/2021
#3 KAJIAN HADIS BULUGHUL MAROM Hadis Ke-3وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ الْمَاءَ لا يُنَجِّسُهُ ش...
05/12/2020
Memberikan Minuman Saat Detik-Detik Terakhir
Dikatakan bahwa seseorang yang sedang syakârat al-maut akan merasakan kehausan yang sangat luar biasa. Hal demikian tak lain karena dampak dari sakitnya dicabut nyawa. Kondisi semacam ini dimanfaatkan betul oleh iblis untuk merusak keimanan seseorang dengan menawarkan segelas air yang menyegarkan.
Apakah pada saat tersebut disunahkan memberi minuman pada orang yang sedang syakârat al-maut?
Jawab:
Ya, disunahkan. Bahkan hukumnya wajib, jika ada tanda-tanda sangat membutuhkan.
Referensi:
بغية المسترشدين للسيد باعلوي الحضرمي صحـ : 151 مكتبة دار الفكر
وَيُجْرَعُ الْمَاءُ نَدْباً بَلْ وُجُوْباً إِنْ ظَهَرَتْ أَمَارَاتٌ تَدُلُّ عَلَى احْتِيَاجِهِ كَأَنْ يَهِشَّ إِذَا فَعَلَ بِهِ ذَلِكَ ِلأَنَّ الْعَطْشَ يَغْلِبُ لِشِدَّةِ النَّزْعِ وَلِذَلِكَ يَأْتِي الشَّيْطَانُ بِمَاءِ زَلاَلٍ وَيَقُوْلُ قُلْ لاَ إِلَهَ غَيْرِيْ حَتَّى أُسْقِيَكَ اهـ تحفة
Wallahu a'lam bisshowab.
Ttd.
Santri Droid
Link grup whatsapp:
Grup 1:
https://bit.ly/30wsB5w
Grup 2:
https://bit.ly/2ZJFfPo
Grup 3:
https://bit.ly/3jkPFg7
Grup 4:
https://bit.ly/32AUY4W
Link grup telegram:
https://t.me/joinchat/LhwkMRcwwC-X65uHmgLyww
02/12/2020
Mengambil Berkah dengan Atsar (jejak) Nabi Muhammad Saw.
Mengharap berkah dengan atsar (jajak) Nabi Muhammad Saw. dibenarkan dalam pandangan Islam.
Meski ada kelompok yang mengatakan bahwa memercayai hal demikian adalah termasuk musyrik, tapi ini tidaklah benar.
Banyak hadis nabi yang menjelaskan bagaimana para sahabat nabi bertabaruk (mengharap berkah) dari jejak nabi, entah itu dari bekas wudu nabi atau benda-benda yang pernah digunakan oleh nabi.
Dalam kitab At Tabaruk Bi Atsari An Nabi Wa Auliya dijelaskan:
روي عن جابر بن عبد الله الأنصاري يقول: جاء رسول الله صلى الله عليه وسلم يعودني وأنا مريض لا أعقل فتوضأ وصب علي من وضوئه فعقلت.
قال العيني فيه دليل على أن بركة رسول الله صلى الله عليه (و اله) و سلم تزيل كل علة.
Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah Al Anshari, ia berkata: "Rasulullah Saw. datang menjengukku, saat itu saya sedang sakit dan tidak sadarkan diri. Kemudian nabi mengambil air wudu dan air wudunya dibasuhkan pada saya, lalu sayapun sadar".
Al 'Aini berkata: "Ini merupakan bukti bahwa berkah dari tangan Nabi Muhammad Saw. bisa menyembuhkan penyakit.
روي عن سهل بن سعد رضي الله عنه أن رسول الله ﷺ قال يوم خيبر: لأعطين الراية رجلا يفتح الله على يديه،
فقاموا يرجون لذالك أيهم يعطى، فغدوا كلهم يرجو أن يعطى، فقال أين علي:
فقيل يشتكي عينيه فأمر فدعي له فبصق في عينيه. فبرأ مكانه حتى كأنه لم يكن به شيء.
Diriwayatkan dari Sahl bin Sa'd RA, ia mendengar nabi berkata saat perang Khaibar: "Sungguh akan ku berikan bendera ini pada seorang laki-laki yang bisa membawa kemenangan", kemudian para sahabat pun berdiri, mereka berharap diberikan bendera itu.
Kemudian nabi berkata: "Dimana 'Ali", ada yang mengatakan kedua matanya (Ali) sedang sakit. Nabi pun berdoa lalu meludahi kedua mata Sayyidina 'Ali, seketika itu juga sembuh.
و روى مسلم عن عائشة: أن رسول الله ﷺ كان يؤتى بالصبيان فيبرك عليهم و يحنكهم.
قال النووي: قوله (فيبرك عليهم) أي يدعو لهم و يمسح عليهم و أصل البركة ثبوت الخير و كثرته...، أما أحكام هذا الباب ففيه استحباب تحنيك المولود و فيه التبرك بأهل الصلاح و الفضل، و فيه استحباب حمل الأطفال إلى أهل الفصل للتبرك.
Imam Muslim meriwayatkan dari A'isyah RA.: Sesungguhnya Rasulullah Saw. didatangkan anak-anak kecil, lalu nabi memberkahi dan mengunyahkan kurma untuk mereka".
An Nawawi berkata: "Maksud kata 'Nabi memberkahi mereka' adalah nabi mendoakan mereka lalu mengusap mereka. Asal keberkahan adalah tetapnya dan banyaknya keberkahan.
Poin yang bisa diambil dari penjelasan tersebut adalah disunahkan untuk mengunyahkan kurma (makanan) bagi anak dengan perantara orang-orang saleh dan memiliki keunggulan.
Oleh karena itu disunahkan membawa anak kecil untuk dibawa kepada orang-orang yang memilliki keutamaan (kiai, habaib, ulama dll. -pen) untuk mendapatkan berkah.
Silahkan Share!
Wallahu a'lam bisshowab.
