schmu.id

schmu.id ini adalah halaman resmi dari schmu.id sebuah layanan website gratis (untuk sementara ditutup)

fanpage resmi schmu.id dan news.schmu.id portal pendidikan indonesia

Seorang pria Madura penjual soto di jalanan Surabaya 1900-an – bersama pikulannya yang khas. Dari arsip Leiden Universit...
04/11/2024

Seorang pria Madura penjual soto di jalanan Surabaya 1900-an – bersama pikulannya yang khas. Dari arsip Leiden University Library.

(Sinau sejarah leluhur nuswantoro) SILSILAH TRAH SUNAN KALIJAGASunan Kalijaga adalah salah satu dari Wali Songo. Beliau ...
14/08/2024

(Sinau sejarah leluhur nuswantoro)
SILSILAH TRAH SUNAN KALIJAGA

Sunan Kalijaga adalah salah satu dari Wali Songo. Beliau adalah salah satu leluhur trah Kraton Mataram Islam.
Disebutkan didalam serat yang tertulis dalam Babad dijelaskan bahwa silsilah Sunan Kalijaga sbb:

Arya Teja I , Adipati Tuban menurunkan Arya Teja Laku menjadi punggawa di Kraton Majapahit. Arya Teja Laku (Arya Teja II ) menurunkan:
1. Arya Lembu Sura, Bupati Surabaya
2. Dewi Umuni, menikah dengan Prabhu Brawijaya II bergelar Dewi Panurun

Arya Lembu Sura bupati ing Surabaya, menurunkan putra 6:
1. Arya Nembé punggawa ing Majapahit,
2. Arya Lembu Sana bupati ing Surabaya,
3. Arya Kendhi Wiring punggawa Majapahit,
4. Retna Panjawi menikah dengan Prabu Brawijaya III,
5. Arya Sendhi punggawa ing Majapahit,
6. Dèwi Surati menikah dengan Panji Suralaya.

Arya Nembé punggawa di Kraton Majapahit, menurunkan putra 2:
1. Arya Tèja III Adipati di Tuban,
2. Arya Danu punggawa ing Majapahit.

Arya Tèja III Adipati ing Tuban, puputra 6:
1. Pangèran Ibrahim ing Garesik,
2. Rara Johar menikah dengan Sunan Majagung ,
3. Rara Manik menikah dengan Syech Maulana Malik Maghribi menurunkan Raden Kidang Tilangkas atau Ki Ageng Tarub II, Ki Ageng Tarub II menurunkan Dewi Nawangsih
4. Rara Nila kasebut nama Nyai Ageng Manila menikah dengan Sunan Ngampèl Denta menurunkan Ratu Panggung ( Permaisuri Raden Patah, Raja Demak Bintoro )
5. Rara Pakaja menikah dengan Raja Pandhita Ngali Murtala ing Garesik,
6. Tumenggung Wilwatikta ing Jepara,

Tumenggung Wilwatikta menurunkan putra 3: 1. Perempuan menikah dengan Arya Timus, bupati Jepara,
2. Raden Sahid bergelar Sunan Kalijaga,
3. Radèn Wijil.

Sunan Kalijaga memiliki tiga orang istri, yakni Dewi Sarah, Siti Zaenab ( Putri Sunan Gunung Jati ), dan Siti Hafsah ( Putri Sunan Ampel Denta )

Sunan Kalijaga peputra 8:
Dari Siti Zaenab :
1. Ratu Pembayun, menikah dengan Sultan Trenggana, Raja Demak Bintoro
2. Raden Ayu Panengah menikah dengan Ki Ageng Ngerang III
3. Susuhunan Adi ing Kalijaga,
4. Pangèran Samudra
5. Raden Abdurrahman ( naik haji )

Dari Dewi Sarah :
1. Raden Umar Said (Sunan Muria),
2. Dewi Rukayah,
3. Dewi Sofiah.

I. Kanjeng Ratu Pembayun menikah dengan Sultan Trenggana menurunkan :
1. Ratu Mas Cempaka , menjadi Permaisuri Sultan Hadiwijaya Pajang bergelar Ratu Mas Pajang menurunkan Pangeran Benawa. Pangeran Benawa menurunkan Ratu Mas Hadi. Ratu Mas Hadi menikah dengan Panembahan Hadi Hanyokrowati menurunkan Sultan Agung.

