"Jika engkau bertakwa kepada Allah, maka engkau tidak butuh kepada manusia. Sedang jika engkau takut kepada manusia, mereka tidak dapat memenuhi kebutuhanmu kepada Allah sedikit pun." (Sufyan Ats-Tsauri)
Menata hati
Fanspage ini dibuat untuk membagikan faedah dari kajian kajian bersama para asatidz
Atsar ID | Arsip Fawaid SalafyAtsar ID | Arsip Fawaid Salafy
Kump**an Kata Mutiara Salaf Edisi 005
Kump**an Kata Mutiara Salaf Edisi 005
BerandaKata Mutiara
Kump**an Kata Mutiara Salaf Edisi 005
SHARE:
15
0 Atsar ID 2019/03/15
join-telegram-atsar-id
Kump**an Kata Mutiara Salaf Edisi 5, Tweet Ulama Salafi, Quote Ahlussunnah, Kata Mutiara Ahlussunnah wal Jamaah.
Menyandarkan Faedah Kepada Pemiliknya
Jika dengan Melihat Seseorang Tidak Bisa Memberimu Manfaat, Maka Ucapannya Pun Tidak Akan Memberimu Manfaat
Yang Berlalu Biarlah Berlalu, Yang Akan Datang Hanya Allah yang Tahu
Kump**an Kata Mutiara Salaf Edisi 005
Alhamdulillah, kami kembali mengkompilasi kata mutiara salaf dan kali ini memasuki edisi ke 005. Untuk edisi sebelumnya, di klik pada tautan berikut : Edisi 001 & Edisi 002 & Edisi 003 & Edisi 004 Semoga memberikan manfaat dan menambah iman. Barakallahu fiikum.
_______________
Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:
Sesungguhnya hawa nafsu adalah penyakit dan obatnya adalah dengan menyelisihinya.
Sebagian orang bijak berkata:
Jika kau mau, akan ku beritahu penyakit yang kau derita. Jika kau mau, akan ku beritahu p**a obatnya.
Penyakitmu adalah hawa nafsumu dan obatnya adalah dengan meninggalkan dan menyelisihinya.
Bisyr Al Hafy rahimahullahu ta'ala berkata:
Semua bencanamu bersumber dari hawa nafsumu dan satu-satunya obatnya adalah dengan kamu menyelisihinya.
Roudhotul Muhibbin: 1/478
_______________
Nasehat dari Tafsir As Sa'di rahimahullah,
Hendaknya orang-orang yang bermaksiat merasa malu kepada Rabb-nya.
Dimana nikmat-nikmat Allah selalu turun kepadanya di setiap saat,
Sedangkan kemaksiatan-kemaksiatannya selalu naik kepada-Nya di setiap waktu.
Tafsir surat An Nahl: 45-47.
_______________
Al Imam Az Zahid Malik bin Dinar rahimahullah berkata :
Setiap saudara, teman duduk dan kawan yang tidak bisa engkau ambil darinya faedah kebaikan dalam urusan agamamu, maka larilah engkau darinya !
[Al Uzlah Libni Abid Dunya 155]
_______________
Ibnul Qayyim _rahimahullah_ berkata, "Keikhlasan dan keinginan untuk dipuji, disanjung serta mengharap apa yang ada di sisi manusia tidak akan berkumpul dalam sebuah hati, kecuali seperti berkumpulnya air dan api."
Al Fawaid: 267.
_______________
Al 'Allaamah Abdurrahman As Sa'di rahimahullah berkata,
"Sudah seharusnya bagi seorang hamba untuk terus menerus meminta kepada Rabb-nya untuk:
1⃣ Mengokohkan imannya.
2⃣ Memberinya husnul khatimah (meninggal dalam keadaan taat kepada Allah).
3⃣ Menjadikan hari terbaiknya adalah hari terakhirnya (di dunia).
4⃣ Menjadikan amalan terbaiknya adalah amalan terakhirnya.
Sesungguhnya Allah Maha Mulia, Maha Dermawan, dan Maha Menyayangi.
Taisir Al Lathif Al Mannaan: 1/286.
03/01/2021
WAISTBAG SOULGATE KEREN !!! | Shopee Indonesia BARANG TOKO KITA MERK SOULGATE LEBIH BAGUS DARI PRODUK SEJENIS YG LEBIH MURAH DENGAN BAHAN YG TIPIS DAN RESLETING YG GAMPANG MACET / DOL MATERIAL BARANG TOKO KITA MERK SOULGATE : - BAHAN MIKRO PREMIUM TEBAL DAN ANTI AIR - ADA SEKAT JARING DALAM UTK GADGET DLL. - RESLETING AMCO HITAM BAGUS, BUKAN RES...
21/12/2020
WAISTBAG SOULGATE KEREN !!! Dapatkan produk ini dengan Rp17.500 saja! Download aplikasinya sekarang juga: http://goo.gl/dExbFu
Telah Mati Hati Kalian karena Sepuluh Perkara
Suatu hari, Ibrahim bin Adham rahimahullah berlalu melewati pasar Bashrah. Manusia pun berkumpul kepadanya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, sesungguhnya Allah berfirman dalam kitab-Nya, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kukabulkan bagi kalian’. Sudah sekian lama kami berdoa tapi tidak dikabulkan?”