Santri Droid
Facebook:
https://m.facebook.com/fbsantridroid/
Link grup whatsapp:
Grup 1
https://bit.ly/30wsB5w
Grup 2
https://bit.ly/2ZJFfPo
Grup 3
https://bit.ly/3jkPFg7
Grup 4
https://bit.ly/32AUY4W
Link grup telegram:
https://t.me/joinchat/LhwkMRcwwC-X65uHmgLyww
01/12/2020
Hukum Membaca Shalawat Sebelum Adzan
Membaca sholawat sebelum adzan menurut hukum asalnya tidak termasuk sunnah, karena sholawat itu tidak termasuk bagian dari shighot adzan. Namun menurut pendapat Imam Bakri dari ulama madzhab Syafi’i bahwasanya membaca sholawat sebelum adzan dikumandangkan hukumnya sunnah. Imam Nawawi juga mempunyai pendapat tentang kesunnahan membaca sholawat sebelum adzan, dan diperkuat oleh Imam Ibnu Ziyad dalam fatwa-fatwanya. Dan pendapat tentang kesunnahan membaca sholawat sebelum adzan juga itu juga difatwakan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitab Al-Fatawi Al-Fiqhiyyah Al-Kubro.
Referensi:
١. (مسالة ب) تسن الصلاة على النبي بعد الإقامة كالأذان ولا تتعين لها صيغة وقد استنبط ابن حجر تصلية ستأتي في الجمعة قال هي افضل الكيفيات على الاطلاق فينبغي الاتيان بها بعدهما ثم اللهم رب هذه الدعوة التامة الخ ونقل عن النووي واعتمده ابن زياد أنه يسن الاتيان بها قبل الاقامة وعن البكري سنها قبلهما.
بغية المسترشدين ص60
٢. وتسن الصلاة على النبي ص م قبل الإقامة على ما قاله النووي في شرح الوسيط واعتمده شيخنا ابن الزياد أما قبل الأذان فلم أر في ذلك شيأ وقال الشيخ الكبير البكرى انها تسن قبلها ولايسن محمد رسول الله بعدهما . فتح المعين ص 31
٣. (وسئل) – نفع الله بعلومه- الى ان قال -وهل الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم مسنونة قبل الأذان كما هي بعده ، أو لا وهل الإقامة كالأذان في سنها ، أو لا وهل يسن أن يقال قبل الصلاة على النبي صلى الله عليه وسلم بعد الأذان : محمد رسول الله ، أو لا وهل ينهى عنه وعن الصلاة على النبي عليه الصلاة والسلام قبل الأذان ، أو لا ؟ ( فأجاب ) بقوله الى ان قال -ولم نر في شيء منها التعرض للصلاة عليه قبل الأذان ، ولا إلى محمد رسول الله بعده ولم نر أيضا في كلام أئمتنا تعرضا لذلك أيضا ، فحينئذ كل واحد من هذين ليس بسنة في محله المذكور فيه ، فمن أتى بواحد منهما في ذلك معتقدا سنيته في ذلك المحل المخصوص نهي عنه ومنع منه ؛ لأنه تشريع بغير دليل ؛ ومن شرع بلا دليل يزجر عن ذلك وينهى عنه . الفتاوى الفقهية الكبرى ج 1 / ص 467
Silahkan Share!
Wallahu a'lam bisshowab.
Santri Droid
Piss-Ktb
Facebook:
https://m.facebook.com/fbsantridroid/
Link grup whatsapp:
Grup 1
https://bit.ly/30wsB5w
Grup 2
https://bit.ly/2ZJFfPo
Grup 3
https://bit.ly/3jkPFg7
Grup 4
https://bit.ly/32AUY4W
Link grup telegram:
https://t.me/joinchat/LhwkMRcwwC-X65uHmgLyww
28/10/2020
Anjuran dan Tujuan Berdiri Saat Pembacaan Maulid Nabi Saw.
Berdiri saat pembacaan maulid nabi merupakan tradisi yang baik dan telah dilakukan oleh para 'Alim 'Ulama. Hal ini bertujuan untuk menghormati dan mengagungkan Nabi Muhammad Saw. Berikut beberapa penjelasan ulama dalam kitab kuning (kitab klasik).
فائدة: جرت العادة أن الناس إذا سمعوا ذكر وضعه يقومون تعظيما له وهذا القيام مستحسن لما فيه من تعظيم النبي وقد فعل ذلك كثير من علماء الأمة الذين يقتدى بهم اه
(Faedah) Telah menjadi kebiasaan saat orang-orang mendengar disebutkan kelahiran Nabi Muhammad, mereka berdiri untuk memberikan penghormatan, berdiri semacam ini dianggap bagus karena di dalamnya mengandung pengagungan terhadap Nabi, dan yang demikian telah dikerjakan oleh mayoritas Alim Ulama yang pantas untuk diikuti. (I'anah at-Thalibin [3/363]).
ومن الفوائد انه جرت عادة كثير من الناس اذا سمعوا بذكر وضعه صلى الله عليه وسلم أن يقوموا تعظيما له صلى الله عليه وسلم وهذا القيام بدعة لا أصل لها : أي لكن هي بدعة حسنة, لانه ليس كل بدعة مذمومة . وقد قال سيدنا عمر رضي الله تعالى عنه في اجتماع الناس لصلاة التراويح : نعمت البدعة .
Al-Allaamah Burhanuddin Al-Halaby berkata, “Termasuk faedah-faedah yang biasa terjadi dikebanyakan masyarakat adalah saat mereka mendengar disebutkan kelahiran Nabi Muhammad Saw., mereka berdiri untuk memberikan penghormatan Sesungguhnya berdiri semacam ini termasuk bidah yang tidak ada asalnya namun ia tergolong bidah yang baik karena tidak setiap bidah itu tercela.