2. Pangeran Timur , Panembahan Madiun , Bupati I Kadipaten Madiun menurunkan Retno Dumilah. Retno Dumilah menikah dengan Panembahan Senopati menurunkan Panembahan Juminah. Panembahan Juminah menikah dengan Ratu Mas Hadi ( janda Panembahan Hadi Hanyokrowati menurunkan Pangeran Balitar. Pangeran Balitar menurunkan Kanjeng Ratu Mas Balitar. Kanjeng Ratu Mas Balitar menikah dengan Sunan Pakubuwana I menurunkan Sunan Amangkurat IV.
Sunan Amangkurat IV menurunkan :
1. Pangeran Mangkunagara menurunkan KGPAA Mangkunagara I menjadi Pendiri Puro Mangkunagaran.
2. Pangeran Probosuyoso kelak menjadi Raja Kraton Mataram selanjutnya bergelar Susuhunan Pakubuwana II
3. Pangeran Mangkubumi kelak menjadi pendiri Kraton Yogyakarta dengan gelar Sultan Hamengkubuwono I.

II. Raden Ayu Panengah menikah dengan
Ki Ageng Ngerang III menurunkan :
1. Ki Pendjawi atau Ki Ageng Pati
2. Nyai Ageng Kemiri ing Pati

Ki Ageng Pati atau Ki Pendjawi menikah dengan putri Nyai Ageng Kemiri ing Pati menurunkan:
1. Kangjeng Ratu Waskita Jawi
2. Adipati Pragola Pati I

Kangjeng Ratu Waskita Jawi menikah dan menjadi Permaisuri Panembahan Senopati, Raja Mataram I. Berputra Panembahan Hadi Hanyokrowati ( Raja Mataram II )

Adipati Pragola Pati menurunkan :
1. Adipati Pragola Pati II
2. Raden Londoh ( Pangeran Ronggopati )

III. Susuhunan Adi ing Kalijaga peputra 2:
1. Ratu Mas Kadilangu,
2. Sunan Adi Kadilangu,

Sunan Adi Kadilangu menurunkan Sunan Kadilangu sèda ing Kanitèn, beliau menurunkan :
Panembahan Kadilangu sèda Kepuh, beliau menurunkan :
Panembahan Natapraja ing Kadilangu, beliau menurunkan putra 2:
1. Perempuan menikah dengan Panembahan Wijil Kadilangu,
2. Pangèran Natapraja ing Kadilangu.

Putri perempuan yang menikah dengan Panembahan Wijil ing Kadilangu, puputra 2:
1. Pangèran Wijil sèda ing Kartasura,
2. Radèn Ayu Danupaya.

Pangèran Wijil sèda ing Kartasura menurunkan putra bernama Pangèran Wijil Inthik-Inthik,
Pangeran Wijil Inthik Inthik menurunkan putra 2:
1. Pangèran Wijil kaping IV,
2. Radèn Kusuma.

Pangèran Wijil kaping IV puputra 5:
1. Pangèran Wijil kaping V,
2. Tumenggung Mangkupraja ing Demak,
3. Radèn Ayu Kaji Sumenep,
4. Radèn Ayu Kertadipa,
5. Radèn Wirakusuma.

Pangèran Wijil V menurunkan Pangèran Wijil VI,beliau menurunkan putra Pangèran Wijil VII

Sumber data :

1. Diambil dari Petikan Serat Soejarah karya Pujangga Harttati th 1935.

2. Silsilah Sunan Kalijaga yang ditulis oleh KRMAA Sosronagoro Patih Kraton Surakarta yang tertulis dalam naskah yang tersimpan di Perpustakaan Negeri Berlin, Jerman dengan kode Ms. Or. Fol. 3163

3. Lukisan Sunan Kalijaga yang tertempel di Pendopo Astana Kadilangu.

Al-Fatihah kagem Eyang Sunan Kalijaga

Semoga bisa menambah wawasan pengetahuan sejarah untuk semua🙏🙏

Kemegahan IKNKemegahan IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara dirancang untuk mencerminkan visi Indonesia yang maju, modern, da...
11/08/2024

Kemegahan IKN

Kemegahan IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara dirancang untuk mencerminkan visi Indonesia yang maju, modern, dan berkelanjutan. Beberapa aspek yang menunjukkan kemegahan proyek IKN ini meliputi:

1. **Desain Arsitektur Modern dan Ikonik**:
- IKN Nusantara akan menampilkan arsitektur yang mencerminkan identitas nasional dan keberagaman budaya Indonesia. Beberapa bangunan ikonik seperti Istana Negara baru dan gedung-gedung kementerian akan dibangun dengan desain futuristik yang ramah lingkungan.

