AM Farm

AM Farm Dengan semangat "Sukses Bersama", mari belajar Agribisnis bersama AM Farm

MENGAPA PUPUK KANDANG SANGAT PENTING, pupuk kandang tidak semata menyuburkan tanaman tapi juga menghidupkan Mahluq Halus...
18/09/2018

MENGAPA PUPUK KANDANG SANGAT PENTING, pupuk kandang tidak semata menyuburkan tanaman tapi juga menghidupkan Mahluq Halus di dalam tanah yang terdiri dari jutaan microorganisms yang produk akhirnya berupa unsur yang menyuburkan tanaman TAPI TERLEBIH DAHULU MENGHIDUPKAN TANAH. Pupuk Synthetis atau sering disebut Pupuk Kimia hanya menyuburkan tanaman tidak mempedulikan kesehatan tanah, tanah bisa mengeras karena micro organisme mati, dalam jangka panjang ini berbahaya Tanah bisa mati & sulit untuk menopang kehidupan tanaman seperti Tragedi Mesopotamia ketika tanah dipenuhi garam yang mematikan jasat renik, tanah subur pun berubah menjadi gurun seperti sekarang

Sudah waktunya dibuat ketentuan bahwa tiap ha sawah atau ladang dibarengi 4-6 ekor sapi, bila sawah hanya 0.25 ha dibarengi 25 Domba/Kambing tanah pun kembali subur sedang petani dapat tambahan penghasilan tidak hanya panen beras jagung kedelai tapi juga Daging, sawah kita 12.5 juta ha, bisa menghidupi 50 jt ekor sapi, dagingnya cukup untuk seluruh ASEAN pupuknya cukup untuk seluruh negeri, harus ada aturan yang ditetapkan negara agar pangan kita Lestari Sepanjang Zaman karena sawah ladang terjamin kesehatannya, insya Allah

https://bit.ly/2vySYbj
06/08/2018

https://bit.ly/2vySYbj

Alih-alih menyehatkan, 6 jenis ikan ini justru mengandung zat-zat yang tidak baik buat tubuh.

HARGA ACUAN PRODUK UNGGASPemerintah mengatur harga acuan produk unggas melalui Permendag No. 27 Tahun 2017 tentang Penet...
02/08/2017

HARGA ACUAN PRODUK UNGGAS

Pemerintah mengatur harga acuan produk unggas melalui Permendag No. 27 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, sebagai revisi Permendag No. 63 Tahun 2016.

Dalam Permendag tersebut, harga acuan pembelian di tingkat petani, untuk daging ayam ras dan telur ayam ras masing-masing sebesar Rp 18.000 per kg. Adapun, harga acuan penjualan di konsumen, untuk daging ayam ras sebesar Rp 32.000 per kg dan telur ayam ras sebesar Rp 22.000 per kg.

Selain mengatur harga acuan produk unggas, juga diatur harga acuan untuk komoditi beras, jagung, kedelai, gula, minyak goreng, bawang merah, dan daging beku serta daging sapi.

"Ada harga acuan membuat peternak lebih tenang, begitu juga konsumen," tutur Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti, Jumat, 26 Mei 2017.

Sekjen Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan) Sugeng Wahyudi mengapresiasi upaya pemerintah menyiapkan instrumen untuk menjaga harga produk unggas tetap stabil.

Menurutnya, harga acuan tersebut menjadi instrumen bagi pemerintah untuk mengatur keseimbangan pasokan dan permintaan produk unggas. "Seandainya harga di bawah Rp 18.000 per kg, berarti ada kelebihan pasokan. Ini layak dipertanyakan, karena semuanya dalam kontrol pemerintah. Pemerintah sudah memiliki kemampuan untuk mengatur," tuturnya

SEKTOR PERTANIAN RI MASUK PERINGKAT 25 DI DUNIASektor pertanian Indonesia masuk 25 besar dunia. Ini tertuang dalam Indek...
02/08/2017

SEKTOR PERTANIAN RI MASUK PERINGKAT 25 DI DUNIA

Sektor pertanian Indonesia masuk 25 besar dunia. Ini tertuang dalam Indeks Keberlanjutan Pangan atau Food Sustainability Index (FSI) pada Desember 2016 yang dirilis lembaga riset dan analisis ekonomi internasional berpusat di Inggris, The Economist Intelligent Unit (EIU) dan Barilla Center for Food and Nutrition (BCFN) Foundation.

Hasil riset menunjukkan Indonesia berada di peringkat 21 dengan skor 50,77 setelah Brasil serta berada di atas Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, dan India.

Indikator penelitian ini antara lain, mempertimbangkan 2/3 penduduk dunia berada di 25 negara tersebut dan sudah mencakup 87 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Dunia.

Riset FSI disusun dari 58 indikator dan mencakup empat aspek, yakni secara keseluruhan (overall), pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), kehilangan/susut pangan dan limbah (food loss and waste) serta aspek gizi (nutritional challenges).

Adapun untuk sustainable agriculture, Indonesia bercokol di rangking 16 (skor 53,87) setelah Argentina serta berada di atas Cina, Ethiopia, Amerika Serikat, Nigeria, Arab Saudi, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, dan India.