Adalah Sayyidina Umar ra. berkata saat mengumpulkan orang-orang untuk melaksanakan shalat tarawih, “Sebaik-baiknya bidah adalah yang ini." Hal demikian telah dikerjakan oleh mayoritas Alim Ulama yang pantas untuk diikuti. (As-Sirah al-Halabiyyah [1/136 ]).
جرت العادة بأنه إذا ساق الوعاظ مولده صلى الله عليه وسلم وذكروا وضع أمه له قام الناس عند ذلك تعظيما له صلى الله عليه وسلم وهذا القيام بدعة حسنة لما فيه من إظهار السرور والتعظيم له صلى الله عليه وسلم بل مستحبة لم غلب عليه الحب والإجلال لهذا النبي الكريم عليه أفضل الصلاة وأتم التسليم.
Al-Allaamah an-Nabhaani berkata, “Telah menjadi kebiasaan saat para penasehat menghaturkan bacaan Maulid Nabi kala tiba pada kalimah وضع أمه له (Beliau dilahirkan oleh ibunya), orang-orang berdiri untuk memberikan penghormatan, berdiri semacam ini bidah hasanah karena di dalamnya mengandung menampakkan kebahagiaan dan pengagungan pada Nabi bahkan dapat tergolong sunah saat dilakukan dengan penuh rasa s**a cita dan pengagungan pada Nabi”. (Jawahir al Bihar [3/383]).
قال الامام أبو شامة ، شيخ الامام النووي : ومن أحسن ما ابتدع في زماننا ما يفعل كل عام في اليوم الموافق ليوم مولده ( ص ) من الصدقات والمعروف ، وإظهار الزينة والسرور ، فإن ذلك مع مافيه من الإحسان للفقراء مشعر بمحبته ( ص ) ، وتعظيمه في قلب فاعل ذلك ، وشكر الله على ما منّ به من إيجاد رسوله ( ص ) ، الذي أرسله رحمة للعالمين.
Abu Syaamah Guru Imam an-Nawaawi berkata, “Sebaik-baik bidah yang terjadi dizaman kami adalah segala yang dikerjakan setiap tahun bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad baik berupa shadaqah dan kebaikan-kebaikan lainnya, menampakkan kebahagiaan dan hiasan, sungguh yang demikian bila didalamnya termuat berbuat kebajikan pada orang-orang fakir berarti menampakkan perasaan s**a cita, mengagungkan serta wujud rasa syukur pada Allah atas anugerah berupa zhahirnya Nabi Muhammad yang telah Ia utus sebagai rahmat bagi semua Alam”. (As-Sairah al-Halabiyyah [1/83-84 ]).
Silahkan Share!
Wallahu a'lam bisshowab.
Santri Droid
Piss-Ktb
Facebook:
https://m.facebook.com/fbsantridroid/
Link grup whatsapp:
Grup 1
https://bit.ly/30wsB5w
Grup 2
https://bit.ly/2ZJFfPo
Grup 3
https://bit.ly/3jkPFg7
Grup 4
https://bit.ly/32AUY4W
Link grup telegram:
https://t.me/joinchat/LhwkMRcwwC-X65uHmgLyww
28/10/2020
Kisah Keberkahan Merayakan Maulid Nabi Muhammad Saw.
Disebutkan dalam kitab Targhibul Musytaqin halaman 4:
وَقَالَ عَبْدُاللهِ بْنُ عِيْسَى الْأَنْصَارِيُ كَانَتْ بِجِوَارِيْ اِمْرَأَةٌ صَالِحَةٌ وَلَهَا وَلَدٌ صَالِحٌ فَكَانَتْ فَقِيْرَةً لَاشَيْئَ لَهَا إِلَّا دِيْنَارٌ وَاحِدٌ مِنْ ثَمَنِ غَزْلِهَا فَمَاتَتْ وَكَانَ ذَلِكَ الْوَلَدُ يَقُوْلُ: هَذَا مِنْ ثَمَنِ غَزْلِ أُمِيْ وَاللهِ لَا أَصْرِفُهُ إِلَا فِيْ أَمْرِ الْآخِرَةِ
Syaikh Abdullah bin 'Isa al-Anshari berkata : Adalah tetanggaku seorang wanita yang sholehah. Dia mempunyai seorang anak lelaki yang sholeh. Wanita yang sholehah ini tidak mempunyai harta selain satu dinar hasil kerja tenunnya. Tatkala wanita tersebut meninggal dunia, anaknya yang sholeh tersebut berkata kepada dirinya : “Uang satu dinar ini adalah hasil kerja ibuku. Demi Allah, aku tidak akan membelanjakannya kecuali untuk perkara akhirat.”
وَخَرَجَ ذَاتَ يَوْمٍ فِيْ حَاجَةٍ لَهُ فَمَرَ بِقَوْمٍ يَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ وَعَمِلُوْا مَوْلِدَ النَّبِيِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ فِيْ رَبِيْعِ الْأَوَّلِ فَجَلَسَ عِنْدَهُمْ وَسَمِعَ ذَلِكَ
Pada suatu hari, pemuda anak perempuan sholehah tersebut keluar karena suatu keperluan, dia melewati satu perkumpulan orang sedang membaca al-Quran dan mengadakan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pada bulan Rabi`ul Awwal. Lalu dia pun duduk bersama mereka dan mendengarkan Maulid tersebut.
