RA Al - Ilmu Ende

RA Al -  Ilmu Ende halaman yang menyampaikan tentang dunia pendidikan, dakwah dan sosial halaman yang menyampaikan tentang pendidikan,dakwah dan sosial

Kegiatan Manasik Haji 1436 H
20/09/2015

Kegiatan Manasik Haji 1436 H

03/06/2015
28/05/2015

Persiapan menjelang pelepasan angkataan ke 2
Bismillah

25/04/2015
31/03/2015

YAYASAN SABILUL MUKMININ FLORES
RAUDHATUL ATHFAL AL-ILMU
NSRA 101253080012 NPSN 50310578
Jalan Ikan Paus Gg. Haji Hasyim Ende 86315
ENDE – FLORES – NTT
email: [email protected]
penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2015/2016
**** FASILITAS ***
1. 2 lokal ruang belajar
2. Infokus/LCD proyektor
3. Air minum disediakan
4. Makanan tambahan
5. Alat-alat bermain
6. 6 buah ayunan
7. 1 buah jungkat-jungkit
8. 1 buah prosotan
*** Beasiswa ***
a. Bagi anak-anak yatim (5 orang gratis)
b. Hadiah siswa yang berprestasi dan disiplin
*** SYARAT-SYARAT PENDAFTARAN ***
1. Membayar uang pendaftaran Rp. 5.000
2. Mengisi formulir pendaftaran
3. Usia 4 - 6 Tahun
4. Foto kopi akte kelahiran dan kartu keluarga (1 rangkap)
5. Pas foto berwarna
a. 3 x 4 (4 lembar)
b. 4 x 6 (4 lembar)
6. Semua berkas di masukkan ke dalam map hijau
*** RINCIAN BIAYA ***
1. Uang seragam 3 pasang Rp. 300.000
2. Uang bulanan Rp. 15.000 per bulan
(di bayar 4 bulan sekali)
3. Uang komite Rp. 50.000 (1 tahun)
4. Biaya pembuatan rapor Rp. 15.000
Dibuka pendaftaran mulai
1 April 2015 s/d 5 Juli 2015

Tempat pendaftaran
1. R.A AL - ILMU ENDE
Jl. Ikan Paus, Gg. H. Hasyim Kel. Paupanda
2. Kantor Yayasan Sabilul Mikminin Flores , Jl. Radio, No.12 Ende Flores

31/03/2015

KEMENTRIAN AGAMA
KABUPATEN ENDE
RA RAUDHATUL ATHFAL AL – ILMU ENDE

I. Pembukaan
السلام عليكم ورحمة االله وبركاته
Bismillahirrohmanirrohim
Puji syukur kita panjatkan kepada ALLAH JALLA WA ‘ALA. Sholawat serta salam semoga disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW.
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan setiap insan berfikir untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Anak merupakan amanah ALLAH, yang kemudian hari dipertanggung jawabkan dihadapanNYA. Kami menyadari tanggung jawab orang tua terhadap anak begitu besar namun dengan berbagai kegiatannya sehingga tugas tersebut sering terabaikan. RA AL –ILMU yang beralamat di Jl. Ikan Paus Gg. H Hasyim Paupanda bawah hadir untuk membantu, membimbing, dan mengembangkan anak usia dini agar mereka kelak menjadi anak yang sholeh dan sholehah taat kepada ALLAH, rosul ,dan Orang Tua serta siap menghadapi pendidikan selanjutnya ( MI /SD ).
Berdasarkan petunjuk pelaksana kelender pendididikan madrasah dan berakhirnya tahun pelajaran 2014 – 2015 maka dengan ini

RA RAUDHATUL ATHFAL AL – ILMU ENDE
Membuka pendaftaran murid baru
Tahun Pelajaran 2015/2016

II. Tujuan
1. Membentuk aqidah akhlak anak usia dini sehingga dapat mengenal islam sedini mungkin dan sekaligus dapat mempraktekkan ibadah sejak dini.
2. Mempersiapkan anak agar lebih siap ketika memasuki jenjang pendidikan selanjutnya
3. Mengembangkan daya pikir, daya kreatifitas melalui mengaji, bermain, dll

