Alumni dan Pelajar Yayasan Annur Panca Mukti Lalundu

Alumni dan Pelajar Yayasan Annur Panca Mukti Lalundu up

ADAB MENYUSUI1. Bersuci sebelum menyusui dan ketika berwudlu sertakan niat untuk mensucikan hati putra-putri kita (KH. Q...
07/05/2022

ADAB MENYUSUI

1. Bersuci sebelum menyusui dan ketika berwudlu sertakan niat untuk mensucikan hati putra-putri kita (KH. Qomaruddin mengatakan orang tua yang mengamalkan hal ini insya Allah kelak anaknya menjadi hafidz/ah (penghafal al-Qur'an))

2. Mengucapkan basmalah "bismillahirrohmaanirrohiim"

3. Membaca doa "Subhaanaka Laa 'ilma lanaa illa maa 'allamtanaa innaka antal 'aziizul hakiim" sebanyak 7x lalu ditiupkan pada PD ibu atau makanan si kecil juga jika sudah mulai makan. (Merujuk ke QS. Albaqarah ayat 32 : antal alimul hakim)

4. Membaca fatihah tidak terbatas, boleh sekali saja atau dibaca selama anak menyusu lalu ditiupkan ke dada dan ubun-ubun anak.

Anak yang dididik dengan kasih sayang dan doa kedua orang tuanya, kelak menjadi anak yang alim dan berakhlak mulia bi idznillah.. Aamiin.

Sumber

Bukti terbesar cinta kepada al Qur`an, yaitu seseorang berusaha untuk mehamami, merenungi dan memikirkan makna-maknanya....
14/10/2021

Bukti terbesar cinta kepada al Qur`an, yaitu seseorang berusaha untuk mehamami, merenungi dan memikirkan makna-maknanya. Sebaliknya, bukti kelemahan cinta kepada al Qur`an atau tidak cinta sama sekali, yaitu berpaling tidak merenungi maknanya. Allah Azza wa Jalla mencela orang munafik, karena tidak merenungi al Qur`an dengan firmanNya :

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan al Qur`an? Sekiranya al Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentu mereka sudah mendapatkan pertentangan yang banyak di dalamnya”. [an Nisaa`/4 : 82] .

Mentadabburi al Qur`an dapat mengobati berbagai macam penyakit hati, membersihkannya dari kotoran, serta dapat memberikan jawaban dan bantahan terhadap syubhat yang dibawakan setan, manusia, dan jin. Berbeda dengan orang munafik, karena enggan merenungi al Qur`an dan tidak mencari petunjuk darinya, maka hati mereka sakit, penuh penyakit syubhat dan syahwat, sebagaimana firman Allah :

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakit itu; dan bagi mereka siksa yang pedih disebabkan mereka berdusta”. [al Baqarah/2 : 10].

Jadi, ketika Allah Azza wa Jalla mengajak manusia untuk mentadabburi al Qur`an, pada hakikatnya Allah Azza wa Jalla mengajak untuk mengobati hati mereka dari berbagai macam penyakit yang membahayakan.

, mantapkan keimanan dan bekali hidup dengan ilmu. Rapatkan barisan, jalin ukhuwah. Semoga Allah memberikan berkah-Nya, membimbing rasa cinta yang ada menuju Jannah-Nya yang kekal abadi.

Bersenang-Senanglah Dalam DakwahPenulis (Puspita Satyawati)Kau bilang, kau lelah dalam dakwah. Jalannya terlalu panjang,...
22/08/2021

Bersenang-Senanglah Dalam Dakwah

Penulis (Puspita Satyawati)

Kau bilang, kau lelah dalam dakwah. Jalannya terlalu panjang, mendaki dan sunyi. Bahkan, tak jarang bersua onak dan duri.

Kau bertanya, sampai kapan dakwah ini mengajak berlari? Sementara seringkali napas terengah mendera diri. Pun kaki terseret-seret mengikuti.

Hai, mungkinkah kau lupa azzam kita? Bukankah kau sendiri yang lantang berkata, tiada perjuangan tanpa pengorbanan. Dulu kau pun sering ucapkan, dakwah sebagai poros dari seluruh kegiatan.

Lantas, mengapa hari ini kau terus berkeluh-kesah?

Tak pernahkah kau merindu untuk ubah kata lelah menjadi lillah? Berlelah-lelah menjadi bersenang-senanglah dalam dakwah?

