AIQBA Academy

AIQBA Academy AIQBA ACADEMY adalah Lembaga Pendidikan Al-Qur'an & Bhs Arab Berbasis Online

Keluarga Besar Aiqba Academy mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M
25/08/2026

Keluarga Besar Aiqba Academy mengucapkan Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H / 2026 M

Dirgahayu HUT RI Ke-81 "Indonesia Berdaulat Adil & Makmur".
16/08/2026

Dirgahayu HUT RI Ke-81 "Indonesia Berdaulat Adil & Makmur".

MAULID NABI(Kemuliaan Akhlak Rasulullah ﷺ)PENDAHULUAN Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعال...
09/08/2026

MAULID NABI
(Kemuliaan Akhlak Rasulullah ﷺ)

PENDAHULUAN

Alhamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى yang telah mengutus Rasulullah ﷺ sebagai rahmat bagi seluruh alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh orang yang mengikuti beliau hingga hari kiamat.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ ۝١٠٧

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.”
(QS. Al-Anbiyā’: 107)»

Mengenang kelahiran Nabi Muhammad ﷺ hendaknya tidak berhenti pada kegembiraan seremonial. Yang lebih penting adalah mengenal pribadi beliau, mencintai beliau, mempelajari sunnahnya, serta meneladani akhlak dan perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. SEPUTAR MAULID NABI

1. Pengertian Maulid Nabi Menurut Bahasa dan Istilah

Secara bahasa, terdapat beberapa kata yang berkaitan dengan kelahiran:

مَوْلِدٌ

Mawlid berarti waktu atau tempat kelahiran.

مَوْلُودٌ

Mawlūd berarti orang yang dilahirkan.

مِيلَادٌ

Mīlād berarti kelahiran atau waktu kelahiran.

Adapun Maulid Nabi dalam penggunaan istilah di masyarakat berarti kegiatan untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad ﷺ yang biasanya diisi dengan pembacaan sirah Nabi, shalawat, kajian, nasihat, pembacaan Al-Qur’an, sedekah, dan berbagai kegiatan kebaikan.

Namun, penting dipahami bahwa perayaan Maulid dalam bentuk acara khusus bukanlah ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan para sahabat pada masa beliau. Karena itu, pembahasan mengenai hukum Maulid menjadi wilayah khilafiyah di kalangan ulama.

Yang tidak diperselisihkan adalah kewajiban mencintai Rasulullah ﷺ, bershalawat kepada beliau, mempelajari sirahnya, dan mengikuti sunnahnya.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ ۝٣١

“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

(QS. Āli ‘Imrān: 31)»

2. Sejarah Asal Mula Peringatan Maulid

Nabi Muhammad ﷺ lahir di Makkah dari keluarga Bani Hasyim. Para ulama sejarah sepakat bahwa beliau lahir pada hari Senin, berdasarkan hadits Abu Qatadah رضي الله عنه:

«ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ، وَيَوْمٌ بُعِثْتُ فِيهِ، أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

“Itu adalah hari aku dilahirkan, hari aku diutus, atau hari diturunkannya wahyu kepadaku.”

(HR. Muslim)»

Adapun tanggal tepat kelahiran beliau terdapat perbedaan pendapat di kalangan ahli sejarah.

Tradisi memperingati Maulid sebagai sebuah acara khusus baru berkembang beberapa abad setelah wafatnya Rasulullah ﷺ. Salah satu peringatan besar yang banyak disebut dalam sumber sejarah Islam berlangsung pada masa Sultan al-Muzaffar di Irbil, pada abad ke-7 Hijriah. Ibn Katsir juga mencatat kegiatan Maulid yang diselenggarakan oleh Sultan al-Muzaffar.

Karena itu, perlu dibedakan antara:

- mencintai Rasulullah ﷺ, yang merupakan kewajiban;
- mempelajari sirah dan akhlak beliau, yang merupakan kebaikan;
- dan menetapkan suatu bentuk perayaan Maulid tertentu sebagai ibadah khusus, yang menjadi pembahasan dan perbedaan pendapat para ulama.