III. Pencapaian Target
1. Membaca dan menulis al-Quran
2. Membaca dan menulis huruf latin
3. Mengenal dasar-dasar berhitung
4. Mengenal dasar-dasar islam
5. Mengenal dasar-dasar bahasa arab
6. Mengenal dasar-dasar bahasa inggris

IV. Materi Pelajaran
1. Baca tulis huruf Al-Qur’an
2. Baca Tulis huruf latin
3. Keterampilan
4. Bahasa inggris dan arab
5. Olahraga
6. Melukis atau menggambar

V. Fasilitas
1. 2 lokal ruang belajar
2. Infokus/LCD proyektor
3. Air minum disediakan
4. Makanan tambahan
5. Alat-alat bermain
a. 6 buah ayunan
b. 1 buah jungkat-jungkit
c. 1 buah prosotan
6. Beasiswa
a. Bagi anak-anak yatim (5 orang gratis)
b. Hadiah siswa yang berprestasi dan disiplin

VI. Syarat-syarat pendaftaran
1. Membayar uang pendaftaran Rp. 5.000
2. Mengisi formulir pendaftaran
3. Usia 4-6 Tahun
4. Foto kopi akte kelahiran dan kartu keluarga
(1 rangkap)
5. Pas foto berwarna
a. 3 x 4 (4 lembar)
b. 4 x 6 (4 lembar)
6. Semua berkas di masukkan ke dalam map hijau

VII. Rincian Biaya
1. Uang seragam 3 pasang Rp. 300.000
2. Uang bulanan Rp. 15.000 per bulan
(di bayar 4 bulan sekali)
3. Uang komite Rp. 50.000 (1 tahun)
4. Biaya pembuatan rapor Rp. 15.000

VIII. Waktu dan Tempat pendaftaran
Dibuka pendaftaran mulai 1 April 2015 s/d 5 Juli 2015
Tempat pendaftaran:
1. R.A AL - ILMU ENDE
Jl. Ikan Paus, Gg. H. Hasyim Kel. Paupanda
2. Kantor Yayasan Sabilul Mikminin Flores
Jl. Radio, No.12 Ende Flores

30/03/2015

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan pembicaraan-pembicaraan antara mereka, kecuali pembicaraan orang yang menyuruh (manusia) bersedekah atau melakukan kebajikan atau mengadakan perdamaian di antara manusia, dan barang siapa yang berbuat demikian karena mencari keridoan Allah , maka kelak kami akan mengaruniakan kepadanya pahala yang besar (Q.S An-Nisa : 114)

27/02/2015

Menyiapkan strategi pamflet yang bagus
agar lebih menarik minat para orang tua wali....

25/02/2015

Mengenal Sosok Imam Syafi’i Sang Mujtahid

Beliau bernama lengkap Abu ?Abdullah Muhammad bin Idris al-Shafi’i atau Muhammad bin Idris asy-Syafi’i yang lebih dikenal dangan nama Imam Syafi’i. Beliau termasuk keluarga nabi (Ahlul Bait) karena kakeknya Nabi Muhammad adalah saudara dari kakeknya Imam Syafi’i. Beliau lahir di kota Gaza, Palestina pada tahun 150 Hijriah, dan juga bertepatan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah.

Belajar di Mekkah

Di masa kecilnya Imam Syafi’i hidup miskin. Namun ia memiliki ibu yang luar biasa. Sang ibulah yang mendidik Syafi’i sejak kecil dan mengirimnya ke Makkah untuk menimba ilmu dari para ulama besar yang salah satunya adalah Imam Malik.

