12/10/2025
Pentingnya Mencari Ilmu
Oleh: Roy Syidin
Segala puji bagi Allah, sumber segala pengetahuan dan kebijaksanaan. Dialah yang mengajarkan manusia apa yang sebelumnya tidak diketahui. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, guru umat manusia, yang dengan penuh kasih menunjukkan jalan menuju cahaya ilmu dan iman.
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Hidup ini adalah perjalanan panjang yang dipenuhi tanda-tanda kebesaran Tuhan. Namun, hanya orang yang berilmu yang mampu membaca tanda-tanda itu. Tanpa ilmu, mata kita bisa melihat tetapi tidak memahami; telinga mendengar tetapi tak menghayati; hati berdebar, tetapi tanpa arah.
Ilmu bukan hanya milik para ulama di mimbar, atau para sarjana di universitas. Ilmu adalah kebutuhan setiap jiwa yang ingin hidup dengan benar.
Ia adalah cahaya yang menuntun langkah kita — dari gelapnya kebodohan menuju terang pemahaman.
Dengan ilmu, ibadah kita menjadi benar.
Dengan ilmu, pekerjaan kita bernilai ibadah.
Dengan ilmu p**a, kita belajar membedakan antara keyakinan dan prasangka, antara sabar dan pasrah, antara bijak dan keras hati.
Imam Syafi’i pernah berpesan, “Barang siapa menginginkan dunia, hendaklah ia berilmu. Barang siapa menginginkan akhirat, hendaklah ia berilmu. Dan barang siapa menginginkan keduanya, hendaklah ia berilmu.”
Kalimat ini sederhana, tapi dalam maknanya. Karena segala kebaikan, baik dunia maupun akhirat, bersumber dari pengetahuan yang benar.
Nabi ﷺ pun, meski beliau adalah manusia paling sempurna, tetap berdoa:
رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا
“Ya Tuhanku, tambahkanlah
kepadaku ilmu.” (QS. Ṭāhā: 114)
Doa itu mengajarkan kita bahwa belajar tidak mengenal usia. Tak ada kata “terlambat” untuk menuntut ilmu, selama hati masih mau mendengar dan pikiran masih terbuka. Seorang petani yang memahami makna syukur dalam panennya, seorang pedagang yang jujur dalam timbangan, seorang ibu yang mendidik anaknya dengan cinta dan doa — semuanya sedang menempuh jalan ilmu.
Saudaraku,
Ilmu bukan sekadar hafalan, tetapi pemahaman yang melahirkan kebijaksanaan. Ia bukan sekadar kata di lidah, tetapi cahaya di dalam hati.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Maka jangan biarkan waktu kita berlalu tanpa belajar. Datangi majelis ilmu, bacalah buku, dengarkan nasihat orang bijak, dan bergaullah dengan mereka yang mencintai kebenaran. Sebab di situlah keberkahan hidup bermula — dari ilmu yang menuntun amal, dan amal yang menumbuhkan iman.
Semoga Allah menumbuhkan dalam diri kita kerendahan hati untuk terus belajar, keikhlasan untuk mengamalkan, dan kebijaksanaan untuk menyebarkannya kepada sesama.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin