PP Darussalam Gribig, Ada Santrinya dari Luar Jawa
[Nusantara]
PP Darussalam Gribig, Ada Santrinya dari Luar Jawa
Indramayu, Pelita
Mendirikan dan mengasuh Pondok Pesantren (PP) adalah sebuah perjuangan. Kalau berjuang jangan perhitungan untung rugi sebab sesuai dengan konsep Al-Quran adalah bagaimana kita berjuang di jalan Allah dengan mengorbankan harta, pikiran, tenaga, bahkan kalau perlu nyawa taruhannya. Demikian dikemukakan Kiai Muhammad Yasin, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Darussalam yang berlokasi di kampung Gribig desa Lempuyang Kecamatan Anjatan. Kiai Muhammad Yasin (40) sewaktu masih muda tholabul ilmi di Ponpes Tremas Arjosari Pacitan, Jawa Timur. Namun banyak tetangga dan famili yang datang ke rumah untuk belajar mengaji Al-Qur\'an dan Kitab yang jumlahnya mencapai 40 sampai 50 orang, ya saya ajari mereka sesuai dengan ilmu yang saya miliki, kata KM Yasin. Dikatakan sewaktu ia dan istrinya Ida Faridah membuat rumah sendiri, kegiatan keagamaan itu lebih berkembang, santrinya meningkat menjadi hampir 100 orang. Melihat perkembangan Ponpes Darussalam seperti itu, pada tahun 1992 ia mengundang kuwu dan pemuka masyarakat untuk mendapatkan kesepakatan memperluas pesantren. Hasilnya, dibangunlah emperan dipinggir rumah ukuran 5 x 9 meter. Bangunan ini pada tahun 2001 di rehab sekaligus diperluas menjadi 6 x 12 meter 2 lantai, bagian atas untuk kamar dan kelas, bagian bawah untuk aula, serta diresmikan oleh Wakil Bupati saat itu Pak H. Dedi Wahidi S Pd, katanya. Setelah berjalan beberapa tahun, pada tahun 1999 mulailah diadakan mukimin yaitu para santri yang menetap di pesantren. Pada saat Pelita berkunjung ke pesantren itu, awal pekan ini, mereka yang tidak menetap atau disebut santri kalong berjumlah 125 orang, terdiri dari 78 rijal dan 47 nisa. Sedangkan yang menetap atau mukimin ada 50 orang terdiri dari 44 rijal dan enam nisa, tidak hanya dari kabupaten Indramayu tetapi juga ada yang dari Aceh, Medan, Riau, Banten, Bogor, Jakarta, dan Brebes. Selama ini saya tidak pernah membuat brosur, namun santri banyak berdatangan. Saya punya prinsip ketika kita bersungguh-sungguh berjuang dan berdo\'a kepada Allah Swt, maka Allah akan membantu perjuangan kita itu, ungkapnya penuh keyakinan. Salafiyah modern
Ponpes Darussalam adalah pesantren salafiah, tetapi tidak meninggalkan bentuk modern seperti pengembangan bahasa arab, bahasa inggris, serta methode ceramah sehingga ketika keluar, santri sudah bisa pidato. Pembinaan santri diintensifkan supaya setelah berada di masyarakat, mereka bisa memimpin suatu kegiatan seperti mengurus jenazah, imam sholat, imam tahlil, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Disini terdapat p**a Taman Kanak-kanak Al-Quran (TKA) dan Taman Pembacaan Al-Quran (TPA). Selain mengajar santri, Pimpinan PP Darussalam juga tekun membina masyarakat seperti pada setiap malam rabu diadakan pembahasan kitab dilanjutkan dengan Tanya jawab. Sedangkan pada setiap bulan puasa diadakan pembacaan kitab siang malam yang diikuti jamaah dari dalam dan luar daerah. Untuk menambah fasilitas, saat ini sedang dikerjakan bangunan baru 24 x 6 meter dua lantai, diperkirakan memerlukan biaya Rp200 juta, sedangkan biaya yang sudah terhimpun dan digunakan baru Rp40 juta didapatkan dari alumni dan dermawan lainnya, kata Kiai Muhammad Yasin.