Di Makkah itulah, Imam Syafi’i yang masih berusia tujuh tahun telah hafal Al Quran lalu membaca dan menghafal kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia 10 tahun sebelum beliau berjumpa langsung dengan Imam Malik di Madinah. Sekalipun hidup dalam kemiskinan, beliau tidak berputus asa dalam menimba ilmu. Beliau mengumpulkan pecahan tembikar, potongan kulit, pelepah kurma, dan tulang unta untuk dipakai menulis. Sampai-sampai tempayan-tempayan milik ibunya penuh dengan tulang-tulang, pecahan tembikar, dan pelepah kurma yang telah bertuliskan hadits-hadits Nabi. Saat gurunya terlambat, Syafi’i kecil lah yang mengajari anak-anak lainnya. Ia biasa menghafalkan seketika saat gurunya mendiktekan. “Tak layak bagiku untuk memungut bayaran sepeserpun darimu,” kata sang guru mengetahui keistimewaan dan ‘jasa’ Syafi’i kecil.

Imam Al Baihaqi dengan sanadnya dari Mus’ab bin Abdillah Az-Zabiri, dia berkata, ”Imam Syafi’i memulai aktivitas keilmuannya dengan belajar sya’ir, sejarah dan sastra. Setelah itu baru menekuni dunia fikih. Untuk beberapa waktu Imam Syafi’i terkenal sebagai penyair andal. Hingga suatu saat salah seorang keluarga pamannya mengatakan sesuatu yang akhirnya menjadi awal kemuliaan Imam Syafi’i. “Wahai Abu Abdullah, aku sangat menyayangkan jika kefasihan bahasa dan kecerdasanmu ini tidak disertai dengan ilmu fikih. Dengan ilmu fikih, kau akan memimpin semua generasi zamanmu,” katanya, menyentakkan Imam Syafi’i.

Berangkat dari inilah Imam Syafi’i belajar ilmu fikih kepada Imam Malik. Singkat cerita, Imam Syafi’i akhirnya diterima menjadi murid Imam Malik. Semula ia ditolak, tetapi demi melihat kesungguhan pemuda ini dan kehebatannya yang telah menghafal Al-Muwatha’, Imam Malik menerimanya.

Ada satu kisah unik di saat beliau masih belia, siang itu,di Masjidil Haram terlihat seorang guru tengah mengajari murid-muridnya berbagai prinsip ilmu. Guru itu mengajari berbagai prinsip ilmu agama. Namun ada yang terlihat aneh dari peristiwa itu,ternyata Sang Guru tak jauh lebih tua daripada murid-muridnya. Kemudian, di tengah proses mengajar Sang Guru meminta izin untuk minum, padahal saat itu adalah Bulan Ramadan. Kontan saja murid-muridnya memprotes Sang Guru dan bertanya “Kenapa Anda minum? Padahal sekarang ‘kan Bulan Ramadan?”. Sang Guru menjawab “Aku belum wajib berpuasa.”

Siapakah Sang Guru yang nyeleneh tersebut ? Ya, benar. beliau adalah Imam Syafi’i.

Kehebatan dan Keteladanannya

Kita mengenal Imam Syafi’i sebagai ulama fikih dan imam madzhab yang besar. Namun, kehebatan Imam Syafi’i tidak terbatas pada bidang itu. Seperti disinggung di atas, Imam Syafi’i adalah seorang sastrawan dan ahli bahasa. Ahli nasab dan sejarah. Ia juga terampil dalam berkuda dan memanah. Hal ini dipelajari Imam Syafi’i ketika masih remaja. Ia menjadi ahli dalam kedua jenis olah raga yang dianjurkan Rasulullah itu. “Setiap sepuluh anak panah yang kuluncurkan, semuanya tepat mengenai sasaran,” kata Imam Syafi’i beberapa tahun kemudian kepada para muridnya.

Pada saat Imam Syafi’i hijrah ke Mesir, saat itulah diketahui bahwa Imam Syafi’i juga ahli falak dan memilki ilmu kedokteran. Ceritanya, Seorang dokter yang bertemu dengannya mengajaknya berdiskusi, hingga ia menyangka Imam Syafi’i adalah seorang dokter yang pindah dari Irak. Dokter itu hendak mengajak Syafi’i memperdalam buku kedokteran yang ia punya, tetapi Imam Syafi’i menjawab: “Mereka (murid-muridku) tidak akan merelakan aku untuk mempelajarinya.”

