Pitutur Luhur Kebudayaan Jawi

Pitutur Luhur Kebudayaan Jawi Pitutur Luhur budaya Jawa merupakan kata-kata mutiara yang didalamnya mengandung makna yang Arif dan filosofi Luhur Jawa.

Pitutur Luhur tersebut merupakan ungkapan tradisional Jawa yang berwujud Paribasan, Bebasan, Saloka, dan Pepindhan.

MONGGO PORO PEDANGANG INGKANG SAMI MBETAHAKEN BARANG.Ecer 1-10kartonGrosir 11-50Partai 50 keatas_*Barang ready :*_Minyak...
26/10/2022

MONGGO PORO PEDANGANG INGKANG SAMI MBETAHAKEN BARANG.

Ecer 1-10karton
Grosir 11-50
Partai 50 keatas

_*Barang ready :*_

Minyak Kita 1l botol bkp
Ecer 156k
Grosir 154k
Partai 152k

Minyak Kita 1l botol sragen
Ecer 150k
Grosir 149k
Partai 147k

Minyak kita 2l refil M.S
Ecer 154k
Grosir 152k
Partai 150k

Bisa kontak wa.me/62+85713120320

14. Aja Dahwen Yen  Kepengen KajenJangan s**a mencela, jangan s**a menghina kalau tidak ingin dicela dan dihina orang la...
21/07/2022

14. Aja Dahwen Yen Kepengen Kajen

Jangan s**a mencela, jangan s**a menghina kalau tidak ingin dicela dan dihina orang lain. Kalau kita ingin dihargai dan dihormati orang, maka kita pun harus melakukan hal yang sama kepada orang lain.

Pitutur luhur ini menunjukkan bahwa menghormati dan memuliakan "orang besar" itu hal yang biasa dan siapapun bisa, karena umumnya seperti itu. Sebaliknya, menghormati dan memuliakan "orang kecil" itu diperlukan jiwa besar dan hati yang seluas samudra. Sikap seperti inilah yang membuat seseorang "kajen" dihormati oleh segala kalangan.

13. Aja Cidra Mundhak CelakaJangan s**a berbuat curang nanti bisa celaka. Dalam pergaulan umum, seseorang harus jujur, t...
20/07/2022

13. Aja Cidra Mundhak Celaka

Jangan s**a berbuat curang nanti bisa celaka. Dalam pergaulan umum, seseorang harus jujur, tidak boleh berbuat curang, tidak boleh mengambil hak milik orang lain secara tidak sah. Apabila tidak mengindahkan hal tersebut, umumnya akan celaka. Selain itu orang yang biasa berbuat curang, lama-kelamaan tidak akan dipercaya lagi dan pada akhirnya tidak akan memiliki lingkungan pergaulan.

Pitutur luhur mengisyaratkan betapa pentingnya untuk menjadi orang yang jujur dan memerhatikan norma-norma. Seseorang yang bebas merdeka bukan berarti boleh melakukan segala hal dengan seenaknya.

Aturan-aturan dibuat agar hidup bermasyarakat menjadi tertib dan tentram. Namun tanpa kesadaran pribadi untuk saling menjaga dan tidak berlaku curang, aturan-aturan tersebut menjadi tidak berharga lagi.

12. Aja Cidra Ing JanjiMaksud peribahasa ini sangat jelas, jangan mengingkari janji. Jangan berbuat celaka. Sekalinya ki...
19/07/2022

12. Aja Cidra Ing Janji

Maksud peribahasa ini sangat jelas, jangan mengingkari janji. Jangan berbuat celaka. Sekalinya kita berbuat seperti ini, masyarakat di sekitarnya tidak akan menghargai lagi. Janji seperti utang yang harus dibayar, diselesaikan, betapa pun lamanya.

Masyarakat Jawa memegang nilai-nilai "janji" dan sesuatu yang telah menjadi kesanggupannya. Ini terkait dengan Pitutur luhur yang lain _ajining diri dumunung ana ing lathi,_ artinya harga diri seseorang ada di lidahnya, perkataannya.

Memegang dan memenuhi janji termasuk juga nilai kepribadiannya. Mereka yang memegang janji akan dihormati, mereka yang melanggar janji tidak akan dipedulikan.

Apa yang paling menarik dari kebudayaan jawa?
18/07/2022

Apa yang paling menarik dari kebudayaan jawa?

