BPP AUKTI

BPP AUKTI Gading Bar., Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

BPP AUKTI (Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia).adalah wadah komunikasi nasional bagi seluruh pelaku industri keamanan di Indonesia, mulai dari: BUJP (Badan Usaha Jasa Pengamanan), Perusahaan & Korporat /PT KEPUTUSAN MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR AHU-0063907,AH.01.01.TAHUN 2020 PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSEROAN TERBATAS PT

SATYA NARATAMA UPASAMA (SNU ACADEMY Indonesia- SNU Indonesia - SNUTV Indonesia)


Lembaga OSS BKPM RI PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR INDUK BERUSAHA (NIB)
0285010240324 PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSEROAN TERBATAS PT SATYA NARATAMA UPASAMA (SNU ACADEMY Indonesia- SNU Indonesia - SNUTV Indonesia)


AKTE NOTARIS Nomor 145 Tanggal 30 November 2020 AISYAH RATU JULIANA SIREGAR M.KN. Badan Hukum PT SATYA
NARATAMA UPASAMA tanggal 01 Desember 2020 PENGESAHAN BADAN HUKUM PERSEROAN TERBATAS PT SATYA NARATAMA UPASAMA (SNU ACADEMY Indonesia- SNU Indonesia - SNUTV Indonesia)

SIO MABES POLRI - KEMENTRIAN INVESTASI BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2359/SIO-POLRI/ SIO MABES POLRI BADAN HUKUM PERSEROAN TERBATAS PT SATYA NARATAMA UPASAMA (SNU ACADEMY Indonesia- SNU Indonesia - SNUTV Indonesia)

(SNU ACADEMY Indonesia- SNU Indonesia - SNUTV Indonesia) bekerjasama dengan ABUJAPI dan di bawah bimbingan Mabes Polri* �

HARTON TOWER 7th Floor /CITY HUB
Jl Artha Gading Kav Komersil Blok D no 3, Klp.

Pendiri AUKTI Pernah Menjadi Pengurus BPP ABUJAPI, Kini Bangun Organisasi Alternatif bagi BUJP ⭐ https://aukti.wordpress...
13/07/2026

Pendiri AUKTI Pernah Menjadi Pengurus BPP ABUJAPI, Kini Bangun Organisasi Alternatif bagi BUJP ⭐

https://aukti.wordpress.com/2026/07/13/pendiri-aukti-pernah-menjadi-pengurus-bpp-abujapi-kini-bangun-organisasi-alternatif-bagi-bujp/

Pendiri AUKTI Pernah Menjadi Pengurus BPP ABUJAPI, Dorong Hadirnya Organisasi Alternatif yang Profesional

Jakarta – Pendiri Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI), Henry Situmeang, menegaskan bahwa dirinya bukan sosok yang datang dari luar dunia usaha jasa pengamanan. Sebelum mendirikan AUKTI, ia pernah aktif sebagai pengurus Badan Pengurus Pusat (BPP) ABUJAPI pada tahun 2020 dan terlibat dalam kepanitiaan nasional sebagai anggota Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) di bawah kepemimpinan Agus Dermawan.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang mendalam mengenai dinamika organisasi perusahaan jasa pengamanan (BUJP), termasuk tantangan yang dihadapi dalam pembinaan, pengembangan, dan penguatan kelembagaan.

Menurut Henry, lahirnya AUKTI bukan dilatarbelakangi keinginan untuk berkonflik ataupun menjatuhkan organisasi yang telah ada. Sebaliknya, AUKTI dibentuk sebagai organisasi alternatif yang sah secara hukum, profesional, independen, dan berorientasi pada peningkatan kualitas industri jasa pengamanan di Indonesia.

"AUKTI hadir untuk memberikan pilihan bagi perusahaan-perusahaan BUJP agar memiliki wadah organisasi yang aktif, profesional, dan benar-benar memberikan manfaat bagi anggotanya. Kami menghormati seluruh organisasi yang telah lebih dahulu berkontribusi bagi industri jasa pengamanan," ujar Henry.

Henry menjelaskan bahwa AUKTI telah berdiri sebagai badan hukum berdasarkan akta notaris dan memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Saat ini organisasi terus membangun komunikasi dan hubungan kelembagaan dengan berbagai kementerian, lembaga pemerintah, serta Polri melalui mekanisme resmi sesuai ketentuan yang berlaku.

Ke depan, AUKTI akan memfokuskan program kerja pada peningkatan kompetensi perusahaan anggota melalui pendidikan dan pelatihan, seminar, sertifikasi, advokasi organisasi, kemitraan strategis, pameran (expo), konsultasi regulasi, serta penguatan jaringan usaha di bidang jasa pengamanan.