Kau sendiri bertutur padaku. Tentang dakwah sebagai pilihan. Bukan paksaan. Pun tekanan. Engkau memilihnya sebagai jalan hidup karena kesadaran. Sebagai kewajiban dari Sang Maha Tuan.

Lalu, hari ini masih terus kau kesahkan?

Sementara usia kita terus melaju dari satu angka menuju angka berikutnya. Kawan perjuangan pun satu per satu telah berjumpa dengan Rabbnya.

Tanda sisa usia kian bertebaran di sekujur tubuh kita. Tidakkah kau memperhatikannya? Mestinya, kau bersenang-senang dalam menikmati perihnya.

Belum seberapa jika kau mendatangi seseorang dan tak sedikit pun senyum terulas di bibirnya. Sementara Rasulullah SAW telah dilempar kotoran hewan, dicap tukang sihir, dan ditaburi duri jalan-jalan yang biasa beliau lewati.

Belum apa-apanya saat kau menyampaikan risalah-Nya, pandangan mereka berpaling entah ke mana. Sementara Sumayah telah tertusuk tombak hingga kemaluannya demi meraih surga yang telah menghiasi pelupuk matanya.

Hai, bukankah ridha ilahi yang masih engkau cari?

Mari menikmati janji Allah dan kabar gembira Rasul-Nya, bahwa kemenangan itu pasti akan kembali. In syaa Allah tak lama lagi. Maka, layakkan diri untuk menjumpai.

Bersenang-senanglah dalam dakwah.

Yogyakarta, 25 Juli 2021

*Teruntuk sahabat yang mulai lupa, dulu bersama di jalan ini karena apa

_Buletin Teman Surga 153_*Akalnya Ghosting!*Ada-ada bae,  remaja di jaman now kalo bikin istilah. Lagi pd heboh pake ist...
10/03/2021

_Buletin Teman Surga 153_
*Akalnya Ghosting!*

Ada-ada bae, remaja di jaman now kalo bikin istilah. Lagi pd heboh pake istilah ghosting. Ghosting apaan sih? Ya, bisa ketebak lah, kalo kita telusur dari akar katanya ghost itu kan hantu, nah hantu itu kan cirinya “nggak keihatan” alias “menghilang”. Jadi kurleb ghosting itu untuk menamai aktivitas seseorang yg tetiba ngilang, nggak ada kabar, tetiba muncul gitu aja dg kabar mengejutkan. Ya, pokoknya seputar itulah.

Tapi, kita nggak usah pusing dan nggak usah ngerasa insecure krn nggak gaul dengan istilah-istilah baru, macam ghosting itu. krn besok-besok ketika kamu mata kamu melek, telinga kamu terbuka udah ada istilah-istilah baru lagi. Pusing kalo dipikirin.

Mending, sekarang mikirin nih, eh lebih tepatnya sih tebak aja deh, kira-kira kalo judul BTS kali ini “akalnya ghosting” ngebahas apa sih? Masak akalnya hilang? Atau akalnya gosong? Hehehe… udah deh daripada pingsan karena penasaran nggak bisa nebak, yuk simak buletin kesayanganmu sampe kelar.

*Akal Bisa Ghosting Ya?!*

Istilah ghosting banyak dipake pada sebuah hubungan percintaan (baca: pacaran), tapi sebenarnya scr umum mah, ghosting bisa dipake apa aja, yang intinya membayang, membekas, menghilang & sejenisnya. Nah, ghosting kali ini kita mau kaitkan dengan hilangnya akal. Wow, kalo hilang akalnya gila d**g?

Hemm…, mungkin bisa mengarah ke gila juga, tapi belum sampe gila sih. Hilang akalnya di sini, lebih ke akalnya nggak lagi di tempatnya. Gini deh, biar kamu nggak tambah bingung & makin nyambung ke bahasan kita kali ini, coba deh man-teman ingat lagi, pernah nggak punya teman or saudara yg kehilangan kesadaran karena mabuk? Bukan mabuk perjalanan ya, tapi mabuk krn minuman keras maupun mabuk krn narkoba.

Anggap aja man-teman pernah ngeliat orang mabuk beneran. Biasanya kalo org mabuk, ngomognya s**a ngaco, bahkan kalo mabuknya krn nyimeng atau nyabu lebih parah, perilakunya juga ikutan ngaco. Nah, itulah ciri-ciri org yg akalnya sedang tidak ada di tempat, alias hilang kesadarannya. Bisa disebut halusinasi, mengigau, euforia dan sejenisnya.

