Surat ke-14: Ibrahim
Dinamakan surat Ibrahim karena pada ayat ke 35-41 dalam surat ini disebutkan do’a-do’a Nabi Ibrahim. Diantara isi doanya adalah agar dirinya dan anak keturunannya dijauhkan dari syirik, dijadikan sebagai orang yang mendirikan sholat, dan agar kota Mekah dan sekitarnya menjadi daerah yang aman dan diberkahi.
Pengajian Raudlatul Ulum Assalaam
organisasi bermuansa islam yang di dalamnya selalu di bubuhi pengetahuan
Surat ke-13: Ar Ra’d
Dinamakan surat “Ar Ra’d” (guruh) karena disebutkan dalam ayat ke-13 dalam surat ini bahwa guruh bertasbih memujiNya. Hal ini tidak lain menunjukkan sifat kesucian dan kemuliaan Allah. Berkaitan dengan hal ini juga bahwa salah satu sifat dari Al Qur’an adalah mengandung acaman dan harapan, demikian p**a bunyi guruh, ia menimbulkan kecemasan dan harapan bagi manusia.
Surat ke-12: Yusuf
Dinamakan surat Yusuf karena sebagian besar isinya menceritakan kisah kehidupan Nabi Yusuf. Berbagai cobaan beliau hadapi (maker saudara-saudaranya, berpisah dengan orang tua yang dicintainya, dirayu wanita, dipenjara, dll). Namun, berkat kesabarannya maka Allah mengganti cobaan tersebut dengan kebaikan dan kenikmatan.
Surat ke-11: Huud
Dinamakan surat Huud karena disebutkan di dalamnya kisah Nabi Huud ‘alaihissalam dan kaumnya (kaum ‘Ad). Disebutkan juga kisah Nabi-Nabi yang lain dalam surat ini.
Surat ke-10: Yunus
Dinamakan surat Yunus karena di dalamnya disebutkan kisah Nabi Yunus ‘alaihisalam dan pengikutnya yang beriman.
Surat Ke-9: At Taubah
Dinamakan surat “At Taubah”(pengampunan) karena kata tersebut disebutkan berulang kali dalam surat ini. Disebut juga dengan surat “Bara’ah” (berlepas diri) karena banyak membicarakan tentang penyataan berlepas diri/memutus hubungan damai dengan kaum musyrikin (karena mereka mengkhinati perjanjian damai). Surat ini tidak diawali dengan bacaan basmallah sebagaimana pada umumnya surat al Qur’an diawali dengannya.
Surat Ke-8: Al Anfaal
Dinamakan surat “Al Anfaal” (rampasan perang) karena disebutkan dalam surat ini beberapa hal yang berkaitan dengannya. Disebutkan dalam surat ini p**a hukum-hukum seputar peperangan secara umum.
Surat Ke-7: Al A’raaf
Dinamakan surat “Al A’raf” (tempat yang tinggi) karena di dalamnya disebutkan tentang keadaan orang yang berada di A’raf yaitu tempat yang tinggi di batas surga dan neraka. Mereka adalah orang-orang yang kebaikan dan keburukannya sama beratnya.
Surat Ke-6: Al An’aam
Dinamakan surat “Al An’aam” (binatang ternak ) karena dalam surat ini sebutkan kata “An’aam” yang berhubungan dengan adat istiadat kaum musyrikin yang mempergunakannya sebagai wasilah untuk mendekatkan diri pada tuhan mereka. Dalam surat ini juga disebutkan beberapa hukum yang berkaitan dengan binatang ternak.
Surat Ke-5: Al Ma’idah
Dinamakan surat “Al Ma’idah” (hidangan) karena di dalamnya disebutkan kisah pengikut Isa, yang mana mereka meminta kepada Nabi ‘Isa agar Allah menurunkan hidangan dari langit (ayat 112). Dinamakan p**a “Al Uqud” (perjanjian) karena kata tersebut terdapat dalam ayat pertama surat ini.
Surat Ke-4: An Nisa’
Dinamakan surat “An Nisa’” (wanita) karena dalam surat ini banyak disebutkan hal-hal yang berkaitan dengan wanita. Selain surat ini, surat yang banyak menyebutkan hal-hal yang berkaitan dengan masalah wanita adalah surat At Thalaq. Karenanya surat An Nisa sering disebut dengan “Surat An Nisa’ Kubra”, sedang surat al Thalaq disebut “surat An Nisa’ Shughra”.
Surat Ke-3: Ali Imran
Dinamakan surat “Ali Imran” (keluarga Imran ) karena di dalamnya disebutkan kisah keluarga Imran, diantaranya kelahiran Nabi ‘Isa ‘alahissallam. Surat ini dan surat al Baqarah dinamai dengan “Az Zahrowaani” (dua yang cemerlang) karena keduanya memuat beberapa hal yang disembunyikan ahli kitab seperti kelahiran Nabi Isa alahissallam dan kedatangan Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wassallam.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Sindangsari Guntur
Garut
44116