16/08/2026
MEMAKNAI HUT RI KE-81 DENGAN RASA SYUKUR DAN KETAATAN KEPADA ALLAH
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Assalāmu'alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk merenungkan sejauh mana rasa syukur kita kepada Allah atas berbagai nikmat yang telah diberikan.
Allah Ta'ala berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian. Namun, jika kalian mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'"
(QS. Ibrahim: 7)
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa rasa syukur merupakan sebab bertambahnya nikmat. Sebaliknya, mengingkari nikmat dapat menjadi sebab hilangnya berbagai karunia yang telah diberikan Allah.
Keamanan, persatuan, dan kemerdekaan adalah nikmat yang harus dijaga dengan keimanan, ketakwaan, dan amal saleh.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
"Barang siapa di antara kalian memasuki waktu pagi dalam keadaan aman, sehat jasmaninya, dan memiliki makanan untuk hari itu, seolah-olah dunia telah dikumpulkan untuknya."
(HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan oleh para ulama)
Al-Mubarakfuri rahimahullah menjelaskan bahwa keamanan merupakan nikmat yang sangat besar. Sering kali manusia baru menyadari nilainya ketika nikmat itu telah hilang.
Karena itu, seorang muslim hendaknya menjaga keamanan dan persatuan dengan tetap berpegang teguh kepada ajaran Islam.
Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata:
قَيِّدُوا نِعَمَ اللَّهِ بِالشُّكْرِ
"Ikatlah nikmat-nikmat Allah dengan rasa syukur."
Kemerdekaan bukanlah alasan untuk melupakan Allah Ta'ala.
selengkapnya: https://s.id/IbnuRajabWA