25/11/2019
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti masalah terkait kecanduan gawai pada anak. Ketika seorang anak sudah kecanduan gawai, salah satu dampak buruk yang mungkin terjadi adalah emosinya menjadi tidak stabil.
Komisioner Bidang Kesehatan dan NAPZA KPAI, Sitti Hikmawatty mengungkapkan, pihaknya sudah pernah menerima kasus dengan masalah kecanduan gawai. โAnak itu saking kecanduannya, ketika gawainya tidak ada dia langsung tantrum, mengamuk,โ katanya.
Sitti menemukan jawaban mengejutkan dari pasien tersebut ketika diberi pertanyaan: โBagaimana perasaanmu jika gawai diambil?โ Pasien itu menjawab bahwa dia menjadi benci terhadap ibunya sendiri bahkan ada perasaan ingin membunuhnya. โKarena itu kami berikan pemahaman, balita tidak boleh (menggunakan) gawai. Karena pola tumbuh kembangnya, belum siap kena radiasi dan pola tumbuh kembangnya berbeda,โ tegas Sitti.
Selain itu, ia juga mengungkapkan salah satu dampak buruk dari penggunaan gawai adalah tidak optimalnya perkembangan gerakan bola mata anak karena terlalu terpaku pada layar. Sementara untuk remaja, Sitti menyarankan agar penggunaan gawai sebaiknya dibatasi satu jam saja.
Ketika gawai digunakan berlebihan, kemampuan anak untuk bertumbuh kembang menjadi berkurang. Dalam jangka panjang, kualitas seorang anak menjadi tidak optimal.
Wah mengerikan ya Bund? Sudah saatnya membatasi penggunaan gawai pada si kecil.
Sumber : anakcerdasinteraktif