Yayasan Riset Visual Matawaktu

Yayasan Riset Visual Matawaktu organisasi nirlaba berfokus pd
penelitian, pengarsipan & publikasi
seni visual (khususnya fotografi)

  Perpustakaan Nasional RISejarah bukan cuma tentang hafalan tanggal. Sejarah punya cerita, drama, dan jejak yang masih ...
18/08/2026

Perpustakaan Nasional RI

Sejarah bukan cuma tentang hafalan tanggal. Sejarah punya cerita, drama, dan jejak yang masih bisa kita โ€œscrollโ€ sampai hari ini!
Dalam semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus memperingati Konferensi Meja Bundar (KMB), yuk kita time travel menelusuri perjalanan Indonesia menuju kedaulatan melalui koleksi langka Perpusnas.

๐Ÿ“ธ Foto-foto bersejarah;
๐Ÿ“ฐ Surat kabar dan majalah tempo dulu;
๐Ÿ“ฐ Buku dan sumber digital visual KMB;
๐Ÿ“š Koleksi langka yang menyimpan cerita perjuangan bangsa

Lewat koleksi-koleksi ini, kita bisa melihat bagaimana perjuangan, diplomasi, dan peristiwa KMB menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat.

Lantas, bagaimana rekam jejak dan dedikasi para
pemimpin dan para delegasi dalam menjaga
kedaulatan bangsa Indonesia? Upaya apa saja yang dilakukan dalam mempersiapkan dan meyakinkan pihak BFO dan UNCI demi kemerdekaan mutlak Republik Indonesia ?

Berkaitan dengan hal tersebut, Perpustakaan Nasional RI melalui Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara menghadirkan *Kelas Literasi Klasika Seri ke-14* dengan tema โ€œDari Meja Bundar Menuju Kedaulatan: Eksporasi Sejarah melalui Koleksi Langka Perpusnasโ€ dengan menghadirkan:

๐Ÿ—ฃ Sambutan:
๐Ÿ“ŒYeri Nurita, S.S (Plt. Kapala Pusat Jasa Informasi
Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara)

๐Ÿ—ฃNarasumber:
๐Ÿ“Œ Gunawan (Kurator Independen)
๐Ÿ“Œ Eka Putri Sandyastuti, S.Hum. (Pustakawan Ahli
Muda)

๐Ÿ—ฃ Moderator:
๐Ÿ“Œ Alia Ali, S.E (Pustakawan Ahli Madya)

๐Ÿ—ฃ Pewara:
๐Ÿ“Œ Regina Savitri, S.S.I. (Pustakawan Ahli Pertama)

๐Ÿ“… Kamis, 20 Agustus 2026
โฐ 09.00 WIB - selesai

๐Ÿ”— Meeting https://s.id/literasiklasika14
Meeting ID: 956 5620 1213
Passcode: klasika

๐Ÿ“ฃJangan sampai ketinggalan!

๐Ÿ“ข ARMA IS BACK!Konflik agraria terus meningkat. Perampasan tanah, kriminalisasi warga, hingga menguatnya investasi oliga...
13/08/2026

๐Ÿ“ข ARMA IS BACK!

Konflik agraria terus meningkat. Perampasan tanah, kriminalisasi warga, hingga menguatnya investasi oligarki, otoritarianisme pembangunan dan militerisme menjadi kenyataan yang perlu terus diawasi.

Di tengah situasi tersebut, karya jurnalistik yang berpihak pada kepentingan publik menjadi semakin penting.

๐Ÿ† Dalam rangka menuju Musyawarah Nasional IX Konsorsium Pembaruan Agraria dan Peringatan Hari Tani Nasional 2026, KPA kembali menyelenggarakan Agrarian Reform Media Awards (ARMA) 2026. Dengan dukungan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, ARMA Kembali hadir sebagai bentuk apresiasi kepada para jurnalis yang konsisten mengangkat isu konflik agraria, perjuangan hak atas tanah, dan reforma agraria di Indonesia.

Mengusung tema:

"Perjuangan Reforma Agraria di Tengah Investasi Oligarki, Otoritarianisme Pembangunan, dan Militerisme."

๐Ÿ“Œ Kategori
๐Ÿ“ฐ Jurnalistik Teks
๐ŸŽฅ Audio Visual
๐Ÿ“ธ Foto Jurnalistik (Foto Berita & Esai Foto)

Karya yang dapat diikutsertakan:
โœ”๏ธ Liputan Investigasi
โœ”๏ธ Liputan Mendalam
โœ”๏ธ Feature

๐Ÿ“… Periode karya: 1 Januari 2025 โ€“ 31 Agustus 2026

๐Ÿ“ฅ Pendaftaran & Pengiriman Karya
1โ€“31 Agustus 2026

๐Ÿ“ง [email protected]

๐Ÿ… Pemenang akan memperoleh Trofi ARMA 2026 dan uang apresiasi, serta diumumkan pada Malam Anugerah ARMA tanggal 24 September 2026 di Jakarta.

