Ma'had Ibnu Rajab

Ma'had Ibnu Rajab Ma'had Ibnu Rajab adalah sebuah lembaga pendidikan yang berkedudukan di Kabupaten Garut

Ma'had Ibnu Rajab adalah sebuah ma'had yang mulai dirintis sebagai washilah dakwah, menuju garut yang beraqidah shahihah dan berakhlaqul karimah

MEMAKNAI HUT RI KE-81 DENGAN RASA SYUKUR DAN KETAATAN KEPADA ALLAHبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِAssalāmu'alaikum...
16/08/2026

MEMAKNAI HUT RI KE-81 DENGAN RASA SYUKUR DAN KETAATAN KEPADA ALLAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Assalāmu'alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Momentum Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-81 hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perayaan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk merenungkan sejauh mana rasa syukur kita kepada Allah atas berbagai nikmat yang telah diberikan.

Allah Ta'ala berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kalian bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepada kalian. Namun, jika kalian mengingkari nikmat-Ku, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'"
(QS. Ibrahim: 7)
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa rasa syukur merupakan sebab bertambahnya nikmat. Sebaliknya, mengingkari nikmat dapat menjadi sebab hilangnya berbagai karunia yang telah diberikan Allah.

Keamanan, persatuan, dan kemerdekaan adalah nikmat yang harus dijaga dengan keimanan, ketakwaan, dan amal saleh.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا
"Barang siapa di antara kalian memasuki waktu pagi dalam keadaan aman, sehat jasmaninya, dan memiliki makanan untuk hari itu, seolah-olah dunia telah dikumpulkan untuknya."
(HR. At-Tirmidzi, dinilai hasan oleh para ulama)

Al-Mubarakfuri rahimahullah menjelaskan bahwa keamanan merupakan nikmat yang sangat besar. Sering kali manusia baru menyadari nilainya ketika nikmat itu telah hilang.

Karena itu, seorang muslim hendaknya menjaga keamanan dan persatuan dengan tetap berpegang teguh kepada ajaran Islam.

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata:

قَيِّدُوا نِعَمَ اللَّهِ بِالشُّكْرِ
"Ikatlah nikmat-nikmat Allah dengan rasa syukur."

Kemerdekaan bukanlah alasan untuk melupakan Allah Ta'ala.

selengkapnya: https://s.id/IbnuRajabWA

KAIDAH TARBIYAH: MEMANFAATKAN KISAH-KISAH AL-QUR'AN SEBAGAI SARANA PENDIDIKANبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِAssal...
14/08/2026

KAIDAH TARBIYAH: MEMANFAATKAN KISAH-KISAH AL-QUR'AN SEBAGAI SARANA PENDIDIKAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Assalāmu'alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Di antara kaidah tarbiyah yang sangat penting dalam Al-Qur'an adalah menjadikan kisah-kisah dalam Al-Qur'an sebagai sarana pendidikan.

Manusia pada umumnya lebih mudah memahami sebuah pelajaran melalui kisah dan keteladanan. Oleh karena itu, Allah ﷻ banyak menyampaikan pelajaran melalui kisah para nabi, orang-orang saleh, dan umat-umat terdahulu.

Allah Ta'ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
"Sungguh, pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal."
(QS. Yusuf: 111)
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur'an bukan sekadar cerita untuk dibaca, melainkan pelajaran yang harus direnungkan dan diamalkan.

Kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam mengajarkan kesabaran.

Kisah Nabi Nuh 'alaihissalam mengajarkan keteguhan dalam berdakwah.

Kisah Nabi Ibrahim 'alaihissalam mengajarkan tauhid dan pengorbanan.

Semua kisah tersebut mengandung nilai-nilai tarbiyah yang sangat besar.

Rasulullah ﷺ bersabda:
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
"Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat."
(HR. Al-Bukhari)
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan pentingnya menyampaikan ilmu kepada orang lain sesuai dengan kemampuan.

Salah satu cara yang paling efektif untuk menyampaikan ilmu adalah dengan menggunakan kisah yang benar dan bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ مَأْدُبَةُ اللَّهِ فَتَعَلَّمُوا مِنْ مَأْدُبَتِهِ مَا اسْتَطَعْتُمْ
"Sesungguhnya Al-Qur'an adalah jamuan dari Allah. Maka, pelajarilah apa yang kalian mampu dari jamuan-Nya."

Orang tua dan guru hendaknya membiasakan anak-anak mendengar kisah-kisah dalam Al-Qur'an.

selengkapnya: https://s.id/IbnuRajabWA

KAIDAH TARBIYAH: MEMBIASAKAN ANAK DAN KELUARGA DENGAN IBADAHبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِDi antara kaidah tarbi...
12/08/2026

KAIDAH TARBIYAH: MEMBIASAKAN ANAK DAN KELUARGA DENGAN IBADAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Di antara kaidah tarbiyah yang sangat penting dalam Al-Qur'an adalah membiasakan keluarga dengan ibadah sejak dini.