11. Aja Cedhak Kebo GupakKonsep ini adalah ajaran untuk berhati-hati dalam memilih teman. Carilah teman-teman yang baik ...
18/07/2022

11. Aja Cedhak Kebo Gupak

Konsep ini adalah ajaran untuk berhati-hati dalam memilih teman. Carilah teman-teman yang baik dan lingkungan yang baik. Jangan berteman pada teman yang gupak (berlepotan) kesalahan. Misalnya orang yang melanggar aturan atau norma masyarakat, misalnya mereka yang melakukan malima (madat, main, maling, minum, madon) yaitu perbuatan tidak baik berupa hal-hal yang membuat kecanduan (termasuk narkoba), judi, mencuri, mabuk akibat minuman keras, hingga main perempuan.

Apabila dekat dengan orang-orang seperti itu, sangat besar kemungkinan kita untuk terkena peluang melakukan perbuatan buruk tersebut. Seperti yang sering kita dengar, berteman dengan penjual minyak wangi kita juga akan ikutan wangi, berteman dengan pandai besok kita juga ikut terkena abunya. Hati-hati dan bijaksana memilih teman sangatlah penting.

10. Aja Ambeg SiyaArti sederhana dari pitutur luhur ini adalah jangan sewenang-wenang kepada orang lain, meskipun benar ...
04/07/2022

10. Aja Ambeg Siya

Arti sederhana dari pitutur luhur ini adalah jangan sewenang-wenang kepada orang lain, meskipun benar dan berkuasa. Dalam konteks yang lebih luas ini dimaksudkan sebagai penasihat agar ketika kita marah kepada orang, jangan berlebihan dan melampaui batas. Hal tersebut biasanya hanya menunjukkan derajat, pangkat, dan kelebihannya karena tahu dan mengerti yang dimarahi tidak akan berani atau mampu melawan.

Perilaku yang seperti itu, merupakan perbuatan yang sewenang-wenang. Selain tidak membuat orang yang dimarahi menjadi lebih baik, juga bisa menimbulkan rasa benci dan dendam. Jadi, marahlah sekadarnya dalam batas-batas wajar agar orang yang melakukan kesalahan bisa memperbaiki diri dan tidak mengulangi lagi di masa yang akan datang.

9. Aja AlemanSecara harfiah aja aleman artinya jangan manja. Mereka yang memiliki sifat manja, tidak mau berusaha keras,...
02/07/2022

9. Aja Aleman

Secara harfiah aja aleman artinya jangan manja. Mereka yang memiliki sifat manja, tidak mau berusaha keras, gampang menyerah, bukanlah sikap yang baik. Ini sikap orang yang tidak mandiri. Sifat manja juga menyebabkan seseorang sangat bergantung pada orang lain. Akibatnya orang tersebut akan mudah patah semangat dan putus asa.

Padahal, zaman terus berkembang dan berubah. Tantangan semakin berat. Kalau orang tetap aleman dan terus-menerus bergantung pada orang lain, bagaimana dia dapat survive dalam hidupnya? Filosofi pitutur luhur ini sangat mendalam. Di dalamnya tersirat bahwa setiap orang harus mandiri. Untuk itu diperlukan sikap tidak mudah patah semangat dan pantang menyerah, baik dalam menjalani kehidupan atau mewujudkan cita-citanya.

8. AGAMA AGEMING AJIAgama berarti aturan-aturan dan ketentuan yang bila dipatuhi ajarannya tidak akan membuat pribadi da...
01/07/2022

8. AGAMA AGEMING AJI

Agama berarti aturan-aturan dan ketentuan yang bila dipatuhi ajarannya tidak akan membuat pribadi dan masyarakat rusak. Agama dalam pandangan budaya Jawa sama dengan busana, atau ageman yang berarti pakaian. Aji artinya raja atau mulia. Dalam konteks ini, pitutur luhur dimaksudkan bahwa kewibawaan seorang pemimpin yang dituntun oleh ajaran agama akan terhindar dari perbuatan aniaya, nista dan hina yang dapat meruntuhkan derajat martabatnya.

Masyarakat Jawa menganggap bahwa seorang pemimpin secara formal juga haruslah seorang pemimpin agama. Tujuannya agar pengikutnya menjadi berkah dan mendapat kemuliaan. Pemimpin yang diharapkan oleh masyarakat Jawa adalah pemimpin yang mementingkan kepentingan rakyat (wong cilik) dengan landasan mengabdi dan memuliakan rakyat. Kepemimpinan seperti inilah yang membuatnya menjadi mulia, berharga atau aji . Kesatuan antara Gusti (pemimpin) dan kawula (rakyat) sangatlah terkenal di lingkungan masyarakat Jawa.

