Al Ishlah Rawajati

Al Ishlah Rawajati

Share

Membangun karakter anak yang berakhlak mulia dan shalih salihah

20/04/2022

Dalam rangka mendukung kegiatan BAZNAS...Jakarta Cinta Al Qur'an, seluruh warga DKI Jakarta di himbau membaca Al Fatihah dan Ar Rahman, sebagai bentuk rasa syukur

04/01/2022

Kegiatan upacara Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke 76 yang d peringati 03 Januari

Peringatan Hari Amal Bakti yang kita peringati pada awal tahun ini, merefleksikan rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa dan penghargaan terhadap jasa-jasa para perintis dan pendiri Kementerian Agama. Kementerian Agama bertugas sebagai pengawal dasar negara yaitu Pancasila yang didalamnya mengandung nilai-nilai agama dan mencerminkan jati diri bangsa Indonesia. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa adalah jantung kebangsaan, tempat bertemunya semangat beragama dan cinta Tanah Air.

Sumber : https://www.medinaslampungnews.co.id/hari-amal-bakti-ke-76-kementerian-agama-tahun-2022/

Photos 24/06/2020

Selamat untuk anak-anakku untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya

Semoga kelak menjadi anak yang berprestasi, mendapat ilmu yang bermanfaat untuk sesama dan berkah, menjadi anak yang sholeh dan sholehah❤Semangaaaat✊

Photos from Al Ishlah Rawajati's post 03/04/2019

Untuk bekal bunda dan calon bunda.
Semoga bermanfaat

Sumber : twitter

Bingung Mengisi Waktu Luang? Cobalah Beberapa Kegiatan Berikut 27/12/2018

Bingung mengisi waktu luang?cobalah beberapa kegiatan ini

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sahabat semua, sekarang ini sahabat pasti sedang dalam suasana liburan yang lumayan panjang kan?, yap tentu saja karena para umat muslim sedang berpuasa di bulan ramadhan ini. Nah, sahabat semua apa saja yang sahabat lakukan untuk mengisi waktu luang ini? Semoga yang bermanfaat ya, sebagian dari sahabat mungkin merasa kebingungan mengisi waktu luang ini, untuk itu penulis akan berbagi beberapa kegiatan yang bisa sahabat lakukan, check this out.