Beliau menjawab,
يَا أَهْلَ الْبَصْرَةِ، مَاتَتْ قُلُوبُكُمْ فِي عَشَرَةِ أَشْيَاءَ، أَوَّلُهَا: عَرَفْتُمُ اللَّهَ ولَمْ تُؤَدُّوا حَقَّهُ، الثَّانِي: قَرَأْتُمْ كِتَابَ اللَّهِ ولَمْ تَعْمَلُوا بِهِ، وَالثَّالِثُ: ادَّعَيْتُمْ حُبَّ رَسُولِ اللَّهِ وَتَرَكْتُمْ سُنَّتَهَ، وَالرَّابِعُ: ادَّعَيْتُمْ عَدَاوَةَ الشَّيْطَانِ وَوَافَقْتُمُوهُ، وَالْخَامِسُ: قُلْتُمْ نُحِبُّ الْجَنَّةَ ولَمْ تَعْمَلُوا لَهَا، وَالسَّادِسُ: قُلْتُمْ نَخَافُ النَّارَ وَرَهَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِهَا، وَالسَّابِعُ: قُلْتُمْ إِنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ وَلَمْ تَسْتَعِدُّوا لَهُ، وَالثَّامِنُ: اشْتَغَلْتُمْ بِعُيُوبِ إِخْوَانِكُمْ وَنَبَذْتُمْ عُيُوبَكُمْ، وَالتَّاسِعُ: أَكَلْتُمْ نِعْمَةَ رَبِّكُمْ ولَمْ تَشْكُرُوهَا، وَالْعَاشِرُ: دَفَنْتُمْ مَوْتَاكُمْ وَلَمْ تَعْتَبِرُوا بِهِمْ
“Wahai penduduk Bashrah, hati kalian telah mati pada sepuluh perkara,
Pertama, kalian mengenal Allah tapi tidak menunaikan hak-Nya.
Kedua, kalian membaca Al-Qur’an, tapi kalian tidak mengamalkannya.
Ketiga, kalian mengaku mencintai Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, tapi kalian meninggalkan sunnahnya.
Keempat, kalian mengaku memusuhi syaithan, tapi kalian mencocokinya.
Kelima, kalian mengatakan bahwa kami mencintai surga, tapi kalian tidak beramal untuk (memasuki)nya.
Keenam, kalian mengatakan bahwa kami takut dari neraka, tapi kalian menggadai diri-diri kalian untuk neraka.
Ketujuh, kalian mengatakan bahwa kematian adalah benar adanya, tapi kalian tidak bersiap untuknya.
Kedelapan, kalian sibuk membicarakan aib-aib saudara-saudara kalian, sedang kalian mencampakkan aib-aib kalian sendiri.
Kesembilan, kalian memakan nikmat-nikmat Rabb kalian, tapi kalian tidak menunaikan kesyukuran kepada-Nya.
Kesepuluh, kalian telah mengubur orang-orang mati kalian, tapi kalian tidak mengambil pelajaran darinya.”
[Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilayatul Auliyâ` 8/15-16. Disebutkan juga oleh Ibnu Abdil Barr dalam Jâmi Bayân Al-‘Ilm no. 1220, Asy-Syâthiby dalam Al-I’tishâm 1/149 (Tahqîq Masyhûr Hasan), dan Al-Absyîhy dalam Al-Mustathraf 2/329.]
Di dalam Shohih ibnu Hibban Rosululloh Shallallohu 'Alaihi wa Sallam ` bersabda :
أرحمُ أمتي بأمتي أبو بكر وأشهَدُهم في الله عُمر وأصدَقُهم حَيَاءً عُثمان وأقرَؤُهم لكتابِ اللهِ أُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ وأَفْرَضُهم زيدٌ بنُ ثابِتٍ وأَعْلمُهم بالْحَلالِ والْحَرَامِ مُعاذُ بْن جبلٍ ألا وإن لكل أمة أمِيْنًا وأمين هذه الأمة أبو عُبَيْدَةَ بن الجرَّاح
“Orang yang paling penyayang di antara umatku adalah Abu Bakar, yang paling tegas terhadap agama Alloh adalah Umar, yang paling pemalu adalah Usman, yang paling mengetahui tentang halal dan haram adalah Mu’adz bin Jabal, yang paling hafal tentang al-Qur’an adalah Ubay dan yang paling mengetahui tentang ilmu waris adalah Zaid bin ٍٍٍSabit. Setiap umat mempunyai seorang yang terpercaya dan orang yang terpercaya di kalangan umatku adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah”.
Semua ada masa nya
07/02/2020
Hakikat Zuhud
Oleh admin 28/11/2015
Asy Syaikh Ibnu Utsaimin Pelita Di Tengah Umat
Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata, “Pokok zuhud adalah keridhaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala.”
Beliau rahimahullah mengatakan juga, “Qana’ah adalah zuhud, yaitu rasa cukup. Barang siapa merealisasikan keyakinan, percaya penuh kepada Allah subhanahu wa ta’ala dalam segala urusannya, ridha terhadap pengaturan-Nya, memutus ketergantungan kepada makhluk sembari berharap dan takut (kepada Allah), lalu hal menghalanginya untuk mencari dunia dengan cara-cara yang makruh; dia telah merealisasikan hakikat zuhud terhadap dunia. Ia pun menjadi orang yang paling berkecukupan. Jika ia tidak memiliki harta dunia sedikit pun, sebagaimana ucapan Ammar
‘Cukuplah kematian menjadi penasihat. Cukuplah keyakinan sebagai kecukupan. Cukuplah ibadah sebagai kesibukan’.”
(Jami’ul Ulum wal Hikam hlm. 392)
Tags: Kata-kata Mutiara permata salaf zuhud
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Telephone
Website
Address
Depok
16451
Opening Hours
| Monday | 09:00 - 17:00 |
| Tuesday | 09:00 - 17:00 |
| Wednesday | 09:00 - 17:00 |
| Thursday | 09:00 - 17:00 |
| Friday | 09:00 - 17:00 |