Pesantren Adab dan Ilmu - PADI

Pesantren Adab dan Ilmu - PADI

Share

Pesantren Adab dan Ilmu At-Taqwa| Pendidikan Berbasis Adab Setingkat SD
Adab, Literasi, & Bahasa Lembaga pendidikan Islam: Pesantren Adab dan Ilmu-PADI

Photos from Pesantren Adab dan Ilmu - PADI's post 02/04/2026

Momentum Halal bi Halal Bersama Dr. Adian Husaini, Dr. Muhammad Ardiansyah, Dr. Suidat, Serta Asatidzah Pondok Pesantren At-Taqwa Depok

Halal bi halal telah menjadi tradisi yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Indonesia sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi, khususnya setelah perayaan Hari Raya Idulfitri. Demikian p**a yang dilakukan oleh para guru Pesantren Adab dan Ilmu (PADI) At-Taqwa yang setiap tahunnya mengadakan kegiatan halal bi halal dengan mengunjungi para asatidz Pondok Pesantren At-Taqwa.

Tradisi ini menjadi momen penting untuk saling memaafkan sekaligus mempererat hubungan antar guru. Oleh karena itu, PADI At-Taqwa kembali mengadakan kegiatan halal bi halal yang dilaksanakan pada Rabu, 1 April. Kegiatan ini dilakukan dengan mengunjungi beberapa rumah guru secara bergiliran sebagai bentuk silaturahmi secara langsung.

Selama kegiatan berlangsung, suasana hangat dan penuh keakraban sangat terasa. Para guru PADI At-Taqwa berkesempatan untuk bertemu, bersalaman, serta berbincang dalam suasana kekeluargaan. Momen tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mempererat hubungan serta saling memaafkan setelah merayakan Idulfitri.

Kegiatan kemudian berlanjut hingga kunjungan ke destinasi terakhir, yaitu rumah Ustadz Suidat. Di tempat tersebut, para peserta menghabiskan waktu dengan berbincang santai dalam suasana yang tetap hangat dan penuh kebersamaan.
Secara keseluruhan, kegiatan halal bi halal ini berlangsung dengan lancar dan memberikan kesan yang mendalam. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antar guru semakin erat serta nilai-nilai kebersamaan tetap terjaga.

(Khalisah Inas)

11/03/2026

Nuzulul Qur'an

Peristiwa turunnya al-Qur'an bukan peristiwa biasa. Malam itu, menjadi malam yang paling indah dari malam yang lainnya. Allah menurunkan al-Qur'an kepada Nabi Muhammad tepat pada malam lailatul qadr. Sebagaimana Allah berfirman:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatulqadar.”

Semoga Allah memberikan kita kesempatan untuk mendapatkan malam lailatul qadr 🤲🏻

03/03/2026

Buka Puasa Bersama✨

فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ
“Makanlah secara bersama atau kumpulkan makanan kalian dalam satu nampan, kemudian makanlah bersama, lalu ucapkan bismillah, niscaya makanan kalian akan diberkahi.”
(HR. Abu Daud & Ibnu Majah)

Alhamdulillah, pada hari Jum'at, 27 Februari lalu, murid PADI At-Taqwa kelas 1-3 mengikuti agenda buka puasa bersama di sekolah. Acara ini sesuai dengan hadits di atas, dan bertujuan untuk mengajarkan indahnya kebersamaan.

Photos from Pesantren Adab dan Ilmu - PADI's post 01/03/2026

(27/02/2026) Puluhan murid kelas satu hingga tiga memenuhi lapangan Pesantren Adab dan Ilmu (PADI) At-Taqwa. Para murid dengan semangat duduk berbaris sembari membaca zikir sore. Ia termasuk rangkaian kegiatan tahunan yang dilaksanakan PADI At-Taqwa. Para murid diarahkan datang sejak jam 16.00 sore hari untuk mengikuti kegiatan di dalamnya. Bu Anis, selaku pembawa acara memimpin zikir sore dengan lantang. Kegiatan dilanjut dengan mewarnai kreasi lampion Ramadhan yang telah disediakan.

Anak-anak SD PADI At-Taqwa diarahkan untuk menulis nama, target selama Ramadhan, serta mewarnai kreasi lampion Ramadhan yang telah diberikan. Melalui instruksi itu para murid mulai mewarnai dengan warna kesukaan masing-masing. Ada yang mewarnai dengan warna merah, orange, biru, bahkan hitam untuk warna rambut.