ثُمَّ نَامَ فِيْ لَيْلَتِهِ فَرَأَى فِيْ مَنَامِهِ كَأَنَّ الْقِيَامَةَ قَدْ قَامَتْ وَكَأَنَّ مُنَادِيًا يُنَادِيْ: أَيْ فُلَانُ بْنَ فُلَانٍ يَذْكُرُ جَمَاعَةً فَسَاقَهُمْ إِلَى الْجَنَةِ وَذَلِكَ الشَّابُّ مَعَهُمْ وَقَالَ الْمُنَادِيْ: إِنَّ اللهَ جَعَلَ لِكُلٍّ مِنْكُمْ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ فَدَخَلَ ذَلِكَ الشَّابُّ قَصْرًا لَمْ يَرَ أَحْسَنَ منه وَالْحُوْرُ الْعِيْنُ فِيْهِ كَثِيْرَةٌ وَعَلَى أَبْوَابِهِ خُدَّامٌ وَبَاقِي الْقُصُوْرِ أَلْطَفُ مِنَ الْقَصْرِ الَّذِيْ دَخَلَ فِيْهِ فَأَرَادَ الدُّخُوْلَ فِيْهِ فَلَمَّا هَمَّ بِالدُّخُوْلِ قَالَ لَهُ الْخَادِمُ : لَيْسَ هَذَا لَكَ وَإِنَّمَا هُوَ لِمَنْ عَمِلَ مَوْلِدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ
Pada malamnya, pemuda tersebut bermimpi seolah-olah kiamat telah tiba dan seorang penyeru menyeru: "Di manakah si fulan anak si fulan", disebutnya nama-nama orang yang dalam satu rombongan lalu digiringlah mereka ke surga. Dan pemuda tersebut ikut bersama mereka.
Si penyeru tadi berkata: "Sesungguhnya Allah telah memberi bagi setiap kamu sebuah istana didalam surga." Dan masuklah si pemuda tadi ke dalam sebuah istana, tidak pernah dia melihat istana yang seumpamanya dari segi keindahannya, ia dipenuhi bidadari dan pada segala pintunya dijaga oleh khadam. Pemuda tersebut melihat bahwa ada istana lain yang lebih elok daripada istana yang ia masuki. Lalu dia pun berkehendak untuk memasukinya. Tatkala terbesit dihatinya untuk memasuki istana tersebut, berkatalah khadam kepadanya: "Ini bukanlah untukmu, sesungguhnya ini diperuntukkan bagi orang yang mengadakan Maulid Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam."
فَلَمَّا أَصْبَحَ ذَلِكَ الشَّابُّ صَرَفَ ذَلِكَ الدِّيْنَارَ عَلَى مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ فَرْحًا بِرُؤْيَاهُ وَجَمَعَ الْفُقَرَآءَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَعَالَى وَيَقْرَؤُوْنَ الْقُرْآنَ وَمَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ وَقَصَّ عَلَى الْجَمَاعَةِ رُؤْيَاهُ فَفَرِحُوْا بِذَلِكَ وَنَذَرَ أَنْ لَايَقْطَعَ مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ َسَلَّمَ مَادَامَ حَيًّا
Keesokan harinya, pemuda tersebut menggunakan satu dinar (peninggalan ibunya) tersebut untuk mengadakan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaih wasallam karena kegembiraannya dengan mimpinya itu. Diapun mengumpulkan para faqir miskin untuk berzikir kepada Allah, membaca al-Quran dan membaca Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam. Dia juga menceritakan tentang mimpinya itu kepada mereka, dan mereka merasa gembira mendengar ceritanya itu. Pemuda tersebut bernazar untuk tidak akan meninggalkan mengadakan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasalla selama hayatnya.
ثُمَّ نَامَ فَرَأَى أُمَّهُ فِي الْمَنَامِ فِيْ هَيْئَةٍ حَسَنَةٍ وَفِيْ حُلَلٍ مِنْ حُلَلِ الْجَنَّةِ وَلَهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ وَقَبَّلَ يَدَهَا وَهِيَ قَبَّلَتْ رَأْسَهُ وَقَالَتْ : جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا يَا وَلَدِيْ لَقَدْ أَتَانِيْ مَلَكٌ وَأَعْطَانِيْ هَذِهِ الْحُلَلَ فَقَالَ لَهَا: مِنْ أَيْنَ لَكِ هَذِهِ الْكَرَامَةُ فَقَالَتْ: لِأَنَكَ قَدْ صَنَعْتَ بِالدِّيْنَارِ الَّذِيْ وَرِثْتَهُ مِنِّيْ مَوْلِدَ سَيِّدِ الْأَوَّلِيْنَ وَالْآخِرِيْنَ وَهَذَا جَزَاءُ مَنْ عَظَّمَ نَبِيَّهُ وَعَمِلَ مَوْلِدَهُ
Kemudiannya, si pemuda tidur. Dalam tidurnya dia bermimpi bertemu dengan ibunya. Ibunya berada dalam keadaan yang amat baik, berhias dengan segala perhiasan syurga dan berwangian dengan bau surga. Pemuda tersebut mencium tangan ibunya dan ibunya mengecup kepalanya lalu berkata: "Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, wahai anakku, malaikat telah datang kepadaku membawa segala perhiasan ini." Si pemuda bertanya kepada ibunya: "Dari manakah ibu memperoleh kemuliaan ini?" Sang ibu menjawab: "Karena engkau telah mempergunakan satu dinar yang engkau warisi dariku untuk mengadakan Maulid Junjungan orang-orang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, dan inilah balasan bagi orang yang mengagungkan Nabinya dan mengadakan Maulid Baginda Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam". Wallaahu A'lam.
Source: PISS-KTB
Wallahu a'lam bisshowab.
Ttd.
Santri Droid
Facebook:
https://m.facebook.com/fbsantridroid/
Link grup whatsapp:
Grup 1
https://bit.ly/30wsB5w
Grup 2
https://bit.ly/2ZJFfPo
Grup 3
https://bit.ly/3jkPFg7
Grup 4
https://bit.ly/32AUY4W
Link grup telegram:
https://t.me/joinchat/LhwkMRcwwC-X65uHmgLyww
22/10/2020
Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw.
Peringatan Maulid Nabi pertama kali dilakukan oleh raja Irbil (wilayah Irak sekarang), bernama Muzhaffaruddin al-Kaukabri, pada awal abad ke 7 hijriyah. Ibn Katsir dalam kitab Tarikh berkata: “Raja Muzhaffar mengadakan peringatan maulid Nabi pada bulan Rabi’ul Awwal. Beliau merayakannya secara besar-besaran. Beliau adalah seorang pemberani, pahlawan, alim dan seorang yang adil -semoga Allah merahmatinya-”.
