Sekolah ini berada dalam kompleks pendidikan Santa Maria yang dikelola oleh suster–suster Ursulin, yang dari awal kehadirannya di Indonesia 152 tahun yang lalu telah mempunyai visi dan misi pada penyelenggaraan pendidikan. Sekolah ini di bawah yayasan Nitya Bhakti dengan ketua yayasan : Sr Alexis Soedibjo OSU, sedangkan kepala SMP Santa Maria dijabat oleh : Dra Elly Sumarsih, wakil kepala sekolah
bidang Kurikulum Tyas Putranti dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan oleh Titik Dasi. Kami sebagai tim mengatur semua proses belajar mengajar dari hari kehari. VISI
Komunitas Pembelajar yang kritis, kreatif dan inovatif, dalam mengintegrasikan Ilmu, Iman dan Nilai – Nilai kemanusiaan seturut semangat Santa Angela. MISI
Sebagai lembaga pendidikan ( Institute of education ), sekolah Ursulin menyelenggarakan pendidikan yang berkwalitas dan terpadu, serta menyiapkan peserta didik ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Sebagai komunitas pembelajar ( community of learning ), sekolah Ursulin mengembangkan potensi dan ketrampilan secara kritis, kreatif dan inovatif. Sebagai sekolah katolik ( catholic school ), sekolah Ursulin menanamkan semangat santa Angela pada setiap pribadi agar dapat mengintegrasikan ilmu, iman dan nilai–nilai kemanusiaan untuk menjawab tantangan jaman dan mewujud-nyatakan SERVIAM dalam kehidupan sehari – hari. Sebagai sekolah Ursulin Indonesia ( Ursuline school in Indonesia ), sekolah Ursulin menanamkan kecintaan pada budaya, bangsa dan tanah air Indonesia, dengan menghargai pluralitas budaya dan agama, serta membangun kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan. Sebagai bagian dari Ursulin Internasional ( Internasional Ursulin ), sekolah Ursulin Indonesia meningkatkan kerjasama dengan alumni dan sekolah–sekolah Ursulin, baik di Indonesia maupun ditingkat internasional, khususnya di Asia Pasifik
Visi dan Misi menjadi dasar dari arah gerak semua proses belajar mengajar. Kinerja sekolah terpadu dalam konsep manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah atau disingkat MPMBS dalam suatu kepemimpinan yang kuat oleh kepala sekolah, maka SMP Santa Maria menyusun Rencana Startegi Manajemen sekolah sebagai suatu sistem dalam Rencana Program Pengembangan Sekolah yang disingkat RPPS. RPPS disusun berdasarkan pengertian bahwa “Pendidikan merupakan investasi yang ditanam masa kini untuk memanen hasil dihari ini, hari esok dan masa datang “. dari sebab itu RPPS tidak pernah statis karena memadu derap peningkatan mutu yang diunggulkan dan ditentukan secara partisipatif dari komunitas pendidikan disekolah ini. Keberadaan sebuah lembaga pendidikan ditentukan oleh 3 hal besar yang saling mempengaruhi, yaitu Input -- Proses --- Output. Input terdiri dari:
Siswa : sebagai sekolah umum siswa berasal dari berbagai sekolah selain dari SD Santa Maria sebagai sekolah Feeder. Guru + Staf : sebagai SDM yang siap mendampingi, membimbing anak–anak yang dititipkan oleh orang tua kepada kami. Selain itu kami juga memiliki aturan – aturan yang harus ditaati oleh seluruh warga sekolah. Proses : Dalam proses belajar mengajar kami memiliki kurikulum yang tidak pernah mati, yang artinya selalu di update dengan hal–hal baru, yang disesuaikan dengan kebutuhan masa kini, sesuai dengan profil kelulusan yang diharapkan. Output : Setelah 3 tahun berproses di SMP St Maria, seorang anak bukan saja mempunyai keunggulan di bidang akademik, tetapi juga dibidang non akademik, seperti ketrampilan dalam cara berpikir, kepribadian, kejujuran, disiplin, toleransi, percaya diri, mandiri dan kasih sayang terhadap sesama dan lingkungannya. Kurikulum yang digunakan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP, dengan tetap terus mendapat perhatian untuk penyesuaikan dengan kebutuhan sekarang, seperti dalam kurikulum Muatan Lokal. Tahun ini mulai dirintis untuk memasukan pelajaran bahasa Mandarin, karena dirasakan perlu untuk perkembangan masyarakat 5 – 10 tahun mendatang. Seorang guru harus menjabarkan kurikulum bidang studinya dalam Perangkat Administrasi guru yang terdiri dari Silabus, Program tahunan / Semester, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) selain itu juga dilengkapi oleh Penilaian yang di lengkapi