Mereka dengan ceria melaksanakan tugas yang telah diberikan. Target mereka bermacam-macam, bahkan ada yang menulis sedari berbicara “Aku ingin cepet lebaran untuk dapat tehaer banyak-banyak.” Tawa para guru pun mengiringi keberagaman tingkah laku murid-murid SD PADI At-Taqwa.

Setelah menulis serta mewarnai, para murid menggunting lembaran lampion dan menempelkannya dengan lem. Sebuah lampion Ramadhan dari kertas pun berhasil dibuat untuk digantungkan di rumah mereka. Tak lupa setelah selesai membuat kreasi lampion Ramadhan itu, Bu Anis mengarahkan agar setiap alat dan sampah dirapihkan serta dibuang pada tempatnya.

Sedari menunggu azan berkumandang, para murid duduk berhadapan dengan tenang sambil melantunkan senandung. Makanan takjil pun dibagikan oleh para guru untuk kemudian disantap ketika azan maghrib berkumandang. Tak lama setelah itu azan berkumandang, seluruh peserta bukber tersebut pun berbuka puasa dengan hikmat.

Terlihat para murid menyantap makanan dengan lahap. Setelah itu barulah mereka membersihkan kembali tempat berbuka. Dilanjutkan dengan shalat maghrib berjamaah diimami Ustadz Erga, selaku kepala sekolah SD PADI At-Taqwa.

Kegiatan ditutup dengan foto dan pembagian nasi kotak kepada seluruh peserta bukber. Dengan menenteng kreasi lampion Ramadhan dan nasi kotak, para murid bertemu orang tuanya dengan wajah gembira. Mereka berpamitan dengan para guru yang ada dan p**ang dalam keadaan gembira

Photos from Pesantren Adab dan Ilmu - PADI's post 25/02/2026

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, SD PADI At-Taqwa menggelar kajian bertema, “Bersihkan Hati, Perbaiki Diri: Wujudkan Ramadhan yang Sempurna” yang dibawakan langsung oleh Ustadz Ahmad Damsah Nasution selaku guru di Pondok Pesantren At-Taqwa Cilodong Depok. Acara dilaksanakan pada Sabtu (14/2/2026) di Masjid Jami Al-Muhajirin.

Pada pukul 08.00 WIB, acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, yang dibawakan oleh Ananda Ihsan dan Ananda Kenzie, salah satu murid kelas lima, kemudian dilanjutkan penyampaian materi pada pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini banyak dihadiri oleh wali murid, yang mayoritas merupakan ibu-ibu.

Dalam pemaparannya, Ustadz Damsah atau yang akrab dikenal dengan Ustadz Zuhdi, menekankan dalam menyambut Ramadhan baiknya kita memperbaiki niat dengan ibadah yang tulus agar mendapatkan ridha Allah. Pada penjelasan, beliau mengangkat tujuh poin dalam mempersiapkan diri menjelang Ramadhan, salah satu poin yang beliau tekankan adalah terkait mengganti puasa sebelum masuk bulan Ramadhan lagi. Karena puasa Ramadhan merupakan kewajiban, maka jika ada bolong layaknya hutang harus segera dilunasi.

Kemudian ia melanjutkan, bahwasanya jika seseorang bolong puasanya karena udzur, maka wajib qadha, kapanpun itu (kecuali waktu-waktu yang diharamkan) sebelum masuk bulan Ramadhan lagi tapi jika bolong puasa karena disengaja tanpa alasan, maka dia wajib membayarnya langsung setelah Ramadhan selesai, karena kalua tidak dia akan berdosa. Pun dalam pembahasan ini, banyak hadirin yang melemparkan pertanyaan.

Kajian ini merupakan agenda rutin sekolah setiap menjelan Ramadhan, sebagai bentuk pembinaan melalui kajian, juga mempererat hubungan antara sekolah dengan orang tua. Selain kajian, sekolah juga sering kali menjalankan kegiatan bakti sosial, berupa pembagian sembako kepada masyarakat sekitar. Program tersebut melibatkan partisipasi wali murid dan guru sebagai bentuk kepedulian sosial

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, yang dipimpin langsung oleh Ustadz Damsah Nasution, agar Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi keluarga besar sekolah dan masyarakat sekitar.

17/02/2026

Dibuka Pendaftaran Murid Baru
PESANTREN ADAB DAN ILMU (PADI) AT-TAQWA (SETINGKAT SD)

Gelombang 1 🌟
Tahun ajaran 2026/2027

DAFTARKAN SEGERA...!!
🗓️ Pendaftaran Mulai:
Desember 2025 - 31 Maret 2026

📝bit.ly/PMBPADI26
-------------------------------------

Konsep Ta'dib di PADI

Konsep Ta'dib merupakan konsep pendidikan yang ideal dalam Islam. Sebab, didalamnya berfokus pada penanaman adab atau akhlak mulia. Konsep Ta'dib juga sangat menekankan aspek kesungguhan dan keikhlasan dalam mencari ilmu.