Demikianlah ilmu Imam Syafi’i yang membuat kita terkagum-kagum. Namun akhlak dan keteladanannya tak kalah menawan. Imam Syafi’i rahimahullah membagi waktu malamnya menjadi tiga yakni; sepertiga untuk menulis, sepertiga untuk shalat dan sepertiganya untuk istirahat. Ia dikenal sebagai orang yang sangat wara’, zuhud dan bertaqwa. Imam Syafi’i juga ahli sedekah. Seluruh harta yang didapatkannya segera ia sedekahkan kepada orang yang membutuhkan.

Karya-Karyanya

Imam Syafi’i adalah pionir dalam bidang Ushul Al- Fiqh dan Ahkam Al-Qur’an. Para ulama dan cendekia terkemuka selalu mengkaji karya-karya Imam Syafi’i dan mengambil manfaat dari karya tersebut. Nama kitab yang ditulis oleh Imam Syafi’i sangat banyak jumlahnya mencapai lebih dari 100 kitab dan sebagiannya kemudian dikodifikasi dalam satu kitab besar bernama Al-Umm. Nama kitab tersebut diambil karena beliau adalah orang yang sangat menyayangi ibunya. Inilah kitab induk mazhab Syafi’i, berisikan pikiran Imam Syafi’i yang sangat teliti, terperinci dan menyeluruh. Selain Al-Umm, kitab Imam Syafi’i yang sangat terkenal adalah Ar-Risalah. Kitab yang disebut terakhir ini merupakan kitab ushul fiqih pertama di dunia. Padahal pada saat itu Imam Syafi’i masih sangat muda. Dan masih banyak lagi karya-karyanya yang lain.

Wafat Imam Syafi’i

Karena sibuknya berdakwah dan menebar ilmu, hingga beliau menderita penyakit wasir yang selalu mengeluarkan darah. Makin lama penyakitnya bertambah parah hingga akhirnya beliau wafat karenanya. Beliau wafat sebagai syuhadaul ilmi di akhir bulan Rajab 204 H. Terjadi pada malam Jumat setelah shalat Isya’ hari terakhir bulan Rajab permulaan tahun 204 dalam usia 54 tahun. Semoga Allah memberikan kepadanya rahmat-Nya yang luas.

Usia beliau memang singkat,namun patut kita teladani kekhidmatan beliau dalam mencari ilmu ke berbagai negeri dan sikapnya yang sangat menghargai waktu, seperti yang pernah diucapkan beliau, “Ilmu bukanlah sesuatu yang dihafal,tetapi ilmu adalah sesuatu yang ada manfaatnya.”

Semoga bermanfaat bagi kita, sebagai motivasi dalam belajar dan mengajarkan ilmu. Amiin.

Oleh: Muhammad Rizky Harahap

23/02/2015

KETIKA AYAH MENANGIS (kisah nyata)
*~*

Seorang penduduk Madinah bercerita : '' Saya seorang
pemuda baru menginjak umur 37 tahun dan sudah
menikah. Dan aku dikaruniai Allah beberapa orang anak.

Namun di usiaku yang telah dewasa aku terlalu banyak
melakukan Maksiat kepada Allah. Terutama masalah
Shalat berjamaah, maka aku jarang sekali
melaksanakannya di mesjid kecuali kalau ada acara saja
itu pun dalam rangka menjaga namaku saja bukan karena Allah.

Adapun sebabnya, karena aku bersahabat
dengan orang-orang jahat dan tak bermoral, sehingga
jadilah Setan sebagai pembimbingku di hampir seluruh
waktuku. Aku juga memiliki anak yang baru berumur 7
tahun, namanya Marwan, namun dia dilahirkan dalam
keadaan tuli dan bisu, akan tetapi ia menyusui Iman dari
sang Ibu yang juga beriman, istriku.

Suatu ketika, aku berada di rumah bersama anakku, Marwan, seperti biasa aku pun memikirkan rencana kedepan untuk berfoya-foya bersama kawan-kawanku, kemana kami hendak pergi jalan-jalan...dan waktu itu tepat ba'da shalat Maghrib.

