23/12/2021
Bina Potensi Anak indonesia
"Selamat hari ibu untuk seluruh ibu hebat😊😇"
"Ibu bisa menggantikan siapapun, tapi tak bisa digantikan oleh siapapun"
#2021
BPAI memberikan solusi bagi Anak Berkebutuhan Khusus melalui program Akademis dan Non Akademis
�0857-7496-8080
23/12/2021
Bina Potensi Anak indonesia
"Selamat hari ibu untuk seluruh ibu hebat😊😇"
"Ibu bisa menggantikan siapapun, tapi tak bisa digantikan oleh siapapun"
#2021
07/12/2021
Dua orang ini merupakan para pioner konseptor terbentuknya homeschooling.
kenapa ada homeschooling? kenapa engga sekolah umum aja?
ini dia.... dua tokoh ini gelisah, gundah indah gulana melihat kerja sistem persekolahan modern yang mungkin untuk sebagian orang tidak cocok. salah satu pionernya itu adalah seorang guru...
Ayoo yang mana?..
Kita bahas di post berikutnya ya..
01/12/2021
- Memiliki tingkat kecerdasan diatas rata-rata, kreatif, dan berkomitmen
terhadap tugas sangat tinggi.
- Memiliki kepekaan yang tinggi.
- S**a mendapat jawaban dari pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa”
tentang suatu hal.
- Mampu bekerja mandiri sejak kecil.
- Sangat cepat dalam memahami pembicaraan atau pelajaran yang
diberikan.
- Mempunyai minat yang luas, bervariasi, dan mendalam.
- Mempunyai daya ingat yang kuat dan rasa keingintahuan yang tinggi
terhadap sesuatu hal.
- Mempunyai energi yang tinggi dalam berhubungan dan memberi
respon baik terhadap orangtua, guru, dan orang dewasa
- S**a berteman dengan anak yang berusia diatasnya.
- S**a mempelajari sesuatu yang baru dan mengerjakan tugas-tugas
dengan baik dan efisien.
- Mampu memikirkan tentang beragam gagasan atau persoalan dalam
waktu yang bersamaan, dan cepat mengaitkan satu hal dengan hal yang
lain.
- Dapat berkonsentrasi untuk jangka waktu panjang, terutama terhadap
tugas atau bidang yang diminati.
26/11/2021
Usia 7-8 tahun
Di fase terakhir perkembangan usia dini ini, anak akan mengalami perkembangan kognitif yang signifikan. Hal ini ditandai dengan kemampuannya berpikir secara analisis dan sintesis, serta deduktif dan induktif (mampu berpikir bagian per bagian). Dari segi perkembangan sosial, anak mulai ingin melepaskan diri dari orangtuanya. Anak sering bermain di luar rumah untuk bergaul dengan teman sebayanya.
Anak juga mulai menyukai permainan yang melibatkan banyak orang dengan saling berinteraksi. Sedangkan dari segi emosi, Ibu akan melihat kepribadiannya mulai terbentuk dan tampak sebagai bagian dari karakter anak yang dibawanya hingga dewasa.
25/11/2021
Yuk baca sambil ikutin nadanya 😊
Bina Potensi Anak Indonesia mengucapkan "Selamat Hari Guru".. untuk seluruh Guru Indonesia 😊😇
24/11/2021
Usia 4-6 tahun
Di usia ini, beberapa anak mungkin sudah mulai memasuki institusi bermain, seperti playgroup atau taman kanak-kanak. Pada masa ini, anak sebisa mungkin harus dilibatkan dalam banyak kegiatan agar membantu mengembangkan otot-otot anak. Interaksinya dengan lingkungan juga akan semakin luas sehingga perkembangan bahasanya semakin baik. Anak mampu memahami pembicaraan orang lain dan mampu mengungkapkan pikirannya.
Dari sisi kognitif, perkembangan usia dini di fase ini sangat pesat. Salah satunya ditunjukkan dengan rasa keingintahuan anak terhadap lingkungan sekitarnya dan sering bertanya tentang semua hal yang dilihatnya. Meski demikian, anak masih bersifat individu walaupun sering bermain bersama teman-temannya. Ini adalah sifat alamiah anak dan akan berkembang seiring pertambahan usianya.
23/11/2021
Usia 2-3 tahun
Perkembangan anak usia dini di fase ini ditandai dengan anak yang sangat aktif mengeksplorasi benda-benda yang ada di sekitarnya. Anak juga mulai belajar mengembangkan kemampuan berbahasa, yaitu dengan berceloteh. Pada usia 2 tahun, anak sudah menguasai 120-200 kata dan dapat menggabungkan 2-3 kata menjadi kalimat. Misalnya, sudah bisa mengucapkan kesukaannya, seperti ‘mau makan nasi’ atau ‘tidak boleh tidur’
Pada usia 3 tahun, umumnya si Kecil sudah bisa menguasai lebih banyak kata lagi, yaitu 900-1000 kata dan sudah bisa menanyakan pertanyaan singkat. Secara sosio emosional, anak juga akan belajar memahami pembicaraan orang lain dan mengungkapkan isi hati dan pikiran. Selain itu, anak juga akan belajar mengembangkan emosi yang didasarkan pada faktor lingkungan karena emosi lebih banyak ditemui di luar lingkup keluarga.
