Ma'had Ibnu Rajab

Ma'had Ibnu Rajab

Share

Ma'had Ibnu Rajab adalah sebuah lembaga pendidikan yang berkedudukan di Kabupaten Garut

Ma'had Ibnu Rajab adalah sebuah ma'had yang mulai dirintis sebagai washilah dakwah, menuju garut yang beraqidah shahihah dan berakhlaqul karimah

31/05/2026

KEUTAMAAN MENJAGA SHALAT BERJAMAAH

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Di antara amalan yang paling agung setelah tauhid adalah menjaga shalat lima waktu.

Lebih utama lagi apabila shalat tersebut dilaksanakan secara berjamaah di masjid bagi kaum lelaki. Shalat berjamaah bukan sekadar sunnah yang boleh diremehkan, tetapi merupakan syiar Islam yang sangat agung.

Allah Ta'ala berfirman:

وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

"Dan rukuklah kalian bersama orang-orang yang rukuk."
(QS. Al-Baqarah: 43)

Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini mengandung perintah untuk menegakkan shalat bersama kaum muslimin dan tidak menyendiri dari jamaah mereka.

Para ulama juga menjadikan ayat ini sebagai salah satu dalil besarnya perhatian syariat terhadap shalat berjamaah.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

"Shalat berjamaah lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat."
(HR. Al-Bukhari no. 645 dan Muslim no. 650)

Penjelasan dari Fathul Bari
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa tambahan pahala dua puluh tujuh derajat menunjukkan betapa besarnya keutamaan shalat berjamaah. Perbedaan pahala yang sangat jauh ini menunjukkan bahwa syariat sangat mendorong kaum muslimin untuk menghadiri jamaah di masjid.

Beliau juga menjelaskan bahwa berkumpulnya kaum muslimin dalam ibadah mengandung banyak maslahat; seperti saling mengenal, saling menasihati, dan menampakkan syiar Islam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ فَيُحْطَبَ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلَاةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ

https://t.me/mahadibnurajabgarut

23/05/2026

KEUTAMAAN MEMPERBANYAK SHALAT SUNNAH DI HARI-HARI DZULHIJJAH

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Di antara amalan sunnah yang sangat agung pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah memperbanyak shalat sunnah.

Hari-hari ini adalah musim ibadah. Bukan hanya puasa, dzikir, dan sedekah, tetapi juga memperbanyak sujud kepada Allah dengan shalat-shalat sunnah yang mungkin selama ini sering kita lalaikan.

Allah Ta’ala berfirman :

﴿ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ﴾

“Dan bersujudlah, serta dekatkanlah dirimu (kepada Allah).”
(QS. Al-‘Alaq : 19)

Al-Imam Ath-Thabari rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa sujud adalah sebab seorang hamba semakin dekat kepada Rabb-nya.

Karena itu, memperbanyak shalat sunnah adalah salah satu jalan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah, terlebih pada hari-hari yang paling dicintai-Nya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللّٰهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ »

“Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari Dzulhijjah).”
(HR. Bukhari no. 969)

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

« أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ »

“Keadaan seorang hamba yang paling dekat dengan Rabb-nya adalah ketika ia sedang sujud.”
(HR. Muslim no. 482)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits tentang keutamaan amal pada sepuluh hari Dzulhijjah mencakup seluruh amal shalih, termasuk shalat sunnah.

Bahkan beliau menyebutkan bahwa keistimewaan Dzulhijjah adalah berkumpulnya berbagai induk ibadah, dan shalat termasuk amal yang paling besar kedudukannya setelah tauhid.

Berkata Rabi’ah bin Ka’ab Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu ketika meminta nasihat Nabi, beliau diperintahkan :

selengkapnya di ChannelWA dan Telegram

22/05/2026

KEUTAMAAN BERSEDEKAH DI HARI-HARI DZULHIJJAH

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Kaum muslimin rahimakumullah...

Di antara amalan sunnah yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah memperbanyak sedekah dan infak di jalan Allah.

Banyak orang memahami Dzulhijjah hanya identik dengan qurban, padahal sebelum hari qurban datang, Allah telah membuka pintu amal yang sangat luas, termasuk sedekah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan.

Allah Ta’ala berfirman :

﴿ مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ ﴾

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus biji. Dan Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. Al-Baqarah : 261)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan besarnya pahala sedekah yang Allah lipatgandakan sesuai keikhlasan dan keadaan orang yang bersedekah.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa amal shalih pada sepuluh hari Dzulhijjah adalah amal yang paling dicintai Allah, maka ini mencakup seluruh jenis amal, termasuk sedekah dan infak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللّٰهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ »

“Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari Dzulhijjah).”
(HR. Bukhari no. 969)

Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan bahwa keutamaan ini bersifat umum untuk seluruh amal shalih. Maka sedekah pada hari-hari ini memiliki keutamaan yang lebih besar karena bertepatan dengan waktu yang mulia.

