OYAKO Daycare

OYAKO Daycare

Share

OYAKO Daycare adalah tmpt pnitipan anak harian, mingguan dan bulanan di depok dengan slogan "Fun and Learning Daycare".

25/09/2017

How to shape your child future!

Being a parent is sometimes difficult to understand a child potential, it's always full of toys lying around the house without any understanding what they really can capture for their future, but there is a good recipe on that! Ask them what they want, and support their dream.

12/07/2017

mommies and daddies,

There is a Japanese proverb for child growing phase "Nana Korobi ya Oki", it means Fall seven times, get up 8.

Have a great day

05/11/2014

Moms and Dads.. Faktor apa siy yang membuat mom and dad memutuskan menitipkan buah hatinya di daycare? Apakah karena alasan berikut, antara lain:

1. Keamanan lokasi daycare;
2. Fasilitas yang lengkap (fasilitas edukasi, AC, ruang bermain, ruang tidur, kamar mandi);
3. Program edukasi yang ditawarkan;
4. Biaya penitipan yang memadai; dan
5. Pengasuh yang berkualitas

Mohon masukannya yach..thx before :)

05/11/2014

Selamat siang Moms and dads.. PROMO NOVEMBER!! Kami membuka registrasi free biaya pendaftaran dan free biaya tahunan. Tertarik?!? Kontak kami ya :)

12 Peraturan Baik untuk Anak yang Jarang Diterapkan Orangtua Jaman Sekarang | Toktokwow 05/11/2014

Pentingnya menentukan aturan-aturan tertentu kepada anak, ternyata bermanfaat terhadap kesiapan mereka menghadapi dunia nantinya :)

12 Peraturan Baik untuk Anak yang Jarang Diterapkan Orangtua Jaman Sekarang | Toktokwow Mungkin orangtua jaman sekarang tidak sanggup melihat anaknya sedikit marah dan kesal sehingga cenderung memberi anak-anaknya kebebasan, yang sayangnya, seringkali terlalu bebas. Ada baiknya anak-anak dikenalkan pada aturan agar ritme hariannya lebih teratur dan agar kelak juga bisa menyesuaikan dir…

17/09/2014

Televisi sebagai media komunikasi telah mampu menyihir masyarakat, mulai dari anak usia prasekolah sampai orang tua. Hal yang mengkhawatirkan bila sihir tersebut telah mempengaruhi anak usia prasekolah. Perilaku bermacam-macam dalam bentuk film kartun sangat mudah ditiru oleh anak usia prasekolah, baik perilaku fisik, perilaku soisal, meupun perilaku berbahasa.
Mengingat besarnya pengaruh televisi terhadap perilaku sosial dan perkembangan bahasa, diperlukan pendampingan terhadap perilaku menonton televisi anak. Pendampingan ini bertujuan membantu anak menyaring perilaku sosial yang perlu dicontoh dan mengarahkan perkembangan bahasa ke arah yang positif.
Berbagai tayangan televisi, khususnya film anak-anak (kartun) amat digemari oleh anak, termasuk anak usia prasekolah. Film kartun seperti Spongebob Skuarepants, Dora The Explorer, Kapten Tsubasa, Ranma, Scooby Doo, Crayon Sincan, dan Rugrats telah merampas waktu dan kesempatan anak-anak untuk bermain dengan teman sebayanya. Hal ini dapat menghambat tumbuh kembang anak usia prasekolah secara wajafr (Sujanto, 1996:54). Pada usia ini, anak mulai memasuki usia menjelajah, usia bertanya, usia meniru, dan usia kreatif (Hariyadi, 2003:30). Apabila setiap hari anak berhadapan dengan tayangan televisi dengan berbagai ragam bahasa, tentu akan sangat mempengaruhi perilaku anak, termasuk perilaku bahasanya.
Usia prasekolah juga merupakan masa keemasan dalam tahap pemerolehan bahasa. Segala informasi dan bentuk bahasa akan diserap dengan amat rakusnya oleh otak anak usia prasekolah, termasuk informasi dan ragam bahasa yang ditayangkan media televisi, khususnya acara untuk anak-anak. Oleh karena itu, ragam bahasa, kekayaan kosa-kata, perkembangan kompleksitas kalimat anak sangat ditentukan oleh tayangan televisi sebagai lingkungan yang memengaruhinya. Anak sangat membutuhkan pendampingan orang tua pada saat menikmati tayangan televisi. Pemahaman anak terhadap tayangan televisi perlu diarahkan dan diberikan penjelelasan agar tumbuh kembang anak dapat terkontrol. Kegiatan pendampingan terhadap anak yang sedang menikmati tayangan televisi merupakan upaya memodifikasi lingkungan binaan anak.
Modifikasi lingkungan binaan anak dalam bentuk pendampingan perilaku menonton televisi tentunya dapat merangsang perkembangan bahasa anak sehingga proses pemerolehan bahasa anak dapat berkembang secara maksimal. Sebaliknya, perilaku menonton televisi anak yang tidak diarahkan secara baik dapat mengakibatkan penyimpangan perkembangan bahasa anak usia prasekolah.
Hal ini dapat dipahami karena bahasa yang dituturkan secara verbal, yang berupa bunyi-bunyi ujaran tersebut tidak serta merta muncul tanpa adanya suatu proses tertentu yang melatarbelakanginya. Berbagai faktor yang dapat melatarbelakangi seseorang mengujarkan bahasa dalam bentuk tuturan, antara lain: lingkungan, pengetahuan, pengalaman, dan tingkat usia. Kesemua faktor tersebut terekam dalam piranti otak manusia yang disebut dengan pikiran.
Televisi merupakan salah satu media elektronik yang hampir seluruh lapisan masyarakat dapat menikmatinya. Media ini menyediakan informasi baik berita, pengetahuan, maupun hiburan yang dapat dinikmati oleh masyarakat secara bebas. Hasil dari pemerolehan informasi tersebut dapat berupa pengetahuan, perilaku, dan pemikiran yang telah terkontaminasi. Dari proses saling mempengaruhi tersebut diinterpretasikan dalam bentuk bahasa dan tingkah laku seseorang. Fenomena ini sangat terlihat jelas pada perilaku berbahasa anak-anak.
Media elektronik televisi menayangkan berbagai menu hiburan dan informasi menarik. Acara televisi untuk anak-anak begitu banyak jumlahnya dan ditayangkan hampir setiap waktu oleh berbagai stasiun televisi. Berbagai jenis film kartun televisi telah mempesona anak-anak dan menyedot sebagian besar waktu dan perhatiannya. Bahkan mereka memilih menonton televisi dibanding bermain dengan teman sebayanya. Tentu hal ini akan sangat menentukan perilaku anak, baik dalam pembentukan karakter maupun perilaku bahasanya.
Jenis tayangan media televisi khususnya acara televisi untuk anak-anak tersebut akan terekam dalam pikiran anak dan sekaligus dapat mempengaruhi perilaku anak terutama bahasanya. Berdasarkan paparan di atas, penulis bermaksud mengkaji bagaimana pola pendampingan orang terhadap perilaku menonton televisi anak usia prasekolah agar pemerolehan bahasa anak dapat berkembang secara maksimal.

