19/07/2023
Silahkan berkunjung kakaaaaa... 😁🤭
Produk Stay Halal Store | Shopee Indonesia
Beli Produk Stay Halal Store Original & Terbaru di Shopee. Cek Review Produk Stay Halal Store. Nikmati Promo Diskon☑ Gratis Ongkir☑ Cashback☑
13/02/2023
Hafalkan dalilnya yuk!
Pertama
Allah berfirman,
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat : 56)
Kedua
Rasulullah ﷺ bersabda,
حَقُّ اللّٰهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوْهُ وَلَا يُشْرِكُوْا بِهِ شَيْئًا
"Hak Allah dari para hamba adalah agar mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun." (Muttafaq 'alayhi)
In sya Allah mudah ya... Yang sudah hafal absen di komentar yuk! Semangat semuanya! Barakallah fikum
16/11/2022
Yuk hadir! Malam ini. Ajak keluarga sekalian ya...
Jangan lupa follow
02/05/2021
✒ Doa yang diajarkan untuk dibaca di malam lailatul qadr
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
"Ya Allah sungguh Engkau Maha Pemaaf, Engkau s**a memaafkan, maka maafkanlah aku."
Semoga Allah memaafkan kaum muslimkn dan mengampuni dosa-dosa mereka. Aamiin...
✅ Follow akun Baik Berbagi :
▪️Instagram :
▪️Facebook : Baik Berbagi
Semoga bermanfaat
02/05/2021
✒ Kencangkan Ikat Pinggang
Ramadhan sudah memasuki fase akhir. Layaknya kuda pacuan yang semakin kencang berlari saat mendekati garis finish, seorang muslim akan semakin kencang berlari saat mendekati akhir Ramadhan sebagaimana yang dicontohkan baginda Rasûlullâh shallallâhu 'alayhi wasallam.
Dari 'Âisyah radhiyallâhu 'anhâ, beliau mengatakan,
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ.
"Nabi shallallâhu 'alayhi wasallam jika masuk 10 (akhir Ramadhan), beliau mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, dan beliau bangunkan keluarganya." (HR. Al-Bukhâry no.2024)
⏩ Mengencangkan ikat pinggang maksudnya beliau bersungguh sungguh ibadah dan tidak berjimak dengan istri
⏩ Menghidupkan malam maksudnya beliau begadang dan memperbanyak ketaatan
✅ Follow akun Baik Berbagi :
▪️Instagram :
▪️Facebook : Baik Berbagi
Semoga bermanfaat
23/04/2021
✒ Perkara Makruh Saat Shaum
1️⃣ Berlebihan dalam berkumur dan istinsyâq (menghirup air ke hidung) saat berwudhu.
⏩ Hal ini karena dikhawatirkan masuknya air ke kerongkongannya. Rasûlullâh shallallâhu 'alayhi wasallam bersabda,
وَبَالِغْ فِى الاسْتِنْشَاقِ إِلَا أَنْ تَكُوْنَ صَائِمًا
"Dan bersungguh2lah ketika istinsyaq kecuali saat kau shaum" (HR. Attirmidzi no.788, Annasai 1/66, Ibnu Majah no 407)
2️⃣ Mencium pasangan bagi yang mudah naik syahwatnya.
⏩ Bagi orang yang merasa tidak bisa menguasai nafsunya, maka makruh baginya untuk mencium istri. Karena hal ini bisa membangkitkan syahwatnya yang kemudian shaumnya jadi rusak disebabkan keluarnya mani atau jimak (bersetubuh).
Namun, bagi orang yang bisa menguasai nafsunya maka tidak mengapa jika ia ingin mencium istrinya. Karena dahulu Rasûlullâh shallallâhu 'alayhi wasallam juga mencium istrinya ketika shaum. Dan 'Aisyah radhiyallâhu 'anhá mengatakan bahwa Rasûlullâh shallallâhu 'alayhi wasallam adalah orang yang paling bisa menguasai nafsunya.
Begitu juga wajib bagi orang yang tidak bisa mengontrol nafsunya untuk menjauhi segala hal yang bisa membangkitkan syahwatnya. Seperti terus menerus memandangi istri atau memikirkan jimak. Karena hal ini bisa menyebabkannya mengeluarkan mani atau bahkan jimak dengan istrinya.
3️⃣ Menelan ludah.
⏩ Karena jika ditelan akan masuk ke kerongkongan, dan bisa mengobati dahaga. Di samping itu menelan ludah juga kotor dan tidak baik bagi tubuh.
4️⃣ Mencicipi makanan saat tidak diperlukan
⏩ Adapun jika diperlukan, seperti seorang koki yang perlu mencoba asin atau tidaknya masakan, maka tidak mengapa. Namun ia tetap harus berhati2 agar apa yang ia cicipi tidak masuk ke kerongkongan.
Sumber : Kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar
✅ Follow akun Baik Berbagi :
▪️Instagram :
▪️Facebook : Baik Berbagi
Semoga bermanfaat
13/04/2021
✒ Sunnah saat Shaum
Di dalam shaum wajib ada banyak amalan sunnah yang bisa kita kerjakan untuk menambah pundi-pundi pahala. Semoga dengan banyak beramal di bulan Ramadhan ini Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang yang bertakwa. Âmîn...