Anakku, Marwan berbicara kepadaku dengan bahasa
Isyaratnya yang masih lugu itu:'' Ayahku, kenapa engkau
tidak ikut Shalat?'' kemudian ia mengangkat tangannya
ke langit, seakan-akan mengancamku bahwa Allah itu
melihat perbuatanmu selama ini...dan memang anakku
itu sering melihatku bermaksiat dan melakukan perbuatan
munkar berkali-kali. Maka akupun dibuat takjub oleh
ucapannya yang masih lugu itu...

Si Marwan ternyata justru menangis di depanku, maka
akupun menggendongnya namun ia malah lari
dariku...setelah beberapa saat akupun memperhatikan
sikapnya...ia pergi ke belakang dan mengambil air untuk
berwudhu', walaupun wudhu'nya banyak yang salah akan
tetapi ia belajar dari sang Ibu yang sudah tak terhitung
lagi berapa nasehat yang dia berikan padaku namun tak
juga aku sadar itu karena istriku termasuk para Hafizah
AlQur'an.

Kemudian anakku yang bisu dan tuli itu pergi ke arahku,
dan mengisyaratkan padaku agar menunggu
sebentar....ternyata ia memperagakan tatacara Shalat di
hadapanku..kemudian ia mengambil Mushaf AlQur'an dan
membukanya tepat di tengah AlQur'an di Surat Maryam
yang artinya : (Wahai Bapakku..sesungguhnya aku takut
jikalau azab dari Allah yang maha penyayang itu
menyentuhmu...sehingga syaitanlah yang akan menjadi
walimu).

Kemudian iapun menangis sejadi-jadinya karena sayang
padaku dan akupun ikut menangis bersamanya..kemudian
ia berdiri dan mengusap airmataku yang terlanjur
mengalir di p**i, kemudian ia mencium kepalaku dan
tanganku...dan berisyarat seakan-akan mengatakan...:''
Tunaikanlah Shalat wahai ayahku...sebelum tiba saatnya
tanah menjadi kasurmu...dan gelapnya liang lahat pasti
menanti..sedangkan engkau dalam keadaan takut yang
sangat....dan takutlah Allah..karena tidak ada yang tahu
segalanya kecuali Allah..''

Maka akupun langsung meloncat...dan pergi ke setiap
ruangan untuk menghidupkan lampu kamar..maka si
Marwan mengikuti aku terus dari ruangan demi ruangan
sambil melihatku keheranan..kemudian ia memberi
Isyarat..:'' Cukuplah lampu-lampu ini wahai
ayahku...sekarang marilah kita pergi ke Mesjid yang
besar-Yakni Masjid Nabawi- maka aku katakan
padanya:'' Kita shalat di Mesjid sebelah saja'' karena aku
masih takut dengan gelapnya kuburan...maka ia tidak
mau kecuali shalat di Masjid Nabawi...maka aku pergi
bersamanya ke Masjid Nabawi..sedangkan ketika itu
takutku akan gelapnya suasana di liang lahat membuatku
menggigil..sedangkan annakku marwan terus menerus
melihatku.

Ketika sampai di Masjid Nabawi, kami pun menuju
Raudhah As-Syariifah..dan ketika itu manusia sedang
ramai, shalat Isya' pun ditegakkan...ketika shalat ...ku
dengar Imam membaca firman Allah :
(Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang
mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya
syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji
dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah
dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak
seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan
keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah
membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah
Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.) An-nur : 21.

Maka aku tak dapat menahan diriku dari tangisan
sehingga marwan ikut juga menangis...iapun mengambil
tisu dan mengusap air mataku...ketika shalat
selesai...aku terus-menerus menangis hingga sampai
sejam lamanya aku menangis di Mesjid. Sehingga anakku
berkata:'' Cukuplah wahai Ayahku..janganlah ketakutan
lagi...karena aku juga takut akan kerasnya tangismu..''
ketika kami tiba di rumah..maka aku dapati malamku itu
sebagai malam yang paling agung bagiku....seakan-akan
aku dilahirkan kembali...sehingga istri dan anak-anakku
semua ikut menangis bersamaku sedangkan mereka tak
tahu apa yang terjadi.

