Menjadikan setiap pribadi yang terlibat dapat menggunakan bahasa Inggris secara aktif untuk pemahaman diri positif yang akhirnya menjadikannya pribadi yang siap menghadapi tantangan global Kami memilih nama ini dengan harapan bahwa siapapun yang terlibat di dalam kursus ini, khususnya anak didik kami yang masih berpotensi jauh ke depan, menjadi pribadi yang sungguh ‘haus akan pengetahuan’. Selain
itu, kami melihat adanya kebutuhan tinggi dari masyarakat akan pendidikan dasar bahasa Inggris yang kuat dari sisi kemampuan komunikasi baik lisan dan tulisan, yang bertaraf global. Kebutuhan anak akan kebahasaan Inggris yang kontekstual dengan kebutuhan masa depan mereka khususnya dari sisi kepercayaan diri anak untuk berkomunikasi secara aktif sesuai konteks adalah sangat mendasar untuk ‘survival of life’ mereka nanti. Kami berniat menyediakan layanan ini untuk menjadikan anak-anak Garut sebagai anak-anak kabupaten yang kebahasaan Inggrisnya tidak kalah dengan anak kota besar yang bersekolah national plus ataupun international. Kami ingin sekali mempersiapkan anak Garut menjadi manusia siap menghadapi era global dengan berbekal komunikasi bahasa Inggris yang handal. Adiwidya sendiri terbentuk sudah 28 tahun yang lalu tepatnya di tahun 1984 oleh Bapak Tommy Theodjumara (alm) dan Ibu Sari Utami Gunawan sebagai pendiri. Adiwidya merupakan salah satu pioneer kursus bahasa Inggris di eranya di Garut ini, dan dalam perjalanannya lewat didikan mereka ini, ribuan pembelajar bahasa Inggris berkualitas telah hadir.Tepat di bulan Juli 2005, kursus Adiwidya mengalami perubahan manajemen mendasar dan digali dengan lebih profesional oleh Tim Kerja Adiwidya. Selain itu, di tahun 2005, pengajaran kebahasaan Inggris di Adiwidya berdasar pada Active Learning, dimana anak diajak untuk secara aktif menggali sendiri dengan menggunakan kebahasaan Inggris mendekati kenyataan dan dikemas lewat permainan, keterampilan dan keberbakatan anak. Pemikiran kearah perubahan manajemen itu sendiri didasarkan pada belum adanya kursus bahasa Inggris yang ‘mengkhususkan diri pada anak’ dengan metoda pembelajaran ‘fun with learning’ yang bukan hanya menyediakan pembelajaran bahasa Inggris semata, tapi membawa anak sejak dini pada penggunaan bahasa Inggris secara nyata di lingkungan pengguna bahasa Inggris yang terbatas di kota Garut. Kebutuhan mendesak lain yang kami lihat adalah adanya kehausan untuk menggunakan bahasa Inggris aktif namun masih sering terlihat adanya kecenderungan pembelajar menguasai bahasa Inggris secara structural namun kesulitan dalam pengungkapan ide lisan. Karenanya sejak dini dan awal belajar, kami membiasakan setiap anak untuk dibimbing di segala aspek kebahasaan dan bukan pada penekanan pada ‘kesempurnaan’ berbahasa, sehingga mereka menjadi terbiasa untuk secara aktif berbicara dan mengungkapkan ide lisan dan tertulis.