*Tolong Menolong dalam Berbuat Kebajikan dan Taqwa*
عن أَبي عبد الرحمن زيد بن خالد الجهني رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: ((مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا في سَبيلِ اللهِ فَقَدْ غَزَا، وَمَنْ خَلَفَ غَازيًا في أهْلِهِ بِخَيرٍ فَقَدْ غَزَا)). مُتَّفَقٌ عَلَيهِ.
Dari Abdur Rahman bin Zaid bin Khalid al-Juhani r.a., katanya:
"Nabiullah s.a.w. bersabda:
"Barangsiapa yang memberikan persiapan - bekal - untuk seseorang yang berperang fi-sabilillah, maka dianggaplah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang - yakni sama pahalanya dengan orang yang ikut berperang itu.
Dan barangsiapa yang meninggalkan kepada keluarga orang yang berperang - fi-sabilillah - berupa suatu kebaikan - apa-apa yang dibutuhkan untuk kehidupan keluarganya itu, maka dianggap p**alah ia sebagai orang yang benar-benar ikut berperang."
(Muttafaq 'alaih)
*Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:*
1- Begitu juga orang yang menggantikan perannya dalam keluarga, maka dia telah berperang, artinya jika seorang perjuang ingin berperang, tetapi dia merasa berat meninggalkan keluarganya, siapa yang akan mengurus kebutuhan mereka, lalu dia mewakilkan kepada seorang lelaki muslim dan dia menjawab, “ saya akan menjaga keluargamu dengan baik”.
Maka orang yang mau menggantikannya itu akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berperang karena dia telah menolongnya.
2- Dari sini dapat diambil pelajaran bahwa setiap orang yang membantu seseorang dalam menaati Allah, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahalannya.
3- Jika kamu membantu orang yang menuntut ilmu untuk membelikan buku atau mengamankan tempat tinggal atau menafkahi dan sebagainya, maka kamu mendapatkan pahala atau seperti pahalanya tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun.
3- Begitu juga jika kamu membantu seseorang yang hendak mengerjakan sholat, seperti menyiapkan peralatan shalat berupa tempat, pakaian, peralatan wudhu, dan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam shalat, maka kamu akan mendapatkan pahala shalatnya, tanpa dikurangi sedikit pun.
4- Kaidah umum yang dapat ditarik dari hadits ini bahwa siapa yang menolong seseorang dalam menaati Allah, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahalanya tanpa dikurangi sedikit pun dari pahalanya.
*Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :*
- Kebajikan adalah melaksanakan kebaikan, saling tolong menolong didalamnya, membantunya dan memudahkannya bagi manusia.
Sedangkan takwa adalah menjaga diri dari keburukan.
Tolong menolong dalam ketakwaan artinya menghalangi manusia dari berbuat jelek dan mengingatkan mereka darinya sehingga umat ini menjadi satu umat.
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الإثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Dan Tolong- menolonglah kalian dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.
(Al-Maidah: 2).
Bimbel El KAHFI
BIMBEL ENGLISH CALISTUNG
ISLAMIC EDUCATION CENTRE
Guru merupakan aspek besar dalam penyebaran ilmu, apalagi jika yang disebarkan adalah ilmu agama yang mulia ini. Para pewaris nabi begitu julukan mereka para pemegang kemulian ilmu agama. Tinggi kedudukan mereka di hadapan Sang Pencipta.
Ketahuilah saudaraku para pengajar agama mulai dari yang mengajarkan iqra sampai para ulama besar, mereka semua itu ada di pesan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam. Beliau bersabda,
ليس منا من لم يجل كبيرنا و يرحم صغيرنا و يعرف لعالمنا حقه
“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama” (HR. Ahmad dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami).
Tersirat dari perkatanya shallahu ‘alaihi wa salam, bahwa mereka para ulama wajib di perlakukan sesuai dengan haknya. Akhlak serta adab yang baik merupakan kewajiban yang tak boleh dilupakan bagi seorang murid.
“Jika seorang murid berakhlak buruk kepada gurunya maka akan menimbulkan dampak yang buruk p**a, hilangnya berkah dari ilmu yang didapat, tidak dapat mengamalkan ilmunya, atau tidak dapat menyebarkan ilmunya. Itu semua contoh dari dampak buruk.”
Maka seperti apa adab yang baik kepada seorang guru?
