01/02/2022
MANISNYA GULA POLIGAMI
Pembahasan Poligami memang selalu ramai, baik yang pro maupun yang kontra.
Terlepas dari pro kontra tersebut, tentu segmentasi pembahasan Poligami faktanya lebih sering dilakukan oleh lelaki, ketimbang wanita.
Para lelaki ini sangat bersemangat ketika membahas poligami bagai semut yang sedang mengitari gula. Manis dan lezat sekali.
Tidak salah dan memang ghorizoh penciptaan lelaki memang demikian, namun ada beberapa lelaki yang lupa bahwa contoh manisnya gula (pasir) tidak terbentuk dengan sendirinya. Ia ada melalui serangkaian proses sedemikian rupa berawal dari pohon Tebu yang di ekstraksi lalu harus mengalami sebuah proses pengendapan, penguapan, kristalisasi, afinasi dan kemudian proses penghilangan warna.
Manis? Memang! Namun manisnya dapat dirasakan setelah melewati banyak proses.
Manis? Pasti! Namun manisnya harus tetap dikonsumsi secara proposional karena salah dalam menikmatinya, bisa jadi DIABET MENJADI RESIKONYA.
Nah, kalau sudah diabet banyak resiko pahit yang tidak mengenakan. Mulai dari berkurangnya elastisitas pembuluh darah, penyempitan dan hambatan aliran darah, berkurangnya suplai oksigen didalam darah dan juga mengakibatkan burung pujaan tidak mampu berdiri π€.
Lalu, bagaimana agar manisnya gula poligami dapat dinikmati dengan baik dan nikmat sekali?
Pastikan, anda tidak menyesal setelah merasakan manisnya gula poligami dan jangan sampai sebuah ungkapan anda katakan setelah 'manisnya' tertelan :
"KU KIRA MANIS MENIKAH DENGANMU..."