2. **Kota Pintar (Smart City)**:
- IKN dirancang sebagai kota pintar dengan infrastruktur digital yang canggih. Teknologi akan digunakan untuk meningkatkan efisiensi dalam berbagai aspek, seperti transportasi, energi, dan pengelolaan limbah. Kota ini akan dilengkapi dengan jaringan internet berkecepatan tinggi, sistem transportasi yang terintegrasi, dan fasilitas umum yang modern.

3. **Kota Hijau dan Berkelanjutan**:
- Nusantara dirancang sebagai kota berkelanjutan dengan konsep ramah lingkungan. Sekitar 70% dari wilayah ibu kota akan dikhususkan untuk ruang hijau, termasuk taman-taman, hutan kota, dan area konservasi. Sistem energi terbarukan, seperti tenaga surya dan angin, akan diintegrasikan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.

4. **Infrastruktur Transportasi yang Terintegrasi**:
- IKN akan memiliki sistem transportasi yang terintegrasi, termasuk kereta cepat, sistem transportasi umum yang modern, dan jaringan jalan yang luas. Bandara baru juga direncanakan untuk mendukung aksesibilitas ibu kota baru ini.

5. **Kawasan Pemerintahan yang Terpusat**:
- Kawasan pemerintahan di IKN Nusantara akan dirancang sebagai pusat administrasi yang efisien, dengan kantor-kantor kementerian dan lembaga pemerintah yang berada dalam satu area. Ini diharapkan dapat mempercepat proses birokrasi dan koordinasi antar lembaga.

6. **Rencana Pembangunan Jangka Panjang**:
- Proyek pembangunan IKN Nusantara direncanakan untuk jangka panjang, dengan pembangunan yang dilakukan secara bertahap hingga 2045. Ini mencakup pembangunan infrastruktur dasar, perumahan, fasilitas publik, dan area komersial.

Secara keseluruhan, kemegahan IKN Nusantara akan tercermin dari bagaimana kota ini menggabungkan teknologi canggih, desain berkelanjutan, dan identitas budaya Indonesia dalam satu kesatuan yang harmonis.

Artikel: ChatGBT

CINTA YANG KEBABLASAN SERTA MELETUSNYA PERANG PAJANG VS MATARAMDalam babad tanah jawi disebutkan bahwa, laki-laki yang n...
08/08/2024

CINTA YANG KEBABLASAN SERTA MELETUSNYA PERANG PAJANG VS MATARAM

Dalam babad tanah jawi disebutkan bahwa, laki-laki yang nekad menyatroni Kaputren untuk menemui Sekar Kedaton itu adalah Raden Pabelan, anak dari Tumenggung Mayang seorang pejabat Kesultanan Pajang yang masih kerabat dengan Sutawijaya Adipati Mataram. Raden Pabelan sebenarnya merupakan kekasih dari Sekar Kedaton.

Usaha nekad Raden Pabelan yang menemui Sekar Kedaton di lingkungan dalam Kaputren tempatnya para putri Raja ini rupanya membawa malapetaka baginya, ia ditangkap Prajurit Istana, kemudian diseret ke muka Raja.

Jaka Tingkir begitu memuncak amarahnya selepas mendapatkan laporan mengenai kejadian itu, apalagi ketika ia mendengar bahwa lolosnya Raden Pabelan ke Kaputren untuk menemui Putrinya itu diduga karena bantuan Tumenggung Mayang.

Entah karena terlalu emosi karena anak kesayanganya dinodai atau karena apa, yang jelas selepas peristiwa itu Raden Pabelan dijatuhi oleh Jaka Tingkir dengan hukuman Mati.

Detik-detik dieksekusi matinya Raden Pabelan ini membuat Ibunda Raden Pabelan gelisah, iapun meminta bantuan pada kakanya Sutawijaya yang kala itu sebagai Adipati Mataram agar membujuk Jaka Tingkir untuk membatalkan hukuman mati Pada Raden Pabelan.

Tapi, usaha Ibunda Raden Pabelan itu rupanya sia-sia, sebab Permintaan Adipati Mataram tidak digubris, bahkan hukuman yang dijatuhkan Jaka Tingkir bertambah berlipat, sebab selain menghukum mati Raden Pabelan ia juga menghukum Tumenggung Mayang dengan penghinaan.