Dalam proses menuntut ilmu dibutuhkan kerjasama dari tiga pihak. Guru, murid, dan orangtua harus saling mendukung dan percaya. Maka penanaman adab di PADI bukan hanya di Sekolah, tetapi juga sampai di rumah. Dengan konsep ini, diharapkan murid PADI menjadi insan yang beradab, berakhlak mulia, berilmu, dan bermanfaat.

📝Di PADI, murid akan diajarkan:
✅Pendidikan Shalat dilakukan dengan intensif, di sekolah dan di rumah.

✅Membaca Al-Qur'an dengan lancar dan sesuai dengan kaidah tajwid, dan hafal minimal 1 juz saat kelulusan.

✅Mengenal dan meneladani perjuangan para ulama dan pejuang Islam di Indonesia.

✅Mengenal sumber ilmu Islam dari ulama, berupa kitab klasik dalam bahasa Arab dan Arab Melayu

Berdiri sejak 2011, PADI AT-TAQWA telah meluluskan beberapa angkatan.

Segera daftarkan putra-putri terbaik anda!
——————————
Informasi Lebih Lanjut :
📲 0857-1694-7093 (pak Erga)
📲 0813-8560-5701 (admin PADI)

📍Jl. Lafran Pane Gg. Haji Usman RT04/XI Kelapa Dua Raya Kel. Tugu Kec. Cimanggis Depok
📌 Hari kerja :
* Senin - Jum'at (08.00-12.00)

Photos from Pesantren Adab dan Ilmu - PADI's post 14/12/2025

Rasulullah Tidak Kaku, dan Justru Karena Itu Bisa Diteladani

Minggu (14/12/2025), Ust. Asep Sobari, Lc. menjadi pemateri dalam Kajian Wali Santri yang diselenggarakan Pesantren Adab dan Ilmu (PADI) At-Taqwa. Bersama para wali murid, kajian diadakan di Masjid Nurul Fikri, Tugu, Cimanggis, Depok. Bertema "Cinta di Rumah Rasulullah", pendiri Sirah Community Indonesia tersebut menyingkap kehidupan bahkan keseharian Rasulullah ﷺ bersama keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Sering kali kita memposisikan Rasulullah ﷺ terlalu jauh dari kehidupan kita. Terlalu sempurna, terlalu ideal, seolah-olah hidup beliau berada di level yang mustahil dicapai manusia biasa. Akibatnya, sirah Nabi hanya kita baca sebagai cerita indah, bukan sebagai panduan hidup yang benar-benar bisa dipraktikkan.

Padahal Allah justru menurunkan Rasulullah ﷺ sebagai manusia yang hidup di tengah realitas. Beliau makan, lelah, tersenyum, bercanda, dan membangun rumah tangga dengan segala dinamikanya. Supaya apa? Supaya kita bisa meniru, bukan sekadar mengagumi.

Dalam kehidupan keluarga, Rasulullah ﷺ tidak menjalani hidup yang kaku. Beliau pernah menemani Aisyah r.a. menonton permainan orang-orang Habasyah di masjid. Bukan melarang, bukan menegur, tapi membiarkan Aisyah bersandar hingga ia sendiri merasa cukup. Dari sini kita belajar bahwa Islam tidak mematikan fitrah manusia untuk menikmati hiburan yang wajar. Kasih sayang bukanlah sesuatu yang mengurangi kewibawaan, justru ia bagian dari keteladanan.

Rasulullah ﷺ juga pernah mengajak Aisyah berlomba lari. Pernah kalah, pernah menang. Ketika akhirnya beliau menang, Nabi hanya tersenyum dan berkata, “Ini untuk yang dulu.” Kalimat sederhana, tapi menyimpan pesan besar. Bahwa rumah tangga tidak harus selalu tegang dengan aturan dan formalitas. Ada ruang untuk tawa, kehangatan, dan kebersamaan.

Yang sering luput kita sadari, Rasulullah ﷺ bahkan pernah mengalami konflik rumah tangga. Aisyah r.a. pernah membantah beliau. Pernah bersuara keras. Pernah juga didiamkan. Abu Bakar r.a. sampai marah karena tidak terima adab kepada Rasulullah ﷺ dilanggar. Namun Nabi justru melindungi Aisyah dan menenangkan suasana. Bukan dengan kekerasan, bukan dengan paksaan, tapi dengan kebijaksanaan.