1. Berbuat kebaikan
Berbuat kebaikan itu ada dua macam ya, satu untuk diri sahabat sendiri dan satu lagi untuk/kepada orang lain, atau bisa untuk keduanya. Untuk diri sahabat sendiri misalnya sahabat dapat mengisi waktu luang dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an atau melakukan amalan-amalan lain yang sifatnya sunah tanpa meninggalkan yang wajib ya, seperti solat sunah (Dhuha, Tahajud, dll). Berbuat kebaikan kepada orang lain seperti membantu orang tua (beres-beres/bersih-bersih rumah, memasak), menolong orang yang sedang kesusahan. Misalnya nih ada tetangga sahabat yang sedang membuat kandang ayam, nah bisa sahabat bantu loh. Walaupun mungkin tidak terlalu banyak minimalnya tetangga sahabat ada teman bicaranya. Atau sahabat bisa juga mngikuti kegiatan-kegiatan yang sifatnya sosial seperti bakti sosial, menjadi panitia zakat dan lain sebagainya. Dengan melakukan hal seperti ini sahabat telah meringankan beban orang lain sekaligus juga mendapatkan pahala dari Allah SWT.
2. Membuat suatu kerajinan
Apa sahabat menyukai hal-hal yang terlihat/terdengar kreatif? Ini mungkin bisa mengjadi alternatifnya. Sahabat bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah atau di lingkungan sahabat untuk disulap menjadi suatu karya yang bernilai seni dan ekonomi. Pertama sahabat dapat mengumpulkan barang yang sudah tidak di pakai di rumah sahabat, tapi sahabat bingung harus dibuat apa? Nah tahap selanjutnya sahabat dapat mencari referensi di internet. Dengan menggunakan bahan yang sahabat miliki, ada banyak kerajinan yang dapat sahabat buat dengan mencari tahu di internet. Hasil jadinya juga dapat sahabat jual ya, atau sahabat dapat membuka usaha dengan kerajinan yang sahabat buat.
3. Membuat tulisan/cerita tertentu
Sahabat s**a menulis? Kalau begitu cobalah manfaatkan waktu luang sahabat untuk membuat tulisan yang luar biasa. Bisa artikel, cerita pendek, fanfic atau yang lainnya. Sahabat pun akan lebih mudah dan bebas menuangkan ide sahabat, karena tidak berbenturan dengan kegiatan lainnya. Ingat ya sahabat, dengan membuat tulisan/semacamnya juga dapat mendatangkan keutungan/pendapatan sendiri. Sahabat dapat memuat tulisan sahabat di media sosial. ataupun media cetak seperti koran. Dengan begitu sahabat sudah belajar mencari uang dengan usaha sahabat sendiri.
4. Belajar materi pelajaran di sekolah
Sahabat dapat belajar materi sekolah yang akan datang mulai dari sekarang, dengan begitu sahabat tidak akan merasa asing ketika mendapat pelajaran baru di sekolah, atau sahabat juga dapat mempersiapkan diri belajar untuk Ujian Nasional, Olimpiade, Seleksi Masuk Perguruan Tinggi. Sahabat pun tidak perlu membebani diri dengan mempelajari semua pelajaran jika memang sulit, cukup yang sahabat targetkan saja. Misalnya sahabat ingin memperdalam pelajaran bahaha inggris sahabat/matematika/kimia/yang lainnya. So, yang penting belajar dan ada manfaatnya.
5. Bekerja paruh waktu
Jika sahabat ingin menikmati masa liburan sembari mendapatkan uang, ini mungkin bisa dicoba, bekerja paruh waktu!. Sahabat dapat bekerja di tetangga atau saudara sahabat misalnya sekedar untuk menjaga toko, mengaja kebun atau menjadi sales dadakan! Apapun itu ya sahabat yang penting kerjanya halal dan sahabat mau menjalaninya.

Itulah rekomendasi dari penulis ya, semoga dapat membantu sahabat yang kebingungan. Have a nice day !
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sumber :

