Bekal Islam

Bekal Islam

Share

Aplikasi Bekal Islam

28/04/2023

Download aplikasi bekal islam sekarang! tersedia di Apple Store dan Play Store

25/04/2023

Download aplikasi bekal illslam sekarang! tersedia di Apple Store dan Play Store

21/04/2023

Kami segenap tim bekal islam mengucapkan :

تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ , وَأَحَالَهُ اللَّهُ عَلَيْك

TAQABBALALLAHU MINNA WAMINKUM WA AHALAHULLAHU ‘ALAIK

"Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu." (Al-Fatawa Al-Kubra, 2/228)

20/04/2023

Download aplikasi bekal illslam sekarang! tersedia di Apple Store dan Play Store

14/04/2023

Allah subhanahu wa ta’ala mengingatkan dalam ayat ini tentang kualitas amal sebelum berbicara tentang kuantitas amal. Maka hendaknya kita perhatikan kualitas amal karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman “siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya”. Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah waktu ditanya tentang amal terbaik maka dia berkata:

أَحْسَنُ عَمَلًا أَخْلَصُهُ وَأَصْوَبُهُ

“amalan yang terbaik adalah yang paling ikhlas dan yang paling sesuai dengan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Lihat: Tafsir Al-Baghowi 5/124

Di antara cara untuk meningkatkan kualitas amal seseorang adalah berusaha menyembunyikan amal tersebut. telah banyak datang dalil yang menjelaskan bahwasanya semakin amal disembunyikan maka akan semakin berkualitas di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Di antaranya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَكُونَ لَهُ خَبْءٌ مِنْ عَمَلٍ صَالِحٍ فَلْيَفْعَلْ»

“barang siapa di antara kalian yang mampu memiliki amalan saleh yang tersembunyi (yaitu tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah subhanahu wa ta’ala) maka lakukanlah.”

HR. Ibnu Abi Syaibah no. 34625.


13/04/2023

Dari ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha-, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?”

Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni

(artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau s**a memberikan maaf—menghapus kesalahan–, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku–).” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

12/04/2023

Tatkala kita berdoa kepada Allahﷻ. Hendaknya kita berdoa dengan kondisi meyakini bahwa Allahﷻ akan mengabulkan doa-doa kita. Bagaimana tidak? Padahal Allahﷻ telah berfirman:

وَقالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Ghafir: 60)

Di dalam ayat yang lain, Allahﷻ berfirman,

وَإِذا سَأَلَكَ عِبادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذا دَعانِ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)

10/04/2023

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan melebihi kesungguhan beliau di waktu yang lainnya.” (HR. Muslim, no. 1175)

Dikatakan oleh istri tercinta beliau, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya (untuk menjauhi para istri beliau dari berjima’), menghidupkan malam-malam tersebut dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari, no. 2024 dan Muslim, no. 1174).

09/04/2023

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”. (QS. Ali Imran: 8)

([1]) Asy-Syaikh As-Sa’dy menjelaskan tentang ayat ini maksudnya adalah: ya Allah janganlah Engkau palingkan kami dari kebenaran disebabkan kebodohan kami atau karena kerasnya hati kami, akan tetapi jadikan lah kami orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan tetapkanlah kami untuk berada di atas hidayah-Mu. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 122)

08/04/2023

Ramadhan dan Al-Qur’an
Jadikanlah Ramadhan sebagai moment untuk memperbanyak berinteraksi dengan Al-Qur’an. Berkata Imam az-Zuhri rahimahullah :

إنما هو قراءة القرآن وإطعام الطعام

“Bulan Ramadhan hanyalah moment untuk membaca Al-Qur’an dan memberi makan” (Majalis Syahri Ramadhan karya Syaikh Utsaimin (Hal. 38))

Datang sebagian Fuqaha (Ahli Fikih) Mesir kepada Imam asy-Syafi’i rahimahullah di waktu sahur, dan ketika itu di hadapannya ada sebuah mushaf, lantas beliau berkata:
“Fiqih telah menyibukkan kalian dari Al-Qur’an, sungguh aku shalat Isya lalu aku menyimpan mushaf ini di hadapanku dan tidaklah aku menutupnya hingga tiba kepadaku waktu subuh”. (Manaqib asy-Syafi’i karya Al-Baihaqi (2/160)

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Ceger
Jakarta