Pak Guru

Pak Guru

Share

Berbagi Informasi cerita dan berita tentang Pendidikan

13/05/2026

Perbedaan literasi dan numerasi terletak pada fokus kemampuan yang dikembangkan:
1. Literasi
Berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, memahami, dan menggunakan bahasa.

Contoh:
Membaca teks dan memahami isi cerita.
Menulis kalimat atau pendapat.
Menafsirkan informasi dari bacaan.
👉 Intinya: mengolah informasi berbasis bahasa/teks.

2. Numerasi
Berkaitan dengan kemampuan memahami dan menggunakan angka atau matematika dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh:
Menghitung uang kembalian.
Membaca grafik atau tabel.
Menyelesaikan soal matematika sederhana.
👉 Intinya: mengolah informasi berbasis angka dan logika matematika.

Kesimpulan singkat:
▪️Literasi = kemampuan bahasa (membaca & menulis).
▪️Numerasi = kemampuan angka (berhitung & memahami data).

Photos from Pak Guru's post 11/05/2026

Verval penerima bantuan digitalisasi pembelajaran tahun 2026. Sesuai janji bapak Presiden Prabowo pada Hari Guru Nasional Tahun 2025 bahwa tahun 2026 akan dibagikan 3 unit PID setiap sekolah. Semoga dapat terealisasi dan berjalan lancar.

Link informasi:
https://digpem-sd.kemendikdasmen.go.id

Link calon penerima bantuan:
https://s.id/calonsasaranbanpem2026

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

11/05/2026

Terima kasih atas dedikasi dan terobosan yang telah diberikan untuk pendidikan Indonesia. Sehat selalu Pak Nadiem Makarim, semoga segala urusan dan masalah yang sedang dihadapi dapat segera terselesaikan dengan baik...

Saat memimpin Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, beliau melihat bahwa sistem PPG sebelumnya terlalu panjang dan berbelit bahkan bisa memakan waktu bertahun-tahun bagi guru untuk memperoleh sertifikasi.

Dengan pendekatan yang cepat, adaptif, dan berani melakukan terobosan, lahirlah program PPG Guru Tertentu sebagai solusi nyata bagi para pendidik di Indonesia. Dampak besar dari kebijakan ini antara lain:
✅ Proses sertifikasi jauh lebih cepat
✅ Kesempatan lebih luas bagi guru di berbagai daerah
✅ Sertifikat profesi yang membuka jalan pada tunjangan dan peningkatan kesejahteraan Walau beberapa kebijakannya sempat menuai pro dan kontra, kontribusi beliau dalam mempercepat sertifikasi guru adalah langkah nyata yang dirasakan langsung manfaatnya oleh banyak pendidik...

Terimakasih Pak Nadiem...🙏

11/05/2026

📌 Mengapa Kita Harus Datang Tepat Waktu ke Sekolah?
Sering kali siswa menganggap datang terlambat hanyalah masalah kecil.
Padahal, kebiasaan sedikit terlambat inilah yang bisa menentukan sikap kita di masa depan.

👉🏼 1. Tepat Waktu = Menghargai Diri Sendiri
Ketika kita berusaha hadir sebelum bel, itu artinya kita menghargai diri sendiri dan menunjukkan bahwa waktu kita itu berharga.
Orang sukses adalah mereka yang tidak menunda-nunda.

👉🏼 2. Melatih Tanggung Jawab
Datang tepat waktu mengajarkan kita bahwa setiap kegiatan punya konsekuensi.
Jika terlambat, kita kehilangan pelajaran penting.
Jika tepat waktu, kita menunjukkan bahwa kita mampu bertanggung jawab atas kewajiban kita.

👉🏼 3. Menjaga Ketertiban Sekolah
Siswa yang datang tepat waktu membantu kelas dimulai dengan tertib.
Tidak mengganggu guru yang sedang mengajar dan tidak mengganggu teman yang sudah siap belajar.

👉🏼 4. Kebiasaan Kecil, Dampak Besar
Banyak orang dewasa gagal bukan karena kurang pintar, tetapi karena kurang disiplin.
Tepat waktu mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar dalam dunia kerja, masyarakat, dan kehidupan sehari-hari.