Bingung Mengisi Waktu Luang? Cobalah Beberapa Kegiatan Berikut

Mendidik Anak Menurut Pesan Rasullullah - Islamic Parenting 22/11/2017

Sebagai Muslim adalah kewajiban kita untuk mengikuti petunjuk Nabi di setiap segi kehidupan kita. Terlebih tentang tata cara mendidik anak.
Mendidik anak secara Islami : ikuti pesan Rasullullah tentang cara mendidik anak
Buku kecil ini saya temukan saat menata kembali tumpukan buku yang terpaksa diungsikan di atas plafon rumah karena banjir kemarin. Buku ini cocok sekali sebagai pengetahuan dalam mendidik anak.
Buku ini merupakan bonus dari sebuah buku dengan judul “ Cara Mengenal Allah dengan Cara yang Menyenangkan.” Hmmm… terdengar bagus sekali sebagai panduan untuk mendidik anak secara Islami, bukan?
Ingat karena belum membacanya, saya menghentikan aktivitas beres-beres dan membaca sejenak buku mungil ini. Beberapa hal yang ada didalamnya sudah biasa atau sering kita dengar.
Nnamun sebagai pengingat, ijinkan saya berbagi tentang cara mendidik anak ini dengan Anda, pembaca theAsian Parents Indonesia.
Pesan-pesan Rasullullah tentang tata cara mendidik anak
Sesuai dengan judulnya buku ini berisi tentang tata cara mendidik anak sesuai dengan sabda Rasullullah beserta butir-butir kutipan dari para Imam guna memperjelas sabda Nabi tersebut.
1. Mengenalkan dan mendidik anak tentang Tauhid
Rasullullah SAW bersabda: “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”.
Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya.” (sya’bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas)
Berdasarkan Hadist Nabi di atas, maka,dalam kitab Al Amali hal.475, Imam Al Baqir dan Imam ash Shadiq raadiyallahu ‘anhuma berkata, tahapan untuk mengenalkan Allah kepada anak adalah:
1. Pada usia 3 tahun, ajarkan kepadanya kalimah Tauhid, “Laila ha illallah” sebanyak tujuh kali.
2. Pada usia 3 tahun 7 bulan, ajarkan kepadanya kalimah “Muhammad Rasullullah.”
Mendidik anak tentang Salat
Masih dalam kitab yang sama, Imam al Baqir dan Imam ash Shadiq ra menerangkan bagaimana seharusnya kita mengenalkan dan mendidik anak tentang salat.
1. Setelah anak usia 5 tahun dan telah memahami arah, maka coba tanyakan mana bagian kanan dan kirinya. Lalu ajarkan padanya arah kiblat dan mulailah mengajaknya salat.
2. Pada usia tujuh tahun ajaklah ia untuk membasuh muka dan kedua telapak tangannya dan minta padanya untuk melakukan salat.
3. Tata cara berwudhu secara penuh boleh diajarkan pada usia 9 tahun. Kewajiban untuk melakukan salat serta pemberian hukuman bila meninggalkannya sudah dapat di terapkan pada usia ini. Karena pada usia ini anak biasanya sudah pandai memahami akan urutan, aturan dan tata tertib.
Hak anak dalam pendidikan
Berkaitan dengan pendidikan agama, ada beberapa hal yang harus orang tua lakukan antara lain
1. Memberikan nama yang baik.
2. Diakikahkan dan dipotong rambutnya (akan lebih baik dilakukan pada hari ketujuh).
3. Ada hak anak yang tertambat pada ayahnya yaitu mendapat pengajaran budi pekerti yang luhur, menulis, dan latihan fisik yang menyehatkan badannya serta diwarisi harta yang halal.
Tentang ibadah-ibadah dan amalan lainnya
Saat anak mendekati usia baligh, maka wajib bagi orang tua untuk mmengenalkannya dengan puasa serta mewajibkan salat. Selain itu juga memerintahkan padanya untuk mencari ilmu, menghafal Al-Qur’an, dan jika tidak mampu maka perintahkan padanya untuk mencatat.
Subhanallah, betapa indah tuntunan yang telah Nabi berikan untuk mendidik anak kita. Sebagai penutup berikut adalah penjelasan..
Imam AliZainal Abidin radiyallahu’anhu dalam kitab Risatul Huquq.
“Adapun hak anakmu adalah, ketahuilah bahwa ia berasal darimu. Dan segala kebaikan dan keburukannya di dunia, dinisbatkan kepadamu. Engkau bertanggung jawab untuk mendidiknya, membimbingnya menuju Allah dan membantunya untuk menaati perintah-Nya.
Maka, perlakukanlah anakmu sebagaimana perlakuan seseorang yang mengetahui bahwa andaikan ia berbuat baik pada anaknya, niscaya ia akan mendapatkan pahala dan andaikan ia berbuat buruk niscaya ia akan memperoleh hukuan.” (Al Khislal, hal.568)
Demikian pesan Rasullullah terkait dengan pendidikan anak. Semoga bermanfaat ya,

sumber :

Mendidik Anak Menurut Pesan Rasullullah - Islamic Parenting Sebagai Muslim adalah kewajiban kita untuk mengikuti petunjuk Nabi di setiap segi kehidupan kita. Terlebih tentang tata cara mendidik anak. | Page: 4

