Terkadang kita memang harus sedikit bersabar untuk menanti apa yang lebih baik dan lebih indah di waktu yang tepat.
Karna kesabaran itu akan memperindah tempat dimana ia berada. Kesabaran bak intan permata yang menghiasi hati orang orang yang memilikinya.
Tanamlah kesabaran itu dalam hatimu, hingga kelak nanti kau akan memetik buah yang sangat manis dan lezat, meski menanamnya memang butuh usaha yang agak pahit.
Muslim Pena Peradaban
Niscaya Allah akan meninggikan
orang-orang yang beriman di antara
kalian dan orang-orang yang diberi ilmu
(agama) beberapa derajat." (Al-
Mujaadilah:11)
Mungkin jika dosa yang harus menjadi pertimbangan sebelum melakukan kebaikan, akan sangat jarang orang yang berani berbuat dan berkata baik.
Bagaimana jadinya jika diri ingin berbuat baik namun tiba-tiba tercegat oleh bisikan, "hei... jangan sok baik! Dirimu saja belum baik, lalu bagaimana kau bisa memberi kebaikan untuk orang lain?"
Jika anda merasakan bisikan seperti ini, sadarilah! Itu hanya upata setan untuk menjauhkan anda dari mendapat kebaikan.
Memperbaiki diri sambil berbuat baik kan lebih indah :)
Islam sebagai agama yang sempurna, tentu telah mengatur segala hal dalam kehidupan para pengikutnya, termasuk bagaimana seorang muslim memilih teman atau sahabat. Islam menganjurkan untuk memilih teman yang baik prilakunya, baik cara berinteraksinya dan tentu yang menajuhkan dirinya dari perbuatan-perbuatan haram.
Mengapa Agama yang mulia ini begitu memperhatikan masalah ini? Jawabannya adalah karena manusia itu cenderung menyesuaikan diri terhadap apa yang ada disekitarnya. Makanya tak heran kalau orang yang berteman dengan orang yang buruk lambat laun akan ikut terbawa oleh keburukan temannya. Begitu juga sebaliknya.
Rasulullah -Shallallahu alaihi wasallam- sendiri telah mewanti-wanti kepada seluruh ummatnya agar berhati-hati dalam memilih kawan, sebab "agama seseorang itu" kata Rasulullah, "tergantung agama temannya, maka hendaknya salah seorang diantara kalian memperhatikan siapa yang ia jadikan teman." Dan banyak lagi riwayat yang menerangkan kepada kita begitu pentingnya bersikap cermat dalam berteman sebelum apa yang terjadi terhadap pemuda dalam kisah berikut ini juga menimpa kita...
Dikisahkan bahwa ada sekelompok pemuda yang selalu berkumpul untuk melakukan perbuatan jahat, fasik, dan kemaksiatan. Sungguh mereka telah terbiasa melakukan berbagai kemungkaran seperti zina, minum miras, memakai obat-obatan dan berbagai keburukan lainnya.
Dengan idzin Allah, salah seorang diantara mereka ada yang terketuk hatinya untuk bertaubat dan kembali ke jalan Rabnya dengan menjaga shalatnya serta selalu berdoa agar Allah mengampuni dosa-dosanya.
Suatu hari, ia memantapkan hatinya untuk menemui kawan-kawan lamanya dan mengajak mereka untuk bertaubat serta mengingatkan mereka akan adzab Allah yang begitu pedih. Dia berusaha menjelaskan kepada temannya bahwa kesenangan yang sering mereka kejar nikmatnya hanyalah sementara, sedang siksaan pedih di hari akhir sedang menanti. Iapun sangat berharap agar ada salah seorang diantara mereka yang bertaubat melalui tangannya.
Namun setelah teman-temannya tau tentang kabar dirinya yang telah bertaubat, ternyata mereka malah marah besar. Bahkan mereka bertekat takkan bertaubat dan akan terus mengerjakan keburukan yang sudah menjadi rutinitas pemuda-pemuda itu.
