20/06/2023
❌“Menghafal Al-Qur’an Itu Susah?”❌
Sahabat, jika ada yang mengatakan kepadamu bahwa menghafal Al-Quran itu susah. Ketahuilah, ia telah berdusta.
Yang pertama:
Harus kita pahami bahwa Al-Quran itu diturunkan oleh Allah, dan Allah yang berjanji akan menjaganya.
﴿ اِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكرَ وَاِنَّا لهٗ لحٰفِظُوْن ٩ ﴾
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur’anَََْ dan pasti Kami (p**a) yang memeliharanya. [QS. Al-Hijr [15]: 9]
Keyakinan bahwa ‘Allah yang menjaganya’ amatlah penting. Agar, kita tidak punya pikiran sedikit pun bahwa Al-Quran mampu kita hafalkan dengan kecerdasan dan kemampuan kita. Demi Allah, bukan Sungguh, Allah-lah yang menjaganya. Maka, saat seseorang bisa menghafalkan ayat-ayat Al-Quran, tidaklah itu karena kemampuan dan kehebatannya. Sejatinya itu atas kehendak Allah, sebab berarti Allah berkenan menjadikannya sebagai salah satu penjaga Al-Quran. Maka, yang menjaganya adalah Allah, bukan kemampuan manusia. Jika hal tersebut telah kita pahami, maka tidak mungkin muncul kalimat ‘menghafal Al-Quran sulit’.
Bagaimana mungkin kita menyebutnya sulit?
Apakah kita telah menyandarkan perjuangan ini kepada kemampuan kita yang lemah ini?
Ah, pantas saja kita mengeluh sulit, ternyata kita belum benar-benar meyakini bahwa yang menjaganya adalah Allah. Seringnya, kita masih mengandalkan kecerdasan dan kemampuan otak yang lemah ini.
Sahabat, jika kita mengeluh sulit dalam menghafal Al-Quran, artinya kita telah menuhankan ikhtiar serta kemampuan kita dalam menghafal. Seseorang yang meyakini Al-Quran adalah karunia dari Allah, tidak akan pernah mengeluh sulit,
dan bahkan mensyukri setiap perjuangannya.
Sebab, kesadaran itu telah membuatnya membuang jauh-jauh penyandaran pada kemampuan diri. Jika semua telah disandarkan kepada Allah, maka yang tersisa hanyalah kemudahan.
Begitu juga, keyakinan kita tentang ‘Allah yang menjaganya’ akan menjadikan kita kuat dan optimis. Sebab jika Allah hendak menjadikan kita terlibat dalam penjagaan itu, tentu mudah bagi Allah membuat kita hafal, meski dengan segala keterbatasan yang kita miliki.
Karena, pada akhirnya kita paham, ini tentang Ke-Maha Kuasa-an Allah, bukan tentang kemampuan lemah kita.
Yang Kedua.
Rasa sulit dalam menghafal sejatinya hanyalah was-was dari syetan, sedangkan kemudahannya adalah janji pasti dari Allah. Janji itu, sahabat, Allah ulang sampai empat kali dalam satu surah yang sama. Surah Al-Qomar.
﴿ وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ ﴾
Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan AlQur’an sebagai pelajaran. Adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
[QS. Al-Qomar [54]: 17, 22, 32, 40]
Sungguh, apakah kita lebih meyakini was-was syetan ketimbang janji Allah?Apakah kita lebih percaya dengan satu bisikan syetan, lantas meragukan sekian janji Allah? Jika seperti, sejatinya kita telah terperdaya. Maka, rasa sulit itu, sahabat, sebenarnya tidaklah nyata, abstrak. Sedangkan kemudahannya itu sangat nyata.
Saya analogikan begini: Sekarang, cobalah pikirkan tentang lemon yang sangat asam. Bayangkanlah, bahwa lemon itu engkau belah lalu engkau peras di atas mulutmu. Cobalah imajinasikan, bahwa tetestetes air lemon yang asam itu mengalir membasahi lidahmu dan kemudian masuk menuju kerongkonganmu.
Nah, sahabat, pada saat membayangkannya tadi, bukankah engkau merasakan ada yang berbeda dimulut dan kerongkonganmu? Seolah-olah engkau benar-benar sedang menelan air lemon tersebut. Ada semacam asam yang engkau rasakan dalam mulut dan kerongkongan.
Padahal, apakah air lemon itu benar adanya? Tidak! Ia hanyalah imajinasi yang kita munculkan, tapi seolah menjadi nyata karena kita pikirkan.
Ketahuilah rasa sulit itu tidak pernah ada, sampai kita mendatangkannya dengan pikiran-pikiran dan bayangan yang ditawarkan oleh syetan.
Jangan percaya!