dengan program remedial dan pengayaan sampai laporan hasil belajar. Proses Belajar mengajar di kelas tidak terlepas dari tersedianya buku – buku yang menjadi sumber belajar siswa dan juga merupakan pegangan guru. Kalender pendidikan yang disusun berdasarkan masukan dari Kalender pendidikan Dinas Pendidikan Prov DKI Jakarta,dan MPK KAJ, terutama dalam hal menentukan hari–hari libur Nasional maupun Fakultatif. Proses Belajar mengajar di kelas sangat ditentukan oleh ketertiban yang diciptakan, dan juga tersedianya alat – alat pelajaran yang berguna sebagai media pembelajaran seperti: Tape recorder, TV, VCD Player, LCD dan semua program yang membantu pemahaman murid terhadap materi pelajaran. Guru harus berkreatif dalam menentukan metode pembelajaran seperti diskusi agar terasah ketrampilan berpikir logis dan keberanian berargumentasi. Selain itu banyak pola pendekatan yang telah dilakukan seperti karyawisata, kunjungan ke lembaga–lembaga ekonomi seperti bank, pasar dll. Kegiatan siswa di Laboratorium IPA dan Komputer dapat mengasah kemampuan Psikomotorik yang mencakup ranah afektif dan sikap siswa. Siswa juga diberi kesempatan untuk mengembangkan estetika yang diperoleh dalam bidang Seni Budaya, yang terdiri dari Seni rupa dan seni Musik. Agar semua pelajaran berjalan dengan baik dan proposional maka disusunlah Jadwal pelajaran. Sebagai sekolah katolik SMP Santa Maria senantiasa menciptakan iklim keagamaan, khususnya agama Katolik. Setiap pagi sebelum mulai kegiatan Belajar mengajar baik guru maupun murid akan membuka kegiatan hari itu dengan doa pagi dan mengakhiri pelajaran dengan berdoa waktu pulang sekolah. Selain kegiatan rutine setiap pagi, juga terdapat kegiatan rutin bulanan, atau kegaitan pembinaan iman kristiani siswa, seperti retret, rekoleksi, Misa, doa rosario pada bulan rosario, dan jalan salib pada masa prapaskah. Untuk melengkapi dan membuat keseimbangan antara kemampuan intelektual siswa, perlu juga dilatih kemampuan di bidang bakat atau potensi yang erat hubungannya dengan hobi anak–anak. Kami menyediakan 14 macam bidang kegiatan yang mencakup bidang olah raga seperti baseket, voli, footsal, badminton. Bidang seni: paduan suara, ensambel, band, moderen dance, disain grafis, Bidang sosial : SMSC( Santa Maria Sosial Club ). bidang tulis menulis dalam Jurnalistik. Sedangkan untuk kemandirian dan ketrampilan hidup diperoleh melalui kegiatan pramuka. Bagi mereka yang ingin memperdalam kehidupan iman mereka dapat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh komunitas Joy, selain itu masih ada kamputer dan tata boga. Semua bidang kegiatan akademis maupun non akademis diberi kesempatan untuk dapat mengembangkan potensi seluas luasnya, guru melakukan pendampingan bagi siswa–siswa berbakat di bidangnya. Berbagai kompetisi yang diadakan baik oleh pemerintah di tingkat kota maupun propinsi dan juga oleh pihak penyelenggara pendidikan lainnya diusahakan untuk dapat diikuti oleh siswa SMP Santa Maria, seperti kompetisi Matematika, Olympiade Sains Nasional yang berhasil diikuti sampai seleksi tingkat nasional. Selain itu bidang non akademik juga tidak ketinggalan mereka berhasil dalam kejuaraan–kejuaraan bidang olah raga maupun modern dance yang diselenggarakan antar sekolah baik di wilayah Jakarta pusat maupun di wilayah lainnya. Komputer berhasil membawa anak yang berbakat untuk terus lomba sampai pada tingkat Nasional. Kegiatan Pramuka yang telah ada di sekolah ini sejak 31 tahun yang lalu telah berhasil mengikutkan para penggalang dalam kegiatan Jambore baik Nasional maupun Internasional di Korea, Thailand dan New Zeland. Selain itu sekolah juga mengadakan kegiatan sendiri yang dapat diperlihatkan kepada orang tua dalam sebuah tampilan karya seni seperti pameran lukisan dan Konser Natal. Bimbingan konseling ( BK ) menjadi bagian penting juga dalam sebuah proses pendidikan. Kegiatannya terdiri dari 2 macam yaitu : Bimbingan siswa secara pribadi lewat konseling pribadi baik untuk anak maupun dengan orang tua dan yang lainnya adalah bimbingan kelompok yang dilakukan oleh guru maupun kerjasama sekolah dengan lembaga lain seperti Badan Narkotika Prov, YCAB, lembaga psikologi Natan, Sekhinah,atau lembaga–lembaga lain yang sesuai dengan kebutuhan pendampingan siswa dan orang tua. Proses pembelajaran yang diberikan oleh masing–masing guru perlu disatukan agar mendapatkan gambaran yang utuh atas apa yang dicapai oleh siswa selama periode belajar tertentu. Maka diperlukan rapat guru untuk memperlihatkan kemajuan atau kemunduran yang dialami oleh siswa, sehingga dapat dilakukan langkah perbaikan atau pengayaan oleh guru, wali kelas maupun guru BK