3. Hukum Memperingati Maulid Nabi

Dalam masalah ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Pendapat pertama

Sebagian ulama membolehkan kegiatan Maulid apabila isinya adalah perkara-perkara yang dibenarkan syariat, seperti:

- membaca Al-Qur’an;
- mempelajari sirah Nabi ﷺ;
- membaca shalawat;
- memberikan nasihat;
- bersedekah;
- memberi makan;
- mengajarkan akhlak Rasulullah ﷺ;

dengan catatan tidak disertai kemaksiatan atau keyakinan bahwa acara tersebut merupakan kewajiban agama yang ditetapkan secara khusus oleh Nabi ﷺ.

Pendapat kedua

Sebagian ulama tidak membolehkan menjadikan Maulid sebagai perayaan keagamaan khusus karena Rasulullah ﷺ, para sahabat, dan generasi awal umat Islam tidak melakukannya.

Di antara dalil yang digunakan adalah sabda Rasulullah ﷺ:

«مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَٰذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barang siapa mengada-adakan dalam urusan agama kami sesuatu yang bukan bagian darinya, maka amalan tersebut tertolak.”

(HR. Bukhari dan Muslim)»

Oleh karena itu, sikap yang baik dalam masalah ini adalah memperluas ilmu, menghormati perbedaan pendapat yang mu‘tabar, dan tidak menjadikan masalah khilafiyah sebagai alasan untuk saling mencela dan memutuskan persaudaraan.

Yang terpenting, kecintaan kepada Rasulullah ﷺ harus diwujudkan dengan ittiba‘, yaitu mengikuti petunjuk beliau.

B. PROFIL RASULULLAH ﷺ

1. Nasab Rasulullah ﷺ

Beliau adalah:

محمد بن عبد الله بن عبد المطلب بن هاشم بن عبد مناف بن قصي بن كلاب بن مرة بن كعب بن لؤي بن غالب بن فهر بن مالك بن النضر بن كنانة بن خزيمة بن مدركة بن إلياس بن مضر بن نزار بن معد بن عدنان

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka‘ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma‘ad bin Adnan.

Beliau berasal dari suku Quraisy, dari Bani Hasyim.

Ayah beliau adalah Abdullah bin Abdul Muthalib, sedangkan ibunya adalah Aminah binti Wahab.

2. Masa Pengasuhan Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ mengalami kehidupan yang penuh dengan ujian sejak masa kecil.

Ayah beliau, Abdullah, telah wafat sebelum beliau lahir. Setelah lahir, beliau disusui dan diasuh oleh Halimah as-Sa‘diyah.

Setelah ibunya, Aminah, wafat, beliau diasuh oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Setelah Abdul Muthalib wafat, beliau berada dalam pengasuhan pamannya, Abu Thalib.

Allah سبحانه وتعالى mengingatkan nikmat-Nya kepada Rasulullah ﷺ:

«أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ ۝٦ وَوَجَدَكَ ضَالًّا فَهَدَىٰ ۝٧ وَوَجَدَكَ عَائِلًا فَأَغْنَىٰ ۝٨

“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu. Dan Dia mendapatimu sebagai orang yang belum mendapat petunjuk, lalu Dia memberikan petunjuk. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”

(QS. Adh-Dhuḥā: 6–8)»

3. Dakwah Periode Makkah dan Madinah

Rasulullah ﷺ menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun.

Dakwah beliau di Makkah berlangsung sekitar 13 tahun, sedangkan setelah hijrah ke Madinah, beliau berdakwah dan membangun masyarakat Islam sekitar 10 tahun.

Dakwah beliau mencakup:

1. Tauhid dan mengesakan Allah.
2. Meninggalkan kesyirikan.
3. Menegakkan ibadah.
4. Membina akhlak.
5. Menegakkan keadilan.
6. Menjaga persaudaraan.
7. Membangun masyarakat yang beriman dan berakhlak.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ.
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan untuk ditaati dengan izin Allah.” (QS. An-Nisā’: 64)»

C. KETELADANAN RASULULLAH ﷺ
Allah Menjadikan Rasulullah ﷺ sebagai Teladan

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا ۝٢١
“Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Aḥzāb: 21)»

Ayat ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ bukan hanya untuk dikagumi, tetapi untuk diteladani.

