17/09/2014
Televisi sebagai media komunikasi telah mampu menyihir masyarakat, mulai dari anak usia prasekolah sampai orang tua. Hal yang mengkhawatirkan bila sihir tersebut telah mempengaruhi anak usia prasekolah. Perilaku bermacam-macam dalam bentuk film kartun sangat mudah ditiru oleh anak usia prasekolah, baik perilaku fisik, perilaku soisal, meupun perilaku berbahasa.
Mengingat besarnya pengaruh televisi terhadap perilaku sosial dan perkembangan bahasa, diperlukan pendampingan terhadap perilaku menonton televisi anak. Pendampingan ini bertujuan membantu anak menyaring perilaku sosial yang perlu dicontoh dan mengarahkan perkembangan bahasa ke arah yang positif.
Berbagai tayangan televisi, khususnya film anak-anak (kartun) amat digemari oleh anak, termasuk anak usia prasekolah. Film kartun seperti Spongebob Skuarepants, Dora The Explorer, Kapten Tsubasa, Ranma, Scooby Doo, Crayon Sincan, dan Rugrats telah merampas waktu dan kesempatan anak-anak untuk bermain dengan teman sebayanya. Hal ini dapat menghambat tumbuh kembang anak usia prasekolah secara wajafr (Sujanto, 1996:54). Pada usia ini, anak mulai memasuki usia menjelajah, usia bertanya, usia meniru, dan usia kreatif (Hariyadi, 2003:30). Apabila setiap hari anak berhadapan dengan tayangan televisi dengan berbagai ragam bahasa, tentu akan sangat mempengaruhi perilaku anak, termasuk perilaku bahasanya.
Usia prasekolah juga merupakan masa keemasan dalam tahap pemerolehan bahasa. Segala informasi dan bentuk bahasa akan diserap dengan amat rakusnya oleh otak anak usia prasekolah, termasuk informasi dan ragam bahasa yang ditayangkan media televisi, khususnya acara untuk anak-anak. Oleh karena itu, ragam bahasa, kekayaan kosa-kata, perkembangan kompleksitas kalimat anak sangat ditentukan oleh tayangan televisi sebagai lingkungan yang memengaruhinya. Anak sangat membutuhkan pendampingan orang tua pada saat menikmati tayangan televisi. Pemahaman anak terhadap tayangan televisi perlu diarahkan dan diberikan penjelelasan agar tumbuh kembang anak dapat terkontrol. Kegiatan pendampingan terhadap anak yang sedang menikmati tayangan televisi merupakan upaya memodifikasi lingkungan binaan anak.
Modifikasi lingkungan binaan anak dalam bentuk pendampingan perilaku menonton televisi tentunya dapat merangsang perkembangan bahasa anak sehingga proses pemerolehan bahasa anak dapat berkembang secara maksimal. Sebaliknya, perilaku menonton televisi anak yang tidak diarahkan secara baik dapat mengakibatkan penyimpangan perkembangan bahasa anak usia prasekolah.
Hal ini dapat dipahami karena bahasa yang dituturkan secara verbal, yang berupa bunyi-bunyi ujaran tersebut tidak serta merta muncul tanpa adanya suatu proses tertentu yang melatarbelakanginya. Berbagai faktor yang dapat melatarbelakangi seseorang mengujarkan bahasa dalam bentuk tuturan, antara lain: lingkungan, pengetahuan, pengalaman, dan tingkat usia. Kesemua faktor tersebut terekam dalam piranti otak manusia yang disebut dengan pikiran.
Televisi merupakan salah satu media elektronik yang hampir seluruh lapisan masyarakat dapat menikmatinya. Media ini menyediakan informasi baik berita, pengetahuan, maupun hiburan yang dapat dinikmati oleh masyarakat secara bebas. Hasil dari pemerolehan informasi tersebut dapat berupa pengetahuan, perilaku, dan pemikiran yang telah terkontaminasi. Dari proses saling mempengaruhi tersebut diinterpretasikan dalam bentuk bahasa dan tingkah laku seseorang. Fenomena ini sangat terlihat jelas pada perilaku berbahasa anak-anak.
Media elektronik televisi menayangkan berbagai menu hiburan dan informasi menarik. Acara televisi untuk anak-anak begitu banyak jumlahnya dan ditayangkan hampir setiap waktu oleh berbagai stasiun televisi. Berbagai jenis film kartun televisi telah mempesona anak-anak dan menyedot sebagian besar waktu dan perhatiannya. Bahkan mereka memilih menonton televisi dibanding bermain dengan teman sebayanya. Tentu hal ini akan sangat menentukan perilaku anak, baik dalam pembentukan karakter maupun perilaku bahasanya.
Jenis tayangan media televisi khususnya acara televisi untuk anak-anak tersebut akan terekam dalam pikiran anak dan sekaligus dapat mempengaruhi perilaku anak terutama bahasanya. Berdasarkan paparan di atas, penulis bermaksud mengkaji bagaimana pola pendampingan orang terhadap perilaku menonton televisi anak usia prasekolah agar pemerolehan bahasa anak dapat berkembang secara maksimal.