Photos 22/04/2017

Alhamdulillah acara berjalan lancar

Adab Kepada Orang Yang Lebih Tua 15/04/2017

Islam sebagai syari'at yang lengkap dan paripurna telah mengajarkan umatnya adab dan tata krama kepada sesama manusia. Yang demikiansupaya tercipta keharmonisan dan hubungan yang baik diantara mereka, dan lebih jauh diharapkan dengan keharmonisan ini bisa terwujud komunitasmasyarakat yang damai yang melaksanakan ibadah kepada Allah ta'aalaa dengan sebaik mungkin.Diantara adab yang diajarkan di dalam Islam adalah menghormati orang yang lebih tua. Jauh-jauh hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mewanti-wanti ummatnya akan pentingnya adab yang satu ini, beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ شَرَفَ كَبِيرِنَا"Bukanlah termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi orang muda diantara kami, dan tidak mengetahui kemuliaan orang-orang yang tua diantara kami"(HR. At-Tirmidzy dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhu, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany)Hadist ini juga diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, yang di dalamnya ada kisah bahwa seseorang yang sudah berumur tua hendak bertemu Nabi shallallahu 'alaihiwasallam, namun para sahabat saat itu terkesan lamban dalam memberikan keluasan tempat baginya, sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallampun bersabda:لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَناَ"Bukan termasuk golonganku orang yang tidak menyayangi orang muda diantara kami dan tidak menghormati orang yang tua" (HR. At-Tirmidzy, dishahihkan Syeikh Al-Albany).Imam At-Tirmidzy rahimahullah berkata:قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ مَعْنَى قَوْلِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- » لَيْسَ مِنَّا «. يَقُولُ : لَيْسَ مِنْ سُنَّتِنَا، يَقُولُ : لَيْسَ مِنْ أَدَبِنَا"Berkata sebagian ulama bahwa makna sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam"Bukan termasuk golonganku" adalah"Bukan termasuk sunnah kami, bukan termasuk adab kami" (Sunan At Tirimidzy, 4/322)Hadist di atas dengan jelas memberikan pengertian kepada kita tentang keutamaanmenghormati orang tua atau orang yang lebih tua daripada kita, menghormati mereka adalah termasuk sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan orang yang tidak menghormati mereka berarti tidak mengikuti sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam masalah ini.Dalam kesempatan yang lain beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُزَحْزَحَ عَنِ النَّارِ وَيَدْخُلَ الْجَنَّةَ فَلْتَأْتِهِ مَنِيَّتُهُ وَهُوَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَلْيَأْتِ إِلَى النَّاسِ الَّذِى يُحِبُّ أَنْ يُؤْتَى إِلَيْهِ"Barangsiapa yang senang (ingin) dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka hendaklah ajal menjemputnya sedang ia dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir, dan iamemperlakukan orang lain dengan sesuatu (adab) yang ia senang apabila dirinya diperlakukan demikian" (HR. Muslim, dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu)Apabila kita senang dihormati oleh orang yang lebih muda, maka hendaknya kita juga berusaha menghormati orang yang lebih tua.Demikian p**a Rasulullah shallallahu 'alaihiwa sallam bersabda:إِنَّ جِبْرِيلَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَنِي أَنْ أُكَبِّرَ"Jibril shallallahu 'alaihi wasallam telah menyuruhku untuk mendahulukan orang-orang yang lebih tua" (HR. Ahmad, dan dishahihkan Syeikh Al Albany dalam Silsilah Al Ahaadiits Ash Shahiihah, no.1555, dengan keseluruhan sanad-sanadnya)Keutamaan menghormati orang yang lebihtua juga tercantum dalam sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:إِنَّ مِنْ إِجْلَالِ اللَّهِ إِكْرَامَ ذِي الشَّيْبَةِ الْمُسْلِمِ"Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah adalah menghormati orang muslim yang sudah tua" (HR. Abu Dawud, dari AbuMusa Al Asy'ary radhiyallahu 'anhu, dihasankan Syeikh Al Albany).Para pendahulu dan suri teladan kita dari kalangan salaf sangatlah memperhatikan adab yang satu ini, mereka begitu menghormati terhadap yang orang yang lebih tua meskipun umurnya hanya selisih satu hari atau satu malam.Berkata Samurah bin Jundub radhiyallahu 'anhu:لَقَدْ كُنْتُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- غُلاَمًا فَكُنْتُ أَحْفَظُ عَنْهُ فَمَا يَمْنَعُنِى مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ أَنَّ هَا هُنَا رِجَالاً هُمْ أَسَنُّ مِنِّى"Sungguh aku dahulu di zaman Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang anak, dan aku telah menghafal (hadist-hadist) dari beliau, dan tidaklah menghalangiku untuk mengucapkannya kecuali karena disana ada orang-orang yang lebih tua daripada diriku" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya)Malik bin Mighwal rahimahullah berkata:كُنْتُ أَمْشِيْ مَعَ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ ، فَصِرْنَا إِلَى مَضْيَقٍ فَتَقَدَّمَنِيْ ثُمَّ قَالَ لِيْ : » لَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ أَنَّكَ أَكْبَرُ مِنِّيِ بِيَوْمٍ مَا تَقَدَّمْتُكَ»"Dahulu aku berjalan bersama Thalhah binMusharrif, sampailah kami ke sebuah jalansempit, maka beliaupun mendahuluiku, seraya berkata kepadaku: Seandainya aku mengetahui bahwa engkau lebih tua satu hari daripada aku niscaya aku tidak akan mendahuluimu" (Diriwayatkan oleh Al-Khathiib Al Baghdaady dalam Al Jaami' li Akhlaaqi Ar Raawii wa Aadaabi As Saami',no: 249)Ya'qub bin Sufyan rahimahullah bercerita:بَلَغَنِيْ أَنَّ الْحَسَنَ وَعَلِ
يًّا ابْنَيْ صَالِحٍ كَانَا تَوْأَمَيْنِ، خَرَجَ الْحَسَنُقَبْلَ عَلِيٍّ ، فَلَمْ يُرَ قَطْ الْحَسَنُ مَعَ عَلِيٍّ فِيْ مَجْلِسٍ إِلَّا جَلَسَ عَلِيٌّ دُوْنَهُ ، وَلَمْ يَكُنْ يَتَكَلَّمُ مَعَ الْحَسَنِ إِذَا اجْتَمَعَا فِيْ مَجْلِسٍ" Telah sampai kepadaku kabar bahwa Al Hasan dan Ali, anaknya Shalih, adalah dua anak yang kembar; Al Hasan lahir sebelum Ali. Tidaklah Al Hasan dan Ali duduk bersama di sebuah majelis kecuali Ali duduk lebih rendah daripada Al Hasan; dan tidaklah Ali berbicara ketika Al Hasan berbicara apabila keduanya berada dalam satu majelis"
(Diriwayatkan oleh Al-Khathiib Al Baghdaady dalam Al Jaami' li Akhlaaqi Ar Raawii wa Aadaabi As Saami',no: 252)
Diantara contoh adab yang patut diamalkan terhadap orang yang lebih tua:
1. Menempatkannya di tempat yang layak
ketika di sebuah majelis.
2. Tidak terlalu banyak guyon kepadanya..
3. Menyambut kedatangannya dengan ucapan yang baik.
4. Berusaha tidak duduk di tempat yang lebih tinggi daripada tempat duduknya.
5. Tidak menyelonjorkan kaki di hadapannya.
6. Mendengarkan apabila beliau sedang berbicara.
7. Tidak memotong ucapannya ketika sedang berbicara.
8. Memanggilnya dengan panggilan yang terhormat yang sesuai dengan kedudukan beliau seperti bapak, ustadz, dokter, professor, mas, mbah dan lain-lain.
9. Mendahulukannya ketika makan, minum dan lain-lain.
10. Lebih dahulu mengucap salam, menyapa, dan berjabat tangan.Dan hendaklah seorang muslim memiliki perhatian dengan adab ini, dan tidak meremehkannya. Dan hendaknya ia menyadari bahwa orang yang menghormati orang lain terutama orang yang lebih tua darinya, maka pada dasarnya ia menghormati dirinya sendiri; dan orang yang tidak menghormati orang yang lebih tua maka sebenarnya ia telah merendahkan harga diri sendiri, dan ditakutkan iapun tidak dihormati.Wallahul Muwaffiq.