1. Teladan dalam Ibadah

Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling mengenal Allah dan paling bersyukur kepada-Nya.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ۝١٦
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan penuh harap, dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS. As-Sajdah: 16)»

Dalam hadits disebutkan:

«كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُصَلِّي حَتَّى تَرِمَ قَدَمَاهُ.
“Nabi ﷺ biasa melaksanakan shalat hingga kedua kaki beliau membengkak.”

Para sahabat bertanya mengapa beliau melakukan demikian, padahal Allah telah mengampuni dosa-dosa beliau. Beliau menjawab:

أَفَلَا أَكُونُ عَبْدًا شَكُورًا

“Tidakkah aku ingin menjadi seorang hamba yang bersyukur?” (HR. Bukhari no. 1130)»

Pelajaran:

Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ harus mendorong kita untuk memperbaiki shalat, memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan meningkatkan rasa syukur kepada Allah.

2. Teladan dalam Keluarga

Rasulullah ﷺ adalah manusia terbaik dalam memperlakukan keluarganya.

Beliau bersabda:

«خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi no. 3895)»

Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan hanya bagaimana ia bersikap di hadapan masyarakat, tetapi juga bagaimana ia memperlakukan keluarganya ketika berada di rumah.

Maka, jangan sampai seseorang terlihat lembut kepada orang lain tetapi kasar kepada keluarganya.

3. Teladan dalam Kesederhanaan

Rasulullah ﷺ hidup sederhana meskipun beliau adalah manusia paling mulia.

Dari Umar bin Khaththab رضي الله عنه, ketika beliau melihat Rasulullah ﷺ berbaring di atas tikar, terlihat bekas tikar pada sisi tubuh beliau.

Umar رضي الله عنه kemudian menangis. Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya tentang keadaan dunia dan akhirat.

Hal ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ tidak menjadikan kemewahan dunia sebagai tujuan hidup.

Kesederhanaan bukan berarti meninggalkan nikmat Allah, tetapi tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama kehidupan.

4. Teladan dalam Perasaan dan Kasih Sayang

Allah سبحانه وتعالى menggambarkan kasih sayang Rasulullah ﷺ kepada umatnya:

«لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ ۝١٢٨

“Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri. Berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan kebaikan bagimu, dan terhadap orang-orang mukmin dia sangat penyantun dan penyayang.” (QS. At-Taubah: 128)»

Kemudian Allah berfirman:

«فَإِن تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ ۝١٢٩

“Jika mereka berpaling, maka katakanlah, ‘Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.’” (QS. At-Taubah: 129)»

Rasulullah ﷺ sangat memperhatikan keadaan umatnya. Beliau menginginkan agar umatnya mendapatkan keselamatan dunia dan akhirat.

5. Pemimpin yang Lembut dan Peduli

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ ۝١٥٩
“Maka berkat rahmat dari Allah engkau berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Āli ‘Imrān: 159)»

Dari ayat ini kita belajar bahwa seorang pemimpin harus:

- lembut;
- mudah memaafkan;
- mendoakan orang lain;
- s**a bermusyawarah;
- tidak kasar;
- tidak keras hati;
- dan bertawakal kepada Allah.

6. Memiliki Sifat yang Mulia

Rasulullah ﷺ memiliki akhlak yang sangat agung.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ ۝٤

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)»

Di antara sifat utama Rasulullah ﷺ yang wajib diteladani adalah:

a. Ṣiddīq — صِدِّيق Selalu benar dan jujur.

b. Amānah — أَمَانَة Dapat dipercaya dan menjaga amanah.

c. Tablīgh — تَبْلِيغ Menyampaikan wahyu dan risalah Allah dengan sempurna.

d. Faṭānah — فَطَانَة Memiliki kecerdasan, kebijaksanaan, dan kemampuan memahami keadaan umat.

Keempat sifat tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ adalah teladan sempurna dalam kejujuran, amanah, dakwah, kecerdasan, dan akhlak.