17/09/2014

Menjauhkan Anak dari Pengaruh TV
Televisi (TV) kini telah menjadi salah satu bagian penting dalam keluarga. Hampir setiap rumah memiliki kotak ajaib ini. Tak jarang, kegiatan lain pun dilakukan seraya menonton TV. Bahkan, tidak sedikit dari kita yang menjadikan TV sebagai pengasuh, guru, penghibur atau bahkan sarana promosi dagang. Lalu, apa yang dapat Anda lakukan untuk menghindari pengaruh program televisi bagi anak?
1. Mulailah sekarang juga
Tak sedikit anak-anak yang ketagihan menonton TV sejak berusia dini. Kebiasaan menyaksikan tontonan TV yang dapat merusak moral anak dapat diubah hanya dengan menggantikannya dengan berbagai kebiasaan baru di luar menonton TV. Ubah sedikit demi sedikit setiap hari.

2. Letakkan TV di ruangan yang jarang digunakan
Dengan meletakkan TV di ruangan yang jauh dari tempat anggota keluarga berkumpul dan berkegiatan, anak-anak diharapkan enggan menonton dan menjadi lebih selektif dalam memilih acara-acara yang akan ia tonton.

3. Sehari tanpa TV
Diskusikan bersama keluarga untuk memilih satu hari tanpa TV. Tentukan kegiatan apa yang akan dilakukan pada hari yang telah disepakati tersebut.

4. Jangan jadikan TV sebagai "babysitter"
Anda tentu tidak bakal menitipkan anak begitu saja kepada orang asing. Anggap saja TV sebagai "orang asing" ini. Ya, TV tidak dapat menanggapi tangisan anak atau mengetahui apa anak Anda ketakutan atau tidak; atau mengingatkan acara yang ditayangkan hanya untuk orang dewasa.

5. Pilih acara yang akan ditonton
Anda bisa membatasi acara apa saja yang akan Anda saksikan bersama keluarga. Misalnya, dengan membaca ulasan acara TV yang banyak dimuat di berbagai tabloid dan surat kabar acara televisi. Jangan hanya menyetel TV untuk melihat semua yang ditayangkan. Bantu anak untuk memilih program sesuai usia, minat dan kematangannya.

5. Dampingi anak
Dampingi anak-anak menonton acara yang telah mereka pilih, dan bantu mereka menilai acara yang mereka tonton berdasarkan nilai-nilai dan tradisi yang ditanamkan dalam keluarga.

6. Beda rekayasa dan kehidupan nyata
Jelaskan kepada anak bahwa kekerasan atau teror yang mereka saksikan dalam film hanyalah akting, bukan kejadian sebenarnya.

7. Diskusikan iklan-iklan
Tunjukkan pada anak, mana saja iklan-iklan yang hanya membujuk mereka mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu yang kurang bermanfaat. Beri kebebasan anak untuk membantu Anda memilih benda yang bermanfaat atau makanan yang bergizi bagi seluruh anggota keluarga.

8. Jadikan ide
Anda bisa menjadikan acara TV sebagai ide untuk melakukan kegiatan bersama anak. Misalnya, buat daftar produk-produk iklan televisi yang Anda miliki di rumah dan hitung jumlahnya. Mainkan acara kuis favorit keluarga dengan versi sendiri bersama anak-anak.

9. Cari kegiatan lain
Menonton TV memang menyenangkan, begitu juga dengan mengisi TTS, bermain kartu, scrabble atau monopoli. Bila Anda dapat mengalihkan anak dari kebiasaan menonton TV, anak pun akan terhindar dari kecanduan.

10. Bacakan buku
Mulailah membacakan buku untuk anak sejak dini agar dapat membantunya menemukan keajaiban membaca. Anak-anak biasanya senang mendengarkan orangtua mereka membacakan buku, apalagi sebelum tidur.

18/08/2014

Oyako Daycare tempat yang ideal untuk Mom's and Dad's menitipkan buah hatinya...

Want your school to be the top-listed School/college in Depok?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Jalan Rawa Indah No. 5 RT/RW: 05/01 Pancoran
Depok
16445

Opening Hours

Monday 06:00 - 17:00
Friday 06:00 - 17:00