Kalo tingkatannya udah jadi pecandu minol alias minuman berakohol, ada ciri-ciri yang bisa dideteksi. Di antaranya menurut P2PTM Kemenkes RI, (1) Suasana hati dan perilaku yang selalu berubah; (2) Menjadi pendiam dan penyendiri; (3) tidak lagi tertarik menyalurkan hobi atau tidak tertarik untuk melakukan aktivitas positif; (4) Mata terlihat sayu dan merah; (5) Penurunan prestasi di sekolah atau kampus; (6) Daya ingat berkurang & perubahan gaya bicara; dll

Nah, makin yakin kan, kalo para pecandu (pemabuk) itu sering akalnya ghosting? Bahkan kalo kecanduanya pd NAPZA (Narkotika, Putaw, Inex, Sabu, dll), lebih parah dari itu ciri-cirinya. Kalo levelnya udah pd sampe addict alias pecandu yang ketagihan, bisa ngelakuin apa aja. Mulai dari nyuri duit ortunya, sampe kejahatan yang lebih gila dari itu. Pantes banget kalo mereka disebut akalnya ghosting kan?

*Miras Mending Daripada Narkoba?*

Kalo narkoba seharusnya sih udah bikin org begidig u jadi penikmat maupun pecandunya. Apalagi, sudah ada badan khusus anti narkoba u menangani masalah ini. Tapi, nyatanya tetap aja ada penikmat dan pecandunya. Persis, kayak rokok, meski sudah dikasih warning di bungkusnya, “merokok membunuhmu”, tapi tetap aja banyak yg nggak takut dampak or akibat bahaya rokok. Malahan kalo ada yg nggak ngerokok dibilangnya nggak cowok. Duh parah pisan!

Pertanyaannya, why, kenapa? Koq pada nggak kapok, ngeri, takut hilang akal, karena narkoba? Jawaban simpelnya sih, pake prinsip ekonomi, ada supply ada demand, alias pengadaan itu ada krn permintaan. Artinya, karena memang ada yg minta, baik u dikonsumsi atau didistribusi. Ini mah udah bukan rahasia lagi, kalo narkoba udah jadi ajang bisnis, bahkan udah sampe dibui pun masih bisa menjalankan bisnis narkoba ini. Ngeri kan?!

Itu narkoba, lalu gimana dg miras? Ya setali tiga uang, sama aja. Bukan berarti miras maupun minol lebih enteng dampaknya. Nggak ada toleransi untuk hal yg membahayakan akal manusia. Kalo narkoba dilarang harusnya miras juga dilarang, dibentuk juga badan khusus u menangani masalah ini. Tapi lagi-lagi kayak rokok, meski sudah tahu bahwa miras ini berbahaya, tapi kalo demand alias permintaan, apalagi dikasih fasilitas, yaa wis bablas angine, nggak ada pengaruhnya larangan itu.

Kita udah dikasih tahu bahaya rokok, narkoba hingga miras, tapi kalo di supermarket or warung-warung tertentu disediain rokok atau miras, meskipun katanya kadar alkoholnya kecil, trus di bar atau café juga dijual bebas minol, ya podo wae alias sama aja bo’ong. Itu sama aja kayak orang tua ngelarang anaknya ngerokok, tapi bapaknya nyontohin di depan anaknya ngerokok, trus rokoknya ditaruh bebas di atas meja.

Itu menunjukkan betapa nggak seriusnya penanganan masalah narkoba, miras dan sejenisnya, yang bisa berpotensi ngilangin akal manusia.

Jadi miras tetap aja bahaya bin haram. Sebahaya apa? Masih menurut P2PTM Kemenkes RI, dampak negatif miras, di antaranya: (1) Menyebabkan kerusakan saraf; (2) Menyebabkan gangguan jantung; (3) Mengganggu sistem metabolisme tubuh; (4) Mengganggu sistem reproduksi; (5) Menurunkan kecerdasan; (6) Mengganggu fungsi hati; (7) Menyebabkan tekanan darah tinggi, dll. Lengkap sudah, yg diserang bukan hanya akal atau otak, tapi seluruh organ bisa terancam rusak kalo kita jadi pengkonsumsi miras.

*Islam Larang Miras Demi Jaga Akal*

Bukan Islam kalo nggak lengkap hukumnya, bukan Islam kalo nggak mengandung rahmat dari aturan syariatnya. Pun ketika Islam ngelarang miras, Allah sebagai Al-Khaliq tentu Maha Tahu segalanya, termasuk bahaya atau akibat dari miras. Makanya pengertian minuman keras dlm Islam adalah minuman yang haram dan memabukkan.