Maka Anakku marwan berkata dengan isyaratnya..:''tadi
Ayahku Shalat Di masjid nabawi''. Maka belum pernah
kulihat wajah istriku begitu gembira seperti halnya malam
ini..karena inilah bukti tarbiyah atau bimbingan dia
selama ini...dan aku ceritakan kisah anatar aku dan
marwan..dan aku bertanya pada istriku..:'' apakah engkau
pernah mengajarinya tentang ayat di surat Maryam tadi?
Maka ia bersumpah belum pernah mengajarkan marwan
ayat itu..kemudian ia berkata :'' berterimakasihlah pada
Allah yang telah memberikanmu hidayah...dan malam itu
adalah malam paling bahagia yang aku rasakan...

Alhamdulillah, hingga saat ini aku tak pernah lagi
meninggalkan shalat berjamaah di mesjid, akupun
meninggalkan sahabat-sahabat burukku itu semuanya,
karena aku telah merasa bahwa iman itu manis..dan kini
aku hidup dengan damai dan sejahtera... .kini akupun
tahu betapa mahal dan berartinya sebuah keluarga .aku
pun semakin saling menyayangi terhadap seluruh anak-
anakku dan istriku terlebih kepada marwan yang bisu dan
tuli karena dari tangannyalah aku mendapat hidayah.
diceritakan Abu Marwan (nama samaran)
kepada sebuah media di Arab saudi.
akun fb Hanya Musafir
Diterjemahkan secara bebas oleh Fauzi rifaldi

Madinah Nabawiyah
4-2-1436 Hijriah siang hari di awal musim dingin

09/02/2015

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Tak banyak orang yang mengenal Aminah Assilmi. Ia adalah Presiden Internasional Union of Muslim Women yang telah meninggal dunia pada 6 Maret 2010, dalam sebuah kecelakaan mobil di Newport, Tennesse, Amerika Serikat.

Perjalanannya menuju Islam cukup unik. Perjalanan yang patut dikenang. Semuanya berawal dari kesalahan kecil sebuah komputer. Mulanya, ia adalah seorang gadis jemaat Southern Baptist–aliran gereja Protestan terbesar di AS, seorang feminis radikal, dan jurnalis penyiaran.

Sewaktu muda, ia bukan gadis yang biasa-biasa saja, tapi cerdas dan unggul di sekolah sehingga mendapatkan beasiswa. Satu hari, sebuah kesalahan komputer terjadi. Siapa sangka, hal itu membawanya kepada misi sebagai seorang Kristen dan mengubah jalan hidupnya secara keseluruhan.

Tahun 1975 untuk pertama kali komputer dipergunakan untuk proses pra-registrasi di kampusnya. Sebenarnya, ia mendaftar ikut sebuah kelas dalam bidang terapi rekreasional, namun komputer mendatanya masuk dalam kelas teater. Kelas tidak bisa dibatalkan, karena sudah terlambat. Membatalkan kelas juga bukan pilihan, karena sebagai penerima beasiswa nilai F berarti bahaya.

Lantas, suaminya menyarankan agar Aminah menghadap dosen untuk mencari alternatif dalam kelas pertunjukan. Dan betapa terkejutnya ia, karena kelas dipenuhi dengan anak-anak Arab dan ‘para penunggang unta’. Tak sanggup, ia pun pulang ke rumah dan memutuskan untuk tidak masuk kelas lagi. Tidak mungkin baginya untuk berada di tengah-tengah orang Arab. ''Tidak mungkin saya duduk di kelas yang penuh dengan orang kafir!'' ujarnya kala itu.