Ibadah tidak akan menjadi kebiasaan jika tidak dilatih dan dibiasakan. Karena itu, seorang muslim hendaknya menjadikan rumahnya sebagai tempat yang dipenuhi dengan shalat, zikir, tilawah Al-Qur'an, dan berbagai bentuk ketaatan lainnya.

Allah Ta'ala berfirman:
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
"Perintahkanlah keluargamu untuk melaksanakan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik itu adalah bagi orang yang bertakwa."
(QS. Thaha: 132)
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk mengajarkan shalat kepada keluarga dan bersabar dalam membimbing mereka.

Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan dalam keluarga membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Membiasakan anak untuk beribadah tidak cukup dilakukan sekali atau dua kali, tetapi harus dilakukan secara terus-menerus.
Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan dalam keluarga membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Membiasakan anak untuk beribadah tidak cukup dilakukan sekali atau dua kali, tetapi harus dilakukan secara terus-menerus.

Rasulullah ﷺ bersabda:
مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ
"Perintahkanlah anak-anak kalian untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun."
(HR. Abu Dawud, dinilai hasan oleh para ulama)

Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan pentingnya membiasakan anak dengan ibadah sebelum mereka mencapai usia balig.

Pendidikan yang diberikan sejak kecil akan lebih mudah tertanam dalam jiwa seseorang.

selengkapnya : https://s.id/IbnuRajabWA

KAIDAH TARBIYAH: MULAILAH PENDIDIKAN DENGAN TAUHIDبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِDi antara kaidah tarbiyah yang p...
10/08/2026

KAIDAH TARBIYAH: MULAILAH PENDIDIKAN DENGAN TAUHID
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Di antara kaidah tarbiyah yang paling penting dalam Al-Qur'an adalah:
Pendidikan harus dimulai dari tauhid.

Sebelum mengajarkan anak tentang banyaknya ilmu, sebelum mengajarkan berbagai keterampilan, bahkan sebelum berbicara tentang akhlak dan kehidupan, tanamkan terlebih dahulu kepada mereka siapa Rabb mereka, kepada siapa mereka beribadah, dan untuk apa mereka diciptakan.

ALLAH MENGAJARKAN TAUHID SEBAGAI PRIORITAS

Allah Ta'ala berfirman:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya: 'Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.'"
(QS. Luqman: 13)
Perhatikan bagaimana Luqman memulai nasihat kepada anaknya.

Bukan dengan harta.

Bukan dengan kedudukan.

Bukan dengan kesuksesan dunia.

Tetapi dengan tauhid.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa Luqman memberikan wasiat kepada anaknya agar beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Hal ini menunjukkan besarnya perhatian para hamba yang saleh terhadap pendidikan akidah anak-anak mereka.

Tauhid adalah pondasi.

Jika pondasinya kokoh, insya Allah bangunan kehidupan akan lebih kuat.

RASULULLAH ﷺ JUGA MEMULAI DARI TAUHID

Ketika Nabi ﷺ mengutus Mu'adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu ke Yaman, beliau bersabda:
فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ
"Hendaknya perkara pertama yang engkau dakwahkan kepada mereka adalah persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Selengkapnya: https://s.id/IbnuRajabWA

KAIDAH TARBIYAH: SEIMBANG ANTARA MEMBERI HARAPAN DAN PERINGATANبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِAssalāmu'alaikum wa...
09/08/2026

KAIDAH TARBIYAH: SEIMBANG ANTARA MEMBERI HARAPAN DAN PERINGATAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Assalāmu'alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Segala puji bagi Allah ﷻ yang mendidik hamba-hamba-Nya dengan rahmat sekaligus peringatan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.

Dalam mendidik manusia, kita tidak boleh hanya menakut-nakuti sehingga membuat orang berputus asa. Kita juga tidak boleh hanya memberikan harapan sehingga seseorang merasa aman dari dosa.

Tarbiyah yang benar menggabungkan antara targhib (memberikan motivasi dan harapan) dan tarhib (memberikan peringatan).

ALLAH MENGGABUNGKAN HARAPAN DAN PERINGATAN

Allah Ta'ala berfirman:
نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ۝ وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ
"Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku bahwa Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahwa azab-Ku adalah azab yang sangat pedih."
(QS. Al-Hijr: 49–50)

Perhatikan bagaimana Allah menyebutkan ampunan dan rahmat-Nya, kemudian menyebutkan azab-Nya.

Seorang mukmin hidup di antara harap kepada rahmat Allah dan takut terhadap azab-Nya.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini mengandung dorongan untuk berharap kepada Allah karena luasnya ampunan dan rahmat-Nya, namun juga mengingatkan agar seorang hamba tidak tertipu dan terus-menerus berbuat dosa.