*_“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dg panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”_ (QS. Al Maidah : 90)*

*_“Mereka bertanya kepadamu ttg khamr & judi. Katakanlah: “Pada keduanya itu terdapat dosa besar & beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya…..”_ (QS. Al-Baqarah : 219)*

Bahkan, lagi-lagi terkait dg akal atau kesadaran, kita dilarang minum kamhr (miras) apalagi saat sedang shalat, karena kalo dlm keadaan mabuk, pasti hilang kesadaran, kontrol terhadap ucapan atau bacaan kita saat sholat.

*_“Hai orang-orang yg beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, …..”_ (QS. An Nisa : 43)*

*_“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan & kebencian di antara kalian lantaran (meminum) khamar dan berjudi, & menghalangi kalian dari mengingat Allah & shalat, maka berhentilah kalian (dari mengerjakan pekerjaan itu)”_ (QS al-Ma’idah: 91)*

Miras atau khamr bisa jadi asal muasal sebuah kejahatan. org saling bunuh ketika dalam keadaan mabuk berat, orang kecelakaan krn abis mabuk berat, org bisa memperkosa, mencuri & sebagainya berawal dari mengonsumsi miras. Pantaslah jika Rasulullah SAW mengingatkan:

*_“Janganlah kamu minum khamar (miras), karena sungguh khamar adalah kunci dari setiap keburukan”_ (HR Ibnu Majah)*

Begitulah, miras telah merampas akal sehat para pengkonsumsi & pecandunya. Miris banget, kalo ada yang bilang miras adalah simbol kemajuan & modernitas. Mereka sudah kehilangan akal sehatnya, miras tlh merenggut akalnya, hingga tak bisa berpikir baik-buruk, benar-salah, apalagi halal-haram.

*Biar Akal Nggak Ghosting*

Imam Ahmad meriwayatkan dari sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

*_“Aku didatangi oleh Jibril dan ia berkata: Wahai Muhammad, sesungguhnya Allah melaknat khamar, melaknat orang yang membuatnya, org yg meminta dibuatkan, penjualnya, pembelinya, peminumnya, pengguna hasil penjualannya, pembawanya, orang yang dibawakan kepadanya, penghidangnya & org yang dihidangkan kepadanya.”_ (HR Ahmad)*

Jadi, biar kita jauh dari zona akal ghosting, maka kita kudu jauh dari zona pertemanan pengkonsumsi miras. krn mulai dari yang bikin, sampe yang cuman disuruh beli aja, terkena laknat Allah. Ya, awalnya kita mungkin cuman jadi tukang nganternya aja, tapi kalo keseringan gaul dg mereka, maka kalo kita nggak kepingin nyoba, pasti mereka juga nggak bakal tinggal diam, ngajak kita untuk terjerumus. Naudzubilllah.

Nah, sebagai lawannya, kita kudu berkumpul di komunitas-komunitas yang positif, yg mengajak kita kepada kebaikan dan menjaga kita selalu baik. Sering-seringlah hadir di kajian Islam, atau kalo di masa pendemi kayak gini, jangan gabut, arahkan waktu kita untuk mengkonsumsi kajian online, baik yg langsung maupun via youtube & sebagainya. Biar apa? Biar suasana hati dan pikiran kita jauh dari galau, sebaliknya malah kita jadi pribadi yang senantiasa terjaga keimanan & taqwanya pd suhu yg konstan.

Trus, akal atau otak ini biar nggak tumpul harus terus diasah, otak kita harus produktif. Nah, biar produktif, maka kembalikan fungsi akal semula yakni u berpikir. jgn biarin otak ini mandeg dari berpikir, terutama berpikir serius. krn awal muasal dari semua aktivitas kita dimulai dari berpikir, bahkan itulah yang jadi ciri manusia yang bedain dg hewan, yakni berpikir. Berpikir ttg apa? Kalo kata al-Qur’an begini:

*_“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, & silih bergantinya malam & siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yg berakal,…_ (QS. Ali Imron 190)*

Kapan & pada saat apa kita diminta berpikir, bertafakur, merenung? Dilanjutkan oleh Allah dalam ayat selanjutnya:

*_“..(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dlm keadan berbaring dan mereka memikirkan ttg penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka._ (QS. Ali Imron 191).*

So, dengan terus berpikir yg dibimbing oleh al-Qur’an, di situlah kita tetap akan menjadi manusia waras yg berakal sehat, mudah bersyukur jauh dari insecure. Wah, ternyata insecure juga awalnya dari berpikir, otak atau akal. Makanya, jaga kewarasan akal kita biar nggak ghosting dengan Islam, ya hanya dg Islam. Bukan yg lain. yg lain mah lewat. Allahu Akbar! []

*Follow kami:*
FB.me/masjidpedia.official
Youtube

Ayo...!  Daftarkan anak-anak Anda untuk menjadi generasi cendikia, berakhlak dan bertakwa.
04/06/2020

Ayo...! Daftarkan anak-anak Anda untuk menjadi generasi cendikia, berakhlak dan bertakwa.