D. PENUTUP

Maulid Nabi ﷺ seharusnya menjadi momentum untuk mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah ﷺ, bukan sekadar kegiatan seremonial.

Cinta kepada Rasulullah ﷺ bukan hanya dengan ucapan:

أُحِبُّ رَسُولَ اللهِ ﷺ

“Aku mencintai Rasulullah ﷺ.”

Tetapi cinta tersebut harus dibuktikan dengan mengikuti sunnah beliau.

Allah سبحانه وتعالى berfirman:

«قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

“Katakanlah: Jika kalian mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kalian.” (QS. Āli ‘Imrān: 31)»

Maka, mari kita jadikan momentum Maulid Nabi ﷺ sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri:

Dari keras menjadi lembut.
Dari malas menjadi rajin beribadah.
Dari tidak jujur menjadi orang yang amanah.
Dari egois menjadi peduli.
Dari kasar kepada keluarga menjadi penuh kasih sayang.
Dari jauh dari sunnah menjadi semakin dekat dengan sunnah Rasulullah ﷺ.
والله أعلم بالصواب

AHAD AIQBAAlhamdulillah telah terlaksana AHAD (Agenda Halaqoh Al-Qur'an Ahad Kedua) di rumah Ustadz Muhammad Ali Nst Jl....
09/08/2026

AHAD AIQBA
Alhamdulillah telah terlaksana AHAD (Agenda Halaqoh Al-Qur'an Ahad Kedua) di rumah Ustadz Muhammad Ali Nst Jl. Tanjung Raya Bunga Tanjung Kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan.

Pertemuan perdana ini dihadiri oleh 9 orang Da'i. Kami membahas Materi tentang Maulid Nabi Muhammad SAW dan materi Masail Kontemporer lainnya.

Barokalloh untuk semuanya semoga Istiqomah untuk pertemuan berikutnya.

Alhamdulillah Kelas Pembinaan Da'i & Khatib Batch 6 sudah dimulai, semoga para peserta ISTIQOMAH mengikutinya sampai tun...
06/08/2026

Alhamdulillah Kelas Pembinaan Da'i & Khatib Batch 6 sudah dimulai, semoga para peserta ISTIQOMAH mengikutinya sampai tuntas. Aamiin.

MAJELIS ILMU AIQBA RESMI DILUNCURKAN, HADIRKAN RUANG BELAJAR AL-QUR'AN DAN SILATURAHMI BAGI ALUMNI DA'I DAN MASYARAKATDU...
04/08/2026

MAJELIS ILMU AIQBA RESMI DILUNCURKAN, HADIRKAN RUANG BELAJAR AL-QUR'AN DAN SILATURAHMI BAGI ALUMNI DA'I DAN MASYARAKAT

DUMAI – Dalam upaya menghidupkan semangat menuntut ilmu serta memperkuat ukhuwah di kalangan alumni Sekolah Da'i, AIQBA Kota Dumai resmi meluncurkan program rutin bertajuk Majelis Ilmu AIQBA. Program ini diharapkan menjadi wadah pembinaan keilmuan Al-Qur'an yang berkesinambungan sekaligus memperluas manfaat dakwah di tengah masyarakat.

Majelis Ilmu AIQBA akan diselenggarakan setiap Ahad pekan kedua setiap bulan, mulai pukul 09.30–11.00 WIB dengan durasi sekitar 90 menit. Kegiatan dilaksanakan secara bergilir di berbagai lokasi di Kota Dumai, seperti rumah para da'i, masjid, mushalla, maupun tempat lain yang representatif untuk kegiatan ilmiah dan dakwah.

Program ini terbuka bagi seluruh alumni Sekolah Da'i AIQBA serta masyarakat umum yang memiliki kecintaan terhadap ilmu syar'i dan ingin memperdalam pemahaman Al-Qur'an dalam suasana yang hangat, ilmiah, dan penuh ukhuwah.

Ketua penyelenggara berharap kehadiran Majelis Ilmu AIQBA tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi sarana melahirkan generasi da'i yang terus belajar, mengamalkan ilmu, serta memberikan kontribusi nyata bagi umat.