11/05/2026

7 Ide Perpisahan Sekolah yang Paling Berkesan dan Sulit Dilupakan Murid

Perpisahan sekolah bukan hanya soal acara seremonial, tapi tentang menciptakan kenangan yang akan terus diingat hingga dewasa nanti. Berikut beberapa ide sederhana namun penuh makna yang bisa membuat momen perpisahan terasa lebih hangat dan spesial:

💌 1. Surat untuk diri sendiri di masa depan
Murid menulis harapan, impian, dan pesan untuk dirinya beberapa tahun mendatang. Surat ini bisa dibuka kembali saat mereka sudah dewasa.

🤝 2. Tukar pesan antar teman sekelas
Saling menulis kesan, ucapan terima kasih, doa, atau cerita lucu selama bersama di sekolah.

🎥 3. Video kenangan satu kelas
Berisi kumpulan foto, momen lucu, kegiatan sekolah, hingga pesan singkat dari guru dan murid.

🎤 4. Hari bebas tampil bakat
Murid diberi kesempatan menunjukkan bakat terbaiknya seperti menyanyi, puisi, drama, tari, hingga penampilan unik yang jarang terlihat di kelas.

🌳 5. Pohon harapan kelas
Semua murid menempelkan cita-cita dan impian mereka di satu papan atau pohon harapan sebagai simbol perjalanan menuju masa depan.

🤗 6. Pelukan dan salam terakhir untuk guru
Momen sederhana yang sering menjadi bagian paling mengharukan dalam perpisahan sekolah.

🍱 7. Makan bersama sederhana di kelas
Bukan tentang mewahnya makanan, tetapi tentang kebersamaan terakhir sebelum melangkah ke perjalanan baru.

✨ Karena pada akhirnya, yang paling dikenang dari sekolah bukan hanya pelajaran, tetapi juga orang-orang dan momen yang pernah hadir di dalamnya

08/05/2026

11 tahun mengajar.
Gaji hanya Rp150 ribu per bulan.
Tapi Yustina tetap berjalan kaki menembus hutan demi murid-muridnya.

Di balik indahnya alam Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, ada kisah perjuangan seorang guru honorer bernama Yustina Yuniarti yang menyita perhatian publik.

Sejak 2016, Yustina mengajar di SDK Wukur, Desa Sikka, Kecamatan Lela. Setiap hari ia harus berjalan kaki melewati jalan setapak berbatu, jalur hutan, hingga pinggiran jurang untuk bisa tiba di sekolah. Bahkan, perjalanan itu ia tempuh hanya dengan sandal jepit.

Perjuangan tersebut terasa semakin berat ketika melihat penghasilan yang diterimanya. Selama ini, Yustina hanya mendapat gaji sekitar Rp150 ribu per bulan yang berasal dari iuran komite sekolah.

Bukan hanya soal gaji, kondisi sekolah tempat ia mengajar juga jauh dari kata ideal. Sekolah dengan 34 siswa itu memiliki keterbatasan ruang kelas, hingga satu ruangan harus dipakai dua tingkat kelas dengan pembatas sekat sederhana. Fasilitas minim dan jaringan internet pun belum tersedia.

Meski begitu, Yustina tetap bertahan demi anak-anak di daerah pelosok yang membutuhkan pendidikan. Kisah ini membuat banyak orang kembali mempertanyakan perhatian terhadap nasib guru honorer di daerah terpencil Indonesia.

Menurut kalian, apakah perjuangan guru seperti Yustina sudah mendapat perhatian yang layak dari negara? Tulis pendapatmu di kolom komentar dan share agar lebih banyak orang tahu perjuangan mereka.

Sumber: Kumparan / BBC News Indonesia

07/05/2026

Kenapa Rambut Harus Rapi, Kuku Pendek, dan Harus Berseragam?

Banyak siswa sering bertanya: “Kenapa sih rambut harus dipotong? Kenapa kuku harus pendek? Kenapa sepatu harus hitam dan wajib pakai seragam? Padahal itu tidak mengganggu pelajaran kami.”

Pertanyaan itu wajar, karena memang sekilas aturan tersebut tidak ada hubungannya dengan matematika, IPA, atau bahasa. Tetapi, kalau kita melihat lebih dalam, aturan itu justru punya peran penting dalam pendidikan.