Inilah keseimbangan yang harus ada dalam pendidikan.

Rasulullah ﷺ bersabda:
يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا
"Mudahkanlah dan jangan mempersulit. Berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini mengajarkan agar seorang pendidik memilih cara yang paling dekat untuk membuat manusia menerima kebenaran, selama tidak keluar dari batas-batas syariat.

Selengkapnya : https://s.id/IbnuRajabWA

KAIDAH TARBIYAH: BERTAHAP DALAM MENDIDIK ADALAH SUNNAH ALLAHبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِAssalāmu'alaikum warah...
06/08/2026

KAIDAH TARBIYAH: BERTAHAP DALAM MENDIDIK ADALAH SUNNAH ALLAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Assalāmu'alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Segala puji hanya milik Allah ﷻ yang Maha Bijaksana dalam menetapkan syariat-Nya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.

Di antara kaidah tarbiyah yang sangat agung dalam Al-Qur'an adalah bahwa pendidikan dan perbaikan manusia dilakukan secara bertahap (at-tadarruj). Islam tidak membebani manusia dengan seluruh syariat sekaligus, tetapi mendidik hati sedikit demi sedikit hingga siap menerima kebenaran.

Allah Ta'ala berfirman:
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنْزِيلًا
"Dan Al-Qur'an itu Kami turunkan secara berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia dengan perlahan-lahan, dan Kami menurunkannya secara bertahap."
(QS. Al-Isra': 106)
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa Allah menurunkan Al-Qur'an secara berangsur selama kurang lebih 23 tahun agar lebih mudah dipahami, dihafalkan, diamalkan, dan menjadi penguat hati Rasulullah ﷺ serta para sahabat. Ini menunjukkan bahwa perubahan yang kokoh membutuhkan proses dan kesabaran.

Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus, walaupun sedikit."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa amalan yang sedikit namun istiqamah lebih dicintai Allah daripada amalan yang banyak tetapi terputus. Dalam tarbiyah, keberhasilan dibangun melalui pembiasaan yang berkelanjutan, bukan semangat yang sesaat.

Selengkapnya: https://s.id/IbnuRajabWA

KAIDAH TARBIYAH: MENDIDIK DENGAN KETELADANAN LEBIH EFEKTIF DARIPADA UCAPANبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِAssalāmu...
04/08/2026

KAIDAH TARBIYAH: MENDIDIK DENGAN KETELADANAN LEBIH EFEKTIF DARIPADA UCAPAN

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Assalāmu'alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Segala puji hanya milik Allah ﷻ yang telah mengutus Rasul-Nya sebagai teladan terbaik bagi umat manusia. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.

Di antara kaidah tarbiyah yang sangat agung dalam Al-Qur'an adalah bahwa keteladanan merupakan metode pendidikan yang paling berpengaruh. Seorang pendidik tidak cukup hanya pandai berbicara, tetapi harus menjadi contoh dalam amal, akhlak, dan ibadah.

Allah Ta'ala berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Akhir serta banyak mengingat Allah."
(QS. Al-Ahzab: 21)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini merupakan landasan utama untuk meneladani Rasulullah ﷺ dalam seluruh ucapan, perbuatan, akhlak, kesabaran, ibadah, dan perjuangan beliau. Seorang pendidik akan lebih mudah diterima nasihatnya apabila ia terlebih dahulu mengamalkannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:
صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat."
(HR. Al-Bukhari)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-'Asqalani rahimahullah menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa Nabi ﷺ tidak hanya memerintahkan tata cara shalat, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung agar para sahabat belajar melalui keteladanan. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan melalui contoh nyata lebih kuat pengaruhnya daripada sekadar nasihat.

Al-Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata:
"Ilmu dipelajari dari adab seseorang sebelum dipelajari dari banyaknya riwayatnya."

Selengkapnya: https://s.id/IbnuRajabWA

DOA ADALAH SENJATA SEORANG PENDIDIKبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِAssalāmu'alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.Seg...
02/08/2026

DOA ADALAH SENJATA SEORANG PENDIDIK

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Assalāmu'alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Segala puji bagi Allah ﷻ yang Maha Mendengar setiap doa hamba-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.

Di antara kaidah tarbiyah yang diajarkan Al-Qur'an adalah bahwa seorang pendidik tidak cukup hanya mengajar dan menasihati, tetapi juga harus senantiasa mendoakan orang yang dididiknya. Para nabi tidak hanya berdakwah dengan lisan, tetapi juga memohon kepada Allah agar memberikan hidayah dan kebaikan kepada umat mereka.