Adapun rangkaian kegiatan dalam setiap pertemuan meliputi:

Pembukaan oleh MC.
Tilawah Al-Qur'an secara bergiliran (tadarrus).
Terjemah ayat Al-Qur'an.
Tadabbur ayat.
Penyampaian Insight Qur'ani.
Taujih atau nasihat dari ustadz.
Diskusi interaktif yang dilanjutkan dengan ramah tamah dan konsumsi.
Doa penutup.

Melalui program ini, AIQBA Kota Dumai berkomitmen untuk terus membangun budaya belajar sepanjang hayat, mempererat silaturahmi antarda'i, serta menghadirkan majelis ilmu yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

"Semoga Allah Ta'ala menjadikan Majelis Ilmu AIQBA sebagai majelis yang dipenuhi keberkahan, dinaungi para malaikat, dilimpahi rahmat, dan menjadi sebab bertambahnya ilmu, amal, serta ketakwaan seluruh pesertanya. Aamiin."

SUJUD DALAM ISLAM"Puncak Kehambaan Seorang Mukmin"------------------------------------1. Pengertian SujudSecara BahasaKa...
31/07/2026

SUJUD DALAM ISLAM

"Puncak Kehambaan Seorang Mukmin"
------------------------------------

1. Pengertian Sujud

Secara Bahasa

Kata السجود berasal dari kata:
> سَجَدَ – يَسْجُدُ – سُجُودًا
yang berarti:
> الخضوع والتذلل والانحناء
"Merendahkan diri, tunduk dan patuh."

Lisanul 'Arab menjelaskan:
> السجود هو التذلل والخضوع
"Sujud adalah ketundukan dan kerendahan diri."

Referensi : Lisanul Arab, Ibnu Manzhur, juz 3.

Secara Istilah Syariat

Imam An-Nawawi menjelaskan:

> السجود وضع الجبهة على الأرض تعبداً لله تعالى
"Sujud adalah meletakkan dahi di atas tanah sebagai bentuk ibadah kepada Allah."

Referensi : Imam An-Nawawi, Al-Majmu'.

Allah berfirman:

> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu dan berbuatlah kebajikan agar kamu beruntung." (QS. Al-Hajj:77)

Rasulullah ﷺ bersabda:
> أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
"Keadaan seorang hamba paling dekat dengan Rabbnya adalah ketika ia sedang sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim No. 482)

Ibnu Qayyim berkata:

> "Sujud adalah puncak kehinaan seorang hamba di hadapan Allah, sekaligus puncak kemuliaannya."

Referensi : Madarijus Salikin 1/295.

2. Anggota Sujud
Rasulullah ﷺ bersabda:
> أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ
"Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota tubuh." (HR. Bukhari No. 812 Muslim No.490)

Tujuh anggota tersebut

1. Dahi (termasuk hidung)
2. Telapak tangan kanan
3. Telapak tangan kiri
4. Lutut kanan
5. Lutut kiri
6. Ujung kaki kanan
7. Ujung kaki kiri

Imam Ibnu Hajar berkata:

> "Menempelkan seluruh anggota tersebut merupakan bentuk kesempurnaan sujud." (Fathul Bari)

3. Sujud Perspektif Kesehatan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa posisi sujud memberikan manfaat fisiologis, meskipun tujuan utama sujud tetaplah ibadah.

a. Melancarkan aliran darah ke otak

Ketika kepala lebih rendah dari jantung, suplai darah ke otak meningkat.

b. Membantu relaksasi

Posisi sujud membantu menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis sehingga tubuh menjadi lebih tenang.

c. Meregangkan tulang belakang

Posisi sujud membantu menjaga fleksibilitas tulang belakang.

d. Menyehatkan persendian

Sujud melibatkan:

bahu , siku, lutut , pergelangan kaki

Allah berfirman:

> الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ
"Dialah yang menyempurnakan segala ciptaan-Nya." (QS. As-Sajdah:7)

Catatan

Manfaat kesehatan adalah hikmah, bukan tujuan utama sujud.

