20/10/2020
Ayah Bunda pernah ngga sih ngalamin kejadian dimana si kecil bersikap egois atau bahkan menangis untuk mendapatkan sesuatu? Rasanya kesal campur bingung ya mau gimana, kalau bersikap tegas takut anak makin nangis tapi kalau di baikin kejadian itu akan terulang lagi.
Anak-anak memang sering terlihat banyak melakukan pelanggaran demi memenuhi kesenangannya sendiri tanpa memperhatikan perasaan orang. Untuk itu Ayah dan Bunda harus mulai mengajarkan mengenai self awareness nih pada si Kecil. Hal ini sangat penting karena si kecil harus mencoba untuk beradaptasi dengan lingkungan untuk masa depannya.
12/10/2020
Kita semua tau betapa pentingnya kepercayaan diri untuk masa depan si kecil tapi apakah kita sudah membantu si kecil merasa percaya diri ? Aktivitas ini akan membantu si kecil untuk lebih memahami dan juga mencintai dirinya sendiri. Mengetahui apa saja kelebihan dari dirinya yang bisa ia banggakan, dapat membuat si kecil menjadi lebih percaya diri dalam belajar dan berekspresi.
1. Siapkan lampiran aiva yang sudah di cetak. Atau, gambar sendiri batang pohon.
2. Siapkan cat air berwarna hijau dan rol bekas tissue
3. Ajak si kecil memberikan “daun daun” pada pohon dengan mencetak bentuk lingkaran mengunakan rol tissue. Bila ada gunakan benda lain di sekitar bunda untuk membuat lingkaran dengan berbagai ukuran.
4. Setelah jadi beberapa lingkaran, minta si kecil mengisi lingkaran dengan hal apa saja yang membuatnya merasa keren.
Tips :
1. Berikan si kecil pertanyaan untuk memancingnya menceritakan tentang dirinya.
2. Ingatkan si kecil akan perbuatan baik yang ia lakukan
10/10/2020
Kalau si kecil ngambek atau bersikap semaunya pasti bikin bingung ya Bun, tapi anak-anak memang masih belum terampil dalam mengendalikan emosi. Itulah mengapa menerapkan Self Awareness pada si kecil itu penting. Self awareness dapat membantu si kecil untuk mengendalikan emosi, perilaku dan pola pikirnya. Yuk simak manfaat dari Self Awareness untuk si kecil.
Membantu si kecil memahami dirinya dan lingkungan sekitar
Self ewareness dapat membantu si kecil untuk lebih memahami dirinya dan apa yang terjadi di lingkungan sekitar, mereka akan belajar bahwa apa yang mereka rasakan belum tentu sama dengan yang dirasakan orang lain.
Mengenali siapa diri mereka dengan baik.
Si kecil akan semakin mengenali siapa mereka, apa saja kelebihan mereka dan kekurangan mereka dengan baik sehingga mereka tahu betul bagaimana berperilaku dengan baik.
Melatih kesadaran diri si kecil untuk menyelesaikan masalah.
Kebanyakan anak akan menangis jika merasa apa yang mereka lakukan salah, dengan menanamkan Self awareness si kecil akan mempunyai keterampilan untuk memahami perasaannya lalu menghadapi masalah dan mencari solusinya.
Jadi apakah Bunda sudah mengajarkan Self Awareness pada si kecil? Yuk Share pengalaman bunda di kolom komentar.
01/10/2020
Bunda dan Ayah,
Saat berbicara pada anak harus menggunakan nada lembut, hal itu karena anak belum kuat menerima nada tinggi dan kecepatan berbicara yangg lebih akan membuat anak bingung. Jadi ngga heran ya kalau kita teriak ke anak dia bisa tiba-tiba nangis karena kaget dan panik. Apalagi kalau kita tiba-tiba teriak pasti anak bakal kaget kadang sampe nangis, betul?
23/09/2020
Bunda dan Ayah,
Sadar ngga? Perasaan itu hal paling penting untuk pertumbuhan anak tapi jarang di perhatikan. Kebanyakan orangtua masih berfokus dengan pencapaian akademis. Yuk mulai sekarang stop menuntut anak harus pintar dalam akademis.
15/09/2020
Dear bunda dan ayah kenapa sih menjadi tim dalam membesarkan anak itu sangat penting?
Anak anak selalu meniru kebiasaan orang di sekitarnya terutama orang tuanya. Jadi cara bunda dan ayah berinteraksi akan sangat mempegaruhi si kecil. Contohnya ketika orangtua melihat diri mereka sebagai tim dan berkerja sama dalam mendidik anak, anak merasa nyaman dan mereka dapat belajar cara berkomunikasi yang baik dan saling menghormati. Selain itu anak juga dapat menjadikan orang tua sebagai contoh hubungan yang baik. Hal ini dapat menjadi patokan bagi si kecil untuk membagun hubungan yang sehat dengan orang disekitarnya.
Sebaliknya jika si kecil berada di tengah keluarga yang menolak berkomunikasi, sering bertengkar dan tidak pernah saling menghormati. Tentu si kecil akan meniru kebiasaan itu dan mempraktekkannya di kehidupan sehari-hari. Hal ini akan mengakibatkan si kecil kesulitan membangun hubungan yang sehat dengan orang di sekitarnya.
