10/03/2021
_Buletin Teman Surga 153_
*Akalnya Ghosting!*
Ada-ada bae, remaja di jaman now kalo bikin istilah. Lagi pd heboh pake istilah ghosting. Ghosting apaan sih? Ya, bisa ketebak lah, kalo kita telusur dari akar katanya ghost itu kan hantu, nah hantu itu kan cirinya “nggak keihatan” alias “menghilang”. Jadi kurleb ghosting itu untuk menamai aktivitas seseorang yg tetiba ngilang, nggak ada kabar, tetiba muncul gitu aja dg kabar mengejutkan. Ya, pokoknya seputar itulah.
Tapi, kita nggak usah pusing dan nggak usah ngerasa insecure krn nggak gaul dengan istilah-istilah baru, macam ghosting itu. krn besok-besok ketika kamu mata kamu melek, telinga kamu terbuka udah ada istilah-istilah baru lagi. Pusing kalo dipikirin.
Mending, sekarang mikirin nih, eh lebih tepatnya sih tebak aja deh, kira-kira kalo judul BTS kali ini “akalnya ghosting” ngebahas apa sih? Masak akalnya hilang? Atau akalnya gosong? Hehehe… udah deh daripada pingsan karena penasaran nggak bisa nebak, yuk simak buletin kesayanganmu sampe kelar.
*Akal Bisa Ghosting Ya?!*
Istilah ghosting banyak dipake pada sebuah hubungan percintaan (baca: pacaran), tapi sebenarnya scr umum mah, ghosting bisa dipake apa aja, yang intinya membayang, membekas, menghilang & sejenisnya. Nah, ghosting kali ini kita mau kaitkan dengan hilangnya akal. Wow, kalo hilang akalnya gila d**g?
Hemm…, mungkin bisa mengarah ke gila juga, tapi belum sampe gila sih. Hilang akalnya di sini, lebih ke akalnya nggak lagi di tempatnya. Gini deh, biar kamu nggak tambah bingung & makin nyambung ke bahasan kita kali ini, coba deh man-teman ingat lagi, pernah nggak punya teman or saudara yg kehilangan kesadaran karena mabuk? Bukan mabuk perjalanan ya, tapi mabuk krn minuman keras maupun mabuk krn narkoba.
Anggap aja man-teman pernah ngeliat orang mabuk beneran. Biasanya kalo org mabuk, ngomognya s**a ngaco, bahkan kalo mabuknya krn nyimeng atau nyabu lebih parah, perilakunya juga ikutan ngaco. Nah, itulah ciri-ciri org yg akalnya sedang tidak ada di tempat, alias hilang kesadarannya. Bisa disebut halusinasi, mengigau, euforia dan sejenisnya.
Kalo tingkatannya udah jadi pecandu minol alias minuman berakohol, ada ciri-ciri yang bisa dideteksi. Di antaranya menurut P2PTM Kemenkes RI, (1) Suasana hati dan perilaku yang selalu berubah; (2) Menjadi pendiam dan penyendiri; (3) tidak lagi tertarik menyalurkan hobi atau tidak tertarik untuk melakukan aktivitas positif; (4) Mata terlihat sayu dan merah; (5) Penurunan prestasi di sekolah atau kampus; (6) Daya ingat berkurang & perubahan gaya bicara; dll
Nah, makin yakin kan, kalo para pecandu (pemabuk) itu sering akalnya ghosting? Bahkan kalo kecanduanya pd NAPZA (Narkotika, Putaw, Inex, Sabu, dll), lebih parah dari itu ciri-cirinya. Kalo levelnya udah pd sampe addict alias pecandu yang ketagihan, bisa ngelakuin apa aja. Mulai dari nyuri duit ortunya, sampe kejahatan yang lebih gila dari itu. Pantes banget kalo mereka disebut akalnya ghosting kan?
