09/02/2022
BERBICARA LOGIS
Dalam salah satu kontes kecantikan seorang kontestan sedang menjawab pertanyaan juri, jawabannya mendapat tanggapan publik yang menontonnya. Sebagian publik berkata, “Aah jawabannya tidak logis…”, “Jawabannya tidak nyambung…”, “Pertanyaan juri apa, jawabannya apa…”.
Atau dalam percakapan antara atasan dan bawahan. Sang atasan menilai bawahannya seringkali tidak memahami apa yang diutarakan tercermin dari jawaban-jawabannya yang tidak logis.
Ucapan mencerminkan keadaan seseorang apa adanya. Kita dapat langsung mengetahui apakah seseorang itu logis atau tidak hanya berbincang dengannya.
Oleh karena itu, berbicara yang menunjukkan pola pikir logis harus dilatih.
Orang yang logis dalam hal apa pun akan selalu logis. Kita tidak akan menemukan ketidaklogisan dalam pemikirannya ataupun kalimat dan ucapannya dalam mengungkapkan pemikirannya tersebut. Sebaliknya, kita tidak akan dapat menemukan bagian yang logis dari orang yang tidak logis dalam hal apa pun.
Bagaimana cara melatih logika berbicara? Lima hal yang dapat Anda latih agar terbiasa berbicara logis yaitu:
Pertama, berikan alasan yang tepat untuk argumen Anda. Kita selalu diajarkan untuk mengutarakan alasan di balik pendapat kita saat menulis esai. Begitu p**a dengan ucapan. Dalam percakapan sehari-hari, kita mungkin sering melupakannya. Hal ini karena kita tidak terbiasa menerapkan pola pikir logis dalam kegiatan sehari-hari.
Kedua, hindari lompatan logika dan melebih-lebihkan. Dalam pepatah Jepang ada ungkapan, “jika angin berembus, maka toko bak akan laris”. Saat angin berembus, banyak debu beterbangan sehingga orang-orang akan pergi ke pemandian umum, tetapi karena kolam di pemandian umum sedikit, maka pesanan atas bak mandi akan menjadi banyak. Meskipun terdengar masuk akal, tetapi kita tahu bahwa hubungan antara angin bertiup dan toko bak laris ini sangatlah jauh.
Ketiga, kita harus memiliki sikap konsisten dengan pendapat kita dari awal hingga akhir. Saat argumen kita lemah, kita akan jatuh ke dalam kontradiksi dan posisi yang membingungkan, sebab kita akan mengeluarkan argumen baru yang berbeda dengan apa yang sebelumnya kita ungkapkan.
Keempat, gunakan kata-kata sederhana, ingatlah bahwa ucapan yang sulit dimengerti adalah penghalang komunikasi.
Dan yang terakhir tetap tenang, jangan mudah larut terbawa emosi meski dalam situasi yang mengjengkelkan sekalipun. Keep calm and confident.