Raudhatul Athfal Al - Ilmu Ende

Raudhatul Athfal Al - Ilmu Ende Halaman yg berisikan tentang dunia pendidikan anak anak Memberi nilai – nilai akhlak yang mulia.

VISI
Mewujudkan pendidikan anak usia dini yang cerdas, bertaqwa, kreatif dan mandiri
MISI
Menjadikan Lembaga sebagai wadah pendidikan yang berkualitas di Masyarakat
Memberikan kepada anak diperiode emas mereka untuk mendapatkan pendidikan sejak usia dini.

15/05/2016
23/02/2016

Alhamdulillah hafalanx dah nambah lagi surah at-tin s/d surah al-lail..profisiat buat siswa2 q

05/01/2016

Alhamdulillah...
Rizki minallah..
Insya Allah bermanfaat..

03/12/2015

Abdul aziz & friends

kreasi dengan kertas origami
20/11/2015

kreasi dengan kertas origami

Kolase menggunakan rautan pensil...
20/11/2015

Kolase menggunakan rautan pensil...

31/07/2015

Alhamdulillah
total siswa Al-ilmu sekarang 37 orang
selalu stabil selama 3 tahun berjalan
semoga terus seperti ini di tahun2 berikutnya
امين

28/05/2015

Persiapan menjelang perpisahan anak2 RA AL ILMU ENDE angkatan ke 2
Bismillah

Mengikuti kegiatan 6 tata cara cuci tangan yang benar bersama PAUD se kecamatan Ende Selatan
28/03/2015

Mengikuti kegiatan 6 tata cara cuci tangan yang benar bersama PAUD se kecamatan Ende Selatan

25/02/2015

Mengenal Sosok Imam Syafi’i Sang Mujtahid

Beliau bernama lengkap Abu ?Abdullah Muhammad bin Idris al-Shafi’i atau Muhammad bin Idris asy-Syafi’i yang lebih dikenal dangan nama Imam Syafi’i. Beliau termasuk keluarga nabi (Ahlul Bait) karena kakeknya Nabi Muhammad adalah saudara dari kakeknya Imam Syafi’i. Beliau lahir di kota Gaza, Palestina pada tahun 150 Hijriah, dan juga bertepatan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah.

Belajar di Mekkah

Di masa kecilnya Imam Syafi’i hidup miskin. Namun ia memiliki ibu yang luar biasa. Sang ibulah yang mendidik Syafi’i sejak kecil dan mengirimnya ke Makkah untuk menimba ilmu dari para ulama besar yang salah satunya adalah Imam Malik.

Di Makkah itulah, Imam Syafi’i yang masih berusia tujuh tahun telah hafal Al Quran lalu membaca dan menghafal kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada usia 10 tahun sebelum beliau berjumpa langsung dengan Imam Malik di Madinah. Sekalipun hidup dalam kemiskinan, beliau tidak berputus asa dalam menimba ilmu. Beliau mengumpulkan pecahan tembikar, potongan kulit, pelepah kurma, dan tulang unta untuk dipakai menulis. Sampai-sampai tempayan-tempayan milik ibunya penuh dengan tulang-tulang, pecahan tembikar, dan pelepah kurma yang telah bertuliskan hadits-hadits Nabi. Saat gurunya terlambat, Syafi’i kecil lah yang mengajari anak-anak lainnya. Ia biasa menghafalkan seketika saat gurunya mendiktekan. “Tak layak bagiku untuk memungut bayaran sepeserpun darimu,” kata sang guru mengetahui keistimewaan dan ‘jasa’ Syafi’i kecil.