Dijelaskan oleh Sibth (cucu) Ibn al-Jauzi bahwa dalam peringatan tersebut raja al-Muzhaffar mengundang seluruh rakyatnya dan seluruh para ulama dari berbagai disiplin ilmu, baik ulama fiqh, ulama hadits, ulama kalam, ulama ushul, para ahli tasawwuf dan lainnya. Sejak tiga hari sebelum hari pelaksanaan beliau telah melakukan berbagai persiapan. Ribuan kambing dan unta disembelih untuk hidangan para tamu yang akan hadir dalam perayaan Maulid Nabi tersebut.
Segenap para ulama saat itu membenarkan dan menyetujui apa yang dilakukan oleh raja al-Muzhaffar tersebut. Mereka semua mengapresiasi dan menganggap baik perayaan maulid Nabi yang digelar untuk pertama kalinya itu. Ibn Khallikan dalam kitab Wafayat al-A’yan menceritakan bahwa al-Imamal-Hafizh Ibn Dihyah datang dari Maroko menuju Syam untuk selanjutnya menuju Irak, ketika melintasi daerah Irbil pada tahun 604 H, beliau mendapati Raja al-Muzhaffar, raja Irbil tersebut sangat besar perhatiannya terhadap perayaan Maulid Nabi. Oleh karenanya al-Hafzih Ibn Dihyah kemudian menulis sebuah buku tentang Maulid Nabi yang diberi judul “at-Tanwir Fi Maulid al-Basyir an-Nadzir”. Karya ini kemudian beliau hadiahkan kepada raja al-Muzhaffar.
Para ulama, semenjak masa raja al-Muzhaffar dan masa sesudahnya hingga sampai sekarang ini menganggap bahwa perayaan maulid Nabi adalah sesuatu yang baik. Jajaran para ulama terkemuka dan Huffazh al-Hadits telah menyatakan demikian. Di antara mereka seperti al-Hafizh Ibn Dihyah (abad 7 H),al-Hafizh al-'Iraqi (W 806 H), Al-HafizhIbn Hajar al-'Asqalani (W 852 H), al-Hafizh as-Suyuthi (W 911 H), al-Hafizhas-Sakhawi (W 902 H), Syekh Ibn Hajar al-Haitami (W 974 H), al-Imam an-Nawawi (W 676 H), al-Imam al-‘Izz ibn 'Abd as-Salam (W 660 H), mantan m***i Mesir; Syekh Muhammad Bakhit al-Muthi'i (W 1354 H), Mantan M***i Bairut Lebanon; Syekh Mushthafa Naja (W 1351 H) dan masih banyak lagi para ulama besar yang lainnya. Bahkan al-Imam as-Suyuthi menulis karya khusus tentang maulid yang berjudul “Husn al-Maqsid Fi ‘Amal al-Maulid”. Karena itu perayaan maulid Nabi, yang biasa dirayakan di bulan Rabi’ul Awwal menjadi tradisi ummat Islam di seluruh belahan dunia, dari masa ke masa dan dalam setiap generasi ke generasi.
Sumber ...
& بلوع المأمول (ص: 27)
أما أدلة الإجماع فقد انعقد على استحسان الاحتفال بالمولد . فقد ذكر العلماء أن أول من فعل المولد هو الملك المظفر صاحب إربل* وكان يحضر المولد الأكابر من العلماء وغيرهم .
@ هو السلطان المعظم مظفر الدين أبو سعيد كوكبري بن علي التركماني الأصل كان شهما شجاعا ، قال الحافظ الذهبي في سير أعلامالنبلاء (22/336) : كان متواضعا خيرا سنيا يحب الفقهاء والمحدثين . توفي سنة 630 رحمه الله تعالى .
وقد استحسنه غير واحد من الأئمة المجتهدين ، فيقول الإمام المجتهد أبو شامة المقدسي في كتابه "الباعث على إنكار البدع والحوداث" : ومن أحسن ما ابتدع في زماننا ما يفعل في اليوم الموافق ليوم مولده صلى الله عليه وآله وسلم من الصدقات والمعروف وإظهار الزينة والسرور فإن في ذلك - مع ما فيه من الإحسان للفقراء - إشعارا بمحبته صلى الله عليه وآله وسلم . اه
ولم نجد من اعترض على الاحتفال بالمولد النبوي الشريف من معاصري الملك المعظم أو أبي شامة المقدسي ، وقد توفي سنة 665 ه رحمه الله تعالى . فكان إجماعا سكوتيا على مشروعية الاحتفال بالمولد واستحسان العلماء له . وقد صح عن عبد الله ابن مسعود رضي الله عنه أنه قال : "ما رآه المسلمون حسنا فهو حسن عند الله" . صححه الحاكم في المستدرك (3/78) وأقره الذهبي . وانظر المقاصد الحسنة (ص367) وهو موقوف لكن له حكم الرفع لأنه ليس مما للرأي فيه مجال والله تعالى أعلم
& أهل السنة و الجماعة مع الاحتفال بمولد سيد الخلق (ص: 2)
وللحافظ السيوطي رسالة سماها "حسن المقصد في عمل المولد"، قال: "فقد وقع السؤال عن عمل المولد النبوي في شهر ربيع الأول ما حكمه من حيث الشرع؟ وهل هو محمود أو مذموم؟ وهل يثاب فاعله أو لا؟ والجواب عندي: أن أصل عمل المولد الذي هو اجتماع الناس، وقراءة ما تيسر من القرءان، ورواية الأخبار الواردة في مبدإ أمر النبي صلى الله عليه وسلم وما وقع في مولده من الآيات ثم يمد لهم سماط يأكلونه وينصرفون من غير زيادة على ذلك هو من البدع الحسنة التي يثاب عليها صاحبها لما فيه من تعظيم قدر النبي صلى الله عليه وسلم وإظهار الفرح والاستبشار بمولده الشريف.
