21/09/2023
MENGHAFAL MODE SERIUS
Dengan menjamurnya halqah, lembaga, bahkan musabaqah (perlombaan) menghafal Al-Qur'an sampai di tingkat terkecil, menjadikan menghafal Al-Qur'an seolah menjadi "trend" dan tujuan mulia yang ingin dikejar setiap muslim. Tentu saja ini sesuatu yang luar biasa baik, dan bisa jadi pertanda semakin membuminya Al-Qur'an Kalamullah Yang Mulia.
Buah dari itu semua semakin banyak p**a yang ingin menghafal Al-Qur'an dengan berbagai motivasi baik di baliknya.
Diantara penghafal, ada yang motivasinya menambah dan mempertahankan hafalannya. Ia mungkin memulai, menjalani, mengulang-ulang, dan memuraja'ah hafalannya dengan konsisten, walaupun dengan kadar yang sedikit. Ia tidak peduli dengan pandangan orang tentang kemampuannya. Prinsipnya, apa yang mampu ia baca tanpa melihat mushaf Al-Qur'an, itulah yang sejatinya ia hafal.
Diantara penghafal, ada juga yang keinginannya hanya memperbanyak ayat yang berhasil ia lewati melalui hafalannya. Pokoknya ia menambah dan menambah hafalannya sampai ayat yang ia lewati jumlahnya banyak. Bisa jadi, ia tidak bisa membedakan yang mana yang ia benar-benar hafal, ataukah hanya sekedar lewat saja. Tak jarang, diantara mereka jika diarahkan kepada metode yang bisa mempertahankan hafalannya ia merasa berat. Ia berfikir itu akan membuatnya lebih lambat dalam mengumpulkan ayat yang berhasil lewati. Singkatnya, untuk "Menghafal Mode Serius" ia belum siap.
Dan mungkin ada tipe penghafal lain yang belum disebutkan disini.
Yang jelas, sebagaimana Allah meninggikan derajat Ahli Al-Qur'an kelak di surga, dan kita juga tahu bahwa surga itu "barang dagangan" Allah yang mahal, apa iya bisa didapatkan hanya dengan "mode biasa" saja dalam menghafal?!
________________________
FOTO:
DOKUMENTASI UJIAN TASMI' PERJUZ
SEKALI DUDUK