Pemuda itupun sangat sedih melihat kondisi teman-temannya. Dengan kepala tertunduk ia keluar setelah mendengar penolahakan dari teman-temannya. Adapun kawan-kawannya, setelah ia keluar, ternyata mereka malah memikirkan cara agar bagaimana temanya yang telah taubat tadi, bisa kembali ikut bersama mereka dalam kemungkaran. Sungguh setan telah membutakan hati mereka dan memalingkan mereka dari cahaya iman.
Setelah berlalu beberapa hari dari pertemuan itu, hape si pemuda yang telah kembali merasakan manisnya iman terdengar berdering. Setelah ia angkat, ternyata salah seorang kawan lamanya yang menelpon.
"Halo.... Bagaimana kabarmu?" kata temannya mengawali percakapan.
Sebenatrnya ia tak mau menjawab telepon dari temannya itu setelah mereka menolak ajakannya kemarin. Namun karna ia penasaran apa gerangan yang membuat temannya menelpon, akhirnya ia jawab:
"Alhamdulillah, Baik"
"Maaf, kami betul betul minta maaf atas apa yang telah kami katakan kepadamu. Setelah kami merenungkan apa yang kau sampaikan kemarin, rasanya kami ingin bertaubat dengan penuh ikhlas. Dan kami juga ingin mengajakmu bersafar bersama kami karna selah seorang teman kita ada yang ingin membeli mobil di negara tetangga. Lagian, keberadaanmu bersama kami akan menjauhkan kami dari mengulangi perbuatan mungkar yang sudah terbiasa kami lakukan. Kamu juga bisa senantiasa menasehati kami untuk selalu mengingat Allah... Pokoknya keberadaanmu bersama kami pasti sangat membantu!"
Sahabat kita yang satu ini sangat senang mendengar kabar bahwa kawan-kawanya juga telah bertaubat. Tapi sayang, ia sama sekali tidak tau tentang niat jahat mereka.
"Oke... saya siap ikut bersama kalian," Jawabnya mantap "Tapi... kapan kita akan berangkat?"
"Dalam waktu yang dekat..." Jawab temannya mengakhiri perbincangan mereka.
Tibalah hari yang telah mereka sepakati. Sahabat kita yang sedang ditipu ini bersiap untuk pergi ke negara tujuan. Setelah tiba disana, teman-temanya menyewakan apatemen lalu mereka menyuruhnya untuk beristirahat disitu, adapun kawan-kawannya, mereka berkata bahwa ada beberapa keperluan yang akan mereka urus terlebih dahulu. Duduklah sahabat yang lugu ini di apartemen itu sendirian.
Di tempat lain, ternyata kawan-kawnanya malah pergi ke penginapan yang telah mereka sewa lebih awal. Disana, hampir segalah kemakisatan kembali mereka kerjakan. Setelah mereka sedikit merasa puas dengan kemaksiatan itu, dipanggillah salahseorang wanita panggilan lalu kemudian mereka suruh ke apartemen yang ditempati teman mereka yang lagi sendirian. Perempuan itu juga telah mereka iming-imingi imbalan yang besar jika ia mampu menggoda sahabat mereka itu.
Lihatlah bagaimana setan telah menjadikan indah segala kemaksiatan di mata mereka... Lihatlah bagaimana seten telah memalingkan mereka dari cahaya keimanan sehingga mereka sendiri tega menjerumuskan teman mereka -yang menginginkan kebaikan terhadap diri mereka- untuk kembali kepada keburukan.
Mereka pun pergi ke apartemen itu. setelah sampai, mereka memasukkan perempuan yang tadi mereka sewa dengan segala riasannya yang begitu menggoda, lalu ,mereka mengunci pintunya.
Dia (perempuan jalang) mulai merayunya untuk menenggak miras, lalu saat pemuda baik itu mabuk, jatuhlah ia kedalam kemaksiatan besar (zina) bersama perempuan suruhan kawan-kawannya. La hawla wala kuwwata illa billah.
Keesokan harinya, setelah semuanya terjadi, setan-setan dalam bentuk manusai ini menelpon wanita surhan mereka untuk mengetahui kabar temannya. Dan alangkah senangnya mereka ketika wanita itu berkata bahwa apa rencana mereka berhasil dan sahabat mereka sekarang sedang terlelap tidur.