*Miras Mending Daripada Narkoba?*
Kalo narkoba seharusnya sih udah bikin org begidig u jadi penikmat maupun pecandunya. Apalagi, sudah ada badan khusus anti narkoba u menangani masalah ini. Tapi, nyatanya tetap aja ada penikmat dan pecandunya. Persis, kayak rokok, meski sudah dikasih warning di bungkusnya, “merokok membunuhmu”, tapi tetap aja banyak yg nggak takut dampak or akibat bahaya rokok. Malahan kalo ada yg nggak ngerokok dibilangnya nggak cowok. Duh parah pisan!
Pertanyaannya, why, kenapa? Koq pada nggak kapok, ngeri, takut hilang akal, karena narkoba? Jawaban simpelnya sih, pake prinsip ekonomi, ada supply ada demand, alias pengadaan itu ada krn permintaan. Artinya, karena memang ada yg minta, baik u dikonsumsi atau didistribusi. Ini mah udah bukan rahasia lagi, kalo narkoba udah jadi ajang bisnis, bahkan udah sampe dibui pun masih bisa menjalankan bisnis narkoba ini. Ngeri kan?!
Itu narkoba, lalu gimana dg miras? Ya setali tiga uang, sama aja. Bukan berarti miras maupun minol lebih enteng dampaknya. Nggak ada toleransi untuk hal yg membahayakan akal manusia. Kalo narkoba dilarang harusnya miras juga dilarang, dibentuk juga badan khusus u menangani masalah ini. Tapi lagi-lagi kayak rokok, meski sudah tahu bahwa miras ini berbahaya, tapi kalo demand alias permintaan, apalagi dikasih fasilitas, yaa wis bablas angine, nggak ada pengaruhnya larangan itu.
Kita udah dikasih tahu bahaya rokok, narkoba hingga miras, tapi kalo di supermarket or warung-warung tertentu disediain rokok atau miras, meskipun katanya kadar alkoholnya kecil, trus di bar atau café juga dijual bebas minol, ya podo wae alias sama aja bo’ong. Itu sama aja kayak orang tua ngelarang anaknya ngerokok, tapi bapaknya nyontohin di depan anaknya ngerokok, trus rokoknya ditaruh bebas di atas meja.
Itu menunjukkan betapa nggak seriusnya penanganan masalah narkoba, miras dan sejenisnya, yang bisa berpotensi ngilangin akal manusia.
Jadi miras tetap aja bahaya bin haram. Sebahaya apa? Masih menurut P2PTM Kemenkes RI, dampak negatif miras, di antaranya: (1) Menyebabkan kerusakan saraf; (2) Menyebabkan gangguan jantung; (3) Mengganggu sistem metabolisme tubuh; (4) Mengganggu sistem reproduksi; (5) Menurunkan kecerdasan; (6) Mengganggu fungsi hati; (7) Menyebabkan tekanan darah tinggi, dll. Lengkap sudah, yg diserang bukan hanya akal atau otak, tapi seluruh organ bisa terancam rusak kalo kita jadi pengkonsumsi miras.
*Islam Larang Miras Demi Jaga Akal*
Bukan Islam kalo nggak lengkap hukumnya, bukan Islam kalo nggak mengandung rahmat dari aturan syariatnya. Pun ketika Islam ngelarang miras, Allah sebagai Al-Khaliq tentu Maha Tahu segalanya, termasuk bahaya atau akibat dari miras. Makanya pengertian minuman keras dlm Islam adalah minuman yang haram dan memabukkan.
*_“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dg panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”_ (QS. Al Maidah : 90)*
*_“Mereka bertanya kepadamu ttg khamr & judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar & beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya…..”_ (QS. Al-Baqarah : 219)*
Bahkan, lagi-lagi terkait dg akal atau kesadaran, kita dilarang minum kamhr (miras) apalagi saat sedang shalat, karena kalo dlm keadaan mabuk, pasti hilang kesadaran, kontrol terhadap ucapan atau bacaan kita saat sholat.