Pada kategori ini, Indonesia mendapat skor tinggi pada ketersediaan sumberdaya air yang melimpah, rendahnya dampak lingkungan sektor pertanian pada lahan, keanekaragaman hayati lingkungan, produktivitas lahan, serta mitigasi perubahan iklim.

Sementara itu, dari aspek food loss and waste,Indonesia bertengger di peringkat 24 (skor 32,53) setelah Uni Emirat Arab dan berada di atas Arab Saudi. Pada aspek ini Indonesia termasuk dalam kategori sedang dalam upaya mengatasi masalah kehilangan makanan (food loss).

Selanjutnya aspek nutritional challenges,Indonesia masuk peringkat 18 (skor 56,79) setelah Brasil serta berada di atas Turki, Rusia, Mesir, Meksiko, Afrika Selatan, Nigeria, dan India. Pada kategori ini Indonesia dipandang mampu mengatasi masalah defisiensi micronutrient, prevalensi kelebihan gizi, kurang gizi, kelebihan gula, serta mampu membeli makanan segar.

Hasil FSI 2017 ini sangat menggembirakan karena Indonesia termasuk 25 negara besar, sebagai satu-satunya negara ASEAN yang disurvei serta hasilnya mengalahkan negara besar lainnya. Ini prestasi luar biasa di bidang pertanian pada era kepemimpinan Presiden Jokowi.

Sebelumnya Juni 2016, lembaga riset EIU juga merilis bahwa Indonesia peringkat 71 dari 133 negara dengan peningkatan terbesar di dunia dengan skor 2,7 pada Global Food Security Index (GFSI).

Terkait hal ini, peneliti senior INDEF Sugiyono mengapresiasi hasil riset EIU tersebut. Ia mengatakan faktanya memang di era Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, pembangunan pertanian banyak terobosan dan membuahkan hasil.

"Ini bisa dilihat kasat mata pada saat Ramadan dan Idul Fitri kemarin, harga pangan stabil. Dulu-dulu setiap hari raya Lebaran harga pangan bergolak," ungkap Sugiyono.

Menurut dia, prestasi selanjutnya dapat dilihat data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa sektor pertanian pada triwulan-I 2017 tumbuh pesat 15,59 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (Q to Q) dan tumbuh terbesar dari sektor lainnya.

PDB sektor pertanian triwulan-I tahun 2017 ini naik 7,12 persen dibandingkan dengan triwulan yang sama 2016 (Y to Y), melebihi kenaikan PDB industri pengolahan 4,21 persen maupun PDB total Indonesia 5,01 persen.

Sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 13,59 persen, peringkat terbesar kedua setelah sektor industri pengolahan 20,48 persen.

"Produk hasil pertanian juga memberi andil besar pada sektor industri pengolahan ini, misal industri makanan dan minuman berkontribusi 5,92 persen terhadap PDB," demikian pungkas Sugiyono.

PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG UNGKAP MISTERI IKAN UCENGDinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Temanggung ...
22/04/2017

PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG UNGKAP MISTERI IKAN UCENG

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Temanggung mengungkapkan hasil penelitian terbaru terhadap pola pengembangbiakan ikan uceng. Ikan uceng merupakan ikan liar yang habitatnya di sungai.

Penelitian itu dilakukan karena ikan uceng dikenal hanya mampu berkembangbiak secara alami di habitat aslinya, seperti di sungai meskipun eksistensi ikan uceng tersebut juga terancam oleh predator alam bernama ikan palung.

Disnakan Kabupaten Temanggung bekerjasama dengan Balitbang Ikan Air Tawar Bogor melakukan penelitian hingga menemukan fakta bahwa setiap ikan uceng betina memiliki rata-rata jumlah telur mencapai 4.336 butir. Tetapi, hanya sekitar 1.500 saja yang berhasil menetas menjadi bibit ikan.

"Jumlah rata-rata telur dalam indukan uceng kita peroleh dari hasil pembedahan langsung atau pekunditas. Akan tetapi, banyak telur yang keluar belum menetas karena gonat yang belum matang," kata Kepala Bidang Perikanan Disnakan Kabupaten Temanggung Muhammad Hadi, dikutip dari jateng.merdeka.com, Rabu, 15 Maret 2017.

Dia melanjutkan, penelitian masih terus dilakukan hingga menemukan hasil maksimal terkait metode pengembangbiakan non alami ikan uceng.

Tahap selanjutnya, telur yang berhasil menetas akan dijadikan sebagai cekplot atau FI, baru setelah itu dilanjutkan dengan tahap demonstrasi plot (demplot) atau proses analisa.

Proses penelitian menggunakan wadah akuarium dengan pertimbangan ikan dapat teramati gerak-gerik serta tingkah lakunya. "Nanti kalau sudah memungkinkan baru kita menggunakan wadah berupa bak atau kolam buatan," ucap Hadi.

Ke depan, apabila ada penelitian terhadap pengembang biakan buatan menemui titik keberhasilan dan jumlah ikan ini semakin banyak, Dinas bertekad akan menggencarkan program pengembalian ikan ke habitat aslinya atau restocking.

"Ikan uceng termasuk ikan habitat sungai yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yakni memiliki harga Rp70 ribuan per kilogram saat masih mentah dan mencapai Rp22 ribuan per kilogramnya apabila sudah diolah menjadi makanan," ucap Hadi.

Address

Gandusari
66187

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AM Farm posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category