Budaya Suku Nias

Budaya Suku Nias Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Budaya Suku Nias, Education Website, Jakarta Pusat.

Hadirilah Pelantikan Pengurus ONIKA Jumat, 26/11/2021 oleh Uskup Sibolga, Mgr. Fransiskus TS Sinaga. Setelah pelantikan ...
24/11/2021

Hadirilah Pelantikan Pengurus ONIKA Jumat, 26/11/2021 oleh Uskup Sibolga, Mgr. Fransiskus TS Sinaga. Setelah pelantikan akan ada dialog interaktif dengan Bapa Uskup. Peristiwa ini penting dalam menemukan alternatif dalam pendampingan bagi Generasi Muda Nias melalui bidang pendidikan, kewirausahaan dan katekese.

"Makna Pernikahan Dalam Perspektif Adat Nias", Klik untuk baca:
21/11/2021

"Makna Pernikahan Dalam Perspektif Adat Nias", Klik untuk baca:

maknapernikahansukunias, maknapernikahansukuniasmenurutadat, perspektifmaknapernikahansukunias,, maknapernikahansukunias, sukunias,

Ya'ahowu Ono Niha Katolik!
17/11/2021

Ya'ahowu Ono Niha Katolik!

"Tari Perang dari Suku Nias"
06/11/2021

"Tari Perang dari Suku Nias"

Tariperangdarisukunias, sukunias, tariperang, tariperangnias

"Mengayau/Ngayau dalam Tradisi Suku Nias"
06/11/2021

"Mengayau/Ngayau dalam Tradisi Suku Nias"

Apabila seorang laki-laki ingin menikah, maka ia harus membawa satu kepala musuh yang ia penggal. Adapun kegunaaan kepala (binu) tersebut antara lain

Catatan Tertua Tentang Adat Pernikahan Suku NiasMenurut Pastor Yohanes M. Hammerle, OFMcap, eksistensi masyarakat adat d...
29/10/2021

Catatan Tertua Tentang Adat Pernikahan Suku Nias

Menurut Pastor Yohanes M. Hammerle, OFMcap, eksistensi masyarakat adat dan budaya Cina di Nias tidak terlalu sulit untuk dibuktikan karena sejarahnya relative baru. Ia menyinggung tentang informasi mengenai daratan Sumatera yang berhadapan dengan kep**auan Nias, khususnya kota atau pelabuhan Singkuang yang didirikan oleh orang Cina. Jarak pelabuhan Singkuang di pantai barat Sumatera dengan tepi laut di Kecamatan Lahusa di pantai Timur Nias sekitar 115 kilometer. Maka dapat diperkirakan bahwa asal-usul nenek moyang Nias berasal dari daratan Cina yang bermukim di Singkuang.

Ia mengutip tulisan ilmuan awal yang menceritakan tentang sebuah p**au yang penduduknya memiliki budaya yang khas dan unik. Tulisan tersebut ditulis oleh seorang pedagang dari Persia yang pada suatu kesempatan mengadakan perjalanan ke daerah Asia Tenggara, pedagang itu bernama Sulayman (851). Ia melaporkan tentang p**au-p**au (Kep**auan Nias) yang ia temui, di mana ia menceritakan bahwa penduduk di daerah itu memakan buah pohon kelapa, menghasilkan tuak, dan membasuh tubuh mereka dengan minyak kelapa. selain itu ia menceritakan adanya suatu kebiasaan atau adat istiadat, di mana jika seorang pemuda ingin menikah, maka ia harus membawa satu kepala musuh yang telah ia kalahkan. Apabila pemuda itu berhasil membawa dua kepala manusia maka ia boleh memiliki dua orang isteri. Selain itu, apabila ia mampu memenggal 50 kepala musuh, maka ia dapat memiliki 50 orang isteri. Baca selengkapnya di link:

(Sebuah Keluarga Dari Nias Utara/Museum Pusaka Nias) Oleh: Silvester Detianus Gea* Hoax tentang Adat Pernikahan Suku Nias telah tersebar cuk...