Semua Proses pembelajaran akhirnya harus disampaikan kepada orang tua sebagai sebuah pertanggungjawaban sekolah atas pendampingannya di bidang pendidikan dalam bentuk Laporan hasil belajar yang sering dikenal dengan raport. laporan diberikan dalam 2 periode yaitu laporan Mid semester dan semester. Laporan yang disajikan bukan saja nilai akademis tetapi juga nilai non akademis termasuk sikap dan prilaku siswa. Raport diberikan melalui orang tua agar mereka juga dapat membantu proses pendampingan di rumah. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak–anak, maka guru dan Tata Usaha juga harus mendapatkan perhatian khusus, lewat merekalah proses belajar mengajar yang diunggulkan akan tercapai. Mereka diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan – pelatihan baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan luar sekolah seperti mengikuti penataran – penataran atau seminar. Untuk memperluas wawasan guru kami juga mengadakan studi banding keluar negri tidak hanya mengunjungi sekolah tetapi juga obyek – obyek wisata yang erat hubungannya dengan bidang pengetahuan umum yang dapat meningkatkan kreatifitas guru dalam mengajar,
Pada akhir belajar mereka 3 tahun di santa Maria para siswa akan memperoleh penghargaan sesuai dengan hasil ujian yang mereka peroleh baik hasil ujian sekolah, maupun ujian nasional. Sedangkan untuk guru biasanya dikaitkan dengan masa kerja mereka, masa pengabdian mereka di sekolah ini. Pesta 25 tahun menjadi pilihan waktu untuk memberikan sebuah penghargaan dari yayasan kepada para guru, dan setelah itu pada saat masa pensiun tiba sebagai ujud terimakasih atas pengorbanan dan kesetiaan dibidang pendidikan. Proses belajar mengajar tidak terlepas dari kinerja guru dalam menyiapkan pelajaran sehari–hari, ulangan harian sampai pada materi ulangan umum maupun ujian. Seorang guru tidak sendirian dalam menyiapkan semua perangkat penilaian, mereka tergabung dalam Kelompok Guru Mata Pelajaran atau sering disebut MGMP, selain berkolaborasi antar guru bidang studi di sekolah mereka juga berkolaborasi dengan guru–guru tingkat sanggar maupun dengan guru–guru sekolah katolik yang tergabung dalam Majelis Pendidikan Katolik KAJ. Untuk tingkat MPK biasanya membuat soal–soal try out bagi siswa kls 9 dan seminar–seminar dalam rangka penambahan pengetahuan guru dan ketrampilan mengajar. Dalam kehidupan sebuah sekolah bagian keamanan dan kebersihan juga menjadi bagian yang integral, karena dengan kerja sama yang baik dengan bagian kebersihan dan keamanan, akan tercipta sebuah iklim yang kondusif bagi siswa, sehingga proses belajar mengajar dapat maksimal. Peserta Didik
Siswa SMP santa Maria berasal dari semua sekolah Dasar disekitar wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Timur, bahkan Jakarta Selatan, memang terbanyak dari Jakarta Barat, dan Utara. Mereka masuk menjadi murid melalui seleksi awal dengan wawancara, test akademik yang meliputi matematika dan bahasa Indonesia dan akhirnya psikotes. Setelah anak diterima, mereka akan mengikuti proses pengenalan lingkungan dengan kegiatan MOS. Selama ini angka putus sekolah tidak dialami oleh siswa – siswi SMP St Maria. Selama seorang anak menjadi siswa–siswi SMP Santa Maria, mereka yang berbakat di bidang kepemimpinan akan dapat kesempatan untuk mengelola kegiatan–kegiatan siswa dalam wadah OSIS. Dalam kesehariannya OSIS didampingi oleh Pembina OSIS. Masa kepengurusan OSIS 1 periode lamanya 1 tahun biasanya ketua OSIS dijabat oleh anak kls 8 dengan anggota–anggotanya kls 7 dan 9. Kegiatan OSIS sudah terprogram dan mengisi waktu – waktu dimana kegiatan belajar mengajar sudah selesai. Seorang siswa terpilih menjadi ketua OSIS akan melewati seleksi dan latihan – latihan, agar kelak dapat menjadi pemimpin yang dapat melaksanakan semua program yang sudah direncanakan.