PPTQ Al-Irsyad Kota Gorontalo

PPTQ Al-Irsyad Kota Gorontalo Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from PPTQ Al-Irsyad Kota Gorontalo, School, Masjid Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Gorontalo, Jalan Moh. Yamin, Kel. Limba B, Kec. Kota Selatan, Kota, Gorontalo.
(1)

02/03/2024
إنا لله وإنا إليه راجعونTurut Berdukacita atas meninggalnya:Bapak Ahmad Walangadi Ayahanda dari Ridwan Walangadi Alumni ...
22/02/2024

إنا لله وإنا إليه راجعون
Turut Berdukacita atas meninggalnya:

Bapak Ahmad Walangadi

Ayahanda dari Ridwan Walangadi
Alumni Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Irsyad Kota Gorontalo
Mahasiswa STIBA Ar Raayah Sukabumi

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه.

SEGENAP PENGURUS
PPTQ AL-IRSYAD

Pahala tetap mengalir walaupun pelajar Al-Qur'an sudah wafat...
09/01/2024

Pahala tetap mengalir walaupun pelajar Al-Qur'an sudah wafat...

MURAJA'AH JANGKA PENDEKJika di postingan sebelumnya kita sudah membahas Muraja'ah secara umum untuk mempertahankan hafal...
02/12/2023

MURAJA'AH JANGKA PENDEK

Jika di postingan sebelumnya kita sudah membahas Muraja'ah secara umum untuk mempertahankan hafalan, bisa dikatakan itu adalah "Muraja'ah Jangka Panjang". Karena biasanya itu menyangkut hafalan yang genap satu juz, atau lengkap satu surat panjang, atau yang disebut dengan "hafalan lama".

Sedangkan untuk juz yang tengah dihafal, tentu saja kita tidak ingin itu hilang begitu saja, atau kurang kuat sebelum menjadi genap satu juz misalnya. Inilah yang disebut dengan Muraja'ah Jangka Pendek, atau sering diistilahkan dengan Rabth (Mengikat Hafalan). Analogi sederhananya seperti seseorang menangkap ikan dan menaruhnya di satu tempa kecil. Ia akan menjaga ikan tempat kecil tersebut agar tidak ada satu ikan pun yang jatuh, sambil ia menambah tangkapannya di tempat tersebut. Ini ia terus lakukan sampai tempat kecil tersebut penuh.

Dalam menghafal Al-Qur'an, Rabth (Muraja'ah Jangka Pendek) dilakukan dengan banyak cara. Diantaranya dengan menentukan jumlah halaman tertentu, misalnya 20 halaman sebagai satu kesatuan. Maka di setiap harinya ia akan memuraja'ah hafalannya ditambah hafalan baru sebanyak 20 halaman. Dengan itu, setiap halaman baru yang ia hafalkan di belakang, akan ada satu halaman di depan yang gugur karena sudah lebih dari 20 halaman. Halaman-halaman yang gugur ini lama kelamaan menjadi genap satu juz dan akan masuk di Muraja'ah Jangka Panjang.

Cara lain dari rabth adalah dengan sistem perjuz Al-Qur'an. Setiap hari ia akan membaca satu juz yang sama yang tengah ia hafalkan. Setiap halaman yang sudah ia hafal, ia tidak lagi melihat mushaf Al-Qur'an, karena inilah muraja'ah jangka pendek baginya. Sedangkan halaman-halaman selanjutnya yang belum ia hafal di juz yang sama, ia baca dari mushaf sebagai pembiasaan hafalan baru dan persiapan.