7. ADOL LENGA KARI BUSIKEMembagi-bagikan kepada banyak orang tanpa mempedulikan dirinya sendiri hingga dirinya sendiri p...
01/07/2022

7. ADOL LENGA KARI BUSIKE

Membagi-bagikan kepada banyak orang tanpa mempedulikan dirinya sendiri hingga dirinya sendiri pun tidak kebagian. Masyarakat Jawa termasuk kelompok masyarakat yang "tidak hitung-hitungan". Mereka memberi bantuan kepada orang lain yang membutuhkannya secara total, dalam arti sampai urusan atau keperluan tercukupi.

Pitutur Luhur ini mengajarkan agar seseorang yang memberi bantuan kepada orang lain tetap memperhatikan kepentingan dirinya sendiri. Tidak dibenarkan menolong orang lain, hingga dirinya tidak terurus. Ibaratnya jangan menjadi lampu lilin bagi orang lain, menerangi tetapi dirinya sendiri hancur. Yang terbaik adalah menjadi lampu listrik, menerangi (memberi bantuan) tetapi dirinya tetap Kukuh dan Sentosa. Kita harus mempertimbangkan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Setiap perbuatan dan tindakan harus dilakukan secara seimbang agar tidak merugikan diri sendiri.

6. ADOH TANPA WANGENAN CEDHAK DATAN SENGGOLANSecara harfiah pitutur Luhur ini dapat diartikan jauh tanpa ukuran dan deka...
29/06/2022

6. ADOH TANPA WANGENAN CEDHAK DATAN SENGGOLAN

Secara harfiah pitutur Luhur ini dapat diartikan jauh tanpa ukuran dan dekat tidak bersentuhan. Kalau dibahasakan dengan bahasa Indonesia sekarang "Jauh di Mata Dekat Di Hati". Ini menggambarkan keberadaan kekasih hati atau orang yang dicintainya. Mereka yang sedang jatuh cinta biasanya akan merasa terus rindu dengan kekasihnya. Jika kekasih tersebut tidak ada disisinya, akan terasa betapa jauhnya, meskipun sebenarnya juga sangat dekat Karena kekasih tersebut selalu dalam ingatan dan hatinya. Meskipun, kedekatan di hati tetap tidak bisa membuatnya bersentuhan karena tidak ada di dekatnya.

Dalam konteks yang lebih filosofis, pitutur Luhur ini sebenarnya menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan. Sedekat apapun, setaat apapun manusia dengan Tuhannya, tetap tidak bisa memegang dan menyentuhnya. Disisi lain, dalam kodrati kemanusiaannya, Tuhan seperti berada ditempat yang jauh (langit lapis ketujuh), meski sebenarnya sangat dekat. Tuhan ada di hati orang yang beriman.

5. ADIGANG ADIGUNG ADIGUNAIni adalah pitutur luhur yang membahas tentang kebanggaan berlebihan hingga menjadi sifat somb...
28/06/2022

5. ADIGANG ADIGUNG ADIGUNA

Ini adalah pitutur luhur yang membahas tentang kebanggaan berlebihan hingga menjadi sifat sombong. Adigang artinya membanggakan kekuatan dan kekuasaan. Adigung berarti membanggakan kebesaran, termasuk kekayaan dan harta benda. Adiguna menunjukkan seseorang yang membanggakan kepandaian, kecerdasan hingga keahlian tertentu.

Biasanya disebutkan dengan ojo adigang, adigung, adiguna. Artinya orang Jawa dilarang sombong dan membanggakan apapun yang menjadi miliknya, entah itu kekuasaan, kebesaran, hingga, kepandaian. Perilaku yang seperti itu akan merugikan diri sendiri dan membawa kehancuran. Orang yang berperilaku adigang, adigung, adiguna, umumnya akan menyalahgunakan kekuasaannya, membeli hal-hal yang tidak bisa dibeli, dan memanipulasi segala hal untuk kepentingan pribadinya. Mereka akan menggunakan segala kesempatan untuk memuaskan hawa nafsunya. Mereka tidak lagi menghargai orang lain dan melupakan hati nurani.

Address

Dki Jakarta

Telephone

+6288228908995

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pitutur Luhur Kebudayaan Jawi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Pitutur Luhur Kebudayaan Jawi:

Shortcuts

Share