Nusa Rara VS Upin IpinOleh : Kak OksaNusa rara dibilang Islam kaku. Karena ada episode tentang mahram, dimana rara tak m...
20/05/2020

Nusa Rara VS Upin Ipin

Oleh : Kak Oksa

Nusa rara dibilang Islam kaku. Karena ada episode tentang mahram, dimana rara tak mau salaman dgn yg bukan mahram. Lalu tentang pakaian nusa dan rara yang dikatakan bukan pakaian anak-anak. Apalagi si Rara yang nutup aurat kayak emak-emak aja. Ehh

Lalu dibandingkanlah nusa rara dengan upin ipin. Dikatakan kudu belajar dari film animasi Malaysia upin ipin dimana toleransi sangat dijunjung tinggi. Lihatlah bagaimana upin upin dengan celana pendeknya. Lihatlah bagaimana susanti yg tak pakai kerudung. Ada mei mei yg china. Ada juga orang india. Dan Lihatlah ada bang Sholeh yg kemayu. Benar2 toleransi kan ? :)

Saya pribadi menyukai keduanya. Diakui atau tidak memang upin ipin ceritanya menyenangkan, animasi nya keren. Begitu juga dengan nusa dan rara. Kehadirannya menyita mata anak-anak Indonesia. Bukan hanya Indonesia, orang Malaysia pun banyak yang s**a. Viral juga di Malaysia. Yah, Malaysia dan indonesia itu serumpun. Bahkan lagu Aisyah Istri rasulullah yang merupakan ciptaan orang Malaysia viral di Indonesia. Maka ini bukan tentang malaysia dan Indonesia. Sebab keduanya adalah mayoritas muslim. Ini hanyalah tentang orang yang ngaku toleransi, tapi begitu beda dengan pemikiran nya langsung dicap kaku alias intoleransi.

Upin ipin bertahun-tahun jadi TONTONAN anak Indonesia. Maka Harusnya berbanggalah kita ada orang nusantara yang bikin film animasi anak nusa rara. Filmnya keren banget, gak NGEBOSENIN, lucu, dan yang utama ada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa disitu. Ada agamanya Bro. Masalah mahram, pakaian yang nutup aurat, itu juga Indonesia banget. Indonesia itu mayoritas muslim. Maka berbanggalah kita ada film yang tak Sekedar TONTONAN tapi juga tuntunan.

Selama ini orangtua bingung dengan banyaknya TONTONAN yang merusak anak-anaknya. Film sih kartun tapi isinya p***o, mulai dari pakaian sampai adegan. Alhamdulillah ada nusa rara. I love u deh nusa rara. Kita doakan semoga kak Sholeh jadi lelaki sejati. Benar-benar Sholeh bukan sholehah. 😁

Kisah inspiratif Nazmuddin Ayyub seorang penguasa Tikrit belum menikah dalam waktu yang lama.Karena itu Asaduddin Syerku...
11/03/2020

Kisah inspiratif

Nazmuddin Ayyub seorang penguasa Tikrit belum menikah dalam waktu yang lama.
Karena itu Asaduddin Syerkuh saudaranya bertanya kepadanya, “Saudaraku, mengapa kamu belum menikah?”
Nazmuddin Ayyub menjawab, “Aku belum mendapatkan yang cocok, aku menginginkan istri yang salihah yang bisa menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yang dia tarbiyah dengan baik hingga jadi pemuda dan ksatria serta mampu mengembalikan Baitul Maqdis ke tangan kaum muslimin.” tukas Najmuddin.
Saat itu, Baitul Maqdis sedang dijajah oleh pas**an salib. Walaupun Najmuddin tinggal di Tikrit, Irak, yang berjarak jauh dari lokasi tersebut. Asaduddin tidak terlalu heran dengan ungkapan saudaranya, ia berkata, “Di mana kamu bisa mendapatkan yang seperti ini?”
Najmuddin menjawab, “Barang siapa ikhlas niat karena Allah akan Allah karuniakan pertolongan."