Orang-orang bejat ini segera bergegas menuju apartemen temannya dengan perasaan yang begitu senang, bagiamana tidak, mereka telah berhasil untuk membawa teman mereka kembali kepada kemaksiatan dan zina... Setelah tiba di apartemen, mereka segera masuk kedalam kamar ingin mengejek dan mempermalukan temannya itu. Sambil tertawa mereka mencoba membangunkannya, namun ia sama sekali tidak bergerak. Melihat itu, mereka pun menyibak selimut tidurnya dan ah.. ternyata ia sama sekali tidak berpakaian lagi. Tambahlah suara tawa mereka menjadi semakin keras. Namun semuanya berubah ketika sesaat kemudian mereka baru menyadari bahwa teman mereka yang malang ini telah MATI... Ya. dia telah MATI.
Lihatlah betapa buruk akhir hidup saudara kita yang satu ini... Lihatlah perbuatan buruk teman-temannya yang telah menenggelamkannya kedasar keburukan.. sungguh mereka telah membawanya dari jalan kebaikan menuju kebinasaan.
"Permisalah teman yang baik dan teman yang buruk ibarat penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi dapat memberimu minyak wangi atau kamu bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engakau tetap mendapan bau harum darinya. Adapun pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu, dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapat bau asap yang kurang sedap." HR. Bukhari dan Muslim.
"Sahabat yang buruk itu seperti nyamuk yang akan menghisap darahmu tanpa engkau ketahui, dan kamu baru merasa sakit setelah ia menghisap darahmu."
Tarbiyah...
Apa itu? Apa yang mereka lakukan didalamnya? Bahayakah? Apa manfaatnya?
Bagi saudaraku yang merasa haus akan bimbing keislaman serta rindu akan tempat berkumpulnya mereka yang semangat ingin memperlajari agama islam, sungguh tarbiyah adalah jawabnya.
Kegiatan sederhana namun sarat akan manfaat. Begitu banyak yang telah meneguk segarnya ilmu yang mereka dapat darinya. Begitupun mereka yang telah merasakan nikmatnya bermajelis bersama para hamba yang selalu semangat mengaharap ilmuNya.
Banyak yang terbuka pintu hatinya melalui tarbiyah. Mereka membuka lembaran baru yang penuh dengan semangat beramal setelah ikut nimbrung dalam tarbiyah. Pokoknya manfaatnya unlimited.
Seorang Guru di Jeddah berkisah: Hari itu saya sedang duduk di ruangan guru sambil asyik menyeruput secangkir teh. Tiba-tiba terdengar suara lonceng yang dibunyikan oleh Kepala Sekolah dengan sangat keras, itu menandakan kami -para guru- harus segera bergegas menuju ruangan tempat kami mengajar. Padahal teh yang baru saja ingin kunikmati masih sangat panas, untung juga saat itu ada seorang OB (Office Boy) -berkewarga negaraan Filipin- yang sedang lewat, maka dengan wajah yang ku sunggingkan, keberikan segelas teh itu padanya.
Keesokan harinya, OB itu mendatangiku sambil berujar bahwa dia sangat heran melihat pertama kalinya ada seorang guru yang memandangnya dengan senyuman, bahkan memberikannya segelas teh. "Seperti ada yang aneh," katanya.
Aku berkata dengan malu: "Aku ingin memuliakanmu karena kami adalah Muslim dan beginilah akhlak kami."
Dia berkata: "Aku bekerja disini sudah hampir dua tahun, namun tak pernah kudapati ada diantara kalian yang berbicara kepadaku walau sepatah kata pun!" Kemuadian ia kembali iberkata," Sebenarnya aku membawa Ijazah Magisterku di bidang Sains, namun karna aku sama sekali tidak memiliki apa-apa dan aku sangat memerlukan pekerjaan akhirnya aku rela menerima perkerjaan ini."