4. Sujud adalah Amalan Para Malaikat

Allah berfirman:

> إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ.
"Ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kepada Adam, maka mereka semua sujud kecuali Iblis." (QS. Al-Baqarah:34)

Allah juga berfirman:

> بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ.
"Mereka adalah hamba-hamba yang dimuliakan." (QS. Al-Anbiya':26)

Rasulullah ﷺ bersabda:

> أَطَّتِ السَّمَاءُ وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ، مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَفِيهِ مَلَكٌ سَاجِدٌ أَوْ قَائِمٌ.
"Langit berderit, dan memang pantas berderit. Tidak ada tempat selebar empat jari kecuali di situ ada malaikat yang berdiri atau bersujud." (HR. Tirmidzi No.2312, dinilai hasan).

5. Esensi Sujud Malaikat kepada Nabi Adam

Allah berfirman:

> فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ.
"Lalu seluruh malaikat bersujud semuanya." (QS. Al-Hijr:30).

Mengapa malaikat sujud?

Para ulama menjelaskan:

1. Bukan menyembah Adam

Imam Ath-Thabari berkata:

> "Sujud tersebut adalah bentuk ketaatan kepada Allah, bukan ibadah kepada Adam." (Tafsir Ath-Thabari)

2. Menghormati Adam

Ibnu Katsir berkata:

> "Itu merupakan penghormatan dan pemuliaan kepada Adam." (Tafsir Ibnu Katsir).

3. Menguji ketaatan

Allah menguji: malaikat taat, iblis sombong

Firman Allah:

> أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
"Iblis enggan, sombong dan termasuk golongan kafir." (QS. Al-Baqarah:34)

Hikmah

Kemuliaan ilmu. Bahaya kesombongan. Taat tanpa membantah.

6. Macam-Macam Sujud

A. Sujud dalam Shalat

Rukun shalat yang dilakukan dua kali setiap rakaat.

Dalil:

> وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ
"Sujudlah dan dekatkanlah dirimu kepada Allah." (QS. Al-'Alaq:19)

B. Sujud Sahwi

Dilakukan karena lupa dalam shalat.

Hadits:

> إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ... فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ

(HR. Muslim No.571)

C. Sujud Tilawah

Dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat sajdah.

Dalil:

> إِنَّمَا يُؤْمِنُ بِآيَاتِنَا الَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِهَا خَرُّوا سُجَّدًا
"Sesungguhnya yang beriman kepada ayat-ayat Kami hanyalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengannya mereka segera bersujud." (QS. As-Sajdah:15)

D. Sujud Syukur

Dilakukan ketika memperoleh nikmat atau terhindar dari musibah.

Hadits:

> كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا جَاءَهُ أَمْرٌ يَسُرُّهُ خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا لِلَّهِ
"Apabila Nabi ﷺ mendapatkan kabar yang menggembirakan, beliau langsung bersujud sebagai rasa syukur kepada Allah."

(HR. Abu Dawud No.2774; dinilai hasan oleh Al-Albani)

Hikmah Sujud

1. Menghapus dosa.
2. Mendekatkan diri kepada Allah.
3. Menghilangkan kesombongan.
4. Menenangkan hati.
5. Menambah derajat di sisi Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً
"Tidaklah seorang hamba bersujud kepada Allah satu kali sujud, melainkan Allah mengangkat satu derajat baginya dan menghapus satu kesalahan darinya." (HR. Muslim No.488)

Referensi Utama

1. Al-Qur'an al-Karim.
2. Shahih al-Bukhari.
3. Shahih Muslim.
4. Sunan Abu Dawud.
5. Jami' at-Tirmidzi.
6. Tafsir Ibnu Katsir.
7. Jami' al-Bayan karya Imam Ath-Thabari.
8. Al-Majmu' karya Imam An-Nawawi.
9. Fathul Bari karya Ibnu Hajar al-'Asqalani.
10. Madarijus Salikin karya Ibnul Qayyim.
11. Lisanul 'Arab karya Ibnu Manzhur.