Suaminya coba menenangkannya dan mengatakan mungkin Tuhan punya suatu rencana dibalik kejadian itu. Selama dua hari Aminah mengurung diri untuk berpikir, hingga akhirnya ia berkesimpulan mungkin itu adalah petunjuk dari Tuhan, agar ia membimbing orang-orang Arab untuk memeluk Kristen. Jadilah ia memiliki misi yang harus ditunaikan. Di kelas ia terus mendiskusikan ajaran Kristen dengan teman-teman Arab-nya.

''Saya memulai dengan mengatakan bahwa mereka akan dibakar di neraka jika tidak menerima Yesus sebagai penyelamat. Mereka sangat sopan, tapi tidak pindah agama. Kemudian saya jelaskan betapa Yesus mencintai dan rela mati di tiang salib untuk menghapus dosa-dosa mereka.''

Tapi ajakannya tidak manjur. Teman-teman di kelasnya tak mau berpaling sehingga ia memutuskan untuk mempelajari alquran untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang salah dan Muhammad bukan seorang nabi. Ia pun melakukan penelitian selama satu setengah tahun dan membaca alquran hingga tamat.

Namun secara tidak sadar, ia perlahan berubah menjadi seseorang yang berbeda, dan suaminya memperhatikan hal itu. ''Saya berubah, sedikit, tapi cukup membuat dirinya terusik. Biasanya kami pergi ke bar tiap Jumat dan Sabtu atau ke pesta. Dan saya tidak lagi mau pergi. Saya menjadi lebih pendiam dan menjauh.''

Melihat perubahan yang terjadi, suaminya menyangka ia selingkuh, karena bagi pria itulah yang membuat seorang wanita berubah. Puncaknya, ia diminta untuk meninggalkan rumah dan tinggal di apartemen yang berbeda. Ia terus mempelajari Islam, sambil tetap menjadi seorang Kristen yang taat.

Hingga akhirnya, hidayah itu datang. Akhirnya pada 21 Mei 1977, jemaat gereja yang taat itu menyatakan, ''Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.''

Perjalanan setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, seperti halnya mualaf lain, bukanlah perkara yang mudah. Aminah kehilangan segala yang dicintainya. Ia kehilangan hampir seluruh temannya, karena dianggap tidak menyenangkan lagi. Ibunya tidak bisa menerima dan berharap itu hanyalah semangat membara yang akan segera padam. Saudara perempuannya yang ahli jiwa mengira ia gila. Ayahnya yang lemah lembut mengokang senjata dan siap untuk membunuhnya.

Tak lama kemudian ia pun mengenakan hijab. Pada hari yang sama ia kehilangan pekerjaannya.
Lengkap sudah. Ia hidup tanpa ayah, ibu, saudara, teman dan pekerjaan. Jika dulu ia hanya hidup terpisah dengan suami, kini perceraian di depan mata. Di pengadilan ia harus membuat keputusan pahit dalam hidupnya; melepaskan Islam dan tidak akan kehilangan hak asuh atas anaknya atau tetap memegang Islam dan harus meninggalkan anak-anak. ''Itu adalah 20 menit yang paling menyakitkan dalam hidup saya,'' kenangnya.

Bertambah pedih karena dokter telah memvonisnya tidak akan lagi bisa memiliki anak akibat komplikasi yang dideritanya. ''Saya berdoa melebihi dari yang biasanya. Saya tahu, tidak ada tempat yang lebih aman bagi anak-anak saya daripada berada di tangan Allah. Jika saya mengingkari-Nya, maka di masa depan tidak mungkin bagi saya menunjukkan kepada mereka betapa menakjubkannya berada dekat dengan Allah.'' Ia pun memutuskan melepaskan anak-anaknya, sepasang putra-putri kecilnya.

Namun, Allah Maha Pengasih. Ia diberikan anugerah dengan kata-katanya yang indah sehingga membuat banyak orang tersentuh dan perilaku Islami-nya. Dia telah berubah menjadi orang yang berbeda, jauh lebih baik. Begitu baiknya sehingga keluarga, teman dan kerabat yang dulu memusuhinya, perlahan mulai menghargai pilihan hidupnya.