Tulisan tersebut ditulis oleh seorang pedagang dari Persia yang pada suatu kesempatan mengadakan perjalanan ke daerah As...
28/10/2021

Tulisan tersebut ditulis oleh seorang pedagang dari Persia yang pada suatu kesempatan mengadakan perjalanan ke daerah Asia Tenggara, pedagang itu bernama Sulayman (851). Ia melaporkan tentang p**au-p**au (Kep**auan Nias) yang ia temui, di mana ia menceritakan bahwa penduduk di daerah itu memakan buah pohon kelapa, menghasilkan tuak, dan membasuh tubuh mereka dengan minyak kelapa. selain itu ia menceritakan adanya suatu kebiasaan atau adat istiadat, di mana jika seorang pemuda ingin menikah, maka ia harus membawa satu kepala musuh yang telah ia kalahkan. Apabila pemuda itu berhasil membawa dua kepala manusia maka ia boleh memiliki dua orang isteri. Selain itu, apabila ia mampu memenggal 50 kepala musuh, maka ia dapat memiliki 50 orang isteri.

Sekitar seratus tahun kemudian. Seorang pelaut bernama Bozorg Van Ramhormoz (950) menulis tentang kebiasaan dan adat istiadat masyarakat Nias kuno. Dalam Kitab Adjaib al-Hind, ia memberitahukan bahwa di Kep**auan Nias terdapat orang-orang Anthropofag. Mereka memenggal kepala-kepada manusia. Apabila jumlah kepala yang dikumpulkan banyak, maka mereka sangat bangga. Selain itu, ia mengatakan bahwa mereka membeli lempengan kuningan dengan harga yang mahal dan menjaganya, karena logam itu bagi mereka sama harganya dengan emas. Terdapat tiga p**au lain yang ada di sebelah Kep**auan Nias yang bernama Barawa. Penduduk p**au itu juga Anthropofag. Mereka menyimpan tengkorak-tengkorak dengan seksama, karena menurut mereka benda-benda itu berharga dan dibutuhkan untuk berdagang.
https://www.kompasiana.com/degeasofficial1465/617a942b0101901524160d82/menjawab-hoax-tentang-adat-pernikahan-suku-nias?

Hoax tentang Adat Pernikahan Suku Nias telah tersebar cukup lama di antara masyarakat non-Nias (terutama di wilayah Sumatera Utara).

Tulisan tersebut ditulis oleh seorang pedagang dari Persia yang pada suatu kesempatan mengadakan perjalanan ke daerah As...
28/10/2021

Tulisan tersebut ditulis oleh seorang pedagang dari Persia yang pada suatu kesempatan mengadakan perjalanan ke daerah Asia Tenggara, pedagang itu bernama Sulayman (851). Ia melaporkan tentang p**au-p**au (Kep**auan Nias) yang ia temui, di mana ia menceritakan bahwa penduduk di daerah itu memakan buah pohon kelapa, menghasilkan tuak, dan membasuh tubuh mereka dengan minyak kelapa. selain itu ia menceritakan adanya suatu kebiasaan atau adat istiadat, di mana jika seorang pemuda ingin menikah, maka ia harus membawa satu kepala musuh yang telah ia kalahkan. Apabila pemuda itu berhasil membawa dua kepala manusia maka ia boleh memiliki dua orang isteri. Selain itu, apabila ia mampu memenggal 50 kepala musuh, maka ia dapat memiliki 50 orang isteri.