Tumenggung Mayang dilucuti jabatannya, dirampas kekayaannya, serta direncanakan akan dibuang bersama keluarganya ke Semarang untuk dihinakan.

Penjatuhan hukuman Mati dan penghinaan terhadap keluarga Tumenggung Mayang ini dapat dikatakan sebagai keputusan Jaka Tingkir yang paling gegabah, sebab sepertinya ia menjatuhkan hukuman bukan atas dasar pertimbangan kebijaksanaan, akan tetapi karena sikap emosionalnya semata. Sikap emosional yang meledak karena anak kesayanganya dianggap dikotori.

Kelak sikap gegabah Jaka Tingkir ini membuat murka Adipati Mataram, hingga kemudian Keadipatian Mataram memberontak ke Kesultanan Pajang. Bagi orang Mataram kehormatan keluarga adalah segalanya, alasan kehormatan itulah yang kemudian membuat orang-orang Mataram merasa termotifasi untuk sesegara mungkin menumbangkan Pajang.

Pedang yang bersembunyi dalam gelang ular. Pusaka macam ini dahulu digunakan sebagai senjata rahasia. Dipakai oleh para ...
06/08/2024

Pedang yang bersembunyi dalam gelang ular. Pusaka macam ini dahulu digunakan sebagai senjata rahasia. Dipakai oleh para Putri Kerajaan.

KEMATIAN KEN AROKMenurut Pararaton, Anusapati telah lama mengamati gerak-gerik Ken Arok, membunuhnya susah, sebab selain...
06/08/2024

KEMATIAN KEN AROK

Menurut Pararaton, Anusapati telah lama mengamati gerak-gerik Ken Arok, membunuhnya susah, sebab selain sakti, Ken Arok juga seorang Raja yang tentu dikelilingi pasukan pengawal raja yang sangar-sangar. Tapi Anusapati rupanya menemukan waktu yang pas untuk membunuh ayah tirinya, yaitu ketika Ken Arok makan sore.

Anusapati merencanakan pembunuhan Ken Arok dengan matang, mula-mula ia mencuri keris Empu Gandring yang dahulu pernah digunakan Ken Arok untuk membunuh ayahnya. Selanjutnya, Anusapati merekrut pembunuh bayaran yang kemudian ia susupkan ke Istana sebagai seorang pelayan.

Pembunuh bayaran yang ditugasi Anusapati untuk membunuh Ken Arok disebut sebagai seorang yang berasal dari desa Batil. Waktu dan perencanaan pembunuhanpun kemudian ditetapkan dengan matang, waktunya ketika Ken Arok makan sore.

Ketika tiba waktunya makan sore, dimana kondisi Keraton memasuki masa tenangnya, Ken Arok menyantap hidangan yang menghampar didepannya, tiada sedikitpun ia curiga pada para pelayan yang mondar-mandir dibelakangnya, ia tetap dengan khusu menyantap hidangan.

Pada kondisi semacam itulah, pelayan yang sudah dipersiapkan untuk membunuh Ken Arok beraksi, dari belakang ia menusukan keris Empu Gandring ke punggung Ken Arok. Raja sakti itupun kemudian sekarat dan wafat.

Untuk menutupi jejaknya sebagai dalang pembunuhan, dengan sigap Anusapati gentian membunuh Pelayannya. Dendam Anusapati terlampiaskan, iapun kemudian menjadi Raja Singsari selanjutnya.

Telah dibuka BEASISWA DOKTER UAD gelombang 2 !!!Jadwal pendaftaran: 21 Juni - 7 Agustus 2024Informasi selengkapnya: pmb....
05/08/2024

Telah dibuka BEASISWA DOKTER UAD gelombang 2 !!!

Jadwal pendaftaran: 21 Juni - 7 Agustus 2024

Informasi selengkapnya: pmb.uad.ac.id/beasiswa-kedokteran/

Semarang dan Cirebon sama-sama merupakan kota pelabuhan yang berkembang setelah pelayaran Cheng Ho ke Barat.    Kronik S...
04/08/2024

Semarang dan Cirebon sama-sama merupakan kota pelabuhan yang berkembang setelah pelayaran Cheng Ho ke Barat.