Henry juga mengungkapkan bahwa gagasan pembentukan organisasi baru telah berkembang sejak beberapa tahun sebelumnya melalui berbagai diskusi dengan pelaku usaha dan tokoh-tokoh di bidang jasa pengamanan dari berbagai daerah. Dalam proses tersebut, AUKTI dibangun dengan semangat keterbukaan, independensi, dan profesionalisme agar mampu menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus memberikan nilai tambah bagi perusahaan-perusahaan BUJP.

Dengan pengalaman sebagai mantan pengurus BPP ABUJAPI, Henry menegaskan bahwa dirinya memahami sejarah dan perkembangan organisasi perusahaan jasa pengamanan di Indonesia. Oleh karena itu, AUKTI memilih membangun sinergi, kolaborasi, dan persaingan yang sehat demi kemajuan industri jasa pengamanan nasional, bukan menciptakan perpecahan antarlembaga.

AUKTI mengajak seluruh perusahaan BUJP untuk bersama-sama membangun ekosistem jasa pengamanan yang semakin profesional, berintegritas, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi keamanan nasional serta dunia usaha di Indonesia.

Melalui semangat kolaborasi, profesionalisme, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, AUKTI berkomitmen menjadi wadah yang memberikan manfaat nyata bagi perusahaan-perusahaan BUJP di seluruh Indonesia. Organisasi ini terbuka untuk membangun sinergi dengan pemerintah, Polri, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mewujudkan industri jasa pengamanan yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan berkontribusi bagi keamanan nasional.

Pendiri AUKTI Pernah Menjadi Pengurus BPP ABUJAPI, Dorong Hadirnya Organisasi Alternatif yang Profesional Jakarta – Pendiri Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI), Henry Situmeang, meneg…

🛡️ Pegustian Banjar: Pemerintahan Perlawanan Terakhir Kesultanan Banjar 1862–1905. Pegustian (Partai Sultan) merupakan b...
01/04/2026

🛡️ Pegustian Banjar: Pemerintahan Perlawanan Terakhir Kesultanan Banjar 1862–1905. Pegustian (Partai Sultan) merupakan bentuk pemerintahan darurat sekaligus benteng pertahanan terakhir yang dibangun sebagai kelanjutan dari Kesultanan Banjar setelah runtuhnya kekuasaan pusat akibat tekanan kolonial Belanda Menjadi Regent Bupati Banjar sama persis seperti regent bupati cianjur dan kota kota lain nya di indonesia. 11 juni 1860 sd 3 maret 1862

Pegustian tidak hanya berupa struktur pemerintahan, tetapi juga simbol perlawanan. Ia terdiri dari para bangsawan (Putri-Pangeran-Gusti-Antung), panglima perang, serta rakyat yang tetap setia mempertahankan kedaulatan Negara Banjar.

---

⚔️ Lahir dari Pengasingan dan Kehancuran dan diasingkannya para bangsawan Banjar seperti:

1.Sultan De Jure 1857-1859 di akui Belanda Sultan Syah : Sultan Tamjidillah II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah bin Sultan Adam Alwatsiqubilah (diasingkan ke Bogor 1859 )

2.Sultan Adat 1855-1858 Diakui Sultan Adam Dan Belanda Sultan Muda Syah: Putra Mahkota/ Raja Muda/Sultan Muda Praboe Anom Bin Sultan Adam Alwatsiqubilah (diasingkan ke Bandung 1858)

3.Sultan De Facto 1859 - 11 Juni 1860 di akui Belanda Sultan Syah: versi lain sampe 1862 Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah bin Sultan Adam Alwatsiqubilah(diasingkan ke Cianjur 3 maret 1862 )

4.Sultan Proklamasi 1859 - 11 Juni 1860: Tidak di Akui Sultan oleh Belanda disebut Kepala pemberontak melawan pemerintahan Sultan Yang syah. versi lain sampe 1862 Sultan Hidayatullah II Halillah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah bin Sultan Adam Alwatsiqubilah (diasingkan ke Cianjur 3 maret 1862 )

5..Para Pangeran Mangkubumi seperti : Pangeran Muhamad Said adik Ipar Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah & Gusti Perbatasari yang gugur atau wafat

6.Setelah wafatnya Gusti inu kertapati/ Pangeran Antasari ayah Mertua Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah

Panembahan Antasari pada tahun 1862, serta gugurnya, maka kekuasaan formal Kesultanan Banjar runtuh secara politik, namun semangat perlawanan tidak pernah padam.

Dari situ, anak cucu dan sisa kekuatan Banjar membentuk Pegustian sebagai pemerintahan pelarian.