Artinya jelas: rumah tangga Nabi bukan rumah tangga yang steril dari masalah. Ada perbedaan, ada emosi, ada dinamika. Persis seperti yang kita alami hari ini. Bedanya, Rasulullah ﷺ mengajarkan cara menyikapinya tanpa merusak, tanpa merendahkan, tanpa menyakiti.

Inilah yang sering kita lupa. Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam segala hal, maka cara hidup beliau—termasuk dalam keluarga—itu fleksibel, bukan kaku. Beliau mengajak istri dan anak berjalan-jalan. Mengajak lomba dan olahraga. Mengajak menonton hiburan. Pernah berdebat dengan istri. Pernah diambekin. Semua itu bukan tanda kelemahan, tapi tanda kemanusiaan.

Justru karena Rasulullah ﷺ mengalami apa yang kita alami, kita bisa belajar bagaimana bersikap saat berada di titik yang sama. Bagaimana bersabar saat emosi memuncak. Bagaimana tetap adil ketika berbeda pendapat. Bagaimana menjadi pemimpin keluarga tanpa menjadikan kuasa sebagai alat menekan.

Di sinilah hikmah terbesar mempelajari sirah Nabi. Sirah bukan kisah orang suci yang hidup di luar jangkauan. Sirah adalah cermin kehidupan. Allah tidak mengutus Nabi sebagai malaikat, tapi sebagai manusia, agar Islam bisa hidup di tengah realitas, bukan di awang-awang.

Rasulullah ﷺ tidak mengajarkan kita untuk menjadi kaku, tapi untuk menjadi lurus. Tidak mengajarkan kita mematikan emosi, tapi mengarahkannya. Dan di situlah keindahan Islam: agama yang membimbing manusia apa adanya, menuju kebaikan dengan kasih sayang dan hikmah.

Maka hadirnya kajian ini diharapkan menjadi titik balik bagi para wali murid untuk memperhatikan kehidupan di rumahnya. Sebab pendidikan paling utama sejatinya tetap adalah pendidikan keluarga. Namun pendidikan keluarga yang baik hanya terlahir dari keluarga yang terdapat rahmat di dalamnya.

Photos from Pesantren Adab dan Ilmu - PADI's post 07/12/2025

Murid PADI At-Taqwa Laksanakan Ujian Akhir Semester dengan Semangat Adab dan Kejujuran

Pesantren Adab dan Ilmu (PADI) At-Taqwa memulai pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) pada Senin (24/11). Sejak pagi, para murid memasuki ruang ujian dengan tertib setelah menerima pengarahan singkat dari guru mengenai pentingnya kejujuran, kedisiplinan, dan adab selama ujian berlangsung.

Guru juga memberikan motivasi positif agar para murid siap menghadapi ujian dengan tenang dan percaya diri. Selain itu, murid diimbau menjaga kebersihan kelas, ketertiban, serta tidak membuat kegaduhan setelah menyelesaikan soal.

Para murid diminta mengerjakan ujian dengan serius dan tidak terburu-buru, sementara waktu istirahat diarahkan untuk makan dan murajaah, bukan bermain. Alhamdulillah pelaksanaan ujian di sejumlah kelas amat kondusif, dengan murid mengerjakan soal secara mandiri dan khidmat.

Photos from Pesantren Adab dan Ilmu - PADI's post 09/09/2025

Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah SAW

Bagi Ustadz Hadi Nur Ramadhan, kisah para Rasul adalah pelajaran berharga yang tidak boleh diabaikan. Dalam tausiyah Maulid Nabi Muhammad SAW di Pesantren Adab dan Ilmu (PADI) At-Taqwa, Senin (8/9/25), ia menekankan bahwa seluruh nabi dan rasul memiliki misi yang sama: menyeru manusia kepada tauhid dan kebaikan.

“Sejarah para Rasul menunjukkan bahwa dakwah bukanlah jalan yang mudah. Nabi Nuh harus berdakwah ratusan tahun, Nabi Ibrahim menghadapi api yang membara, Nabi Musa berhadapan dengan Fir’aun, dan semuanya tetap teguh. Hingga akhirnya perjuangan itu mencapai puncaknya pada diri Nabi Muhammad SAW” jelasnya.

Menurutnya, perjuangan Nabi Muhammad SAW adalah teladan terbesar bagi umat Islam. Beliau menghadapi ejekan, penolakan, bahkan peperangan, tetapi tidak pernah berhenti menyampaikan risalah. “Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah, maka kita juga harus berani menempuh jalan dakwah, meski ada kesulitan,” tambah Ustadz Hadi.