وأول من أحدث فعل ذلك صاحب إربل الملك المظفر أبو سعيد كوكبري بن زين الدّين علي بن بكتكين أحد الملوك الأمجاد والكبراء الأجواد، وكان له ءاثار حسنة، وهو الذي عمَّر الجامع المظفري بسفح قاسيون".ا. هـ.
قال ابن كثير في تاريخه: "كان يعمل المولد الشريف - يعني الملك المظفر - في ربيع الأول ويحتفل به احتفالاً هائلاً، وكان شهمًا شجاعًا بطلاً عاقلاً عالمًا عادلاً رحمه الله وأكرم مثواه. قال: وقد صنف له الشيخ أبو الخطاب ابن دحية مجلدًا في المولد النبوي سماه "التنوير في مولد البشير النذير" فأجازه على ذلك بألف دينار، وقد طالت مدته في المُلك إلى أن مات وهو محاصر للفرنج بمدينة عكا سنة ثلاثين وستمائة محمود السيرة والسريرة".ا. هـ.
ويذكر سبط ابن الجوزي في مرءاة الزمان أنه كان يحضر عنده في المولد أعيان العلماء.
وقال ابن خلكان في ترجمة الحافظ ابن دحية: "كان من أعيان العلماء ومشاهير الفضلاء، قدم من المغرب فدخل الشام والعراق، واجتاز بإربل سنة أربع وستمائة فوجد ملكها المعظم مظفر الدين بن زين الدين يعتني بالمولد النبوي، فعمل له كتاب "التنوير في مولد البشير النذير"، وقرأه عليه بنفسه فأجازه بألف دينار.
Santri Droid
Facebook:
https://m.facebook.com/fbsantridroid/
Link grup whatsapp:
Grup 1
https://bit.ly/30wsB5w
Grup 2
https://bit.ly/2ZJFfPo
Grup 3
https://bit.ly/3jkPFg7
Grup 4
https://bit.ly/32AUY4W
Link grup telegram:
https://t.me/joinchat/LhwkMRcwwC-X65uHmgLyww
13/10/2020
Banyu Jimat Penolak Bala Rebo Wekasan
Sebagian orang yang Ma’rifat dari ahli kasyaf dan tamkin menyebutkan: Setiap tahun turun 320.000 cobaan. Untuk menolak bala itu bisa dengan cara membuat banyu jimat berikut.
Cara membuat Banyu Jimat (air jimat) untuk tolak bala saat Rebo Wekasan (Rabu terakhir pada bulan Shafar). Ada dua cara,
Cara pertama:
Diawali dengan shalat sunnah
وَمِنَ الْمُجَرَّبَاتِ لِدَفْعِ الْبَلَايَا وَالْحِفْظِ مِنْهَا كَتْبُ هَذِهِ الْآيَاتِ وَمَحْوُهَا، وَشَرْبُ مَائِهَا
Dan diantara yang mujarrab untuk menolak bala` dan menjaga dari bala` adalah menulis ayat-ayat berikut, lalu meleburnya (dengan air), kemudian meminum airnya.
قَالَ فِيْ نَعْتِ الْبِدَايَاتِ: وَيُرْوَى أَنَّ مَنْ صَلَّى الْأَرْبَعَ الرَّكَعَاتِ الْمُتَقَدِّمَةَ، وَدَعَا بِالدُّعَاءِ الْمُتَقَدِّمِ أَيْضًا وَهُوَ: (اَللَّهُمَّ) يَا شَدِيْدَ الْقُوَى ... إِلَخْ. وَكَتَبَ بَعْدَ ذَلِكَ هَذِهِ الْآيَاتِ وَغَسَلَها بِالْمَاءِ، وَشَرِبَ مِنْهُ أَمِنَ مِمَّا يَنْزِلُ مِنَ الْبَلَاءِفِيْ ذَلِكَ النَّهَارِ إِلَى تَمَامِ الْعَامِ.
Pengarang kitab Na’tul Bidayat berkata:
Diriwayatkan, bahwasanya barang siapa yang melakukan shalat empat rakaat yang telah lalu, kemudian berdoa juga dengan doa yang lalu, yaitu “ALLAAHUMMA YAA SYADIIDAL QUWAA”
Setelah itu kemudian menulis ayat-ayat berikut dan membasuhnya dengan air lalu meminumnya maka dia aman dari bala` yang turun pada siang hari itu sampai sempurnanya tahun
وَالْآيَاتُ هِيَ هَذِهِ:
Ayatnya yaitu:
سلام قولا من رب رحيم. سلام على نوح في العالمين. سلام على إبراهيم. سلام على موسى وهارون. سلام على إلياسين. سلام عليكم طبتم فادخلوها خالدين. من كل أمر سلام هي حتى مطلع الفجر
قُلْتُ: وَهَذِهِ الرِّوَايَةُ هِيَ الَّتِيْ كَانَ يَفْعَلُهَا شَيْخُنَا رَضيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ وَهِيَ أَحْسَنُ؛ لِعُمُوْمِ النَّفْعِ بِهَا لِلصِّبْيَانِ وَالنِّسْوَانِ وَالْعَبِيْدِ، وَنَحْوِ ذَلِكَ مِمَّنْ لَا يَقْدِرُ عَلَى فِعْلِ شَيْءٍ مِمَّا تَقَدَّمَ.
Aku (pengarang kitab Kanzunnajaah) berkata:
Riwayat ini, yang mana dilakukan oleh syaikh kami, radhiyallaaahu ‘anhu adalah yang lebih bagus, karena dapat memanfaatkannya secara umum untuk anak-anak, para wanita dan para hamba dan sebagainya yaitu bagi orang-orang yang tidak bisa melakukan hal yang telah dituturkan dahulu.