Dalam berbagai kesempatan ia mengirim kartu ucapan untuk mereka, yang ditulisi kalimat-kalimat bijak dari ayat Al-Quran atau hadist, tanpa menyebutkan sumbernya. Beberapa waktu kemudian ia pun menuai benih yang ditanam. Orang pertama yang menerima Islam adalah neneknya yang berusia lebih dari 100 tahun. Tak lama setelah masuk Islam sang nenek pun meninggal dunia.

''Pada hari ia mengucapkan syahadat, seluruh dosanya diampuni, dan amal-amal baiknya tetap dicatat. Sejenak setelah memeluk Islam ia meninggal dunia, saya tahu buku catatan amalnya berat di sisi kebaikan. Itu membuat saya dipenuhi s**a cita!''

Selanjutnya yang menerima Islam adalah orang yang dulu ingin membunuhnya, ayah. Keislaman sang ayah mengingatkan dirinya pada kisah Umar bin Khattab. Dua tahun setelah Aminah memeluk Islam, ibunya menelepon dan sangat menghargai keyakinannya yang baru. Dan ia berharap Aminah akan tetap memeluknya.

Beberapa tahun kemudian ibu meneleponnya lagi dan bertanya apa yang harus dilakukan seseorang jika ingin menjadi Muslim. Aminah menjawab bahwa ia harus percaya bahwa hanya ada satu Tuhan dan Muhammad adalah utusan-Nya. ''Kalau itu semua orang bodoh juga tahu. Tapi apa yang harus dilakukannya?'' tanya ibunya lagi.

Dikatakan oleh Aminah, bahwa jika ibunya sudah percaya berarti ia sudah Muslim. Ibunya lantas berkata, ''OK, baiklah. Tapi jangan bilang-bilang ayahmu dulu,'' pesan ibunya. Ibunya tidak tahu bahwa suaminya (ayah tiri Aminah) telah menjadi Muslim beberapa pekan sebelumnya. Dengan demikian mereka tinggal bersama selama beberapa tahun tanpa saling mengetahui bahwa pasangannya telah memeluk Islam.

Saudara perempuannya yang dulu berjuang memasukkan Aminah ke rumah sakit jiwa, akhirnya memeluk Islam. Putra Aminah beranjak dewasa. Memasuki usia 21 tahun ia menelepon sang ibu dan berkata ingin menjadi muslim.

Enam belas tahun setelah perceraian, mantan suaminya juga memeluk Islam. Katanya, selama enam belas tahun ia mengamati Aminah dan ingin agar putri mereka memeluk agama yang sama seperti ibunya. Pria itu datang menemui dan meminta maaf atas apa yang pernah dilakukannya. Ia adalah pria yang sangat baik dan Aminah telah memaafkannya sejak dulu.

Mungkin hadiah terbesar baginya adalah apa yang ia terima selanjutnya. Aminah menikah dengan orang lain, dan meskipun dokter telah menyatakan ia tidak bisa punya anak lagi, Allah ternyata menganugerahinya seorang putra yang rupawan. Jika Allah berkehendak memberikan rahmat kepada seseorang, maka siapa yang bisa mencegahnya? Maka putranya ia beri nama Barakah.

Ia yang dulu kehilangan pekerjaan, kini menjadi Presiden Persatuan Wanita Muslim Internasional. Ia berhasil melobi Kantor Pos Amerika Serikat untuk membuat perangko Idul Fitri dan berjuang agar hari raya itu menjadi hari libur nasional AS. Pengorbanan yang yang dulu diberikan Aminah demi mempertahankan Islam seakan sudah terbalas. ''Kita semua pasti mati. Saya yakin bahwa kepedihan yang saya alami mengandung berkah.''

Aminah Assilmi kini telah tiada meninggalkan semua yang dikasihinya. Termasuk putranya yang dirawat di rumah sakit, akibat kecelakaan mobil dalam perjalanan pulang dari New York untuk mengabarkan pesan tentang Islam.

Sumber : www.republika.co.id

Address

Jalan Ikan Paus
Endeh
86315

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RA Al - Ilmu Ende posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category