---

🏞️ Basis Pertahanan di Pedalaman Barito

Pegustian berpusat di wilayah pedalaman Kalimantan:

1.Gunung Bondang, hulu Sungai Laung, daerah Puruk Cahu skrang Kalteng

2.Benteng Manawing di wilayah Barito

3.Kampung Bomban (Bumban Tuhup), Kalang Barah

Wilayah ini dipilih karena strategis, sulit dijangkau pasukan Bersenjata Belanda, dan menjadi basis gerilya melawan Belanda.

---

🤝 Persatuan Suku dalam Perlawanan

Di bawah kepemimpinan Gusti Muhammad Seman adik ipar Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah , Pegustian berhasil menyatukan berbagai kekuatan:

Suku Dayak: Dusun, Ngaju, Kayan, Siang

Suku Banjar Hulu

Komunitas Bakumpai

Baik Dayak yang beragama Katholik , maupun yang masih memegang kepercayaan Kaharingan, semuanya bersatu dalam satu tujuan: melawan penjajahan Kolonial Belanda.

---

⚔️ Para Panglima Perlawanan

Perjuangan Pegustian didukung oleh tokoh-tokoh tangguh, di antaranya:

Panglima Umbung (Mengkatip)

Mat Narung (Putussibau)

Batu Putih (Kapuas)

Tumenggung Lawas

Tumenggung Nado

Tumenggung Tawilen

Panglima Amit

Panglima Bahe

Mereka adalah ujung tombak perang gerilya di hutan-hutan Kalimantan.

---

🔥 Makna Sejarah Pegustian

Pegustian bukan sekadar pemerintahan darurat, tetapi:

Simbol bahwa Kesultanan Banjar tidak pernah benar-benar menyerah setelah di bubarkan dihapus dari negri Borneo.

Dalam upaya memperkuat perlawanan, pihak Pagustian Banjar menjalin hubungan dengan Kesultanan Pasir untuk memperoleh mesiu sebagai bekal perang. Namun, di tengah persiapan tersebut, benteng pertahanan terakhir di Manawing justru diserang oleh pasukan kolonial Belanda.

Pada Januari 1905, serangan besar dilancarkan di bawah pimpinan Letnan Christofel, seorang perwira yang telah berpengalaman dalam Perang Aceh. Ia memimpin pasukan Korps Marsose, satuan khusus bentukan pemerintah Hindia Belanda sejak 1890 yang dikenal sangat ganas dan efektif dalam operasi militer dan kepolisian.

Pertempuran di Benteng Manawing berlangsung tidak seimbang. Dalam kondisi yang terdesak, Gusti Muhammad Seman adik ipar Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah tetap bertahan memimpin perjuangan hingga titik darah terakhir. Pada tanggal 24 Januari 1905, beliau gugur sebagai kesuma bangsa.

Gusti Muhammad Seman adik ipar Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah tercatat sebagai sultan Proklamasi dalam Pagustian Banjar dalam masa pemerintahan pelarian di wilayah Barito. Ia memegang teguh sumpah dan amanah ayahandanya, Pangeran Antasari ayah Mertua Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah , yang menolak segala bentuk kompromi dengan penjajah:

“Haram manyarah, waja sampai kaputing.”

(Pantang menyerah, berjuang hingga akhir hayat.)

Jenazah beliau dimakamkan di puncak gunung di Puruk Cahu, menjadi simbol abadi perjuangan dan pengorbanan.
Seiring gugurnya sang sultan Proklamasi dalam Pagustian Banjar dalam masa pemerintahan pelarian di wilayah Barito, tinggal Panglima Batur sebagai satu-satunya pemimpin yang masih melanjutkan perlawanan.

Bukti persatuan lintas suku dan kepercayaan

Warisan perjuangan hingga gugurnya Gusti Muhammad Seman adik ipar Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah tahun 24 Januari 1905

Pagustian (Partai Sultan) dibubarkan belanda tahun 24 Januari 1905 setelah kematian Gusti Muhammad Seman adik ipar Sultan Wirakusuma II Alwatsiqubilah bin Sultan muda abdurahman Alwatsiqubilah

🛡️ Makna Sejarah
Peristiwa ini bukan sekadar akhir kekuasaan, tetapi menjadi penegasan bahwa:

Perlawanan Banjar tidak pernah tunduk
Kepemimpinan dibangun atas amanah dan kehormatan

Semangat perjuangan tetap hidup meski kekuasaan runtuh

---

Address

Ruko Klender Jalan Bekasi Timur Raya Nomor 01-11 Kav. 03, Desa/Kelurahan Jatinegara Kaum, Kec. Pulogadung, Kota Adm. Jakarta Timur, Provinsi Dki Jakarta, Kode Pos: Email : Info@aukti. Org Website: Www
Cianjur Regency
13250

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when BPP AUKTI posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to BPP AUKTI:

Shortcuts

Share