Imam Al Baihaqi dengan sanadnya dari Mus’ab bin Abdillah Az-Zabiri, dia berkata, ”Imam Syafi’i memulai aktivitas keilmuannya dengan belajar sya’ir, sejarah dan sastra. Setelah itu baru menekuni dunia fikih. Untuk beberapa waktu Imam Syafi’i terkenal sebagai penyair andal. Hingga suatu saat salah seorang keluarga pamannya mengatakan sesuatu yang akhirnya menjadi awal kemuliaan Imam Syafi’i. “Wahai Abu Abdullah, aku sangat menyayangkan jika kefasihan bahasa dan kecerdasanmu ini tidak disertai dengan ilmu fikih. Dengan ilmu fikih, kau akan memimpin semua generasi zamanmu,” katanya, menyentakkan Imam Syafi’i.

Berangkat dari inilah Imam Syafi’i belajar ilmu fikih kepada Imam Malik. Singkat cerita, Imam Syafi’i akhirnya diterima menjadi murid Imam Malik. Semula ia ditolak, tetapi demi melihat kesungguhan pemuda ini dan kehebatannya yang telah menghafal Al-Muwatha’, Imam Malik menerimanya.

Ada satu kisah unik di saat beliau masih belia, siang itu,di Masjidil Haram terlihat seorang guru tengah mengajari murid-muridnya berbagai prinsip ilmu. Guru itu mengajari berbagai prinsip ilmu agama. Namun ada yang terlihat aneh dari peristiwa itu,ternyata Sang Guru tak jauh lebih tua daripada murid-muridnya. Kemudian, di tengah proses mengajar Sang Guru meminta izin untuk minum, padahal saat itu adalah Bulan Ramadan. Kontan saja murid-muridnya memprotes Sang Guru dan bertanya “Kenapa Anda minum? Padahal sekarang ‘kan Bulan Ramadan?”. Sang Guru menjawab “Aku belum wajib berpuasa.”

Siapakah Sang Guru yang nyeleneh tersebut ? Ya, benar. beliau adalah Imam Syafi’i.

Kehebatan dan Keteladanannya

Kita mengenal Imam Syafi’i sebagai ulama fikih dan imam madzhab yang besar. Namun, kehebatan Imam Syafi’i tidak terbatas pada bidang itu. Seperti disinggung di atas, Imam Syafi’i adalah seorang sastrawan dan ahli bahasa. Ahli nasab dan sejarah. Ia juga terampil dalam berkuda dan memanah. Hal ini dipelajari Imam Syafi’i ketika masih remaja. Ia menjadi ahli dalam kedua jenis olah raga yang dianjurkan Rasulullah itu. “Setiap sepuluh anak panah yang kuluncurkan, semuanya tepat mengenai sasaran,” kata Imam Syafi’i beberapa tahun kemudian kepada para muridnya.

Pada saat Imam Syafi’i hijrah ke Mesir, saat itulah diketahui bahwa Imam Syafi’i juga ahli falak dan memilki ilmu kedokteran. Ceritanya, Seorang dokter yang bertemu dengannya mengajaknya berdiskusi, hingga ia menyangka Imam Syafi’i adalah seorang dokter yang pindah dari Irak. Dokter itu hendak mengajak Syafi’i memperdalam buku kedokteran yang ia punya, tetapi Imam Syafi’i menjawab: “Mereka (murid-muridku) tidak akan merelakan aku untuk mempelajarinya.”

Demikianlah ilmu Imam Syafi’i yang membuat kita terkagum-kagum. Namun akhlak dan keteladanannya tak kalah menawan. Imam Syafi’i rahimahullah membagi waktu malamnya menjadi tiga yakni; sepertiga untuk menulis, sepertiga untuk shalat dan sepertiganya untuk istirahat. Ia dikenal sebagai orang yang sangat wara’, zuhud dan bertaqwa. Imam Syafi’i juga ahli sedekah. Seluruh harta yang didapatkannya segera ia sedekahkan kepada orang yang membutuhkan.

