04/09/2017
[KRISIS KEMANUSIAAN ROHINGYA]
Rohingnya?? Ya, sepertinya kata ini sudah sering melintas di telinga kita, sudah tidak lagi asing dalam ingatan, seperti sudah memiliki tempat khusus dari sekian puluh juta informasi yang tersimpan di kepala kita. Lantas Apa sih yang kita pahami tentang rohingnya ini?? Apa reaksi kita setelah mendengar kata itu?? Atau justru tidak tahu menahu??
*
Tak terasa sudah tiga hari berlalu momen spesial bagi umat muslim Hari Raya Idul Adha 1438 H, seruan takbir sayup-sayup masih terdengar dari celah-celah serambi masjid atau mushalla terdekat, bahkan kita sempat melantunkannya selepas shalat berjamaโah. Lubang sembelihan masih terlihat samar di tepi halaman, bau kambing dan sapi juga masih mampu tercium kekhasannya bersama semilir angin yang berlalu. Hmm.. sayangnya aroma sate belum bisa di jumpai di momen Idul Adha tahun ini..
*
Beberapa hari sebelum momen ini terjadi, tepatnya pada tanggal 25 Agustus lalu, bentrok kembali pecah didaratan negara bagian Rakhine, Myanmar Barat. Bentrok ini terjadi antara militan Rohingya dengan militer Myanmar yang diakibatkan oleh deskriminasi dari Pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya yang tak lagi dianggap sebagai warga negara, begitupun dengan tindak kekerasan dan penindasan yang dialami Rohingya. Akibat bentrok ini 110 orang meninggal dan lebih dari 18.000 orang etnis Rohingya melarikan diri ke Bangladesh. Tak ayal, berita ini langsung membuat gempar negara-negara sekitar, salah satunya Indonesia.
Kamis pagi pemerintah menegaskan komitmen untuk membantu Myammar melakukan rekonsiliasi. Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah Myanmar dan Bangladesh untuk menyelesaikan konflik dan dampaknya terhadap pengungsi dari etnis Rohingnya, Indonesia sendiri secara kontinyu menyuplai bantuan ke wilayah konflik Rakhine berupa obat-obatan dan fasilitas pendidikan.
โKita mengharapkan pemerintah Myanmar dapat memberikan perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, termasuk komunitas Islam dan akses kemanusiaan juga dapat diberikan agar krisis kemanusiaan tidak menjadi memburukโ Tukas Ibu Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri RI
Maka,, jangan sampai kita tidak tahu menahu tentang isu sosial ini, apalagi mayoritas dari etnis Rohingya adalah muslim. Sehingga perlunya kita membuka wawasan seluas-luasnya, perlu kita meningkatkan kepekaan sosial kita terhadap penderitaan yang saudara kita alami, serta selalu mengucap syukur akan kenikmatan yang bisa kita rasakan sampai saat ini.
Sumber: 18 Ribu Etnis Rohingya Lari ke Bangladesh - NET24 | Youtube
Oleh: Al Iftirosy
Posted in : Muslim Fakultas Pertanian
===================
Kunjungi lini masa kami, di:
FB : HIMAM Malang
Ig :