Tentu saya tidak serta merta percaya dengan apa yang ia katakan mengenai ijazahnya, makanya ku undang ia kerumah agar aku bisa mengetesnya. Aku memiliki seorang anak yang sudah kuliah yang kebetulan mengambil jurusan yang berkenna dengan Sains, maka ku suruh ia bertanya kepada OB itu -tentunya dengan berbahas ingris- dan hasilnya dia mampu menjawab pertanyaan putriku dengan sangat fasih dan benar.
Begitulah awal perkenalan kami...
Setiap hari jumat ia datang berkunjung kerumahku,lalu kemudian dia mengutarakan keinginannya untuk memeluk islam. Bhakan dia dapat meyakinkan 20 rekannya yang lain untuk ikut masuk islam. Apa sebabnya? Hanya sepotong senyum dan secangkir teh.
"Janganlah kamu memandang remeh apapun dari kebaikan, meski kamu hanya bertemu dengan saudaramu dengan wajah tersenyum."
Begitulah ungkapan dari Baginda Muhammad shallahu alaihi wa sallam yang menganjurkan kita untuk selalu tersenyum kepada saudara kita. Sebuah kebaikan yang mungkin kita anggap enteng dan kita remehkan namun dampaknya sungguh luar biasa.
Ketika langit suram tak berwarna, maka tersenyumlah kara wajah yang kecut hanya akan menambah gelapnya mendung.
Untukmu saudaraku semuslim.....
Suatu kepastian bahwa islam agama yang kita cintai ini akan segera jaya. Apakah dengan campur tangan kita, atau tidak sama sekali. Yang penting sekali lagi islam akan segera jaya.
Namun, apakah dalam keyajayaan itu kita tidak mau mengambil bagian yang akan menjadi bekal untuk kita bawa kedepan Rabb kita nanti.
Apakah kita hanya ingin menjadi penonton atau menjadi lakon dipanggung kolong langit ini. Itu terserah kau wahai saudaraku. Memang ini bagai panggung sandiwara.
Tentunya menjadi penonton memang lebih enak dari pada sang lakon. Kau hanya duduk santai sambil menikmati drama dari sang lakon, ketika dia berperan sedih kau pun ikut sedih dan kau tertawa ketika gelagaknya menggelitik perutmu.
Kau hanya menikmati semua ini. Namun apakah kau pernah membayangkan apa saja yang dilakukan sang lakon ? Persiapan yang matang dan latihan yang selalu diulang ulang. Lalu kau, hanya menikmati semua ini.
Begitulah mereka yang tak sedikit mengorbankan waktunya di atas jalan dakwah. Selalu berusaha memberikan yang terbaik agar cahaya islam bisa bersinar terang.
Susah, kecewa, celaan dan cemohan selalu menghiasi perjuangan mereka. Namun ketika usaha mereka telah berbuah kau datang dengan santai untuk memetik buah dari perjuangan yang telah mereka tanam ?
Ohh saudaraku. Berikanlah apa yang kau bisa untuk agama ini. Jangan hanya bisa menjadi penikmat dari mereka yang berjuang.
Bid'ah adalah salahsatu polemik yang tak pernah padam diperbincangkan ditengah masyarakat. Membahas tentangnya, sudah diadakan diskusi ilmiah dan forum untuk menemukan titik temu antara kedua belah pihak, antara yang pro dengan yang kontra.
Sangat disayangkan ketika ditengah masyarakat muncul alergi atau respon yang kurang baik ketika mendengar kata "bid'ah". Banyak yang menganggap bahwa seorang dai atau ustadz yg membahas hal tersebut termasuk orang yang berfikiran garis keras. Ekstrimis kata mereka, atau sering juga disebut islam radikal.
Semoga video berikut bisa sedikit membuka pikiran kita ...
Silahkan dinonton!
Tidakkah surat cinta ini adalah setulus bait-bait cinta yang ditulis oleh seorang Ibu kepada anaknya. Semoga dengannya kita bisa mengambil banyak faedah.......
Wahai anakku! Suatu hari nanti kau akan mendapatiku dalam keadaan tua renta, dimana aku tak mampu lagi untuk mengurusus segala keperluanku. Darinya, aku berharap engkau memberiku sebagian waktu dan kesabaranmu untuk memahamiku.