Suatu hari, Najmuddin duduk bersama seorang Syaikh di masjid Tikrit dan berbincang-bincang. Datanglah seorang gadis memanggil Syaikh dari balik tirai dan Syaikh tersebut berbicara dengan si gadis itu. Tanpa sengaja Najmuddin mendengar percakapannya. “Aku ingin seorang pemuda yang menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan darinya anak yang menjadi ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin." Tukas gadis itu.
Najmuddin terheran saat mendengar kata-kata wanita dari balik tirai itu. Allahu Akbar!
Itu kata-kata yang sama yang diucapkan Najmuddin kepada saudaranya. Sama persis dengan kata-kata yang diucapkan gadis itu kepada Syaikh. Bagaimana mungkin ini terjadi kalau tak ada campur tangan Allah yang Maha Kuasa?
Najmuddin tlah menolak putri Sultan dan Menteri yang punya kecantikan dan kedudukan. Begitu juga gadis itu tlah menolak pemuda yang punya kedudukan dan ketampanan.
Seketika itu Najmuddin berdiri dan memanggil sang Syaikh, “Aku ingin menikah dengan gadis ini, ini yang aku inginkan. Aku ingin istri salihah yang menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yang dia didik jadi ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis kepada kaum muslimin."

Karena visi pernikahan keduanya, akhirnya lahirlah seorang buah hati bernama Shalahuddin Al-Ayyubi sang kesatria pembebas Al Quds.

05/03/2020

DI BALIK KERUNTUHAN KHILAFAH 3 MARET 1924
(Dari Kemunduran Berpikir Umat Hingga Konspirasi Politik Barat)

Oleh: Arief B. Iskandar

Khilafah Islamiyah secara resmi dihapuskan pada 3 Maret 1924, 95 tahun silam. Hilangnya sistem Khilafah berarti hilangnya sebuah sistem peradaban Islam yang menyatukan Dunia Islam di bawah satu kepemimpinan berlandaskan syariat Islam. Hilangnya sistem Khilafah juga berarti hilangnya Negara Islam yang, menurut Dr. Yusuf Qaradhawi, merupakan perwujudan dari ideologi Islam.

Sebagaimana diketahui, para sejarahwan membagi sejarah Khilafah Islam menjadi empat masa: (1) *Khulafaur Rasyidin* (632-661 M); (2) *Khilafah Bani Umayah* (661-750 M); (3) *Khilafah Bani Abbasiyah* (750-1517 M); (4) *Khilafah Utsmaniyah* (1517-1924 M).

Walhasil, Kekhilafahan Islam berlangsung kurang-lebih 13 abad; sebuah usia yang sangat panjang untuk ukuran sebuah negara ideologis yang sangat besar, yang wilayah kekuasaannya pernah meliputi hampir 2/3 bagian dunia—mencakup seluruh Timur Tengah, sebagian Afrika, dan Asia Tengah; di sebelah timur sampai ke negeri Cina; di sebelah barat sampai ke Andalusia (Spanyol), selatan Prancis, serta Eropa Timur (meliputi Hungaria, Beograd, Albania, Yunani, Rumania, Serbia, Bulgaria, serta seluruh kepulauan di Laut Tengah).

*Di Balik Keruntuhan Khilafah*

Para ahli sejarah sepakat, bahwa zaman Khalifah Sulaiman al-Qanuni (926-974 H/1520-1566 M) merupakan zaman kejayaan dan kebesaran Khilafah Utsmaniyah. Pada masa ini, Khilafah Utsmaniyah telah jauh meninggalkan negara-negara Eropa di bidang militer, sains, dan politik. Namun sayang, setelah Sulaiman al-Qanuni meninggal dunia, Khilafah mulai mengalami kemerosotan terus-menerus.

Secara internal, ada dua faktor utama yang menyebabkan kemunduran Khilafah Utsmaniyah.

_Pertama:_ buruknya pemahaman Islam. _Kedua:_ kesalahan dalam menerapkan Islam. Pada masa ini, misalnya, terjadi banyak penyimpangan dalam pengangkatan khalifah, yang justru tak tersentuh oleh undang-undang. Akibatnya, setelah berakhirnya kekuasaan Sulaiman al-Qanuni, yang diangkat menjadi khalifah justru orang-orang yang tidak mempunyai kelayakan atau lemah.