20/05/2026

KEUTAMAAN MEMPERBANYAK TAKBIR DAN DZIKIR DI HARI-HARI DZULHIJJAH

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Di antara amalan sunnah yang sering dilupakan pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah adalah memperbanyak takbir, tahlil, tahmid, dan dzikir kepada Allah. Banyak kaum muslimin mengenal ibadah qurban, namun sedikit yang menghidupkan lisan dengan dzikir pada hari-hari yang agung ini.

Allah Ta’ala berfirman :

﴿ لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ ﴾

“Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan.”
(QS. Al-Hajj : 28)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata :
“Yang dimaksud ayyāmin ma’lūmāt adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.”

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan disyariatkannya memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, dan inilah salah satu amal yang sangat ditekankan pada awal Dzulhijjah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

« مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللّٰهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ، فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنَ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ »

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal di dalamnya lebih Allah cintai daripada sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah di dalamnya tahlil, takbir, dan tahmid.”
(HR. Ahmad, dishahihkan sebagian ulama)

Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menyebutkan atsar bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma keluar ke pasar pada sepuluh hari Dzulhijjah sambil bertakbir, lalu manusia ikut bertakbir dengan takbir mereka.

Ini menunjukkan bahwa para salaf menghidupkan sunnah dzikir secara terang-terangan, bukan hanya dalam hati, tetapi juga dengan lisan yang mengagungkan Allah.

Selengkapnya : https://t.me/mahadibnurajabgarut/

18/05/2026

KEUTAMAAN PUASA DI AWAL DZULHIJJAH

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Kaum muslimin rahimakumullah,

Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang agung. Di dalamnya terdapat hari-hari terbaik di dunia untuk memperbanyak amal shalih. Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan adalah berpuasa pada hari-hari awal Dzulhijjah, khususnya sembilan hari pertama sebelum Idul Adha.

Allah Ta’ala berfirman :

﴿ وَالْفَجْرِ ۝ وَلَيَالٍ عَشْرٍ ﴾

“Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.”
(QS. Al-Fajr : 1-2)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Mujahid, Qatadah, dan mayoritas ulama tafsir menjelaskan bahwa “sepuluh malam” dalam ayat ini adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penyebutan hari-hari ini dalam sumpah Allah menunjukkan besarnya keutamaan dan kemuliaannya. Karena Allah tidak bersumpah kecuali dengan sesuatu yang agung.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

« مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ »

“Tidak ada hari-hari yang amal shalih di dalamnya lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari Dzulhijjah).”

Para sahabat bertanya :
“Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?”

Beliau menjawab :

« وَلَا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ »

“Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali sedikit pun.”
(HR. Bukhari no. 969)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan seluruh amal shalih pada sepuluh hari Dzulhijjah memiliki keutamaan besar, termasuk puasa.

Bahkan sebagian para ulama terdahulu sangat bersungguh-sungguh berpuasa pada hari-hari tersebut karena masuk dalam keumuman amal yang paling dicintai Allah.

15/05/2026

CINTA YANG MENUMBUHKAN HARAPAN KEPADA ALLAH

Saudaraku… sebesar apa pun dosa dan kesalahan kita, jangan pernah putus asa dari rahmat Allah. Pintu taubat masih terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan.

Allah Ta’ala memberikan:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:
Ayat ini adalah kabar gembira terbesar bagi para pelaku dosa agar kembali kepada Allah dan tidak berputus asa dari ampunan-Nya.

Rasulullah bersabda:
لَلَّهُ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ بِضَالَّتِهِ إِذَا وَجَدَهَا

“Allah lebih gembira dengan taubat hamba-Nya daripada kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang.” (HR. Bukhari & Muslim)

Para ulama menjelaskan, hadits ini menunjukkan luasnya rahmat Allah dan besarnya cinta Allah kepada hamba yang bertaubat.

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Orang terbaik adalah yang tidak membuat manusia putus asa dari rahmat Allah.”

Cinta kepada Allah akan melahirkan harapan besar kepada-Nya. Seorang mukmin takut kepada Allah, tetapi juga berharap kepada rahmat-Nya.

Jangan menyerah dengan keadaanmu…

Kembalilah kepada Allah, karena rahmat-Nya lebih luas daripada dosamu.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا رَحْمَتَكَ وَمَغْفِرَتَكَ

“Ya Allah, karuniakan kepada kami rahmat dan ampunan-Mu.”

Penyusun :
Ma’had Ibnu Rajab
https://t.me/mahadibnurajabgarut
https://whatsapp.com/channel/0029Vb764Y61NCrKorpSVj42

14/05/2026

CINTA YANG MENUMBUHKAN RASA TAKUT KEPADA ALLAH

Saudaraku… rasa takut kepada Allah bukan membuat hati putus asa, tetapi membuat hati semakin berhati-hati dalam hidup.

Allah Ta’ala memberikan:

فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Maka janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kalian benar-benar beriman.” (QS. Ali ‘Imran: 175)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:
Allah memerintahkan agar hati seorang mukmin lebih takut kepada Allah daripada kepada manusia.