Sumber : Ibudanbalita.com
22/11/2021
Setiap orang tua pasti ingin anaknya berkembang dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, untuk dapat berkembang dengan baik, anak-anak perlu mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan usianya. Stimulasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk merangsang kemampuan kognitif anak.
Untuk mengoptimalkan perkembangan anak usia dini, Ibu harus menyesuaikan cara pembelajaran dengan karakteristik usianya. Berikut beberapa poin yang harus Ibu perhatikan dalam perkembangan anak usia dini.
Usia 0-1 tahun
Fase ini merupakan masa tumbuh kembang yang paling cepat dibanding kelompok umur lainnya. Di masa ini, anak yang masih bayi akan mempelajari berbagai kemampuan dan keterampilan dasar. Karakteristik anak usia bayi adalah memiliki keterampilan motorik, seperti berguling, merangkak, duduk, berdiri, dan berjalan. Selain itu, anak belajar menggunakan panca inderanya, yaitu melihat, meraba, mendengar, mencium, dan mengecap dengan memasukkan setiap benda ke mulut.
Dari segi komunikasi sosial, anak berusaha berkomunikasi dengan orang dewasa menggunakan bahasa verbal yang belum sempurna maupun nonverbal. Pada usia 1 tahun, anak sudah dapat mengucapkan kata pertamanya dengan jelas dan dimengerti orang dewasa, bukan hanya sekedar 'ba-ba-ba' saja, namun sudah bisa mengucapkan kata 'ma-ma', 'pa-pa', atau 'ma-u'.
Sumber : ibudanbalita.com
18/11/2021
Beberapa kriteria autisme yang terlihat pada usia perkembangan anak adalah:
Mengalami kesulitan dalam memfokuskan perhatian atau hyper-active impulsive
Contoh perilaku:
Tidak merespon pada saat dipanggil
Mengalami kesulitan pemahaman dalam komunikasi non-verbal seperti sulit memahami raut wajah atau perasaan orang lain.
Mengalami tantangan atau kesulitan dalam berinteraksi sosial dua arah seperti sulit melakukan kontak mata selama berkomunikasi
Kurangnya kemampuan / kreativitas untuk berkomunikasi walaupun belum bisa berbicara (mengutarakan maksud dengan gerakan)
Perilaku repetitif yang tidak umum dalam behavior, minat, atau kegiatan-kegiatan
Contoh perilaku:
Gerakan menggerakan anggota tubuh yang berulang-ulang
Memiliki minat kuat terhadap satu hal dan tidak dapat dialihkan
Bersikap rigid (terpaku pada jadwal/kebiasaan/pola)
Kesulitan berbicara/lambat berbicara
Contoh perilaku:
Sampai usia 2 tahun belum dapat berbicara/kesulitan berbicara
Masalah sensori tertentu
Contoh perilaku:
Tidak mau menginjak rumput
Tidak mau menyentuh tekstur tertentu
Perlu diperhatikan bahwa jika anak menunjukkan sebagian dari gejala diatas, tidak berarti anak memiliki kondisi autisme. Namun jika anak menunjukkan seluruh gejala diatas, anak kemungkinan besar memiliki kondisi autisme.
Tentunya, pemeriksaan lebih lanjut sangat diperlukan untuk memastikan diagnosis tersebut.
Sumber : Temanautis.org
17/11/2021
Definisi “sembuh”
ASD dipandang sebagai gangguan yang berpusat pada otak manusia dan bersifat kompleks. Namun jika dilihat dari segi perilaku, gangguan ini dioperasionalisasikan ke dalam klasifikasi gangguan psikologis. Dua gejala utama psikologis yang sangat menonjol dan terobservasi yaitu:
1. Komunikasi sosial dan interaksi
2. Perilaku repetitif (berulang-ulang)
Secara umum, untuk mendefinisikan perubahan dan kesembuhan pada ASD masih sangat terbatas, hingga saat ini istilah “sembuh” belum dapat digunakan untuk gangguan ini. Definisi yang paling tepat untuk memahami bahwa individu dengan ASD perlahan pulih adalah perubahan yang terjadi
sumber : temanautis.org
10/11/2021
SELAMAT HARI PAHLAWAN
Pahlawanku Inspirasiku
“Berikan aku 1.000 orangtua,
niscaya akan kucabut semeru
dari akarnya. Dan berikan aku
10 pemuda, niscaya akan
kuguncang dunia.”
IR.SOEKARNO
| Monday | 08:00 - 16:00 |
| Tuesday | 08:00 - 16:00 |
| Wednesday | 08:00 - 16:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 16:00 |