Sementara itu, di luar negeri, sejak penaklukan Konstantinopel oleh Khilafah pada abad ke-15, Eropa-Kristen telah melihat penaklukan ini sebagai awal dari Masalah Ketimuran. Masalah Ketimuran inilah yang mendorong Paus Paulus V (1566-1572 M) untuk menyatukan negeri-negeri Eropa yang sebelumnya terlibat dalam konflik antaragama: Protestan dan Katolik. Konflik ini baru bisa diakhiri setelah diselenggarakannya Konferensi Westavalia tahun 1667 M.

Pada saat yang sama, penaklukan Khilafah Utsmaniyah pada tahun-tahun tersebut telah terhenti. Kelemahan Khilafah Utsmaniyah pada abad ke-17 M itu dimanfaatkan oleh Austria dan Venesia untuk memukul Khilafah. Melalui Perjanjian Carlowitz (1699 M), wilayah Hungaria, Slovenia, Kroasia, Hemenietz, Padolia, Ukraina, Morea dan sebagian Dalmatia lepas; masing-masing ke tangan Venesia dan Habsburg.

Bahkan Khilafah Utsmaniyah terpaksa harus kehilangan wilayahnya di Eropa, setelah kekalahannya dari Rusia dalam Perang Crimea pada abad ke-18 M. Nasib Khilafah Utsmaniyah semakin tragis setelah dilakukannya Perjanjian San Stefano (1878) dan Berlin (1887 M).

Di sisi lain, karena lemahnya pemahaman terhadap Islam, para penguasa ketika itu mulai membuka diri terhadap demokrasi, yang didukung oleh fatwa-fatwa syaikh al-Islam yang penuh kontroversi. Bahkan, dengan dibentuknya Dewan Tanzimat tahun 1839 M, _tsaqafah_ Barat di Dunia Islam semakin kokoh, termasuk setelah disusunnya beberapa undang-undang, seperti UU Acara Pidana (1840 M) dan UU Dagang (1850 M) yang bernuansa sekular.

Keadaan ini diperparah dengan dirumuskannya Konstitusi 1876 oleh Gerakan Turki Muda, yang berusaha untuk membatasi fungsi dan kewenangan Khalifah. Boleh dikatakan, saat itu sedikit demi sedikit telah terjadi sekularisasi terhadap Khilafah Islam.

Di dalam negeri, _ahlul dzimmah_—khususnya orang Kristen—yang mendapatkan hak istimewa pada zaman Sulaiman al-Qanuni, pada akhirnya menuntut persamaan hak dengan kaum Muslim. Namun, hak-hak istimewa ini akhirnya dimanfaatkan untuk melindungi para provokator dan mata-mata asing, dengan jaminan perjanjian; masing-masing perjanjian Khilafahh Utsmaniyah dengan Bizantium (1521 M), Prancis (1535 M), dan dengan Inggris (1580 M).

Dengan hak-hak istimewa ini, populasi orang-orang Kristen dan Yahudi di dalam negeri meningkat. Kondisi ini ini kemudian dimanfaatkan oleh kaum misionaris untuk melakukan gerakannya secara intensif di Dunia Islam sejak abad ke-16 M. Malta dipilih sebagai pusat gerakan mereka. Dari sanalah mereka menyusup ke wilayah Syam pada tahun 1620 M dan tinggal di sana hingga tahun 1773 M.

Di tengah kemunduran intelektual yang dihadapi oleh Dunia Islam, mereka mendirikan berbagai pusat kajian, sebagai kedok gerakan mereka. Pusat-pusat kajian ini kebanyakan milik Inggris, Prancis, dan Amerika. Gerakan inilah yang digunakan oleh Barat untuk mengemban pemikiran mereka di Dunia Islam sekaligus menyerang pemikiran Islam. Serangan ini memang sejak lama telah dipersiapkan oleh para Orientalis Barat, yang sejak abad ke-14 M telah mendirikan _Center of the Oriental Studies_ (Pusat Kajian Ketimuran).

Walhasil, gerakan misionaris dan orientalis itu jelas merupakan bagian yang tak terpisahkan dari imperialisme Barat di Dunia Islam. Untuk menguasai Dunia Islam, Islam sebagai asas harus dihancurkan, dan Khilafah Islam sebagai penjaganya harus diruntuhkan. Untuk itu, mereka menyerang pemikiran Islam, sengaja menyebarkan paham nasionalisme di Dunia Islam, dan menciptakan stigma terhadap Khilafah Utsmaniyah, dengan sebutan _The Sick Man_ (Orang Sakit).