Dan mungkin masih banyak cara lain untuk Muraja'ah Jangka Pendek / Rabth yang belum disebutkan disini.
Wallahu a'lam.
_______________________________

FOTO: DOKUMENTASI UJIAN PERJUZ SEKALI DUDUK

Kesempatan Berdonasi, menjadi orang tua asuh Para Penghafal Al-Qur'an melaui donasi bulanan minimal Rp 50.000:
melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) di No. 1821212132
Atas nama Tamirul Masjid Al-Irsyad
Konfirmasi transfer di No. Hp.: 0853 9805 0950

PEMANASAN SEBELUM MENGHAFALSebagaimana halnya olahraga dimana tubuh kita perlu pemanasan agar otot lebih lentur dan lebi...
04/11/2023

PEMANASAN SEBELUM MENGHAFAL

Sebagaimana halnya olahraga dimana tubuh kita perlu pemanasan agar otot lebih lentur dan lebih terhindar dari cedera, demikian juga ketika menghafal Al-Qur'an. Dalam konteks menghafal, ini berguna agar ingatan lebih segar sehingga lebih mudah menangkap ayat-ayat baru yang dihafal, insyaallah.

Diantara bentuk pemanasan sebelum menghafal adalah dengan mengulang terlebih dahulu hafalan hari sebelumnya. Ulangilah hafalan hari kemarin tersebut dengan penuh konsentrasi. Sangat disarankan diulang minimal lima kali tanpa membuka mushaf sedikitpun (kecuali jika lupa beberapa potongan ayat). Akan lebih baik lagi jika lebih dari lima kali, seolah itu tikrar lanjutan. Setelah selesai, barulah mulai menghafal Al-Qur'an dengan hafalan baru.

Lakukan hal yang sama di hari berikutnya setiap sebelum menghafal dengan hafalan baru. Selain sebagai pemanasan, ini juga bermanfaat dalam menguatkan hafalan di hari sebelumnya.
Wallahu a'lam.

_________________________
FOTO: DOKUMENTASI UJIAN TASMI' PERJUZ
SEKALI DUDUK

إنا لله وإنا إليه راجعونTelah meninggal duniaIbu MasdianaIbunda dariFarhan "Affan" MburaneSantri Program Tahfizh, Bahasa...
22/10/2023

إنا لله وإنا إليه راجعون

Telah meninggal dunia
Ibu Masdiana
Ibunda dari
Farhan "Affan" Mburane
Santri Program Tahfizh, Bahasa Arab & Pengambilan Sanad
asal Donggala

اللهم اغفر لها وارحمها وعافها واعف عنها
Semoga Allah mengampuni dosa-dosa beliau, merahmati, menyelamatkan, serta memaafkan beliau.

Keluarga Besar
Pondok Pesantren Tahfizhul Qur'an Al-Irsyad
Kota Gorontalo

MENANCAPKAN HAFALAN DALAM INGATAN DENGAN TIKRARIbarat sebuah paku yang ditancapkan, jika hanya diketuk satu kali mungkin...
16/10/2023

MENANCAPKAN HAFALAN DALAM INGATAN DENGAN TIKRAR

Ibarat sebuah paku yang ditancapkan, jika hanya diketuk satu kali mungkin tidak akan kokoh tertancap, dan mudah digoyangkan atau dilepas. Namun jika paku itu diketuk berkali-kali, bahkan sampai tidak timbul lagi ujungnya pastilah ia sukar dilepas.

Demikianlah gambaran sederhana tentang hafalan kita. Para ahli berkata, bahwa otak kita memiliki dua jenis "penampungan". Ada yang bersifat sementara, ada yang bersifat permanen (bertahan lama). Setiap informasi yang sampai kepada otak akan disimpan di memori sementara. Saat itu ia bisa mudah terhapus dan hilang. Sedangkan informasi yang terulang dan dianggap penting maka akan tersimpan dan "berpindah" ke ingatan yang sifatnya bertahan lama. Disinilah informasi tersebut terjaga dan tersimpan untuk waktu yang lama. Proses memindahkan informasi ke memori jangka panjang ini dalam konteks menghafal Al-Qur'an adalah dengan tikrar (mengulang-ulang).