sumber:http://sohibkita.blogspot.com/2012/07/adab-kepada-orang-yang-lebih-tua.html

Adab Kepada Orang Yang Lebih Tua Islam sebagai syari'at yang lengkap dan paripurna telah mengajarkan umatnya adab dan tata krama kepada sesama manusia. Yang demikian supaya ...

Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh dan Shalehah 15/04/2017

Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh dan ShalehahSetiap orangtua tentunya menginginkan anak yang mereka miliki tumbuh menjadi anak yang pintar, patuh pada semua perintah orangtua, taat pada aturan agama dan memiliki akhlaq mulia seperti anak-anak yang shaleh.Orangtua mana yang tidak ingin memiliki buah hati yang shaleh dan sholehah. Untuk karena itu, orangtua harus memiliki perbekalan agar bisa memberikan pendidikan agama yang sempurna untuk anak-anaknya. Hal ini dikarenakanmendidik anakmerupakan salah satu kewajiban dan tanggung jawab orang tua yang amat penting.1. Berikan Contoh yang BaikSeringkali besar harapan kita terhadap anak-anak agar mereka bisa tumbuh menjadi apa yang orangtuanya inginkan. Keinginan tersebut tentunya merupakan harapan dimana anak-anak mereka bisa menjadi seseorang yang berakhlak baik, berbudi pekerti yang luhur dan lain sebagainya. Hanya saja, harapan ini harus sebandingdenganapa yang ada dan terjadi dalam kehidupan nyata. Ketika anda menginginkan anak-anak yang shaleh, maka akan lebih baik jika kita memberikan contoh yang baik terhadap mereka.Jangan terus-tersuan mendikte anak menjadi sepertiyang anda inginkan, jika kita sendiripun tak mampu menjadi panutan yang baik untuk mereka.Kecenderungan seorang anak adalah peniru, mereka akan meniru dan mengadaptasi semua hal yang terjadi dan mereka lihatdilingkungannya. Dengan memberikan contoh yang baik diharapkan anak-anak akan mampu mencontohnyadanmengaplikasikanperbuatan yang baik dalam kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu, dengan menjadi tauladan yang baik untuk anak-anak maka tidak ada alasan untuk mereka menolak perintah atau nasihat para orangtuanya.2. Ciptakan Suasana Islami Melalui Pendidikan dan PergaulanSalah satu faktor lain yang menunjang terbentuknya jiwa dan kepribadian shaleh dan shalehah pada diri anak adalah dengan membawa dan menciptakan nuansa islami lewat pendidikan dan pergaulannya. Anak tentu tidak akan mengenal apa itu akidah dan bagaimana menjadi seorang anak shaleh jika pendidikan islamitidak diperkenalkan sejak dini.Untuk itu, ciptakan suasanadan nuansa islami dalam dunia pendidikan dan lingkungan anak. Selain itu, hal ini juga akan mampumembangun karakter anak menjadi lebih baik. Untukcara ini, misalkan ibu dan orangtua lain bisa mendaftarkan anak ke sekolah islam atau pondok pesantren. Jika anak-anak sering bergaul dalam lingkungan yang islami, maka insya allah setiap tuturkata dan perbuatan mereka akan lebih santun. Namun tentunya hal ini perlu diterapkan dan ditanamkan sejak dini.3. Biasakan Membangunkan Anak Pada Waktu Subuh Seseorang yang bangun diwaktu subuh seringkali diidentikan dengan orang-orang shaleh yang taat dalam hal beragama, bahkan orang dewasa