15/04/2026
Dalam materi Guru Penggerak, teknik STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) menjadi strategi sederhana namun berdampak besar dalam mengelola emosi dan mengembalikan suasana bahagia di lingkungan sekolah. Teknik ini mengajak warga sekolah—siswa, guru, dan tenaga kependidikan—untuk sejenak berhenti dari situasi yang menekan, menarik napas secara sadar, mengamati perasaan serta kondisi sekitar, lalu melanjutkan aktivitas dengan lebih tenang dan bijak. Kapten Leo menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran diri (*self-awareness*), mengendalikan emosi, serta membangun respon yang positif terhadap berbagai situasi. Fungsinya tidak hanya meredam konflik, tetapi juga menciptakan iklim belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan. Dengan penerapan teknik STOP secara konsisten, sekolah dapat menjadi ruang yang lebih humanis, penuh empati, serta mendukung kesejahteraan psikologis seluruh warganya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.