08/09/2020
Cara berkomunikasi dengan anak
1. Turunkan frekuensi suara saat berbicara. Berbicaralah dengan lembut agar anak tidak takut.
2. Tepuk bahu dengan lembut bahu anak saat ia tidak fokus. Saat anak tidak fokus jangan berteriak tapi tepuk lembut pundaknya dan panggillah nama si anak.
3. Baca bahasa tubuh anak. Cobalah membaca bahasa tubuh si kecil, lihat apa yang ia sedang rasakan.
4. Tebak Perasaan. Tanyakan perasaan si kecil, misalnya “apakah kamu sedih?” “atau kamu marah?”
5. Dengarkan anak dengan aktif. Dengarkan apa yang anak inginkan jangan hanya mau di dengarkan saja ya Bun.
02/09/2020
Orang tua yang baik adalah orang yang berusaha membuat keputusan demi kepentingan terbaik anak mereka.
Berikut beberapa tips untuk mengasuh anak:
1. Mengasuh anak selalu merupakan kerja tim.
Ketika salah satu orang tua sibuk melakukan tugas, tanggung jawab orang lain untuk merawat anak.
2. Waktu untuk anak-anak
Orang tua dapat menyediakan waktu untuk anak mereka selama hari kerja, menghabiskan waktu, bermain, bersantai, bersantai. Dengan cara ini anak tidak akan pernah merasa tersisih.
3. Saling meminta bantuan.
4. Jangan pernah bertengkar di depan anak-anak.
5. Jadikan komunikasi sebagai prioritas
7. Jadikan keluarga prioritas pertama.
29/08/2020
Hari ini kelas online bareng Bunda Elly benar benar ngebuka pikiran Bunda Aiva nih huhuhuhu. Sering banget bilang ke anak "jangan nangis kamu kan cowok!" "Cowok harus kuat harus berani."
Kebayang ngga? Anak masih usia dini udah dikasih beban harus kuat, harus berani, ngga boleh nangis atau kecewa? Kita yg dewasa aja belum tentu bisa loh. Nangis ngga bikin anak cowok kita jadi cewek tiba-tiba kok Bun. Biarkan si kecil mengungkap perasaannya.
Tahu kenapa ada kekerasan rumah tangga? Hal itu karena kita sebagai orangtua belum bisa berdamai dengan emosi diri sendiri. Sejak kecil terbiasa harus menahan perasaan akhirnya? Berdampak setelah dewasa, serem ya? Yuk mulai mendengar perasaan anak, biarkan mereka mengungkapkan perasaannya. Jangan lupa juga untuk berdamai dengan diri sendiri juga ya Bunda, Ayah.
28/08/2020
Buat perencanaan
Bunda harus tahu apa saja bahasa yang harus di kuasai si kecil dan bahasa mana yang akan menjadi bahasa Ibu.
Konsistensi
Konsistensi ini amat penting karena si kecil akan menyerap bahasa dengan baik jika Bunda dan Ayah tetap konsisten mengajaknya berkomunikasi dengan beberapa bahasa.
Perhatikan waktu paparan bahasa
Jika ingin mengajarkan lebih dari dua bahasa Bunda harus memperhatikan kapan Bunda mengajaknya berbicara dengan Bahasa A atau dengan Bahasa B.
Jangan dengarkan nasihat buruk
Ini jadi kunci utama ketika mengajarkan multilingual pada anak karena pasti ada aja ya yang kasih mitos ini dan itu. Bunda harus yakin dengan pilihan Bunda nih.
Si kecil merespon dengan bahasa yang salah
Jangan khawatir jika si kecil merespon dengan bahasa yang salah, itu menjadi salah satu bentuk belajarnya dan sangat wajar jika ia mencapurkan beberapa bahasa. Yuk bahas lebih dalam mengenai bahasa asing bersama Bu Bayu founder .victory kita akan membahas bagaimana cara efektif untuk mengajarkan bahasa pada anak.
31 Agustus 2020
10.00-11.30 wib
via Aplikasi Zoom
HTM 55.000
Pendaftaran : bit.ly/kelasonlineaiva
Info pendaftaran : 0896 3388 8464
28/08/2020
Buat perencanaan
Bunda harus tahu apa saja bahasa yang harus di kuasai si kecil dan bahasa mana yang akan menjadi bahasa Ibu.
Konsistensi
Konsistensi ini amat penting karena si kecil akan menyerap bahasa dengan baik jika Bunda dan Ayah tetap konsisten mengajaknya berkomunikasi dengan beberapa bahasa.
Perhatikan waktu paparan bahasa
Jika ingin mengajarkan lebih dari dua bahasa Bunda harus memperhatikan kapan Bunda mengajaknya berbicara dengan Bahasa A atau dengan Bahasa B.
Jangan dengarkan nasihat buruk
Ini jadi kunci utama ketika mengajarkan multilingual pada anak karena pasti ada aja ya yang kasih mitos ini dan itu. Bunda harus yakin dengan pilihan Bunda nih.
Si kecil merespon dengan bahasa yang salah
Jangan khawatir jika si kecil merespon dengan bahasa yang salah, itu menjadi salah satu bentuk belajarnya dan sangat wajar jika ia mencapurkan beberapa bahasa. Yuk bahas lebih dalam mengenai bahasa asing bersama Bu Bayu founder .victory kita akan membahas bagaimana cara efektif untuk mengajarkan bahasa pada anak.
31 Agustus 2020
10.00-11.30 wib
via Aplikasi Zoom
HTM 55.000
Pendaftaran : bit.ly/kelasonlineaiva
Info pendaftaran : 0896 3388 8464