pun masih banyak yang sulit bangun diwaktu ini untuk melaksanakan shalat subuh.Untuk itulah, tidak ada salahnya biasakan anak untuk bangun diwaktu subuh dan segera tunaikan ibadah shalat subuh. Hal ini tentunya perlu dibangun dan dibiasakan saat anak masih berusia dini agar nantinya kebiasaan ini terbawa hingga mereka besarnanti.Akan ada banyak rintangan yang mungkin ibu hadapi ketika menerapkan kebiasaan bangun subuh pada anak-anak, salah satu faktornya adalah tidak tega membangunkan mereka yang masih terlelap tidur atau bahkan si anak rewel karena masih mengantuk. Namun percayalah, jika dibiasakan perlahan namun pasti hal ini akan terasa lebih mudah.4. Ajarkan Si Kecil Untuk Selalu Membawa PeralatanShalatShalat 5 waktu adalah ibadah yang wajib yang harus dilakukan setiap umat muslim diseluruh dunia yangtentunya jika salah satu waktunya dilewatkan maka akan menjadi dosa untuk mereka yang melakukannya.Nah, untuk menanamkan ketaatan beragama pada anak agar mereka tumbuh menjadi shaleh dan shalehah adalah dengan mengingatkan mereka untuktidak melewatkan waktushalat dimanapun mereka berada. Salah satu bentukmengingatkan anak-anak untuk tidak melewatkan waktu shalat adalah dengan mempersiapkan peralatan shalat dan mengingatkan mereka untuk selalu membawanya bahkan saat mereka berpergian.5. Ajak Anak Berwisata IslamiDewasa ini meskipun masih berusia begitu kecil, orangtua lebih senang membawa anak-anak mereka ke mall dan memperkenalkan berbagai macam hal baru pada anak-anaknya. Namun tanpa disadari wisata islami seringkali diabaikan karena kesenangan dunia yang begitu menggoda. Untuk itu, mulailah merubah segala kebiasaan yang kurang berguna, daripada terlalu sering mengajak mereka berwisata ke mall atau mengunjungi tempat-tempatwisata yang berharga mahal,ada baiknya jika bunda mengajak anak-anak berwisata islami seperti bersafari ke mesjid-mesjid. Selain memperkenalkan mereka pada sesuatu yang baru, hal ini akan semakin menumbuhkan kecintaannya terhadap agama dan ketaatannya kepada Tuhan.6. Kenalkan Batasan AuratPada Anak Sejak Mereka Kecil Umumnya saat ini banyak anak yang memilih mengenakan model pakaian yang baru dan sesuai dengan perkembangan zaman tanpa memperdulikan syariat dan aturan berpakaian dalam Islam yakni dengan menutupaurat, maka tak heran jika saat ini banyak kita jumpai anak-anak berpakaian ketat, pendek dan bahkan tembus pandang. Hal ini tentunya tidak baik untuk anak-anak kita calon penerus bangsa. Untuk itulah, ajarkan pada anak batasan-batasanaurat sewaktu mereka berbusana. Demikian beberapa poin penting yang perlu sekali diajarkan pada anak untuk menumbuhkan akidah dan akhlak yang baik sehingga anak-anak menjadi shaleh dan shalehah.

sumber : http://bidanku.com/cara-mendidik-anak-agar-menjadi-sholeh-dan-shalehah

Cara Mendidik Anak Agar Menjadi Sholeh dan Shalehah beberapa poin dibawah ini akan dapat membantu ibu dan orangtua dirumah mendidik dan mengasuh buah hati anda agar tumbuh menjadi seseorang yang memiliki akidah dan akhlak yang baik

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Jakarta
12750