*_“Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, …..”_ (QS. An Nisa : 43)*
*_“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan & kebencian di antara kalian lantaran (meminum) khamar dan berjudi, & menghalangi kalian dari mengingat Allah & shalat, maka berhentilah kalian (dari mengerjakan pekerjaan itu)”_ (QS al-Ma’idah: 91)*
Miras atau khamr bisa jadi asal muasal sebuah kejahatan. org saling bunuh ketika dalam keadaan mabuk berat, orang kecelakaan krn abis mabuk berat, org bisa memperkosa, mencuri & sebagainya berawal dari mengonsumsi miras. Pantaslah jika Rasulullah SAW mengingatkan:
*_“Janganlah kamu minum khamar (miras), karena sungguh khamar adalah kunci dari setiap keburukan”_ (HR Ibnu Majah)*
Begitulah, miras telah merampas akal sehat para pengkonsumsi & pecandunya. Miris banget, kalo ada yang bilang miras adalah simbol kemajuan & modernitas. Mereka sudah kehilangan akal sehatnya, miras tlh merenggut akalnya, hingga tak bisa berpikir baik-buruk, benar-salah, apalagi halal-haram.
*Biar Akal Nggak Ghosting*
Imam Ahmad meriwayatkan dari sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
*_“Aku didatangi oleh Jibril dan ia berkata: Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah melaknat khamar, melaknat orang yang membuatnya, org yg meminta dibuatkan, penjualnya, pembelinya, peminumnya, pengguna hasil penjualannya, pembawanya, orang yang dibawakan kepadanya, penghidangnya & org yang dihidangkan kepadanya.”_ (HR Ahmad)*
Jadi, biar kita jauh dari zona akal ghosting, maka kita kudu jauh dari zona pertemanan pengkonsumsi miras. krn mulai dari yang bikin, sampe yang cuman disuruh beli aja, terkena laknat Allah. Ya, awalnya kita mungkin cuman jadi tukang nganternya aja, tapi kalo keseringan gaul dg mereka, maka kalo kita nggak kepingin nyoba, pasti mereka juga nggak bakal tinggal diam, ngajak kita untuk terjerumus. Naudzubilllah.
Nah, sebagai lawannya, kita kudu berkumpul di komunitas-komunitas yang positif, yg mengajak kita kepada kebaikan dan menjaga kita selalu baik. Sering-seringlah hadir di kajian Islam, atau kalo di masa pendemi kayak gini, jangan gabut, arahkan waktu kita untuk mengkonsumsi kajian online, baik yg langsung maupun via youtube & sebagainya. Biar apa? Biar suasana hati dan pikiran kita jauh dari galau, sebaliknya malah kita jadi pribadi yang senantiasa terjaga keimanan & taqwanya pd suhu yg konstan.
Trus, akal atau otak ini biar nggak tumpul harus terus diasah, otak kita harus produktif. Nah, biar produktif, maka kembalikan fungsi akal semula yakni u berpikir. jgn biarin otak ini mandeg dari berpikir, terutama berpikir serius. krn awal muasal dari semua aktivitas kita dimulai dari berpikir, bahkan itulah yang jadi ciri manusia yang bedain dg hewan, yakni berpikir. Berpikir ttg apa? Kalo kata al-Qur’an begini:
*_“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, & silih bergantinya malam & siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yg berakal,…_ (QS. Ali Imron 190)*
Kapan & pada saat apa kita diminta berpikir, bertafakur, merenung? Dilanjutkan oleh Allah dalam ayat selanjutnya:
*_“..(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dlm keadan berbaring dan mereka memikirkan ttg penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka._ (QS. Ali Imron 191).*
So, dengan terus berpikir yg dibimbing oleh al-Qur’an, di situlah kita tetap akan menjadi manusia waras yg berakal sehat, mudah bersyukur jauh dari insecure. Wah, ternyata insecure juga awalnya dari berpikir, otak atau akal. Makanya, jaga kewarasan akal kita biar nggak ghosting dengan Islam, ya hanya dg Islam. Bukan yg lain. yg lain mah lewat. Allahu Akbar! []
*Follow kami:*
FB.me/masjidpedia.official
Youtube