30/06/2020
Ilmu pengetahuan dan kajian yang benar, dari manapun dan siapapun asal penyampainya, bisa dipastikan tidak akan bertentangan dengan ajaran agama. Segala sesuatu ada tempat dan waktunya, saat kanak-kanak adalah waktunya bermain dan saat sebagai orang tua adalah waktunya untuk bertanggung jawab termasuk tanggung jawab dalam menemani anak-anak nya bermain dan terlibat dalam permainan mereka, tetap dalam kerangka mendidik tentunya.
Jangan sampai saat kanak-kanak kurang bermain karena sudah dibebani berbagai tanggung jawab dan 'jauh' dari orang tua, akibatnya setelah menjadi orang tua malah banyak bermain sendiri atau dengan teman-teman nya, dan lebih lengket dengan orang tuanya dibandingkan dengan timnya/keluarganya/anak-anaknya yang sudah menjadi tanggung jawabnya.
Semua tentu berawal dari sistem pendidikan yang benar, terutama benar berdasarkan ajaran agama, pedoman hidup manusia.
https://amp.kompas.com/lifestyle/read/2013/11/13/1256556/Studi.Membuktikan.Anak.Lebih.Bahagia.Bermain.dengan.Orangtua
KOMPAS.com – Sibuk bekerja demi memenuhi kebutuhan anak dan keluarga, merupakan alasan utama orangtua untuk menghindar saat anak meminta ditemani oleh mereka. Akhirnya, orangtua memilih ‘jalan pintas’, yakni menyediakan berbagai koleksi gadget terkemuka untuk ‘menemani’ anak!
Padahal, sebagai orangtua seharusnya Anda paham, bahwa anak itu merupakan produk tiruan, artinya mereka selalu meniru orang dan lingkungan terdekatnya. Jadi, apabila sedari kecil mereka lebih ‘mesra’ dengan gadget, orangtua tidak boleh protes saat perilaku anak meniru apapun yang mereka lihat, baca dan dengar dari permainan berteknologi canggih tersebut.
Temuan yang diakomodasi oleh IKEA di Inggris bisa dijadikan bahan renungan bagi seluruh orangtua di Indonesia. Seluruh responden yang terdiri dari anak dan remaja, semuanya kompak menjawab bahwa mereka lebih bahagia saat berinteraksi dengan orangtua, dibandingkan dengan gadget!
Hasil studi tersebut mengungkapkan bahwa 55 persen anak-anak dan remaja mengaku menghabiskan waktu dengan keluarga, lebih membahagiakan dibandingkan bermain dengan gadget paling pintar sekalipun.
Lalu, sebanyak 29 persen anak yang disurvei mengatakan, bahwa makan malam bersama keluarga membuat mereka merasa disayang dan membuat mereka bahagia. Kemudian, 20 persen lainnya, memilih lebih senang membaca buku bersama orangtua dibandingkan bermain video games.
Hal yang mengejutkan adalah 14 persen responden anak mengaku senang apabila mengerjakan pekerjaan rumah tangga bersama orangtua. Kemudian, penelitian ini juga menyingkap hasil yang didapat dari responden remaja, ternyata momen belajar naik sepeda dan perayaan ulangtahun yang diadakan di rumah adalah memori masa kecil paling bahagia.
Temuan ini diperkuat dengan 44 persen anak yang memilih ruang keluarga sebagai area favorit mereka di rumah. Selebihnya mengatakan lebih senang menghabiskan waktu berkualitas di taman bermain, seperti yang disampaikan oleh 20 persen responden.
“Penelitian ini cukup jelas membuktikan bahwa orangtua harus lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak-anaknya, dan melakukan kegiatan bersama di rumah. Selain itu, permainan teknologi canggih tidak semerta-merta membuat anak bahagia. Mungkin sesaat, tapi tidak memberikan kesan mendalam pada mereka,” ungkap juru bicara IKEA, Gemma Arranz.
Bila melihat hasil penelitian, sudah cukup jelas d**g memaparkan bahwa pola asuh konvensional, seperti menghabiskan waktu bersama anak adalah aktivitas terbaik yang membuat mereka bahagia, melebihi dari bermain gadget inovasi terdepan.
25/11/2019
23/07/2019
17/07/2019
20/10/2018
14/07/2018
12/06/2018
16/12/2017
16/12/2017