Setelah seorang penghafal memperdengarkan hafalannya kepada yang berkompeten, sudah dikoreksi tajwid dan hafalannya, hendaknya ia tidak merasa itu cukup. Karena sejatinya, hafalannya tersebut baru berada di ingatan sementara. Langkah selanjutnya yang harus ia lakukan adalah mengulang-ulang hafalannya dengan jumlah yang banyak secara mandiri, baik itu sekali duduk maupun ia bagi sesuai waktu yang ia inginkan.

Yang menjadi tradisi orang-orang Syinqith (Mauritania) yang notabenenya memiliki hafalan yang super kuat adalah ketika mereka menghafal, mereka akan mengulang-ulang hafalan mereka sebanyak 500 sampai 1.000 kali. Di belahan bumi lain mungkin ada yang lebih dari itu ataupun kurang. Ada yang menetapkan bilangan tikrar sebanyak 200 kali. Banyak juga yang menerapkan tikrar 20 sampai 40 kali. Atau 10 kali tapi diperdengarkan kepada rekan menghafalnya. Yang jelas, semakin banyak bilangan dan kualitasnya, semakin kuat p**a hafalannya.

Bahkan sangat disarankan untuk mentikrar (mengulang-ulang) hafalan hari kemarin sebanyak minimal 5 kali sebelum memulai hafalan baru pada hari itu.

Ini semua sebenarnya kembali pada pembahasan kita yang lalu tentang Sabda Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam:
تَعَاهَدُوا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا
Jagalah oleh kalian al-Qur’an, Demi Allah yang nyawaku ada ditanganNya, hafalan al-Qur’an itu lebih mudah lepas dari seekor onta dari ikatannya.
HR.Al-Bukhari (no. 4645), Muslim (hadis no. 1317), dan Ahmad (no. 18725 dan 18854)
Wallahu a'lam.
______________
FOTO:
DOKUMENTASI UJIAN TASMI' PERJUZ
SEJAK DUDUK

MENGHAFAL ALA PARA ULAMA TERDAHULUBetapa menariknya petikan ceramah yang pernah disampaikan oleh Syaikh Sholih Al-'Ushai...
30/09/2023

MENGHAFAL ALA PARA ULAMA TERDAHULU

Betapa menariknya petikan ceramah yang pernah disampaikan oleh Syaikh Sholih Al-'Ushaimiy -Hafizhahullah- tentang bagaimana Para Ulama terdahulu sampai di tingkat hafalan yang begitu kokoh (mutqin), salah satunya disampaikan oleh beliau bahwa mereka berfikir apa yang akan dihafal ini adalah sesuatu yang akan hilang jika tidak dihafal. Terlebih lagi dengan keadaan dahulu dimana alat tulis dan media penyalinan beluk sebanyak sekarang.

Hal ini yang membuat mereka mati-matian menghafal ilmu apapun yang sampai kepada mereka, terlebih lagi Al-Qur'anul Karim. Mereka begitu khawatir ia akan hilang tanpa bekas, sedangkan untuk mendapatkannya kembali mungkin agak berat.

Dalam buku-buku biografi para ulama disebutkan bahwa diantara cara mereka bersungguh-sungguh menjaga hafalannya adalah dengan mengulang-ulang hafalan drngan jumlah yang banyak. Inilah yang disebut dalam Bahasa Arab dengan At-Takrar/At-Tikrar. Kita akan sedikit mengulas berkaitan dengan hal ini di postingan berikutnya, insyaallah.
_______________________________________
FOTO:
DOKUMENTASI UJIAN PERJUZ
SEKALI DUDUK

MENGHAFAL MODE SERIUSDengan menjamurnya halqah, lembaga, bahkan musabaqah (perlombaan) menghafal Al-Qur'an sampai di tin...
21/09/2023

MENGHAFAL MODE SERIUS

Dengan menjamurnya halqah, lembaga, bahkan musabaqah (perlombaan) menghafal Al-Qur'an sampai di tingkat terkecil, menjadikan menghafal Al-Qur'an seolah menjadi "trend" dan tujuan mulia yang ingin dikejar setiap muslim. Tentu saja ini sesuatu yang luar biasa baik, dan bisa jadi pertanda semakin membuminya Al-Qur'an Kalamullah Yang Mulia.

