28/07/2022
Ramai-ramai pamer fashion. Coba baca kisah anak muda, sahabat Rasulullah saw, Mushab bin Umair.
Mushab bin Umair. Anak Sultan. Anak bangsawan. Anak kesayangan. Kalau ngomong tentang fashion, Mushab selalu up to date. Baju-bajunya branded. Banyak dibeli dari luar negeri. Jika Mushab melewati suatu kerumunan, orang-orang langsung tahu jika yang lewat itu Mushab bin Umair meski tak lihat wajahnya. Tahu darimana ? Dari parfum mahal yang ia pakai.
Mushab juga tumbuh sebagai anak kesayangan. Apapun yang diinginkannya akan dikabulkan terutama oleh Ibunya. Tentang kemewahan, kekayaan, keterkenalan, maka Mushab adalah ikon nya.
Dibalik kemudahan hidup yang dimiliki Mushab. Mushab juga anak yang cerdas. Rasa ingin tahunya begitu besar. Maka saat didengarnya kabar tentang Muhammad, ia pun penasaran. Apa sebenarnya yang diajarkan Muhammad. Datanglah Mushab ke rumah Arqom bin Abil Arqom. Tempat halqohnya para sahabat bersama Rasulullah saw.
Singkat cerita Mushab masuk Islam. Mushab amat terpesona pada ajaran Islam. Begitu tahu Mushab masuk Islam, sang Ibunda marah besar. Tak terima anaknya meninggalkan ajaran lama. Tapi Mushab tak goyah. Imannya sekokoh karang. Mushab dikurung dalam penjara, berharap Mushab berubah fikiran. Tapi mushab tetap teguh hingga akhirnya Mushab memilih pergi meninggalkan segala kemewahan dan kemudahan hidup. Mushab memilih berdakwah bersama manusia mulia, Rasulullah saw.
Begitu besar perubahan hidup yang terjadi pada Mushab. Sampai-sampai Rasulullah saw tak kuasa menahan airmata ketika melihat Mushab.
Ali bin Abi Thalib berkata, “Suatu hari, kami duduk bersama Rasulullah saw di masjid. Lalu muncullah Mush’ab bin Umair dengan mengenakan kain burdah yang kasar dan memiliki tambalan. Ketika Rasulullah saw melihatnya, beliau pun menangis teringat akan kenikmatan yang ia dapatkan dahulu (sebelum memeluk Islam) dibandingkan dengan keadaannya sekarang…” (HR. Tirmidzi)
Mushab bin Umair yang dulu begitu keren dalam penampilan. Kini hanya mengenakan kain yang penuh dengan tambalan. Ada kekuatan dahsyat yang membuat Mushab sanggup meninggalkan segala bentuk kenikmatan dunia. Kekuatan itu adalah Iman.
Mushab bin Umair memilih kebahagiaan berjuang bersama Rasulullah. Dan namanya harum dalam tinta sejarah sebagai anak muda yang menjadi duta pertama dalam Islam. Meratakan Madinah dengan Islam hanya dalam waktu satu tahun saja. MasyaAllah.
Hari ini ramai anak-anak muda di CFW berbangga dengan fashion. Lalu terkenal dan dapat banyak cuan. Meskipun dipenuhi pelanggaran syariat. Jika mereka tahu bahwa semua itu bukan kebahagiaan hakiki, tentulah mereka akan meninggalkannya seperti Mushab meninggalkan kemewahan yang menjauhkannya dari ketaatan.
*Dikutip Facebook Kak Oksa