15/03/2020
https://youtu.be/cgT4jE4mOEs?t=9
Merasa belum cukup jika hanya sekedar Recycle dengan menabung sampah. Saya berusaha mengajak ibu-ibu untuk Reuse dan Reduse (menggunakan kembali dan mengurangi penggunaan sampah plastik). Karena saya sadar, meski saya berhasil agar menabung sampah namun tetap saja, sampah pelastik dan sejenisnya hanya dapat diurai oleh bumi setelah memakan waktu selama 100 tahun lamanya. Dan jika saya tidak turut berupaya mengurangi menggunaannya yang kini sangat berlebihan dan di luar batas wajar, maka sama saja seperti mencekik bumi secara perlahan.
Untuk itu sekali lagi saya melakukan gerakan turun aksi. Mengajak seluruh ibu-ibu mulai dari lingkup daerah saya untuk berbelanja menggunakan tas belanja dan wadah tepak dari rumah. Larangan keras bagi kami untuk membawa plastic dari pasar. Meski terdengar remeh dan sederhana. Namun aksi saya dan ibu-ibu di desa kami cukup menginspirasi ibu-ibu lain dipasar. Aksi kami ini pun mendapat respon baik dari para pedagang pasar, yang juga merasa sangat diuntungkan oleh gerakan ini. Sehingga mereka tidak perlu menambah pengeluaran modal untuk membeli kantong pelastik lagi. Masyarakat senang, bumi pun aman.
Bagi saya pendidikan adalah hak setiap anak, dan menjaga alam adalah kewajiban setiap manusia. Maka saya coba kolaborasikan hak dan kewajiban ini dalam kalangan masyarakat menjadi suatu system simbiosis mutualisme yang edukatif dan saling menguntungkan. Ini bukan hanya tentang cerita saya, tapi saya juga ingin mencoba mengajak seluruh pembaca untuk bangun dan berani bergerak melakukan suatu hal terkecil untuk lingkungan dan bumi kita tersayang. Semua dapat berbuat lebih untuk sesama dan lingkungan sekitar kita.
Merasa belum cukup jika hanya sekedar Recycle dengan menabung sampah. Saya berusaha mengajak ibu-ibu untuk Reuse dan Reduse (menggunakan kembali dan menguran...