Karya-Karyanya

Imam Syafi’i adalah pionir dalam bidang Ushul Al- Fiqh dan Ahkam Al-Qur’an. Para ulama dan cendekia terkemuka selalu mengkaji karya-karya Imam Syafi’i dan mengambil manfaat dari karya tersebut. Nama kitab yang ditulis oleh Imam Syafi’i sangat banyak jumlahnya mencapai lebih dari 100 kitab dan sebagiannya kemudian dikodifikasi dalam satu kitab besar bernama Al-Umm. Nama kitab tersebut diambil karena beliau adalah orang yang sangat menyayangi ibunya. Inilah kitab induk mazhab Syafi’i, berisikan pikiran Imam Syafi’i yang sangat teliti, terperinci dan menyeluruh. Selain Al-Umm, kitab Imam Syafi’i yang sangat terkenal adalah Ar-Risalah. Kitab yang disebut terakhir ini merupakan kitab ushul fiqih pertama di dunia. Padahal pada saat itu Imam Syafi’i masih sangat muda. Dan masih banyak lagi karya-karyanya yang lain.

Wafat Imam Syafi’i

Karena sibuknya berdakwah dan menebar ilmu, hingga beliau menderita penyakit wasir yang selalu mengeluarkan darah. Makin lama penyakitnya bertambah parah hingga akhirnya beliau wafat karenanya. Beliau wafat sebagai syuhadaul ilmi di akhir bulan Rajab 204 H. Terjadi pada malam Jumat setelah shalat Isya’ hari terakhir bulan Rajab permulaan tahun 204 dalam usia 54 tahun. Semoga Allah memberikan kepadanya rahmat-Nya yang luas.

Usia beliau memang singkat,namun patut kita teladani kekhidmatan beliau dalam mencari ilmu ke berbagai negeri dan sikapnya yang sangat menghargai waktu, seperti yang pernah diucapkan beliau, “Ilmu bukanlah sesuatu yang dihafal,tetapi ilmu adalah sesuatu yang ada manfaatnya.”

Semoga bermanfaat bagi kita, sebagai motivasi dalam belajar dan mengajarkan ilmu. Amiin.

Oleh: Muhammad Rizky Harahap

30/01/2015

Lilin mainan atau biasa juga dikenal dengan lilin malam, merupakan mainan yang sangat baik untuk merangsang berbagai aspek tumbuh-kembang anak. Diantaranya, merangsang perkembangan motorik kasar dan halus, kreatifitas, daya imajinasi, aspek ruang, melatih daya konsentrasi, bermain peran dan masih banyak lagi.

buat lilin malam aman termakan

Serunya lagi, lilin mainan dapat digabungkan dengan jenis mainan lainnya dan cocok untuk anak laki-laki maupun perempuan. Anak laki-laki dapat memainkannya bersama mainan alat transportasinya, anak perempuan dapat bermain masak-masakan dengannya. Lilin mainan pun dapat dimainkan oleh anak dengan rentang usia yang bervariasi.
Lilin Mainan (Lilin Malam) Berbahan Aman

Namun demikian, orangtua harus hati-hati jika membeli lilin mainan yang dijual di pasaran, karena bahan pembuatnya tidak jelas keamanannya untuk kesehatan buah hati kita. Masih banyak produsen mainan anak yang belum memperhatikan segi keamanan untuk kesehatan anak. Kalaupun ada lilin mainan yang berlabel aman, biasanya dijual dengan harga cukup mahal.

Nah, jika demikian, mengapa Anda tidak membuat sendiri lilin mainan untuk anak kesayangan Anda? Mudah kok caranya. Bahan-bahan yang digunakan pun tidak mahal, mudah didapatkan dan yang penting, aman untuk kesehatan si kecil.

Resep yang satu ini sudah kami coba dari berbagai macam resep yang sudah beredar dan banyak dikenal, dan ternyata hingga saat ini, merupakan resep membuat lilin mainan yang paling bagus hasilnya – mudah dimainkan dan bisa tahan hingga 6 bulan!