Ketika tanganku bergetar tak mampu memegang seusuatu, lalu tertumpah makan diatas dadaku, dan ketika aku tak mampu lagi mengganti bajuku sendiri, ku harap engkau betul-betul bersabar terhadapku.
Ingatlah dulu ketika aku mengajarimu tentang apa yang hari ini aku tak sanggup lagi mengerjakannya seorang diri! Ketika kau dapati diriku tak mampu lagi unutuk memperhatikan kebersihanku, tolong! jangan kau salahkan aku. Ingatlah ketika dulu aku selalu berusaha dan berusaha membuatmu terlihat bersih dan rapi.
Jangan kau tertawakan aku jika diriku terlihat bodoh dan tak paham dengan zaman kalian sekarang. Jadilah kau sebagai mata dan pikiranku untuk segala hal yang aku tak pahami. Bukankah dulu akulah orang yang selalu mengajarimu tentang adab dan berbagai ilmu sehingga hari ini engkau bisa menjadi seperti ini? Maka bagaimanakah kau akan menuntunku di masa tuaku ini tentang apa yang harus ku kerjakan dan apa yang harus ku tinggalkan?
Jangan kau bosan dengan lemahnya ingatanku serta lambatnya cara bicaraku saat berbicara denganmu karena kebahagiaanku sekarang adalah saat kita sedang bercakap! Kebahagiaanku hanya ketika aku membutuhkan sesuatu dan kau mengerti apa yang aku butuhkan.
Jika kakiku tak mampu lagi menopang diriku untuk pergi ke suatu tempat yang aku inginkan, aku harap engkau ada untuk menjadi penopangku dan aku sangat berharap engkau membawaku dengan penuh kelemah-lembutan. Tidakkah kau ingat bahwa akulah dahulu yang selalu membawamu kemana-mana? akulah yang selalu ada disisimu untuk mengajarimu cara berjalan diwaktu kecilmu dulu, esok pun kau akan mencari siapa yang akan menuntunmu diusia tuamu nanti.
Ketahulah! hidupku takkan lama lagi, mungkin ajal tak lama lagi akan mendatangiku.
Terakhir....
JIka kau mengingat suatu kesalahan tentangku, pahamilah bahwa aku tak pernah menginginkan sesuatu untukmu kecuali kebaikan saja. Dan sebaik-baik apa yang kau lakukan unutkku sekarang adalah memaafkan segala kesalahanku dan menutupi segala keburukanku.
Sungguh tawa dan senyummu masih selalu membuatku senang, maka jangan engkau larang aku unutk terus bersamamu. Aku dahulu bersamamu saat kau dilahirkan, jadi aku berharap aku pun masih bersamamu ketika kematian datang padaku.
Bagi anda pencinta kuliner, baiknya ekstra hati-hati jika ingin mencicipi masakan yang berbahan daging. Pasalnya, sudah menjadi rahasia umum di kota-kota besar bahwa tak sedikit pemilik rumah makan yang mengolah daging babi atau anjing sebagai bahan dasar makanan.
PParahnya mereka mengaku apa yang mereka masak adalah daging sapi, sehingga para konsumen mengkonsumsi hidangan yang tersedia tanpa sedikitpun curiga.
nonton video berikut...
Mempercepat nikah adalah lebih baik dari menundanya
Yang paling baik bagi seorang muslim adalah mengawali harinya dengan doa agar harinya lebih baik dari hari-hari yang telah berlalu.
dengan doa
"Jangan engkau menganggap remeh suatu kebaikan apapun, meski engkau bertemu saudaramu dengan wajah yg tersenyum"
Bayangkan anda sedang dilanda kesedihan lalu seseorang datang kepada anda dengan wajah yang tersenyum, apa yang anda rasakan?
Begitu senyuman dapat mendatangkan ketenangan dihati seseorang. Merubah kondisi hatinya. Menghilangkan kejenuhannya.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Telephone
Website
Address
Jalan Akses UI No. 2E
Depok
16451