Allah Ta'ala berfirman:
رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap melaksanakan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku."
(QS. Ibrahim: 40)
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim 'alaihissalam, meskipun seorang nabi yang mulia, tetap memohon kepada Allah agar dirinya dan keturunannya diteguhkan dalam mendirikan shalat. Ini menunjukkan bahwa hidayah dan istiqamah hanya dapat diraih dengan pertolongan Allah, sehingga doa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tarbiyah.

Rasulullah ﷺ bersabda:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْوَالِدِ لِوَلَدِهِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
"Ada tiga doa yang pasti dikabulkan, tidak diragukan lagi: doa orang tua untuk anaknya, doa musafir, dan doa orang yang dizalimi."
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi; dinilai hasan oleh para ulama)

Al-Mubarakfuri rahimahullah dalam Tuhfatul Ahwadzi menjelaskan bahwa doa orang tua memiliki kedudukan yang agung di sisi Allah. Oleh karena itu, hendaknya orang tua memperbanyak doa kebaikan bagi anak-anaknya, bukan mendoakan keburukan ketika marah.

Selengkapnya: https://s.id/IbnuRajabWA

KAIDAH TARBIYAH: SABAR ADALAH KUNCI KEBERHASILAN DALAM TARBIYAHبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِAssalāmu'alaikum wa...
31/07/2026

KAIDAH TARBIYAH: SABAR ADALAH KUNCI KEBERHASILAN DALAM TARBIYAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Assalāmu'alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Segala puji bagi Allah ﷻ yang memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bersabar dalam menjalankan ketaatan, meninggalkan kemaksiatan, dan menghadapi berbagai ujian. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.

Di antara kaidah tarbiyah yang sangat penting dalam Al-Qur'an adalah bahwa keberhasilan dalam mendidik diri, keluarga, dan umat tidak akan tercapai tanpa kesabaran. Dakwah yang ingin membuahkan hasil harus dihiasi dengan kesabaran dan keyakinan kepada Allah.

Allah Ta'ala berfirman:
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ
"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bersabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat Kami."
(QS. As-Sajdah: 24)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa Allah menjadikan mereka sebagai pemimpin dalam agama karena dua sebab utama: kesabaran dalam menjalankan perintah Allah dan keyakinan yang kuat terhadap janji-Nya. Dengan dua sifat inilah seseorang layak menjadi teladan bagi orang lain.

Rasulullah ﷺ bersabda:
وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ
"Tidaklah seseorang diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menerangkan bahwa sabar merupakan salah satu karunia terbesar dari Allah. Dengan kesabaran, seorang mukmin mampu istiqamah dalam ibadah, tetap teguh saat menghadapi ujian, dan tidak mudah menyerah dalam mendidik orang lain.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
"Dengan kesabaran dan keyakinan, kepemimpinan dalam agama akan diraih."
Beliau mengambil faedah ini dari firman Allah pada QS. As-Sajdah ayat 24.

Selengkapnya: https://s.id/IbnuRajab

HIDAYAH HANYA DI TANGAN ALLAHبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِAssalāmu'alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.Segala puj...
27/07/2026

HIDAYAH HANYA DI TANGAN ALLAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

Assalāmu'alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Segala puji hanya milik Allah ﷻ yang telah memberikan petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau hingga hari kiamat.

Salah satu kaidah tarbiyah yang sangat penting dari Al-Qur'an adalah: seorang pendidik wajib berusaha menyampaikan kebenaran dengan sebaik-baiknya, namun hidayah berada sepenuhnya di tangan Allah Ta'ala. Hal ini mengajarkan kita untuk berdakwah dengan ikhlas, sabar, dan tidak berputus asa.

Allah Ta'ala berfirman:

«إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

"Sesungguhnya engkau (Muhammad) tidak dapat memberi hidayah kepada orang yang engkau cintai, tetapi Allah-lah yang memberi hidayah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk."
(QS. Al-Qashash: 56)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan Nabi ﷺ hanya mampu menyampaikan risalah dan menunjukkan jalan kebenaran, sedangkan yang memasukkan hidayah ke dalam hati hanyalah Allah ﷻ. Karena itu seorang dai, orang tua, dan guru tidak boleh sombong ketika berhasil, dan tidak boleh putus asa ketika dakwahnya belum diterima.

Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ

"Barang siapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barang siapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang mampu memberinya petunjuk."
(HR. Muslim)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menerangkan bahwa hadits ini menanamkan keyakinan agar seorang mukmin selalu bergantung kepada Allah dalam mencari hidayah. Sebab, hati manusia berada di bawah kekuasaan Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati.

Selengkapnya : https://s.id/IbnuRajabWA

Address

Kp. Cikarees, Ds. Sukasono, Kec. Sukawening
Garut
44184

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ma'had Ibnu Rajab posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Ma'had Ibnu Rajab:

Shortcuts

Share

Category