Supaya kekuatan Khilafah Utsmaniyah lumpuh sehingga bisa dijatuhkan dengan mudah, secara intensif mereka terus memprovokasi gerakan-gerakan patriotisme dan nasionalisme di Dunia Islam agar memisahkan diri dari kesatuan Khilafah Islam. Bahkan gerakan-gerakan keagamaan juga mereka eksploitasi, seperti Gerakan Wahabi di Hijaz. Sejak pertengahan abad ke-18 M, gerakan ini telah dimanfaatkan oleh Inggris, melalui agennya, Ibn Saud, untuk menyulut pemberontakan di beberapa wilayah Khilafah, yakni Hijaz dan sekitarnya.

Pada saat yang sama, di Eropa, wilayah-wilayah yang telah dikuasai oleh Khilafah terus diprovokasi agar melakukan pemberontakan sejak abad ke-19 M hingga abad ke-20. Begitulah, Khilafah Utsmaniyah pada akhirnya kehilangan banyak wilayahnya, hingga yang tersisa kemudian hanya Turki.

*Konspirasi Barat-Yahudi Menghancurkan Khilafah*

Tahun 1855 M negara-negara Eropa, khususnya Inggris, memaksa Khilafah Utsmaniyah untuk melakukan amandemen UUD sehingga dikeluarkanlah _Hemayun Script_ pada tanggal 11 Februari 1855 M.

Tahun 1908 M Turki Muda yang berpusat di Salonika—pusat komunitas Yahudi Dunamah—melakukan pemberontakan.

Tanggal 18 Juni 1913 M, pemuda-pemuda Arab mengadakan kongres di Paris dan mengumumkan Nasionalisme Arab. Dokumen yang ditemukan di Konsulat Prancis di Damaskus telah membongkar rencana pengkhianatan mereka kepada Khilafah Utsmaniyah yang didukung oleh Inggris dan Prancis.

Perang Dunia I tahun 1914 M dimanfaatkan oleh Inggris untuk menyerang Istanbul, dan menduduki Gallipoli. Dari sinilah, kampanye Dardanelles yang terkenal itu mulai dilancarkan. Pendudukan Inggris di kawasan ini juga dimanfaatkan untuk mend**gkrak popularitas Mustafa Kamal Pasha, yang sengaja dimunculkan sebagai pahlawan dalam Perang Ana Forta, tahun 1915 M. Kamal Pasha, seorang agen Inggris keturunan Yahudi Dunamah dari Salonika itu, akhirnya menjalankan agenda Inggris: melakukan revolusi kufur untuk menghancurkan Khilafah Islam.

Pada tanggal 21 November 1923 terjadi perjanjian antara Inggris dan Turki. Dalam perjanjian tersebut Inggris mengajukan syarat-syarat agar pas**annya dapat ditarik dari wilayah Turki, yang dikenal dengan “Persyaratan Curzon”. Isinya: Turki harus menghapuskan Khilafah Islamiyah, mengusir Khalifah, dan menyita semua harta kekayaannya; Turki harus menghalangi setiap gerakan yang membela Khilafah; Turki harus memutuskan hubungannya dengan Dunia Islam serta menerapkan hukum sipil sebagai pengganti hukum Khilafah Utsmaniah yang bersumberkan Islam.

Persyaratan tersebut diterima oleh Mustafa Kamal dan perjanjian ditandatangani tanggal 24 Juli 1923. Delapan bulan setelah itu, tepatnya tanggal 3 Maret 1924 M, Kamal Pasha mengumumkan pemecatan Khalifah, pembubaran sistem Khilafah, mengusir Khalifah ke luar negeri, dan menjauhkan Islam dari negara. Inilah titik klimaks revolusi kufur yang dilakukan oleh Kamal Attaturk, _la’natu-Llâh ‘alayh._

Walhasil, sejak saat itu hingga kini, sudah 82 tahun, umat Islam tidak lagi memiliki Khilafah Islam; suatu keadaan yang belum pernah terjadi selama lebih dari 13 abad sejak masa Khulafaur Rasyidin. *Pertanyaannya, tidakkah kaum Muslim merindukan kembali hadirnya Khilafah Islam dengan segenap keagungan dan kejayaannya sebagaimana pada masa lalu?!* [Dari berbagai sumber]

***




Address

Donggala

Telephone

+6282290035135

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Alumni dan Pelajar Yayasan Annur Panca Mukti Lalundu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Alumni dan Pelajar Yayasan Annur Panca Mukti Lalundu:

Shortcuts

Share

Category