:
01/08/2021
14/05/2021
Program bimbingan
# bimbel SD, Matematika, Tematik dan bimbingan Islami
# bimbel SMP-SMA, MTK, IPA,
dan bimbingan Islami 📗
# bimbingan baca Qur'an + Tajwid
# bimbingan ADAB dan IMAN
# Les bahasa Inggris
# Les baca Tulis
# Les bahasa Arab
Adab Iman Tinggi, Nilai Tinggi ↙️
+ Rajin SHOLAT pinterbacaQur'an
berIman berbakTi pada ORTU
= SUCCESS
30/04/2021
Program bimbingan
# bimbel SD, Matematika, Tematik dan bimbingan Islami
# bimbel SMP-SMA, MTK, IPA, dan bimbingan Islami
# bimbingan baca Qur'an + Tajwid
# Privat Guru ke rumah
# Les bahasa Inggris
# Les baca Tulis
# Les bahasa Arab
Nilai MTK, TEMATIK/ FISIKA, KIMIA, Tinggi ↙️
+ Rajin SHOLAT pinterbacaQur'an
berIman berbakTi pada ORTU
= SUCCESS
30/04/2021
Adab Dulu, Baru Ilmu ✅✅
Adab (akhlak) sesungguhnya lebih utama daripada ilmu. Adab (akhlak)-lah—bukan ilmu—yang menjadi ukuran baik-buruknya seseorang. Bahkan adab (akhlak) menjadi ukuran kesempurnaan keimanan seorang Muslim. Itulah yang ditegaskan oleh Rasulullah saw. melalui sabdanya, “Sungguh Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlak (adab)-nya.” (HR at-Tirmidzi, Ahmad dan Ibn Majah).
Karena itu wajar jika Ikrimah, salah seorang tokoh tâbi’în, mengajari kita agar selalu memiliki akhlak mulia karena akhlak mulia adalah landasan Islam. Kata Ikrimah, sebagaimana penuturan Ibrahim, “Li kulli syay’[in] asâs[un] wa asâs al-Islâm al-khuq al-hasan (Segala sesuatu memiliki asas. Asas Islam adalah akhlak yang luhur).”
Hadhratusy Syaikh Hasyim al-Asy’ari dalam kitabnya, Irsyâd as-Sâri, juga mengungkap pentingnya adab (akhlak), “Tauhid itu mewajibkan iman. Orang yang tidak punya iman berarti tidak punya tauhid. Iman itu mewajibkan syariah. Orang yang tidak punya syariah berarti tidak punya iman dan tidak punya tauhid. Syariah itu mewajibkan adab. Orang yang tidak punya adab berarti tidak punya syariah, tidak punya iman dan tidak punya tauhid.”
Karena pentingnya adab (akhlak), Imam Ibnu al-Mubarak, seorang ulama besar ahli hadis, pernah berkata, “Aku belajar adab selama tiga puluh tahun dan aku belajar ilmu selama dua puluh tahun.”
Wajarlah jika para ulama salafush shalih menegaskan, “Al-Adabu fawqa al-‘ilmi (Adab itu di atas ilmu).
Dengan redaksi yang sedikit berbeda, mereka juga mengatakan, “Ta’alamû al-hilm qabla al-‘ilm (Pelajartilah kelembutan hati (adab) sebelum mempelajari ilmu).”
Bagaimana dengan kita?
CintaQuran
➖➖
INFO FRANCHISE
SMART ELKAHFI
Call / Wa/ SMS :0 87775751707
21/10/2020
إنا لله و إنا اليه راجعون
Selamat Jalan Ayahanda Tercinta..
Telah meninggal, Ayahanda kami, Guru besar kami, Kyai kami .. Al-Mukarram Dr. KH. Syukri Zarkasyi, MA. Pengasuh dan Pimpinan PM Gontor Ponorogo.
نسأل الله العلي القدير ان يجعل نوره الثنيان من اهل الجنة وان يسكنه فسيح جناته وان يجعل قبره روضة من رياض الجنة وان يمد لها في قبره مد البصر
وان تكون الآخرة خير من الدنيا وان تفتح له ابواب الجنان
لله ما أعطى ولله ما أخذ وكل شيء عنده بأجر
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وارْحَمْهُ وعافِهِ واعفُ عنْهُ وأكرمْ نُزُله ، ووسِّع مُدْخلَهُ ، واغسلاهُ بالمَاءِ والثَّلْجِ والبَرَدِ ، ونَقِّاهِ من الخطَايا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوبَ الأَبيضَ من الدَّنَسِ ، وأَدْخِلْهُ الجَنَّةَ وأعِذْه من عَذَاب القَبْرِ (ومِنْ عَذَاب النَّارِ )
يا ايتها النفس المطمئنة ارجعي الى ربك راضية مرضية فأدخلي في عـبادي وادخلي جنتي
وبشر الصابرين الذين اذا اصابتهم مصيبة قالوا انا لله وانا اليه راجعـون
لاحول ولا قوة إلا بالله العالي العظيم
له الفاتحة...
