23/09/2024
Emang bisa anak SD jadi MC ?
Emang bisa anak TK jadi bagian registrasi acara ?
Emang bisa anak Playgroup menjadi pengisi acara ?
- - - - -
Tepat pukul 08.00 pagi, Fahd dan Charlene, siswa SD kelas 3 dan 4 berjalan memasuki panggung hotel yang lebar dari arah kiri. Mereka berhenti ditengah panggung dan menghadap kearah peserta. 250an pasang mata orang dewasa terpaku pada setelah penampilan mereka yang rapi.
Sambil tersenyum lebar, Fahd dan Charlene kemudian menyapa tamu undangan dengan nada bersemangat, pertanda mereka memulai tugas mereka sebagai MC diacara seminar orang tua pembelajar.
Dalam acara ini, siswalah yang menjadi panitianya. Dari yang bertugas di bagian registrasi peserta, penerima tamu, petugas yang membagikan konsumsi, fotografer, videografer, pengisi acara hiburan (lagu dan tarian), presenter, hingga MC.
- - - - -
Kembali pada pertanyaan diatas ,
Emang bisa anak SD jadi MC ? ; Bisa d**g !
Emang bisa anak TK jadi bagian registrasi acara ? ; Sangat bisa !
Anak Playgroup menjadi pengisi acara ? ; Sudah pasti bisa !
Kalaupun ada yang menganggap itu hal yang tidak bisa, maka ini alasannya...
Kesalahan umum di dunia pendidikan kita adalah ketika sekolah melihat siswa, sebagai anak-anak.
Dengan cara pandang siswa sebagai anak, maka siswa dianggap sebagai individu yang lemah, tidak tahu apa-apa, sulit memahami sesuatu, mudah dipengaruhi oleh emosi, susah diatur, tidak paham instruksi, sering melakukan kesalahan dan belum bisa diberikan tanggup jawab besar.
Buah dari Paradigma ini, kita akan melihat bagaimana di sekolah-sekolah siswa di anggap...
Anak yang tidak tahu apa-apa sehingga harus sering diberitahu,
Anak yang lemah sehingga harus selalu dibantu
Anak yang punya daya tangkap lemah sehingga hanya bisa paham kalau dijelaskan berulah kali satu per satu
Anak yang banyak melakukan kesalahan sehingga perlu diberikan banyak aturan
Anak yang belum bisa diberikan tanggung jawab sehingga tidak perlu banyak dilibatkan agar tidak merepotkan
Situasi inilah kemudian yang membuat banyak potensi siswa tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya.
Padahal, siswa itu bukanlah anak, tapi seorang leader (pemimpin).
leader bagi dirinya sendiri, leader bagi teman-temannya, leader di lingkungan sekitarnya.
Saat siswa meyakini dirinya sebagai leader, maka ia...
Percaya bahwa dirinya berharga
Tahu bahwa dirinya punya Bakat
Yakin bahwa keunikannya diperlukan
Tertantang belajar dan mencoba hal baru
Terpanggil untuk ikut berkontribusi bagi sekitar
- - - - -
Sebagai orang dewasa, sudahkan kita melihat diri kira juga sebagai seorang LEADER ?