Mari terus menghadirkan jurnalisme yang berani, kritis, dan berpihak pada keadilan agraria.

Karena setiap liputan tentang tanah bukan sekadar berita, tetapi bagian dari perjuangan menghadirkan keadilan bagi rakyat.

Informasi lengkap:
๐ŸŒ www.kpa.or.id/armakpa2026/
๐Ÿ“ฑ Konsorsium Pembaruan Agraria
๐Ÿฆ
๐Ÿ“ž WhatsApp: 0851-2132-0994

BCA Photo Competition kini telah dibuka! Siapkan karya foto terbaik kamu๐Ÿคฉ๐Ÿ“ธMengangkat tema "Hadir di Setiap Langkah, Tumb...
11/08/2026

BCA Photo Competition kini telah dibuka! Siapkan karya foto terbaik kamu๐Ÿคฉ๐Ÿ“ธ

Mengangkat tema "Hadir di Setiap Langkah, Tumbuh Bersama Indonesia", BCA Photo Competition hadir untuk mengapresiasi karya-karya foto terbaik dari jurnalis foto dan fotografer umum yang belum pernah dipublikasikan.

3 kategori:
1๏ธโƒฃ BCA Landmarks
2๏ธโƒฃ Perbankan Digital Mutakhir, Layanan Sepenuh Hati
3๏ธโƒฃ Inklusivitas Perbankan

Daftar sekarang!
๐Ÿ“… Deadline: 30 September 2026
๐Ÿ”— Daftar dan informasi lebih lanjut: bca.id/lombafoto

MASTER CLASS FOTOGRAFI: Beyond the SpotlightTidak semua fotografi lahir dari ketepatan teknis. Sebagian tumbuh dari kepe...
27/07/2026

MASTER CLASS FOTOGRAFI: Beyond the Spotlight

Tidak semua fotografi lahir dari ketepatan teknis. Sebagian tumbuh dari kepekaan membaca ruang, cahaya, gestur, dan emosi yang hadir dalam setiap peristiwa.

Selama 5 hari pembelajaran intensif, Anda akan mengikuti 2 sesi di Yayasan Riset Visual mataWaktu, Jakarta Selatan, dilanjutkan program intensif 3 hari 2 malam di Cikole, Lembang, dengan pendampingan langsung dari Oscar Motuloh, Danu Kusworo, dan John Suryaatmadja.

Program ini dirancang khusus untuk 9 peserta tingkat lanjut (advance), bagi fotografer profesional, pegiat arsip dan dokumentasi, maupun siapa saja yang ingin memperdalam cara berpikir melalui fotografi dan membangun narasi visual yang lebih bermakna.

Sejarah Papua tidak hanya dapat dibaca melalui peperangan, perjanjian politik, eksploitasi sumber daya alam, atau pemban...
27/07/2026

Sejarah Papua tidak hanya dapat dibaca melalui peperangan, perjanjian politik, eksploitasi sumber daya alam, atau pembangunan infrastruktur. Ia juga dapat ditelusuri melalui sejarah visualnya. Selama lebih dari satu abad, Papua menjadi salah satu wilayah yang paling intens dipotret, dipetakan, difilmkan, dan direpresentasikan. Dari fotografi era kolonial Belanda hingga video drone pembangunan masa kini, visual sangat berperan penting dalam membentuk cara dunia luar melihat dan memahami Papua. Meski rezim politik berganti, pola representasinya pun berkesinambungan. Papua terus dihadirkan sebagai objek pandangan, sementara realitas kehidupan masyarakatnya berada di luar sorotan utama.

Pada era Hindia Belanda, fotografi kolonial memainkan peran besar. Ketika Belanda memperkuat kehadirannya di Nieuw Guinea pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, kamera menjadi perangkat kolonial yang sama pentingnya dengan peta dan laporan administrasi. Foto-foto saat itu tidak hanya mendokumentasikan wilayah baru, tetapi juga membentuk pengetahuan yang melegitimasi kekuasaan kolonial.

Dalam arsip yang kini tersimpan di Belanda, masyarakat Papua hampir selalu tampil sebagai objek yang diamati. Tubuh mereka dipotret dari berbagai sisi, kampung didokumentasikan, ritual direkam, sementara bentang alam ditampilkan sebagai wilayah liar, misterius, dan belum terjamah modernitas. Namun, yang menarik dari arsip tersebut bukan hanya hal yang ditampilkan, tetapi juga yang tidak dimunculkan. Fotografi kolonial jarang merekam sistem pengetahuan lokal, jaringan perdagangan, struktur sosial, dan dinamika politik yang telah lama berkembang, bahkan sebelum kedatangan bangsa Eropa. Jadi bisa dikatakan, di sinilah kolonialisme visual bekerja.