Kronik Semarang terutama mencatat sejarah masyarakat Tionghoa di Semarang pada tahun 1403 hingga 1546 M, dan Kronik Cirebon terutama mencatat sejarah masyarakat Tionghoa di Cirebon pada tahun 1415 hingga 1585 M. Tahun 1413 M merupakan pelayaran keempat Cheng Ho ke Barat. Dalam "Kronik Melayu Semarang dan Cirebon" dicatat: Pada tahun itu, "armada Dinasti Ming berlabuh di Semarang selama sebulan untuk memperbaiki armadanya. Zheng He dan atase lainnya seperti Ma Huan , Fei Xin, dll." sering pergi ke tempat berkumpulnya Tionghoa di Semarang.

Konon Kelenteng Sanbao di Semarang dibangun oleh “kasim Sanbao dan pengiringnya”. Catatan tersebut juga mencatat bahwa “ketika Zheng He meninggal dunia pada tahun 1431 (seharusnya tahun 1433—catatan citer), komunitas Tionghoa di Semarang mengadakan upacara pemakaman untuknya.” Padahal, "Kronik Melayu Semarang dan Cirebon" kaya akan isi dan menjadi sumber informasi berharga tentang kehidupan sosial dan perkembangan Pulau Jawa. Tercatat pada periode 1411 hingga 1416 M, “Antjol, Tjirebon, Lasem, Tuban, dan Jinshi di dekat Jakarta saat ini di p**au Jawa .” Jelas sekali, inilah arah sebenarnya dari imigrasi dan perkembangan kota pelabuhan.

Kronik Melayu Semarang dan Cirebon bagian Cirebon mencatat, komunitas Tionghoa pertama di Cirebon (Tjeribon) didirikan di Gunung Djati pada tahun 1415 Masehi. “Kung Wu Ping, keturunan Konfusius, mendirikan mercusuar di Gunung Jati.” Ia juga mendirikan desa-desa Tionghoa di dekat Senmeng, Salingdi dan Dalang. Saringdi diperintahkan menyediakan kayu jati untuk hiasan perahu kayu; Dalang bertugas mengelola dan memperbaiki dermaga dan pelabuhan; dan Desa Sambong bertanggung jawab khusus dalam pengelolaan mercusuar. Ketiga desa Tiongkok tersebut bertanggung jawab menyediakan berbagai perbekalan militer dan makanan untuk armada Dinasti Ming.

Saat itu Cirebon berpenduduk jarang namun tanahnya sangat subur karena terletak di kaki gunung berapi Tjeremai. Hal ini dengan jelas mencatat kedatangan Cheng Ho di Cirebon dalam perjalanannya ke Barat. Orang Tionghoa setempat bekerja sama erat dan membantu menyediakan berbagai perbekalan militer. Tercatat p**a, Cirebon saat itu masih berpenduduk jarang dan masih dalam tahap awal pembangunan.

Menurut "Cambridge History of Southeast Asia",

BAOBAB adalah batang paling tebal di dunia! Batangnya yang berongga berdiameter lebih dari 20 meter dan dapat menyimpan ...
04/08/2024

BAOBAB adalah batang paling tebal di dunia! Batangnya yang berongga berdiameter lebih dari 20 meter dan dapat menyimpan hingga 120.000 liter air. Ukurannya sangat mengesankan sehingga beberapa baobab digunakan sebagai rumah, gudang, atau tempat berlindung hewan, tetapi sayangnya spesies ini terancam punah.

Diperkirakan mereka dapat hidup hingga dua ribu tahun, dihitung berdasarkan diameternya. Nama ilmiahnya adalah Adansônia Digitata, tetapi mereka juga dikenal sebagai baobab, baobab, atau calabeiras.

Pohon ini benar-benar kuat: ia menampung ratusan hewan, burung, dan serangga di batangnya yang besar. Bunganya berukuran hingga 20 cm dan mekar dalam semalam, tetapi mengandung nektar dan buah-buahan yang berfungsi sebagai makanan bagi suku dan hewan di diset, serta memiliki indikasi untuk digunakan untuk mengobati malaria.

Minyak khusus diekstraksi dari getah pohon ini; dari batangnya, penduduk asli Madagaskar membuat kano (sejenis kano panjang); dan gabusnya memiliki senyawa obat untuk melawan epilepsi. Tidak mengherankan, di Afrika, pohon baobab melambangkan kehidupan: simbol kesuburan, kelimpahan, dan penyembuhan.

