03/10/2023
KISAH SEORANG KAPTEN KAPAL | ALOI NEWS Mereka menertawakan kapten kapal yang sudah tua, ketika mereka melihat kapten berdoa sebelum berlayar, karena hari itu langit sangat cerah dan laut tenang.
Sekolah Tinggi Teologi adalah pembekalan para hamba Tuhan untuk melayani di dunia ini
03/10/2023
KISAH SEORANG KAPTEN KAPAL | ALOI NEWS Mereka menertawakan kapten kapal yang sudah tua, ketika mereka melihat kapten berdoa sebelum berlayar, karena hari itu langit sangat cerah dan laut tenang.
19/09/2023
Disuatu hari yang dingin, saat perjalanan pulang kerumah saya tersandung pada sebuah dompet tergeletak di jalan.
Saya memungutnya dan membuka isi dompet untuk melihat kalau ada kartu identitas pemilik dompet ini supaya saya bisa menghubungi pemiliknya dan mengembalikannya.
Ternyata di dalam dompet itu hanya berisi uang tiga dolar dan sebuah surat kumal yang sepertinya sudah ada di sana sejak lama.
Amplopnya berwarna biru muda yang sudah pudar, dengan gambar bunga kecil di ujung kanan atas, dan satu-satunya yang terbaca di atasnya adalah alamat pengirimnya.
Saya membuka surat itu, berharap bisa menemukan beberapa petunjuk.
Lalu saya melihat tanggalnya ...... Ternyata surat itu ditulis hampir 60 tahun yang lalu, surat cinta yang begitu indah sekaligus sedih, yang memberi tahu penerimanya, yang bernama Michael, bahwa penulisnya tidak dapat menemuinya lagi karena larangan ibunya.
Meski begitu, dia menulis bahwa dia akan selalu mencintainya.
Tertanda dibawahnya, Hannah.
Saya merasa terdorong untuk menelusuri pemilik dompet melalui alamat pengirimnya.
Ketika saya telepon alamat yang ada saya mendapat jawaban bahwa penghuni rumah tersebut telah membeli rumah ini dari keluarga yang memiliki anak perempuan bernama Hannah.
Tapi itu 30 tahun yang lalu!
Seingatnya beberapa belas tahun yang lewat, Hannah menempatkan ibunya di sebuah panti wreda.
"Jika Anda menghubungi mereka, mungkin mereka bisa melacak anak perempuannya,” katanya.
Dia memberi saya nama dan nomor telp sebuah panti wreda kemudian saya menghubungi nomor itu.
Pegawai panti mengatakan kepada saya bahwa ibu tua itu telah lama meninggal tapi mereka memiliki nomor telepon rumah dimana ibu tua dan Hannah pernah tinggal.
Saya mengucapkan terima kasih dan menelepon alamat rumah yang diberikan.
Wanita yang dirumah Hannah menjawab dan menjelaskan bahwa Hannah sendiri sekarang sudah tua dan juga tinggal di panti wreda itu.
Pikirku dalam hati Mengapa saya hanya karena ingin menemukan pemilik dompet yang hanya memiliki tiga dolar dan sebuah surat yang usianya sudah hampir 60 tahun, saya harus merepotkan diri ?
Meski begitu, saya terdorong untuk menelepon panti wreda di mana Hannah tinggal.
Dan orang yang menjawab telepon saya di panti memberi tahu, bahwa Hannah memang tinggal di panti itu.
Meskipun sudah pukul 10 malam, saya bertanya apakah saya bisa datang untuk menemuinya. "Baiklah," katanya ragu-ragu, "jika Anda sempat, anda akan bertemu dia di ruang tengah sedang menonton televisi."
Saya segera pergi ke panti wreda. Perawat jaga malam dan seorang penjaga menemani saya naik ke lantai tiga di gedung besar tersebut.
Di ruang tengah, perawat memperkenalkanku pada Hannah.
Dia adalah seorang perempuan tua yang manis, berambut perak dan memiliki senyum hangat dan matanya berbinar.
Saya memberitahunya tentang dompet yang saya temukan, dan menunjukkan padanya surat cinta yang lusuh itu.
Begitu melihat amplop tersebut, dia menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Nak, ini adalah surat terakhir yang pernah saya buat untuk Michael."
Dia memalingkan muka sejenak dan kemudian berkata dengan lembut, "Saya sangat mencintainya.
Tapi saat itu saya baru berusia 16 tahun dan ibu saya merasa saya terlalu muda untuk berhubungan dengannya.
"Michael Goldstein adalah orang yang sangat luar biasa, jika Anda menemukan dia, katakan padanya bahwa saya sering memikirkannya. Dan, "dia ragu sejenak, sambil menggigit bibirnya," katakan padanya aku masih mencintainya.”
Anda tahu, katanya sambil tersenyum saat air mata mulai mengambang di matanya," saya tidak pernah menikah. Kurasa tidak ada yang sesempurna Michael.."
Saya mengucapkan terima kasih sudah menerima saya dan berpamitan pulang pada Hannah sambil mengucapkan selamat tinggal.
