12/09/2019
Sampainya Pahala Bacaan Qur'an Kepada Orang yang sudah meninggal
Berikut Fatwa Syekh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin:
ﺳﺌﻞ ﻓﻀﻴﻠﺔ اﻟﺸﻴﺦ: ﻋﻦ ﺣﻜﻢ اﻟﺘﻼﻭﺓ ﻟﺮﻭﺡ اﻟﻤﻴﺖ؟
Syekh yang mulia ditanya tentang hukum membaca Al-Qur'an untuk ruhnya mayit?
ﻓﺄﺟﺎﺏ ﻗﺎﺋﻼ: اﻟﺘﻼﻭﺓ ﻟﺮﻭﺡ اﻟﻤﻴﺖ ﻳﻌﻨﻲ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﺃ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﻭﻫﻮ ﻳﺮﻳﺪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺛﻮاﺑﻪ ﻟﻤﻴﺖ ﻣﻦ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻫﺬﻩ اﻟﻤﺴﺄﻟﺔ ﻣﺤﻞ ﺧﻼﻑ ﺑﻴﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﻌﻠﻢ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﻟﻴﻦ:
Beliau menjawab: "Membaca Al-Qur'an untuk ruhnya mayit, yakni membaca Al-Qur'an dan ia menginginkan agar pahala Al-Qur'an diberikan kepada mayit dari umat Islam, dalam masalah ini ada 2 pendapat menurut para ulama:
اﻟﻘﻮﻝ اﻷﻭﻝ: ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﻏﻴﺮ ﻣﺸﺮﻭﻉ ﻭﺃﻥ اﻟﻤﻴﺖ ﻻ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ ﺃﻱ ﻻ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﺎﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻟﺤﺎﻝ.
Pertama, bahwa hal tersebut tidak disyariatkan dan mayit tidak menerima manfaat dengan bacaan Al-Qur'an
اﻟﻘﻮﻝ اﻟﺜﺎﻧﻲ: ﺃﻧﻪ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﺬﻟﻚ ﻭﺃﻧﻪ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻹﻧﺴﺎﻥ ﺃﻥ ﻳﻘﺮﺃ اﻟﻘﺮﺁﻥ ﺑﻨﻴﺔ ﺃﻧﻪ ﻟﻔﻼﻥ ﺃﻭ ﻓﻼﻧﺔ ﻣﻦ اﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﺳﻮاء ﻛﺎﻥ ﻗﺮﻳﺒﺎ ﺃﻭ ﻏﻴﺮ ﻗﺮﻳﺐ.
Kedua, bahwa mayit menerima manfaat dengan bacaan Al-Qur'an. Dan boleh bagi seseorang untuk membaca Al-Qur'an dengan niat agar pahalanya diberikan kepada Fulan atau fulanah dari umat Islam, baik kerabat atau bukan kerabat.
TARJIH Syekh Utsaimin:
ﻭاﻟﺮاﺟﺢ: اﻟﻘﻮﻝ اﻟﺜﺎﻧﻲ ﻷﻧﻪ ﻭﺭﺩ ﻓﻲ ﺟﻨﺲ اﻟﻌﺒﺎﺩاﺕ ﺟﻮاﺯ ﺻﺮﻓﻬﺎ ﻟﻠﻤﻴﺖ
Pendapat yang kuat adalah pendapat kedua, sebab terdapat dalil sahih dalam jenis ibadah yang dapat diperuntukkan bagi mayit
(Majmu' Fatawa Wa Rasail 2/305-306)