Adapun tata-caranya adalah sebagai berikut:
Sholat Sunnah 4 Rokaat
Tiap Satu Rokaat Membaca:
FATIHAH satu kali, INNAA A’THOINAAKAL KAUTSAR 17 kali, AL IKHLASH 5 kali, AL FALAQ satu kali dan ANNAAS satu kali
Kemudian berdoa:
بِسْــمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ،
اَللّـٰـهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوٰى ، وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ ، يَا عَزِيْزُ ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ ، اِكْفِـنِيْ مِنْ شَرِّ جَمِيْعِ خَلْقِكَ ، يَا مُحْسِنُ ، يَا مُجَمِّلُ ، يَا مُتَفَضِّلُ ، يَا مُنْعِمُ ، يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لآَ إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ ، اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللّـٰـهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِـيْهِ وَأُمِّـهِ وَبَنِيْـهِ اِكْفِـنِيْ شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ . يَا كَافِيْ (فَسَـيَكْفِيْـكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ) ، وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آٰلِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Kemudian menulis ayat di bawah ini, lalu dibasuh dengan air dan airnya diminum:
سلام قولا من رب رحيم. سلام على نوح في العالمين. سلام على إبراهيم. سلام على موسى وهارون. سلام على إلياسين. سلام عليكم طبتم فادخلوها خالدين. من كل أمر سلام هي حتى مطلع الفجر.
Cara Kedua:
Tidak diawali dengan shalat sunnah.
Dalam Ta’liiqat Nihayatuzzain halaman 67 (cetakan Al Ma’arif Bandung) diterangkan:
(قَوْلُهُ لِنَازِلَةٍ)
Ucapan Mushannif “LI NAAZILATIN’
وَنَقَلَ بَعْضُ الْفُضَلَاءِ أَنَّهُ وَرَدَ أَنَّ الْبَلَايَا الْمُقَدَّرَةَ فِي السَّنَة تُنْقَلُ مِنَ اللَّوْحِ الْمَحْفُوْظِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا فِيْ لَيْلَةِ آخِرِ أَرْبِعَاءَ مِنْ شَهْرِ صَفَرَ
Ba’dhul Fudhala telah mengutip, bahwasanya telah datang (riwayat) sesungguhnya bala`-bala` yang ditakdirkan didalam setahun dipindah dari al Lauh al Mahfuzh ke langit dunia pada malam akhir Rabu dari bulan Shafar.
وَأَنَّ مَنْ كَتَبَ هَذِهِ الآيَاتِ السَّبْعَ فِيْ إِنَاءٍ وَمَحَاهُنَّ بِمَاءٍ وَشَرِبَهُ لَمْ يُصِبْهُ شَيْئٌ مِنْ
تِلْكَ الْبَلَايَا.
Dan sesungguhnya barang siapa menulis tujuh ayat ini didalam satu wadah, ldan meleburnya dengan air, lalu meminumnya, maka satupun dari bala`-bala` tersebut tidak menimpanya.
وَهِيَ :
ayat-ayat tersebut ialah:
سلام قولا من رب رحيم , سلام على نوح في العالمين ,سلام على إبراهيم ,سلام على موسى وهارون, سلام على إلياسين, سلام عليكم طبتم فادخلوها خالدين, سلام هي حتى مطلع الفجر.
وَهِيَ سَبْعُ سَلَامَاتٍ إهـ
Ayat itu adalah tujuh salam.
Sumber:
Kitab Kanzunnajah Wassurur, hlm. 94-96.
Kitab Nihayah Az Zain, hlm 76.
Wallahu a'lam bisshowab.
Santri Droid
Facebook:
https://m.facebook.com/fbsantridroid/
Link grup whatsapp:
Grup 1
https://bit.ly/30wsB5w
Grup 2
https://bit.ly/2ZJFfPo
Grup 3
https://bit.ly/3jkPFg7
Grup 4
https://bit.ly/32AUY4W
Link grup telegram:
https://t.me/joinchat/LhwkMRcwwC-X65uHmgLyww
12/10/2020
Amalan Rebo Wekasan (II)
(Shalat dan Berdoa)
وَقَالَ الشَّيْخُ الْبُوْنِيُّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِ الْفِرْدَوْسِ:
Syeikh al Buni rahimahullah berkata dalam Kitab Al Firdaus
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنْزِلُ بَلَاءً فِيْ آخِرِ أَرْبِعَاءَ مِنْ صَفَرَ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ؛
Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan bala` di akhir Rabu bulan Shafar antara langit dan bumi.
فَيَأْخُذُهُ الْمُوَكَّلُ بِهِ وَيُسَلِّمُهُ إِلَى قُطْبِ الْغَوْثِ فَيُفَرِّقُهُ عَلَى الْعَالَمِ.
Lalu diambil oleh yang ditugaskan dengannya dan diserahkan kepada Quthbul Ghauts , kemudian Quthbul Ghauts menyebarkannya ke penjuru alam.
فَمَا حَصَلَ مِنْ مَوْتٍ أَوْ بَلَاءٍ أَوْ هَمٍّ إِلَّا وَيَكُوْنُ مِنَ الْبَلَاءِ
الَّذِيْ يُفَرِّقُهُ الْقُطْبُ؛
Maka apa yang terjadi berupa kematian, bala` ataupun kesusahan adalah dari bala` yang disebarkan oleh Quthbul Ghauts tersebut.
فَمَنْ يُرِدْ اَلسَّلَامَةَ مِنْ ذَلِكَ فَلْيُصَلِّ سِتَّ رَكَعَاتٍ.
Barang siapa ingin selamat dari semua itu maka shalatlah enam rakaat.
يَقْرَأُ فِي الْأُوْلَى بِأُمِّ الْقُرْآنِ وَآيَةِ الْكُرْسِيِّ، وَفِي الثَّانِيَةِ سُوْرَةَ الْإِخْلَاصِ.
Pada rakaat pertama dia membaca Surat Al Fatihah dan Ayat Kursi
Pada rakaat kedua membaca (Surat Al Fatihah) dan Surat Al Ikhlash.