Buah dari itu semua semakin banyak p**a yang ingin menghafal Al-Qur'an dengan berbagai motivasi baik di baliknya.

Diantara penghafal, ada yang motivasinya menambah dan mempertahankan hafalannya. Ia mungkin memulai, menjalani, mengulang-ulang, dan memuraja'ah hafalannya dengan konsisten, walaupun dengan kadar yang sedikit. Ia tidak peduli dengan pandangan orang tentang kemampuannya. Prinsipnya, apa yang mampu ia baca tanpa melihat mushaf Al-Qur'an, itulah yang sejatinya ia hafal.

Diantara penghafal, ada juga yang keinginannya hanya memperbanyak ayat yang berhasil ia lewati melalui hafalannya. Pokoknya ia menambah dan menambah hafalannya sampai ayat yang ia lewati jumlahnya banyak. Bisa jadi, ia tidak bisa membedakan yang mana yang ia benar-benar hafal, ataukah hanya sekedar lewat saja. Tak jarang, diantara mereka jika diarahkan kepada metode yang bisa mempertahankan hafalannya ia merasa berat. Ia berfikir itu akan membuatnya lebih lambat dalam mengumpulkan ayat yang berhasil lewati. Singkatnya, untuk "Menghafal Mode Serius" ia belum siap.

Dan mungkin ada tipe penghafal lain yang belum disebutkan disini.

Yang jelas, sebagaimana Allah meninggikan derajat Ahli Al-Qur'an kelak di surga, dan kita juga tahu bahwa surga itu "barang dagangan" Allah yang mahal, apa iya bisa didapatkan hanya dengan "mode biasa" saja dalam menghafal?!
________________________
FOTO:
DOKUMENTASI UJIAN TASMI' PERJUZ
SEKALI DUDUK

SOLUSI TIDAK TAHU LANJUTAN AYATKETIKA MENGHAFAL AL-QUR'ANGambaran permasalahan ini adalah ketika seorang penghafal Al-Qu...
05/09/2023

SOLUSI TIDAK TAHU LANJUTAN AYAT
KETIKA MENGHAFAL AL-QUR'AN

Gambaran permasalahan ini adalah ketika seorang penghafal Al-Quran tidak bisa melanjutkan ayat selanjutnya ketika membaca dari hafalannya. Namun ketika ia diingatkan dengan awal ayat selanjutnya, ia akan langsung bisa melanjutkan ayat tersebut dengan lancar. Dan mungkin ia akan berhenti di akhir ayat dan tidak tahu lanjutan ayat berikutnya lagi.

Diantara cara untuk mengatasi ini adalah kembali kepada bagaimana ia menghafal. Ketika ia menghafal, sebagai contoh misalnya ayat 1 dari surat An-Nas, jangan hanya menghafal
قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ
akan tetapi tambah dengan satu atau dua kata dari ayat berikutnya yaitu مَلِكِ.

Maka yang ia hafalkan adalah sebagai berikut:
قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ(١)مَلِكِ...
Ia hafalkan ini sebagai satu kesatuan. Di ayat berikutnya ia menghafal dengan cara yang sama, yaitu dengan menambah satu atau dua kata dari ayat yang belum ia hafalkan.

Dengan cara ini, diharapkan antara satu ayat dengan ayat yang lain terhubung erat, sehingga ketika ia menghafal banyak ayat, entah setengah halaman, satu halaman, ataupun lebih dari itu, ia akan menghafalnya dengan lancar dan tidak lupa sambungan ayat setelahnya.
Wallahu a'lam.
________________________________________
FOTO:
DOKUMENTASI UJIAN TASMI' PERJUZ
SATU KALI DUDUK

Address

Masjid Al-Irsyad Al-Islamiyyah Kota Gorontalo, Jalan Moh. Yamin, Kel. Limba B, Kec. Kota Selatan, Kota
Gorontalo

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PPTQ Al-Irsyad Kota Gorontalo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category