بِسْمِ اللهِ الرَّحمنِ الرَّحِيْم ۞ أَلحَمدُ لِلّه رَبِّ العَالَمِين ۞ ألرَّحمَنِ الرَّحِِيم ۞ مالِكِ يَوْمِ الدِين ۞ إيّاكَ نَعبُدُ وَ إيّاكَ نَستعِين ۞ إهدِنَا الصِّرَاط المُستَقِيم ۞ صِرَاطَ الَذِينَ أنعَمتَ عَليْهِمَ، غَيْرِالمَغضُوبِ عَليْهِم وَلاَالضَّالِّين ۞ آمِين
30/09/2020
Adab Dulu, Baru Ilmu ✅✅
Adab (akhlak) sesungguhnya lebih utama daripada ilmu. Adab (akhlak)-lah—bukan ilmu—yang menjadi ukuran baik-buruknya seseorang. Bahkan adab (akhlak) menjadi ukuran kesempurnaan keimanan seorang Muslim. Itulah yang ditegaskan oleh Rasulullah saw. melalui sabdanya, “Sungguh Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlak (adab)-nya.” (HR at-Tirmidzi, Ahmad dan Ibn Majah).
Karena itu wajar jika Ikrimah, salah seorang tokoh tâbi’în, mengajari kita agar selalu memiliki akhlak mulia karena akhlak mulia adalah landasan Islam. Kata Ikrimah, sebagaimana penuturan Ibrahim, “Li kulli syay’[in] asâs[un] wa asâs al-Islâm al-khuq al-hasan (Segala sesuatu memiliki asas. Asas Islam adalah akhlak yang luhur).”
Hadhratusy Syaikh Hasyim al-Asy’ari dalam kitabnya, Irsyâd as-Sâri, juga mengungkap pentingnya adab (akhlak), “Tauhid itu mewajibkan iman. Orang yang tidak punya iman berarti tidak punya tauhid. Iman itu mewajibkan syariah. Orang yang tidak punya syariah berarti tidak punya iman dan tidak punya tauhid. Syariah itu mewajibkan adab. Orang yang tidak punya adab berarti tidak punya syariah, tidak punya iman dan tidak punya tauhid.”
Karena pentingnya adab (akhlak), Imam Ibnu al-Mubarak, seorang ulama besar ahli hadis, pernah berkata, “Aku belajar adab selama tiga puluh tahun dan aku belajar ilmu selama dua puluh tahun.”
Wajarlah jika para ulama salafush shalih menegaskan, “Al-Adabu fawqa al-‘ilmi (Adab itu di atas ilmu).
Dengan redaksi yang sedikit berbeda, mereka juga mengatakan, “Ta’alamû al-hilm qabla al-‘ilm (Pelajartilah kelembutan hati (adab) sebelum mempelajari ilmu).”
Bagaimana dengan kita?
CintaQuran
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
INFO FRANCHISE SMART ELKAHFI
Call / Wa/ SMS :087775751707
29/05/2020
Adab Dulu, Baru Ilmu ✅✅
Adab (akhlak) sesungguhnya lebih utama daripada ilmu. Adab (akhlak)-lah—bukan ilmu—yang menjadi ukuran baik-buruknya seseorang. Bahkan adab (akhlak) menjadi ukuran kesempurnaan keimanan seorang Muslim. Itulah yang ditegaskan oleh Rasulullah saw. melalui sabdanya, “Sungguh Mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlak (adab)-nya.” (HR at-Tirmidzi, Ahmad dan Ibn Majah).
Karena itu wajar jika Ikrimah, salah seorang tokoh tâbi’în, mengajari kita agar selalu memiliki akhlak mulia karena akhlak mulia adalah landasan Islam. Kata Ikrimah, sebagaimana penuturan Ibrahim, “Li kulli syay’[in] asâs[un] wa asâs al-Islâm al-khuq al-hasan (Segala sesuatu memiliki asas. Asas Islam adalah akhlak yang luhur).”
Hadhratusy Syaikh Hasyim al-Asy’ari dalam kitabnya, Irsyâd as-Sâri, juga mengungkap pentingnya adab (akhlak), “Tauhid itu mewajibkan iman. Orang yang tidak punya iman berarti tidak punya tauhid. Iman itu mewajibkan syariah. Orang yang tidak punya syariah berarti tidak punya iman dan tidak punya tauhid. Syariah itu mewajibkan adab. Orang yang tidak punya adab berarti tidak punya syariah, tidak punya iman dan tidak punya tauhid.”
Karena pentingnya adab (akhlak), Imam Ibnu al-Mubarak, seorang ulama besar ahli hadis, pernah berkata, “Aku belajar adab selama tiga puluh tahun dan aku belajar ilmu selama dua puluh tahun.”
Wajarlah jika para ulama salafush shalih menegaskan, “Al-Adabu fawqa al-‘ilmi (Adab itu di atas ilmu).
Dengan redaksi yang sedikit berbeda, mereka juga mengatakan, “Ta’alamû al-hilm qabla al-‘ilm (Pelajartilah kelembutan hati (adab) sebelum mempelajari ilmu).”
Bagaimana dengan kita?
CintaQuran
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
INFO FRANCHISE SMART ELKAHFI
Call / Wa/ SMS :0813 8630 4488
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Jakarta