Kisah-kisah itu ia sampaikan dengan runut, sehingga para murid dapat merasakan bahwa sejarah bukan sekadar cerita, melainkan sumber kekuatan untuk meneguhkan iman. “Rasulullah adalah penutup para nabi, dan kita sebagai umatnya wajib melanjutkan risalah yang beliau perjuangkan,” tegasnya.

Selepas tausiyah, acara dilanjutkan dengan penampilan-penampilan siswa. Kelas 3 tampil dengan nasyid dan puisi, kelas 4 menghadirkan syair adab dan nasyid bertema cinta Rasul, kelas 5 menampilkan hafalan kitab klasik dan puisi, sementara kelas 6 menutup acara dengan nasyid sholawat bersama serta puisi yang menyentuh.

Dengan rangkaian acara ini, Maulid Nabi di SD PADI At-Taqwa menjadi pengingat bahwa mencintai Rasulullah bukan hanya melalui perayaan, tetapi juga dengan meneladani perjuangan para Rasul dan puncaknya perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menjaga Islam dan menebarkan kebaikan.

Photos from Pesantren Adab dan Ilmu - PADI's post 15/08/2025

Meriah dan Penuh Kebersamaan, Tasyakkur Kemerdekaan 2025 Sukses Digelar

Depok, 11–14 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, PADI At-Taqwa menggelar Tasyakkur Kemerdekaan selama empat hari berturut-turut. Kegiatan ini dipenuhi nuansa keceriaan, sportivitas, dan kebersamaan, sekaligus menjadi media pembelajaran nilai-nilai kerja sama, kedisiplinan, dan rasa syukur kepada Allah ﷻ.

Sejak hari pertama, Senin 11 Agustus, para siswa telah berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti berbagai lomba keterampilan. Lomba Panca Karya menjadi pembuka, menguji ketangkasan siswa dalam memasukkan jarum, mengupas bawang, memindahkan air menggunakan gelas, memindahkan bola pimpong, hingga meniup balon. Untuk kelas 1–2, terdapat lomba Trikarya dengan tantangan unik: putra harus memakai kaos kaki, sarung, dan kemeja berkancing, sedangkan putri melipat mukena satu set lengkap dengan sajadah. Suasana semakin semarak dengan lomba Estafet Karung yang diikuti setiap tim beranggotakan tiga orang.

Selasa, atmosfer kompetisi semakin memanas. Lomba Naga Balon untuk kelas 3–6, Estafet Karet untuk kelas 1–2, serta Tarik Tambang yang melibatkan lima siswa di setiap tim membuat sorak-sorai penonton tak henti terdengar. Hari itu ditutup dengan lomba Estafet Air yang menguji kekompakan sekaligus ketelitian tim.

Rabu menjadi ajang mengasah kecerdasan lewat Cerdas Cermat bagi siswa kelas 4–6, dengan format kelompok bertiga dan materi soal umum. Di hari yang sama, Pentas Seni menghadirkan penampilan istimewa: penampilan kelas 3–6 membawakan paduan suara lagu nasional seperti “Hari Merdeka”, “Dari Sabang Sampai Merauke”, “Maju Tak Gentar”, dan “Sorak Sorai Bergembira”.

Puncak sekaligus penutup festival berlangsung pada Kamis dengan Tasyakuran Kemerdekaan. Seluruh warga sekolah berkumpul untuk berdoa bersama, memanjatkan rasa syukur atas nikmat kemerdekaan, dan menikmati makan bersama dalam suasana penuh keakraban.

Mudir PADI At-Taqwa, Ustadz Erga Putra Romasika, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi pembelajaran nyata bagi siswa untuk bekerja sama, menghargai perjuangan, dan memupuk rasa cinta tanah air yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.

Photos from Pesantren Adab dan Ilmu - PADI's post 18/07/2025

Setiap murid PADI yang duduk di kelas 6 wajib mengikuti program mondok selama 2 pekan di Pesantren At Taqwa Cilodong. Sebagai persiapan, hari ini mereka praktik mencuci pakaian di sekolah.

Mulai persiapan, membawa ember, sikat, deterjen, proses mencuci, sampai menjemur dilakukan dengan semangat dan gembira. Sayang, banyak yang tidak kering sempurna karena cuaca agak mendung.

Want your school to be the top-listed School/college in Depok?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Address


Kelapa Dua Raya
Depok
16451

Opening Hours

Monday 07:00 - 13:00
Tuesday 07:00 - 13:00
Wednesday 07:00 - 13:00
Thursday 07:00 - 13:00
Friday 07:00 - 13:00