1. Kerapian adalah Cermin Diri

Ketika seseorang tampil dengan rambut rapi, kuku bersih, dan seragam yang layak, sebenarnya ia sedang menunjukkan bagaimana ia menghargai dirinya sendiri. Orang lain pun lebih mudah menghargai kita ketika kita tampil tertib.

2. Disiplin Bukan Teori, Tapi Kebiasaan

Disiplin tidak bisa diajarkan hanya lewat kata-kata. Ia perlu dilatih lewat hal-hal sederhana: merapikan rambut, memotong kuku, memakai seragam dengan benar. Dari kebiasaan kecil inilah lahir karakter besar yang akan terbawa sampai dewasa.

3. Seragam Menyatukan, Bukan Membatasi

Seragam membuat semua siswa terlihat sama. Tidak peduli latar belakang ekonomi atau gaya hidup, di sekolah semua duduk sejajar, sama-sama belajar. Seragam adalah simbol bahwa pendidikan itu untuk semua, tanpa membedakan siapa pun.

4. Sehat, Aman, dan Nyaman

Kuku panjang bisa menyimpan kuman. Rambut terlalu panjang bisa membuat gerah atau mengganggu pandangan. Sepatu hitam yang sama memudahkan kegiatan sekolah tetap tertib. Jadi, aturan ini juga menjaga kesehatan dan kenyamanan bersama.

Aturan-aturan kecil di sekolah bukan dibuat untuk menyusahkan, tapi untuk mendidik. Pendidikan sejati bukan hanya mengisi kepala dengan ilmu, tetapi juga membentuk sikap, disiplin, dan kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, ketika kita memotong rambut, merapikan kuku, atau memakai seragam dengan benar, sebenarnya kita sedang belajar sesuatu yang lebih besar: belajar menjadi pribadi yang menghargai diri sendiri, orang lain, dan kehidupan.

06/05/2026

Pencuci Piring MBG vs Guru Honorer

06/05/2026

Untuk Wanita Yang Menjadi Guru❤

1. "Menjadi ibu adalah anugerah, menjadi guru adalah panggilan.
Keduanya melelahkan, tapi keduanya juga penuh cinta."

2. "Ibu di rumah, guru di sekolah.
Dua peran, satu hati: mencintai tanpa batas."

3. "Seorang ibu guru tahu rasanya mengasuh dengan sabar,
dan mendidik dengan doa."

4. "Di rumah ia menyiapkan bekal untuk anak-anaknya,
di sekolah ia menyiapkan bekal kehidupan untuk murid-muridnya."

5. "Ibu guru itu seperti pelita ganda—
menerangi keluarganya, juga menerangi generasi bangsa.

03/05/2026

Info libur sekolah bulan mei 2026

02/05/2026

Mahkamah Konstitusi (MK) tidak menerima permohonan uji materi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara yang diajukan terkait perbedaan status antara Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Dalam putusan Nomor 84/PUU-XXIV/2026, Mahkamah menyatakan permohonan tersebut tidak dapat diterima karena dinilai tidak jelas serta mengandung pertentangan internal dalam argumentasi yang diajukan oleh pemohon.

Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi, Saldi Isra, menjelaskan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara dalil yang disampaikan dengan tuntutan yang diajukan dalam permohonan tersebut.

“Kedua petitum tersebut tidak hanya tumpang tindih, tetapi juga saling menegasikan,” ujar Saldi saat membacakan pertimbangan putusan,

Poin Pentingnya:

🔸Mahkamah menilai bahwa jika pembedaan status kepegawaian antara PNS dan PPPK dihapus, maka tuntutan mengenai kesetaraan bagi PPPK menjadi tidak relevan, karena kesetaraan tersebut secara otomatis akan melekat.

🔹Selain itu, Mahkamah juga menilai bahwa pemohon gagal menyusun argumentasi yang memadai untuk menunjukkan adanya pertentangan norma dalam Undang-Undang ASN terhadap Undang-Undang Dasar 1945.

Saldi menegaskan bahwa dalam pengujian undang-undang, diperlukan argumentasi yang komprehensif, termasuk indikator yang jelas, parameter penilaian yang terukur, metode evaluasi yang terstruktur, serta mekanisme pengukuran kinerja yang rasional.








Sumber : Telisik. Id

Want your school to be the top-listed School/college in Jakarta?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Jakarta