22/08/2025
Dulu saya pernah merasa bingung banget. Saya punya produk bagus, tapi kenapa ya kok rasanya susah banget terjual?
Saya udah coba jualan ke semua orang, mulai dari teman, keluarga, sampai kenalan di media sosial.
Setiap hari, saya cuma bisa berharap ada yang tertarik, tapi hasilnya selalu nihil. Saya capek, dan jujur, sempat mau nyerah.
Ini adalah kisah yang jarang saya ceritakan, sebuah kegagalan yang jadi pelajaran terbesar dalam bisnis.
Sampai suatu hari, saya sadar. Ada yang salah dengan cara saya berjualan. Saya berpikir, "Apa mungkin produk saya enggak cocok untuk semua orang?"
Saya mulai mencoba cara baru. Saya berhenti "menembak" secara acak, dan mulai mencari tahu, "Siapa sih sebenarnya yang butuh produk saya?"
Saya mulai riset, melihat siapa yang sering bertanya, siapa yang paling antusias dengan produk saya, dan apa masalah yang mereka hadapi. Dari situ, saya menemukan "harta karun" itu: target market saya yang sebenarnya.
Setelah itu, semua berubah.
Ketika saya mulai fokus ke mereka, orang-orang ini, semuanya jadi lebih mudah. Saya tahu apa yang mereka s**a, apa yang mereka butuhkan. Promosi yang saya buat jadi lebih personal dan langsung kena ke hati mereka.
Saya enggak lagi buang-buang waktu dan energi untuk orang yang enggak tertarik. Penjualan mulai naik, dan yang paling penting, saya merasa bisnis saya punya arah yang jelas.
Jadi, kalau Anda sekarang merasa seperti saya dulu, jangan nyerah. Masih ada jalan. Saatnya berhenti menjual kepada semua orang, dan mulai fokus.
Coba tanya diri Anda: "Siapa 3-5 orang yang paling mungkin beli produk saya?" Pikirkan masalah apa yang mereka hadapi dan bagaimana produk Anda bisa menyelesaikannya.
Ingat, fokus pada satu orang yang tepat akan lebih baik daripada menargetkan seribu orang yang salah. Yuk, mulai hari ini, tentukan target market Anda. Kalau Anda butuh bantuan, DM saya aja.