Saya naik lift turun ke lantai satu, saat saya berdiri di dekat pintu, penjaga di sana bertanya, "Apakah wanita tua itu bisa membantu Anda?"
Kukatakan padanya bahwa dia telah memberi saya petunjuk. "Setidaknya sekarang saya punya nama belakang/nama keluarga pemilik dompet itu.
Tapi saya pikir saya akan beristirahat dulu beberapa hari. Saya telah menghabiskan waktu sehari penuh yang cukup melelahkan untuk mencari pemilik dompet ini. "
Saya mengeluarkan dompet kulit sederhana berwarna coklat dengan lapis berwarna merah di bagian dalamnya.
Saat penjaga melihatnya, dia berkata, "Hei, tunggu sebentar! Itu dompet Mr. Goldstein.
Aku sangat mengenalinya.
Dia selalu saja kehilangan dompetnya.
Aku sudah menemukannya setidaknya tiga kali di aula.”
Siapa Mr. Goldstein? "Tanyaku dengan hati mulai bergetar.
Iya "Dia salah satu penghuni panti ini, tinggal di lantai 8. Itu pasti dompet nya.
Dia pasti telah kehilangan dompetnya ketika berjalan jalan".
Saya mengucapkan terima kasih pada penjaga tersebut dan segera berlari kembali ke kantor perawat.
Aku memberitahunya apa yang dikatakan penjaga tadi. Kami kembali ke lift dan naik. Saya berdoa agar Mr Goldstein belum tidur dan masih bangun.
Di lantai delapan, kami pergi ke satu-satunya ruangan yang lampunya masih menyala dan ada seorang pria tua yang masih terlihat tampan sedang membaca buku.
Perawat itu menghampirinya dan bertanya apakah dia telah kehilangan dompetnya ?
Mr. Goldstein mendongak kaget, meletakkan tangannya di saku belakangnya dan berkata, "Oh, iya...dompetku hilang!"
"Tuan yang baik ini telah menemukan dompetmu dan kami mau pastikan apakah dompet itu milikmu?"
Aku menyerahkan dompet Mr. Goldstein dan ketika dia memerimanya dia tersenyum lega dan berkata, "Ya, itu dia!
Pasti jatuh dari sakuku siang ini. Saya ingin memberi Anda hadiah katanya"
”Tidak, terima kasih," kataku. "Tapi saya harus memberitahumu sesuatu.
Saya telah membaca surat itu dengan harapan bisa menemukan siapa pemilik dompet itu. "
Senyum di wajahnya tiba-tiba lenyap. "Anda membaca surat ini?"
"Dengan membacanya, saya rasa saya tahu di mana Hannah berada."
Tiba-tiba dia menjadi pucat. "Hannah? Kamu tahu dimana dia berada? Bagaimana dengannya? Apakah dia masih secantik dulu? Tolong beritahu saya, "pintanya.
"Dia baik-baik saja ... sama cantiknya seperti saat Anda mengenalnya," kataku pelan.
Orang tua itu tersenyum penuh harap dan bertanya, "Bisakah Anda memberitahu saya di mana dia berada? Aku ingin meneleponnya besok.
"Dia meraih tanganku dan berkata," Anda tahu? Aku begitu cinta pada gadis itu, ketika aku menerima surat itu dulu, rasanya hidupku berakhir.
Aku tidak pernah menikah. Kurasa aku tidak pernah berhenti mencintainya sepanjang hidupku "
"Mr Goldstein, "kataku," Ikutlah denganku. "
Kami naik lift ke lantai tiga. Lorong-lorongnya gelap dan hanya satu atau dua lampu kecil yang menyala di ruang tengah tempat Hannah duduk sendirian menonton televisi.
Perawat itu mendekatinya.
"Hannah," katanya lembut sambil menunjuk Michael yang bersamaku menunggu di ambang pintu. "Anda kenal orang ini?"
Dia menyesuaikan kacamatanya, menatap beberapa saat, tapi tidak mengucapkan sepatah kata pun.
Michael berkata pelan, hampir berbisik, "Hannah, ini Michael. Apakah kamu ingat aku?"
Dia tersentak, "Michael! Saya tidak percaya! Michael ku! "Dia berjalan pelan ke arahnya, dan mereka berpelukan erat.
Perawat dan aku meninggalkan mereka dengan mata basah.
"Lihat," kata perawat manis itu, "Lihatlah bagaimana Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Perencana dan Penyayang bekerja!
Jika itu yang diinginkanNYA, maka apa yang akan terjadi, jadilah!"
𝘞𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘮𝘣𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪,
𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵,
𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘮𝘢 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘶𝘬𝘢,
𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘶𝘬𝘢𝘤𝘪𝘵𝘢,
𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢,
𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘣𝘢𝘥𝘪.
•𝘏𝘦𝘯𝘳𝘺 𝘝𝘢𝘯 𝘋𝘺𝘬𝘦
Kidung Agung 8:6
Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
Ikuti terus Sahabat Andi Satria Putranta Barus
https://www.facebook.com/profile.php?id=100087872857582&mibextid=ZbWKwL
19/09/2023