Yang Ketiga:
Barangkali, engkau akan mempertanyan: Jika memang menghafal Al-Quran itu mudah, dan kesulitannya tidaklah nyata, tapi mengapa saya menghafal tidak hafal-hafal, dan ayat-ayatnya tidak masuk-masuk?
Sederhana saja, sahabat. Begini:
Menurutmu, apakah berjalan itu mudah?
Iya, pasti engkau sepakat, itu mudah sekali.
Tapi, sahabat, apakah dahulu saat engkau masih bayi, engkau seketika bisa berjalan begitu saja? Begitu lahir langsung bisa jalan?
Tidak, bukan?
Meski kita telah sepakat bahwa berjalan itu mudah, kita juga harus ingat bahwa untuk sampai pada titik mudah itu, kita pernah jatuh-bangun saat pertama kali. Kita pernah terpeleset, tersandung, tergelincir, dan berbagai proses meyakitkan lainnya.
Maka, begitulah, semudah apapun sesuatu, ia harus melalui tahapan prosesesnya.
Menghafalkan Al-Quran itu mudah! Setiap sulitnya hanyalah proses yang harus kita tempuh. Tapi tidaklah itu sebuah kesulitan, jika kita terus berjuang. Sulit itu hanya akan benar-benar menjadi sulit, jika kita berhenti hari ini. Was-was syetan yang berupa ‘perassan sulit’ itu, adalah usaha syetan untuk terus menjatuhkan perjuanganmu, hingga engkau berhenti. Maka, jangan berhenti!
Yang Keempat:
Sahabat, adakalanya kita merasakan sulit padahal sesugguhnya ia adalah bentuk kemudahan lain yang tidak kita pahami. Begini, sahabat. Salah satu penyebab hafalan susah masuk, adalah terhalang oleh dosa dan kemaksiatan. Setiap dosa itu akan menjadi noda hitam yang menghalangi cahaya Al-Quran masuk ke dalam hati.
Tapi, sahabat, kendatipun Al-Quran secara hafalan tidak masuk-masuk, ketahuilah bahwa interaksi kita yang terus-menerus dengan Al-Quran akan menggerus dan membersihkan noda-noda hitam tersebut. Sebab, setiap kebaikan akan menghapuskan kesalahan.
﴿ ... ۗاِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰت ...ِۗ. ١١٤ ﴾
[Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan… [QS. Hud [11]: 114
Maka, sahabat, dalam hafalan yang tidak hafal-hafal, ada penghapusan dosa di sana. Agar, setiap hurufnya kita ulang terus menerus. Dan, sebanyak huruf yang kita baca itu, sebanyak itulah dosa akan terhapus. Sedangkan setiap hurufnya bernilai minimal sepuluh kebaikan. Maka, bukankah ini kemudahan!
Kita merasa seolah menghafal itu sulit, padahal itu kemudahan yang Allah berikan untuk mendapatkan ampunan.
Sungguh, menghafal itu mudah, bahkan sulitnya pun merupakan kemudahan lain.
Ubahlah mindset Menghafal Al-Quran itu Susah.
Menjadi Menghafal Al-Quran itu
Mudah.
Alhamdulillah,
Semoga bermanfaat
اللَّهُمَّ نَوِّرْ قُلُوْبَنَا بِتِلاَوَةِ الْْقُرْآنِ, وَزَيِّنْ أَخْلاَقَنَا بِجَاهِ الْقُرْآنِ, وَحَسِّنْ أَعْمَالَنَا بِذِكْرِ الْقُرْآنِ, وَبَيِّضْ وُجُوْهَنَا بِبَرَكَةِ الْقُرْآنِ, وَنَوِّرْ أَبْدَانَنَا بِنُوْرِ الْقُرْآنِ, وَنَجِّنَا مِنَ النَّارِ بِكَرَامَةِ الْقُرْآنِ, وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ بشَفَاعَةِ الْقُرْآنِ
Aamiin...
Repost.
Tonton juga video di channel Youtube saya : https://youtu.be/i7aSWSSaJUo
________
Ingin setiap hari nya dikirimkan broadcast motivasi ke WA kalian ?
Atau ingin konsultasi tentang quran ?
Tidak usah khawatir karena program ini GRATIS
Langsung saja save no WA saya atau klik link WA warna biru dibawah
📍WA ==> 0881023405935
http://bit.ly/Motivasi-tahfidz
📍Facebook : https://www.facebook.com/makhfudh.a.sidiq
📍Instagram :
https://www.instagram.com/makhfudhagung
📍Channel Youtube : https://youtube.com/channel/UCcD9OT1ZJAWz6t5kdOSdTAg
📍Grup Facebook : Motivasi Tahfidz Quran
📍Fans Page :
https://www.facebook.com/Motivasi-Tahfidz-Quran-122449339558744/
BONUS : Pdf mengenai kesalahan2 membaca surat Al-Fatihah oleh Ustadz Mujiadi M.A. (GRATIS)