Rasulullah bersabda:

لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Bukhari & Muslim)

Para ulama menjelaskan, Rasulullah paling mengenal Allah sehingga beliau memiliki rasa takut yang besar kepada-Nya.

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata:
“Barangsiapa takut kepada Allah, maka semua hal akan takut kepadanya.”

Cinta kepada Allah harus disertai rasa takut kepada-Nya. Dengan itu, hati akan terjaga dari dosa dan kemaksiatan.

Mari perbanyak mengingat Allah…
Karena hati yang takut kepada Allah akan lebih mudah taat.

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا خَشْيَتَكَ فِي السِّرِّ وَالْعَلَنِ

“Ya Allah, karuniakan kepada kami rasa takut kepada-Mu dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan.”

Penyusun :
Ma’had Ibnu Rajab
https://t.me/mahadibnurajabgarut
https://whatsapp.com/channel/0029Vb764Y61NCrKorpSVj42

08/05/2026

CINTA YANG MENUMBUHKAN KEIKHLASAN

Saudaraku… amal yang besar bisa menjadi sia-sia jika tidak ikhlas. Allah tidak melihat banyaknya amal, tetapi melihat hati dan niat kita.

Allah Ta’ala memberikan:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

“Padahal mereka tidak diperintah kecuali agar beribadah kepada Allah dengan ikhlas dalam agama.” (QS. Al-Bayyinah: 5)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:
Allah memerintahkan agar seluruh ibadah dilakukan dengan ikhlas hanya untuk-Nya, tanpa mencari pujian manusia.

Rasulullah bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR. Bukhari & Muslim)

Para ulama menjelaskan, nilai sebuah amal di sisi Allah tergantung pada niat dan keikhlasannya.

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata:
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat aku perbaiki selain niatku.”

Cinta kepada Allah akan membuat seseorang beramal karena Allah, bukan karena ingin dipuji manusia.

Mari luruskan niat…
Jadikan setiap amal hanya untuk mencari ridha Allah.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَعْمَالَنَا خَالِصَةً لِوَجْهِكَ

“Ya Allah, jadikan amal-amal kami ikhlas karena-Mu.”

Penyusun :
Ma’had Ibnu Rajab
https://t.me/mahadibnurajabgarut
https://whatsapp.com/channel/0029Vb764Y61NCrKorpSVj42

05/05/2026

CINTA YANG MENDEKATKAN KEPADA AL-QUR’AN

Saudaraku… Al-Qur’an bukan sekadar untuk dibaca, tapi untuk dihayati. Ia adalah petunjuk hidup bagi siapa saja yang ingin dekat dengan Allah.

Allah Ta’ala memberikan:

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus.” (QS. Al-Isra: 9)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:
Al-Qur’an membimbing manusia kepada jalan yang paling lurus dalam seluruh aspek kehidupan.

Rasulullah bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Para ulama menjelaskan, kemuliaan seseorang di sisi Allah diukur dari kedekatannya dengan Al-Qur’an.

Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Seandainya hati kalian bersih, niscaya kalian tidak akan pernah kenyang dari Al-Qur’an.”

Cinta kepada Allah akan membuat seseorang mencintai Al-Qur’an. Ia membacanya, memahami, dan mengamalkannya.

Mari dekat dengan Al-Qur’an…
Luangkan waktu setiap hari untuk membacanya.

اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قُلُوبِنَا

“Ya Allah, jadikan Al-Qur’an penyejuk hati kami.”

Penyusun :
Ma’had Ibnu Rajab
https://t.me/mahadibnurajabgarut
https://whatsapp.com/channel/0029Vb764Y61NCrKorpSVj42

30/04/2026

CINTA YANG MENJAUHKAN DARI DOSA

Saudaraku… dosa sering terasa ringan, tapi dampaknya berat. Ia menggelapkan hati dan menjauhkan kita dari Allah.

Allah Ta’ala memberikan:

بَلْ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifin: 14)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan:
Dosa yang terus dilakukan akan menutup hati, hingga sulit menerima kebenaran.

Rasulullah bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ

“Sesungguhnya seorang hamba jika berbuat dosa, akan muncul titik hitam di hatinya.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Para ulama menjelaskan, jika ia bertaubat, hati akan kembali bersih. Namun jika terus berdosa, hati akan semakin gelap.

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Seorang mukmin melihat dosanya seperti gunung yang akan menimpanya.”

Cinta kepada Allah akan membuat seseorang menjauhi dosa. Ia takut kehilangan kedekatan dengan Allah.

Mari tinggalkan dosa…
Perbanyak taubat dan jaga diri dari maksiat.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا

“Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami dan sucikan hati kami.”

Penyusun :
Ma’had Ibnu Rajab
https://t.me/mahadibnurajabgarut
https://whatsapp.com/channel/0029Vb764Y61NCrKorpSVj42

Want your school to be the top-listed School/college in Garut?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Address


Kp. Cikarees, Ds. Sukasono, Kec. Sukawening
Garut
44184