Sekitar seratus tahun kemudian. Seorang pelaut bernama Bozorg Van Ramhormoz (950) menulis tentang kebiasaan dan adat istiadat masyarakat Nias kuno. Dalam Kitab Adjaib al-Hind, ia memberitahukan bahwa di Kep**auan Nias terdapat orang-orang Anthropofag. Mereka memenggal kepala-kepada manusia. Apabila jumlah kepala yang dikumpulkan banyak, maka mereka sangat bangga. Selain itu, ia mengatakan bahwa mereka membeli lempengan kuningan dengan harga yang mahal dan menjaganya, karena logam itu bagi mereka sama harganya dengan emas. Terdapat tiga p**au lain yang ada di sebelah Kep**auan Nias yang bernama Barawa. Penduduk p**au itu juga Anthropofag. Mereka menyimpan tengkorak-tengkorak dengan seksama, karena menurut mereka benda-benda itu berharga dan dibutuhkan untuk berdagang.

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menjawab Hoax Tentang Adat Pernikahan Suku Nias", Klik untuk baca:
https://www.kompasiana.com/degeasofficial1465/617a942b0101901524160d82/menjawab-hoax-tentang-adat-pernikahan-suku-nias?page=2&page_images=1

Kreator: De Geas Official

Kompasiana merupakan Media Warga (Citizen Media) yang mengusung semangat berbagi dan saling terhubung (sharing, connecting)

Klarifikasi Isu Miring tentang Adat Pernikahan Suku Nias                          Oleh Silvester Detianus Gea Kemajuan t...
28/10/2021

Klarifikasi Isu Miring tentang Adat Pernikahan Suku Nias Oleh Silvester Detianus Gea

Kemajuan teknologi informasi pada masa kini tidak dapat dibendung. Setiap orang dapat memperoleh informasi melalui media digital, baik informasi positif maupun negatif. Salah satu informasi negatif yang disebarkan melalui akun facebook adalah tentang pernikahan suku Nias.

Akun facebook yang bernama Maskuddin Harahap membuat pernyataan: "Jika orang Nias menikah, maka pengantin perempuan terlebih dahulu 'ditiduri' oleh ayah dari pengantin laki-laki pada malam pertama atau dengan kata lain, keperawanan pengantin perempuan itu terlebih dahulu "dinikmati" oleh ayah dari pengantin laki-laki". Dan baru-baru ini Condrat Sinaga mengutarakan tuduhan yang sama dalam salah satu video pendek yang viral di tiktok dan facebook beberapa hari ini.Tentu pernyataan itu tidak benar dan sama sekali tidak ada dalam pernikahan suku Nias.

Cerdas, kreatif, inspiratif dan terpercaya

Belum lama ini, jagat dunia maya dihebohkan dengan video Condrat Sinaga yang dinilai menghina dan memfitnah Budaya Perni...
28/10/2021

Belum lama ini, jagat dunia maya dihebohkan dengan video Condrat Sinaga yang dinilai menghina dan memfitnah Budaya Pernikahan Suku Nias (11 Oktober 2021). Adapun video berdurasi 13,56 yang disebarkan melalui akun Facebook bernama Condrat Sinaga (CS). Dalam video berdurasi 13,56 menit itu, CS mengungkapkan bahwa “setiap laki-laki suku Nias yang menikah akan patuh terhadap orang tua sehingga memberikan penghargaan yang besar kepada orang tuanya dengan menyerahkan perawan istrinya."

Ucapan tersebut menyulut kemarahan masyarakat Suku Nias. Karena dari leluhur Suku Nias tidak ada budaya seperti yang diucapkan oleh CS. Fitnah yang dilontarkan oleh CS tersebut telah membuat banyak masyarakat Suku Nias bereaksi. Ada yang bereaksi melalui sosial media dengan membuat tulisan atau video. Ada p**a beberapa ormas Nias yang melayangkan laporan ke kantor polisi seperti yang dilakukan oleh Himpunan Masyarakat Nias Indonesia-Sumatera Utara (HIMNI SUMUT). Baca selengkapnya:

(DPD Himni Sumut Famati Gulo, SH, didampingi oleh Agustinus Buulolo, S.H, M.H, Supesoni Mendrofa, S.H dan Editor Gea, S.H) Belum lama ini,...

Address

Jakarta Pusat

Telephone

+6281289139361

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Budaya Suku Nias posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Budaya Suku Nias:

Shortcuts

Share