*NAFSUL MUTHMAINNAH**Khutbah Jum'at**24 Juli 2026**Oleh : Ust. Najam*------------------------------------Allah Ta'ala be...
23/07/2026

*NAFSUL MUTHMAINNAH*
*Khutbah Jum'at*
*24 Juli 2026*
*Oleh : Ust. Najam*
------------------------------------

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ ۝ ارْجِعِي إِلَىٰ رَبِّكِ رَاضِيَةً مَرْضِيَّةً ۝ فَادْخُلِي فِي عِبَادِي ۝ وَادْخُلِي جَنَّتِي
Artinya:
"Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha dan diridhai. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku." (QS. Al-Fajr: 27–30)

*1. Pengertian An-Nafs Al-Muthma'innah*

*Imam Ibnu Katsir رحمه الله*
النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ هِيَ السَّاكِنَةُ الثَّابِتَةُ عَلَى الْإِيمَانِ
"Yaitu jiwa yang tenang dan kokoh di atas keimanan."
(Tafsir Ibnu Katsir, QS. Al-Fajr).

*Imam Al-Qurthubi رحمه الله*
Beliau menjelaskan:
هِيَ الَّتِي اطْمَأَنَّتْ إِلَى وَعْدِ اللَّهِ، وَرَضِيَتْ بِقَضَائِهِ
"Yaitu jiwa yang tenang dengan janji Allah dan ridha terhadap ketentuan-Nya."
(Tafsir Al-Qurthubi)

*Ibnul Qayyim رحمه الله*
Dalam Madarij As-Salikin beliau menjelaskan bahwa jiwa yang tenang ialah:

Jiwa yang tidak lagi dikuasai hawa nafsu, tetapi selalu tunduk kepada Allah, cinta kepada-Nya, ridha terhadap keputusan-Nya, dan yakin terhadap janji-Nya.

*2. Kecenderungan Nafsul Muthmainnah*

*Jiwa yang tenang memiliki ciri-ciri :*

1. Selalu condong kepada ketaatan.
2. Mencintai Al-Qur'an dan majelis ilmu.
3. Ridha terhadap takdir Allah.
4. Ikhlas dalam beramal.
5. Senang bertaubat ketika berbuat dosa.
6. Tidak diperbudak dunia.

*3. Kiat Meraih Nafsul Muthmainnah*

*a. Memperbanyak Dzikir*

Allah berfirman:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
Artinya:
"Orang-orang yang beriman, hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
(QS. Ar-Ra'd: 28)

*b. Memperkuat Tauhid*

Rasulullah ﷺ bersabda:
ذَاقَ طَعْمَ الْإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا.
Artinya:
"Telah merasakan manisnya iman orang yang ridha Allah sebagai Rabbnya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Rasulnya." (HR. Muslim No. 34)

*c. Bersabar atas Takdir Allah*

Allah berfirman:
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
"Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah:155)

*d. Banyak Membaca Al-Qur'an*

Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ.
Artinya:
"Wahai manusia! Sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit dalam dada."
(QS. Yunus:57)

*e. Menjauhi Maksiat*

Ibnu Taimiyah berkata:
إِنَّ فِي الدُّنْيَا جَنَّةً، مَنْ لَمْ يَدْخُلْهَا لَمْ يَدْخُلْ جَنَّةَ الْآخِرَةِ
"Di dunia ini ada surga; siapa yang tidak memasukinya, ia tidak akan memasuki surga akhirat."
Yang dimaksud adalah ketenangan hati karena mengenal Allah..(Majmu' Al-Fatawa)

Serial Nasehat Masalah LISAN dari Guru Kita Ust. Arfan Sulaiman,S.E.,Sy
23/07/2026

Serial Nasehat Masalah LISAN dari Guru Kita Ust. Arfan Sulaiman,S.E.,Sy

Menjaga Lisan Cerminan Akhlak
23/07/2026

Menjaga Lisan Cerminan Akhlak

Address

Jalan Tunas Muda Komp. Btn. Rawasari Kel. Bukit Datuk Kec. Dumai Selatan
Dumai
28800

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when AIQBA Academy posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share