ثُمَّ يُصَلِّيْ عَلَى النَّبِيِّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بِأَيِّ صَلَاةٍ.
Kemudian (usai Salam) dia membaca shalawat atas Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam dengan bacaan shalawat manapun.
ثُمَّ يَدْعُوْ بِهَذَا الدُّعَاءِ
Kemudian berdoa dengan doa ini
فَيَقُوْلُ:
Dia membaca:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى وَبِكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ وَبِحُرْمَةِ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَحْفَظَنِيْ وَأَنْ تُعَافِيَنِيْ مِنْ بَلَائِكَ يَا دَافِعَ الْبَلَايَا يَا مُفَرِّجَ الْهَمِّ وَيَا كَاشِفَ الْغَمِّ اِكْشِفْ عَنِّيْ مَا كُتِبَ عَلَيَّ فِيْ هَذِهِ السَّنَةِ مِنْ هَمٍّ أَوْ غَمٍّ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ
وَصَلَّى اللهُ عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا.
Sumber:
Kitab Kanzunnajah Wassurur, hlm. 96-97.
Silahkan Share!
Wallahu a'lam bisshowab.
Santri Droid
Facebook:
https://m.facebook.com/fbsantridroid/
Link grup whatsapp:
Grup 1
https://bit.ly/30wsB5w
Grup 2
https://bit.ly/2ZJFfPo
Grup 3
https://bit.ly/3jkPFg7
Grup 4
https://bit.ly/32AUY4W
Link grup telegram:
https://t.me/joinchat/LhwkMRcwwC-X65uHmgLyww
12/10/2020
Amalan Rebo Wekasan (I)
Pada 2020, Rebo Wekasan jatuh pada 14 Oktober 2020 atau 26 Safar 1442 Hijriyah.
(Shalat dan Berdoa)
وَقَالَ الْعَلَّامَةُ الشَّيْخُ الدَّيْرَبِيُّ فِيْ مُجَرَّبَاتِهِ
Al Allamah Syeikh Ad Dairabi berkata dalam Mujarrabatnya
فَائِدَةٌ
FAIDAH
ذَكَرَ بَعْضُ الْعَارِفِيْنَ مِنْ أَهْلِ الْكَشْفِ وَالتَّمْكِيْنِ أَنَّهُ يَنْزِلُ فِيْ كُلِّ سَنَةٍ ثَلَاثُمِائَةِ أَلْفِ بَلِيَّةٍ وَعِشْرُوْنَ أَلْفًا مِنَ الْبَلِيَّاتِ، وَكُلُّ ذَلِكَ فِيْ يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ الْأَخِيْرِ مِنْ صَفَرَ؛ فَيَكُوْنُ ذَلِكَ الْيَوْمُ أَصْعَبَ أَيَّامِ السَّنَةِ؛
Sebagian orang yang ma’rifat dari ahli kasyaf dan tamkin menyebutkan: Setiap tahun turun 320.000 cobaan. Semuanya itu pada hari Rabu akhir bulan Shafar, maka pada hari itu menjadi sulit-sulitnya hari di tahun tersebut.
فَمَنْ صَلَّى فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، يَقْرَأُ فِيْ كُلِّ رَكْعَةٍ مِنْهَا بَعْدَ الْفَاتِحَةِ سُوْرَةَ (إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ) سَبْعَ عَشْرَةَ مَرَّةً وَالْإِخْلَاصِ خَمْسَ مَرَّاتٍ، وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ مَرَّةً مَرَّةً، وَيَدْعُوْ بَعْدَ السَّلَامِ بِهَذَا الدُّعَاءِ حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى بِكَرَمِهِ مِنْ جَمِيْعِ الْبَلَايَا الَّتِيْ تَنْزِلُ فِيْ ذَلِكَ الْيَوْمِ، وَلَمْ تَحُمْ حَوْلَهُ بَلِيَّةٌ مِنْ تِلْكَ الْبَلَايَا إِلَى تَمَامِ السَّنَةِ
Barang siapa shalat pada hari itu 4 rakaat, yang mana setiap satu rakaat sesudah surat Al Fatihah dia membaca:
a. Surat Innaa A’thainaakal Kautsar 17 kali.
b. Surat Al Ikhlash 5 kali
c. al Mu’awwidzatain (Surat Al Falaq dan Surat Annaas) masing-masing satu kali.
Maka Allah Ta’ala dengan kemurahan-Nya menjaga orang tersebut dari semua bala` yang turun pada hari itu, dan satu bala` dari bala` - bala` tersebut tidak mengitarinya sampai akhir tahun.
وَالدُّعَاءُ الْمُعَظَّمُ هُوَ
Doa yang agung tersebut ialah:
بِسْــمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
اَللّـٰـهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوٰى ، وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ ، يَا عَزِيْزُ ، يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ ، اِكْفِـنِيْ مِنْ شَرِّ جَمِيْعِ خَلْقِكَ ، يَا مُحْسِنُ ، يَا مُجَمِّلُ ، يَا مُتَفَضِّلُ ، يَا مُنْعِمُ ، يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لآَ إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ ، اِرْحَمْنِيْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللّـٰـهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِـيْهِ وَأُمِّـهِ وَبَنِيْـهِ اِكْفِـنِيْ شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ . يَا كَافِيْ (فَسَـيَكْفِيْـكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ) ، وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آٰلِـهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Sumber:
Kitab Kanzunnajah Wassurur, hlm. 94-96.
Silahkan Share!
Wallahu a'lam bisshowab.
Santri Droid
Facebook:
https://m.facebook.com/fbsantridroid/
Link grup whatsapp:
Grup 1
https://bit.ly/30wsB5w
Grup 2
https://bit.ly/2ZJFfPo
Grup 3
https://bit.ly/3jkPFg7
Grup 4
https://bit.ly/32AUY4W
Link grup telegram:
https://t.me/joinchat/LhwkMRcwwC-X65uHmgLyww