By : Abbu Ibrahim Elleman

~~~~~~~

KEAJAIBAN KARTOGRAFIMENJELAJAHI PETA DUNIA KUNOKARYA MUHAMMAD AL IDRISIMuhammad al-Idrisi, adalah seorang ilmuwan Muslim...
03/08/2024

KEAJAIBAN KARTOGRAFI
MENJELAJAHI PETA DUNIA KUNO
KARYA MUHAMMAD AL IDRISI

Muhammad al-Idrisi, adalah seorang ilmuwan Muslim terkenal dari abad ke-12 (1100-1165 atau 1166), seorang ahli dalam bidang geografi, kartografi, dan farmakologi. Dilahirkan di Ceuta dan kemudian tinggal di Sisilia di bawah perlindungan Raja Roger II, ia dikenal karena karyanya yang paling terkenal, Tabula Rogeriana. Peta ini merupakan salah satu pencapaian terbesarnya, menggabungkan pengetahuan dari Afrika, Samudra Hindia, dan Timur Jauh, serta informasi dari penjelajah Normandia. Selain sebagai penemu peta dunia yang sangat akurat untuk masanya, al-Idrisi juga mencatat karya ilmiah yang meliputi farmakologi.

Al-Idrisi adalah keturunan dari Hasan bin Ali, cucu dari Nabi Muhammad, dan ini memengaruhi latar belakang dan warisannya dalam ilmu pengetahuan dan budaya Islam. Referensi untuk informasi ini dapat ditemukan dalam berbagai sumber sejarah dan studi akademik tentang kehidupan dan kontribusi ilmiah al-Idrisi.

Muhammad al-Idrisi dan karya-karyanya sering dicatat dalam berbagai sumber sejarah dan studi akademik.

Sumber :
1. "The Book of Curiosities: A Medieval Islamic View of the World" oleh Conrad L. Rudolph - Merupakan studi tentang karya geografis al-Idrisi dan pengaruhnya.
2. "The Shape of the World: Mapping and Discovery of the Earth" oleh Simon Berthon dan Andrew Robinson - Membahas pengaruh peta al-Idrisi dalam sejarah pemetaan dunia.
3. "The Mapmakers: The Story of the Great Pioneers in Cartography from Antiquity to the Space Age" oleh John Noble Wilford - Memberikan konteks tentang kontribusi al-Idrisi dalam sejarah kartografi.
Dan diolah dari berbagai sumber lainnya.

RAJA RAJA DI INDONESIA DENGAN RATU & SELIR TERBANYAKBerikut adalah beberapa raja Nusantara yang memiliki istri dan selir...
03/08/2024

RAJA RAJA DI INDONESIA DENGAN RATU & SELIR TERBANYAK

Berikut adalah beberapa raja Nusantara yang memiliki istri dan selir terbanyak:

1. PRABU SILIWANGI
Prabu Siliwangi adalah raja yang memerintah Kerajaan Pajajaran antara 1482 dan 1521.
Prabu Siliwangi disebut memiliki hingga 151 istri dan selir, termasuk Nyai Rambut Kasih, seorang wanita tangguh dan pemberani yang menjadi ibu dari Prabu Surawisesa.

Prabu Siliwangi juga menikahi Nyai Subang Larang, seorang wanita Muslim yang menjadi ibu dari Sunan Gunung Jati.
Prabu Siliwangi dikenal sebagai raja yang bijaksana, adil, dan berwibawa.

2. PAKUBUWONO X
Pakubuwono X adalah raja yang memerintah Kerajaan Surakarta dari 1893 sampai 1939.
Pakubuwono X diketahui memiliki 2 permaisuri dan 39 selir.

Dari selir-selirnya, Pakubuwono X mendapatkan 63 orang anak, namun dia tidak dikaruniai keturunan dari kedua permaisurinya.
Pakubuwono X dikenal sebagai raja yang modern, progresif, dan berjiwa sosial.

3. PRABU BRAWIJAYA V
Prabu Brawijaya V adalah raja terakhir Majapahit yang memerintah dari 1468 sampai 1478.
Prabu Brawijaya V memiliki banyak istri dan selir, namun salah satu yang terkenal adalah Siu Ban Ci, seorang putri pedagang Tionghoa yang menjadi ibu dari Raden Patah, pendiri Kesultanan Demak.
Prabu Brawijaya V juga menikahi Putri Champa, seorang putri dari Kerajaan Champa di Vietnam.
Prabu Brawijaya V dikenal sebagai raja yang gagah berani, namun tidak mampu mengatasi perpecahan internal dan ancaman eksternal di akhir masa Majapahit.