Semoga bermanfaat
✅ Follow akun Baik Berbagi :
▪️Instagram :
▪️Facebook : Baik Berbagi
13/04/2021
✒ Pembatal Shaum
Shaum adalah menahan diri dari segala yang membatalkannya disertai niat sejak fajar hingga matahari terbenam.
Nah, itu beberapa perkara yang membatalkan shaum yang wajib kita ketahui dan kita hindari selama shaum.
Selamat menunaikan ibadah shaum. Semoga Allah menerima segala bentuk ibadah yang kita kerjakan hari ini. Taqabbal yâ Rahmân yâ Karîm. Âmîn...
Sumber : Kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar
✅ Follow akun Baik Berbagi :
▪️Instagram :
▪️Facebook : Baik Berbagi
Semoga bermanfaat
11/04/2021
✒ Kapan Waktu Niat Shaum?
Orang yang shaum wajib berniat shaum. Karena niat merupakan rukun shaum. Dengan dalil sabda Rasûlullâh shallallâhu 'alayhi wasallam,
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
"Sesungguhnya amalan itu tergantung niat. Dan seseorang mendapatkan (pahala) sesuai apa yang ia niatkan."
Dan seorang yang shaum wajib seperti Ramadhan, kafarat, dan nadzar, meniatkannya di malam hari meskipun sesaat sebelum fajar. Ini sesuai sabda Rasûlullâh shallallâhu 'alayhi wasallam,
مَنْ لَمْ يُبَيِّتِ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ
"Siapa saja yang belum berniat di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada shaum baginya." (HR. At-Tirmidzy 733, An-Nasâi 4/196, Ibnu Mâjah 1700, dinilai shahîh oleh Al-Albâny)
Maka siapa yang berniat di siang hari, tidak sah shaumnya meskipun ia belum makan sesuatu. Kecuali jika ia shaum sunnah, maka boleh ia berniat di siang hari selama ia belum makan atau minum.
Seperti halnya Rasûlullah shallallâhu 'alayhi wasallam pernah melakukannya ketika datang ke rumah 'Aisyah radhiyallâhu 'anhâ dan menanyakan apakah ada makanan di rumahnya tapi ternyata tidak ada. Lalu Rasûlullah shallallâhu 'alayhi wasallam mengatakan,
فَإِنِّيْ إِذَنْ ثَائِمٌ
"Kalau begitu aku berpuasa." (HR. Muslim 170 & 1154)
Adapun puasa wajib tidak bisa diniatkan di siang hari, harus diniatkan di malam hari.
Seseorang bisa berniat sekali saja di awal Ramadhan untuk sebulan penuh. Dan dianjurkan untuk memperbarui niatnya setiap malam.
Semoga bermanfaat
Diterjemahkan dari Kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar halaman 152-153.
✅ Follow akun Baik Berbagi :
▪️Instagram :
▪️Facebook : Baik Berbagi
11/04/2021
✒ Ahlan Wasahlan Ramadhan
Rasûlullâh shallallâhu 'alayhi wasallam bersabda,
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ، فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
"Ramadhan telah datangi kalian, bulan yang diberkahi, yang di dalamnya Allah wajibkan shaum kepada kalian, pintu-pintu langit dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu. Di dalamnya Allah memiliki satu malam yang lebih baik dari seribu bulan."
(HR. An-Nasâi no. 2106)
Semoga Allah memberikan ampunan kepada kaum muslimin dan muslimat. Aamiinn...
Semangat ibadahnya ya ikhwan dan akhowat!
✅ Follow akun Baik Berbagi :
▪️Instagram :
▪️Facebook : Baik Berbagi
10/04/2021
✒ Menentukan Awal Ramadhan
Awal Ramadhan ditentukan dari melihat hilal. Dengan melihatnya sendiri, dari kesaksian orang lain yang melihatnya, atau mendapat kabar tentang terlihatnya hilal.
Maka jika ada seorang 'adl (muslim, baligh, berakal, tidak fasik, dan tidak berakhlak buruk) mengaku telah melihat hilal maka awal Ramadhan sudah bisa ditetapkan dengannya.
Rasûlullâh shallallâhu 'alayhi wasallam bersabda,
إِذَا رَأَيْتُمُوْه فَصُوْمُوْا. (متفق عليه)
"Jika kalian melihat hilal maka puasalah" (muttafaq 'alayhi, Al-Bukhâry no.1900, Muslim no.1080)
Apabila hilal tidak terlihat, atau tidak ada seorangpun yang bersaksi telah melihatnya, wajib menggenapkan bulan Sya'ban menjadi 30 hari. Dan tidak bisa ditetapkan awal Ramadhan dengan selain 2 cara ini, melihat hilal atau menggenapkan bulan Sya'ban. Rasûlullâh shallallâhu 'alayhi wasallam bersabda,
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ، وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ
"Puasalah jika kalian telah melihat hilal, dan iftharlah (hari idul fitri) jika kalian melihatnya. Jika hilal tidak terlihat maka sempurnakan bilangan Sya'ban menjadi 30." (Muttafaq 'alayh, Al-Bukhâry no.1909, Muslim no.1081)
Dan akhir Ramadhan ditetapkan dengan melihat hilal bulan Syawwal dengan persaksian 2 orang 'adl. Jika tidak ada 2 orang 'adl, maka Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari.
Sumber : Kitab Al-Fiqhu Al-Muyassar
✅ Follow akun Baik Berbagi :
▪️Instagram :
▪️Facebook : Baik Berbagi
Semoga bermanfaat