Artikel mataWaktu bisa dibaca lebih lengkap di matawaktu.org

23/07/2026
Suasana diskusi buku Merayakan Ingatan BREDEL di TOS! Bolo Space, Kota Baru, Djogja belum lama ini. Dihadiri kurator buk...
17/07/2026

Suasana diskusi buku Merayakan Ingatan BREDEL di TOS! Bolo Space, Kota Baru, Djogja belum lama ini. Dihadiri kurator buku sekaligus pendiri Oscar Motuloh, diskusi petang itu membahas tt makna BREDEL yg sekarang tdk terbatas pada pemberangusan pers, namun mulai lintas sektoral dan platform digital.

Buku yg menghimpun 218 karya seni dan dokumen arsip dari seniman visual, pribadi, dan lembaga terkait peristiwa 'Bredel' di Indonesia digawangi oleh Didi Kwartanada, Goenawan Mohamad , Ignatius Haryanto , JJ Rizal , dan Oscar Motuloh. Buku berbobot ini hadir di tengah khalayak atas kerja sama dan Pewarta Foto Indonesia ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ“ฐ

Sekali lagi, merawat ingatan atas peristiwa masa lampau menjadi bagian alih tongkat estafet kepada generasi saat ini agar mereka tidak 'tersesat' saat mengemban tanggung jawab besar ke depan.

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

Teks & Foto oleh

Sepanjang Juni 2026,   menghadirkan pemutaran film, yaitu "Turang" (87') hingga film-film pendek karya warga Jakarta sep...
06/07/2026

Sepanjang Juni 2026, menghadirkan pemutaran film, yaitu "Turang" (87') hingga film-film pendek karya warga Jakarta seperti "Terbang di Langit Jakarta" (11.47'), "Odong-Odong Kereta di Jalan Jakarta" (7'), dan "Di Balik Sunyi Ada Suara" (3.26').

Terima kasih atas kehadiran dan antusiasme Sahabat. Terima kasih p**a kepada para pendukung acara , , , dan . Sampai jumpa kembali di pemutaran dan perjumpaan berikutnya di mataWaktu.

Menuju 500 tahun Jakarta, Yayasan Riset Visual mataWaktu bekerja sama dengan Titik Temu, mempersembahkan : Pemutaran Fil...
14/06/2026

Menuju 500 tahun Jakarta, Yayasan Riset Visual mataWaktu bekerja sama dengan Titik Temu, mempersembahkan :


Pemutaran Film-Film Pendek & Diskusi :
"Sekilas Cerita Warga"

Pemutaran FilmPendek :
Terbang di Langit Jakarta (11.47')
Odong-Odong Kereta di Jalan Jakarta (7')
Di Balik Sunyi Ada Suara (3.26')

Diskusi Sekilas Cerita Warga:
Pembicara:
Martin Suryajaya (pengamat budaya)
Ali Murrojani (Sutradara "Terbang di langit Jakarta")
Arif Nugraha (Sutradara "Odong-Odong Kereta di Jalan Jakarta")
Muhamad Adnan (Sutradara "Di Balik Sunyi ada Suara")

Moderator:
Anggiasti Rayung Wigati

๐Ÿ—“๏ธ Jumat, 19 Juni 2026
๐Ÿ•“ 19.00 โ€“ 21.00 WIB
๐Ÿ“ Tabir Matawaktu, ITC Fatmawati Blok F16, Jakarta Selatan
go.matawaktu.org/peta

Gratis terbuka untuk umum

Yayasan Riset Visual mataWaktu bekerja sama dengan Pewarta Foto Indonesia, mempersembahkan :"Merayakan Ingatan BREDEL"(E...
09/06/2026

Yayasan Riset Visual mataWaktu bekerja sama dengan Pewarta Foto Indonesia, mempersembahkan :

"Merayakan Ingatan BREDEL"
(Essay : Didi Kwartanada | Goenawan Mohamad | Ignatius Haryanto | JJ Rizal | Oscar Motuloh)

Pembukaan :
๐Ÿ—“๏ธ *Kamis, 11 Juni 2026*
โฐ *19.00 WIB - selesai*
๐ŸŽŸ๏ธ gratis
oleh Goenawan Mohamad
(Live) Credo feat Syaharani


Pemutaran Film _Turang (1957)_
๐Ÿ—“๏ธ Sabtu, 13 Juni 2026
โฐ 16.00 - 18.00 WIB
๐ŸŽŸ๏ธ 50K /donasi penonton

๐Ÿ“tabir mataWaktu
ITC Fatmawati, blok F no.16
https://go.matawaktu.org/peta

Pameran berlangsung s/d 11 Juli 2026
๐Ÿ•–Pkl.11.00 - 20.00 wib

Terbuka untuk umum
*Senin & hari libur nasional tutup

Address

Ruko ITC Fatmawati Blok F No. 16, Kebayoran Baru
Jakarta
12150

Opening Hours

Tuesday 11:00 - 19:00
Wednesday 11:00 - 19:00
Thursday 11:00 - 19:00
Friday 11:00 - 19:00
Saturday 11:00 - 19:00
Sunday 11:00 - 19:00

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Riset Visual Matawaktu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Yayasan Riset Visual Matawaktu:

Shortcuts

Share