4. SULTAN AGUNG
Sultan Agung adalah raja yang memerintah Kesultanan Mataram dari 1613 sampai 1645.
Sultan Agung memiliki 4 permaisuri dan 40 selir. Dari permaisuri-permaisurinya, Sultan Agung mendapatkan 11 orang anak, termasuk Amangkurat I yang menjadi penerusnya.

Dari selir-selirnya, Sultan Agung mendapatkan 18 orang anak, termasuk Pangeran Purbaya yang menjadi pemberontak.
Sultan Agung dikenal sebagai raja yang visioner, religius, dan berjasa dalam menyebarkan Islam di Jawa.

5. SRI BADUGA MAHARAJA
Sri Baduga Maharaja adalah raja yang memerintah Kerajaan Sunda Galuh dari 1482 sampai 1521. Sri Baduga Maharaja memiliki 3 permaisuri dan 12 selir.

Dari permaisuri-permaisurinya, Sri Baduga Maharaja mendapatkan 6 orang anak, termasuk Ratu Dewata yang menjadi permaisuri Prabu Siliwangi.
Dari selir-selirnya, Sri Baduga Maharaja mendapatkan 9 orang anak, termasuk Ratu Mas Giri Kencana yang menjadi permaisuri Sunan Gunung Jati.

sumber : Intisari-online.com

Batu Batikam merupakan salah satu benda c***r budaya bersejarah, yang berada di tepi jalan Jorong Dusun Tuo, Nagari Lima...
03/08/2024

Batu Batikam merupakan salah satu benda c***r budaya bersejarah, yang berada di tepi jalan Jorong Dusun Tuo, Nagari Lima Kaum, atau sekitar 10 menit dari Kota Batusangkar Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Jika diartikan kedalam Bahasa Indonesia, Batu
Batikam berarti batu yang tertusuk.

Lubang yang berada di Batu Batikam tersebut kononnya bekas tikaman atau tusukan keris Datuak Parpatiah Nan Sabatang, yang kala itu bersengketa. Prasasti Batu Batikam menjadi salah satu bukti keberadaan Kerajaan Minangkabau di zaman Neolitikum.

Luas situs ini sekitar 1.800 meter persegi, dahulu situs ini berfungsi sebagai 'medan nan bapaneh
atau tempat bermusyawarah bagi kepala suku atau adat kala itu. Batu ini berukuran 55x20x40 cm, dengan bentuk hampir segi tiga.

Diceritakan dalam sejarah, Datuak Parpatiah Nan Sabatang dan Datuak Katumanggungan adalah
dua orang saudara yang berlainan Bapak. Datuak Parpatiah Nan Sabatang adalah seorang sosok
yang dilahirkan dari seorang bapak yang memiliki darah aristokrat (cerdik pandai), sementara
Datuak Katumanggungan adalah sosok yang dilahirkan dari seorang bapak yang otokrat
(raja-berpunya). Tetapi mereka dilahirkan dari rahim seorang lbu yang berasal dari orang biasa
bernama Puti Indo Jalito (Bundo Kanduang). Datuak Parpatiah Nan Sabatang, menginginkan
masyarakat diatur dalam semangat yang demokratis, atau dalam tatanannya, "Duduk sama
rendah, berdiri sama tinggi". Sementara Datuak Katumanggungan menginginkan rakyat diatur
dalam tatanan yang hirarkhi "berjenjang sama naik, bertangga sama turun".

Dikarnakan perbedaan tersebut, maka terjadilah pertengkaran hebat antara keduanya Untuk menghindari pertikaian dan tidak saling melukai, Datuak Parpatiah dan Datuak Katumanggungan kemudian menikam sebuah batu dengan keris sebagai pelampiasan emosinya.

Maka dari itu Batu Batikam memiliki sebuah lubang yang menembus dari arah sisi depan dan
belakang, hingga menjadikan batu tersebut sebagai lambang perdamaian antara pemimpin yg brkuasa

Fp sejarah cirebon & umum

Address

Jalan Mutiara 8/5 PPS
Gresik
61151

Telephone

+6281330199100

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when schmu.id posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to schmu.id:

Shortcuts

Share