24/07/2026
Ini darurat rasa adil:
Ketika ijazah kalah sama koneksi, riuuuh.
Sekian persen dari 60rb lulusan SNBP gagal kuliah karena UKT
1 orang 27 tahun jadi Komisaris.
Tolong jelasin... logikanya di mana?
Angka yang nampar, pendidikan vs yang lain.
Kelompok lulusan SNBP gagal jadi maba karena kendala UKT mahal, baru aja kemarin dibahas, rameeee.
"KIP-K butuh ±150T buat nutup semua", kata yang pinter matematika.
"MBG 223T digelontorkan buat Program makan bergizi", kata netizen yang inget angkanya.
Penting? Iya.
Tapi prioritasnya kerasa gak seimbang pas liat anak gagal kuliah karena UKT, huhu
Disisi lainnya lagi,
Guru, dosen yang digaji UMR/bahkan di bawahnya, terutama swasta pada ikutan jeriit
Udah gak pake joki, ijazah asli, ngajar, riset.
Tapi hidup pas-pasan. Kehimpit.
Psikologi yang muncul; Learned Helplessness.
Orang pinter jadi mikir,
"Ngapain susah-susah S1 S2 S3? Ujungnya kalah sama yang punya nama keluarga".
|walau narasinya beda beda, kebaca banget helplessnessnya, campur getirrr
Fakta pahitnya;
Pas orang pinter nyerah, sebetulnya negaranya yang rugi. Bener gak sih? 😭
Alarm merah gak pake lama, muncul lagi di timeline platform pplatform
Kenapa?
27 tahun jadi komisaris BUMN.
Ini bukan soal umur doang.
Ini soal Meritokrasi vs Nep otisme.
Jabatan diisi karena kompetensi, rekam jejak, pengalaman vs Jabatan diisi karena hubungan keluarga/teman dekat.
Yang bikin publik jadi riuh dan nanya keras
"Kompetensi apa?"
BUMN Pertamina itu aset negara, triliunan.
Butuh orang yang paham migas, keuangan, tata kelola risiko.
"Rekam jejaknya mana?"
Lulusan S1 aja dilamar kerja diminta 3-5 tahun pengalaman.
Kenapa Lingkar Keluarga?
Pas banyak nama dari 1 lingkaran yang sama masuk jabatan publik 2026, wajar publik mikir:
"Loh, emang udah gak ada orang lain?"
Rasa gak adil publik, ngetok
"Gw S2 ngelamar ditolak. Dia SMA langsung duduk".
Rasa itu yang bikin trust ke negara anjlok.
Seharusnya gimana?
Negara buka data. Transparan.
"Ini CV-nya. Ini KPI-nya. Silakan audit publik".
Kepercayaan itu dibangun pake data, bukan narasi.
Publik terus bersuara.
Boleh? Boleh.
Tapi pake data, bukan maki.
Boleh tanya gak;
"Standar rekrutmennya apa?"
Orangtua dan Dosen, bantu jangan bikin anak nyerah sekolah
Masa depan anak kita jangan kita matiin duluan.
Tetep harus punya prinsip;
Anak jadi orang yang pinter dan punya integritas🔥
Biar 10-20 tahun lagi yang mimpin bukan lingkar koneksi tapi lingkar otak.
Janji yaaa tetap semangat para pengajar, orangtua dan anak harapan bangsaaa
Karena kalau gaaaak
yang rugi bukan kita hari ini.
Tapi anak cucu kita 20 tahun lagi
Kita ini gak kekurangan orang pinter.
Kita ini lagi kekurangan keberanian buat milih orang pinter