Begini caranya…



lilin mainan membuat sendiri



Bahan:

2 cangkir tepung terigu
2 sendok makan minyak sayur
0,5 cangkir garam
2 sendok makan baking powder
0,5 cangkir air mendidih (tambahkan sedikit demi sedikit hingga terasa cukup)
Pewarna makanan (boleh tidak)
Beberapa tetes Gliserin (boleh tidak, fungsinya untuk menambah kilap)



lilin malam mainan buat sendiri

Cara Membuat:

Campurkan tepung terigu, garam, baking powder dan minyak sayur. Gunakan baskom yang agak besar.
Siapkan air yang sudah dimasak, lalu dalam keadaan mendidih, tambahkan pewarna makanan (jika Anda menghendaki).
Tambahkan air ke adonan sedikit demi sedikit, sambil terus diaduk.
Aduk terus hingga tercampur dengan baik.
Untuk membuat lilin mainan tampak mengkilap, Anda bisa menambahkan gliserin jika mau.
Biarkan adonan yang masih dalam kondisi lengket hingga dingin, lalu keluarkan dari baskom untuk diremas-remas.
Jika adonan masih terasa lengket di tangan, maka tambahkan lagi tepung terigu sedikit demi sedikit hingga ia tidak lagi lengket.

lilin malam mainan aman termakan

Selamat mencoba! ;)

* Lama Membuat: 6 menit

* Simpan di tempat tertutup, agar tahan hingga 6 bulan.

27/01/2015

Sebenarnya skills atau kemampuan-kemampuan apa saja yang musti dipersiapkan orangtua, supaya anak prasekolah siap memasuki jenjang TK/RA? Berikut 3 kemampuan utama yang sebaiknya dimiliki anak saat hendak masuk TK:

1. Kemampuan anak untuk duduk tenang
Salah satu kegiatan yang akan banyak dilakukan anak usia prasekolah di kelas TK adalah duduk bersama untuk mendengarkan cerita atau bernyanyi bersama. Kegiatan duduk bersama ini bertujuan untuk membuat anak lebih tenang, sekaligus membantu melatih konsentrasi anak.

Cara melatih:
Persiapan yang harus ibu lakukan agar si kecil betah duduk anteng bersama teman-temannya di kelas, yaitu dengan melatih anak duduk bersama sambil membaca cerita atau bernyanyi di rumah. Bisa juga dengan membiasakan anak untuk duduk tenang terlebih dahulu saat ingin memberinyasnack atau makan, sehingga anak akan belajar, ia harus duduk dahulu sebelum boleh memakan makanannya.

2. Kemampuan Mandiri

Melatih anak mandiri merupakan salah satu skills yang harus dipersiapkan ibu saat anak masuk prasekolah/TK. Seperti; mengikat tali sepatu sendiri, memakai dan melepas celana anak sendiri saat ingin buang air kecil atau besar, serta menyiapkan peralatan sekolahnya sendiri.

Cara melatih:
Ibu dapat melatih kemandirian si kecil dengan cara yang menyenangkan, misalnya dengan bermain role play seolah kita dan si prasekolah sedang berbelanja baju di mal, dimana anak akan belajar membuka dan memakai baju sendiri.

3. Kemampuan Berbagi

Berbagi adalah salah satu hal yang paling sulit dipelajari anak. Karena itu, untuk mengajarkan berbagi padanya, pertama orangtua harus menjadi contoh berbagi yang baik bagi anak.

Tapi di sekolah merupakan tempat alamiah bagi si prasekolah belajar berbagi, jadi kita tidak perlu terlalu bersikeras dalam hal ini. Yang perlu dilakukan hanya melatih anak untuk meminta terlebih dahulu mainan yang diinginkan dari temannya secara baik-baik, bukan dengan cara merebut.

Dengan menguasai 3 kemampuan ini, anak akan mudah beradaptasi saat masuk taman kanak-kanak.

Address

Jalan Ikan Paus
Ende
86315

Telephone

082341089469

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Raudhatul Athfal Al - Ilmu Ende posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Raudhatul Athfal Al - Ilmu Ende:

Shortcuts

Share

Category