28/10/2020
...
Bulan Rabiul Awal ini merupakan bulan yang istimewa. Bagaimana tidak?,
14 abad yang lalu, tepatnya hari Senin 12 Rabiul Awal yang bertepatan tanggal 20 April tahun 571 M baginda Nabi Muhammad Saw dilahirkan di dunia dari pasangan Sayyid Abdullah dan Sayyidah Aminah Radliya Allahu ‘anhuma.
Merayakan Maulid Nabi merupakan luapan kegembiraan atas terlahirnya berliau yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh orang yang beriman, namun juga oleh non-Muslim.
Di setiap hari Senin, Abu Lahab diringankan siksanya, karena ia bergembira atas kelahiran Nabi hingga memerdekakan budak perempuannya, Tsuwaibah al-Aslamiyyah untuk menyusui Nabi.
Bila Abu Lahab sebagai non-Muslim yang sangat memusuhi Nabi di sepanjang hidupnya saja mendapatkan keringanan siksa neraka karena kegembiraannya merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, Bagaimana dengan seorang Muslim yang bergembira merayakannya?
Bukankah Allah SWT telah berfirman:
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Artinya: “Katakanlah (wahai Muhammad), dengan anugerah Allah dan rahmatNya hendaklah mereka menyambut dengan senang gembira., Hal itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan” (QS.Yunus: 58)
Dan bukankah Nabi Muhammad SAW merupakan Rahmat bagi seluruh alam.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Artinya: “Kami tidak mengutus engkau melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam. (QS. Al-Anbiya’: 107).”
Oleh karena itu sebagai muslim yang baik, kita patut bergembira dan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.
صلوا على النبي محمد