SDIT At Taufiq
Sekolah yang mempunyai VISI Menyiapkan Generasi Rabbani yang Unggul, Memadukan Iman, Taqwa, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk menghadapi tantangan Global
KEUTAMAAN BELAJAR
Rasulullah saw bersabda:
«مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ فِيهِ عِلْمًا سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِمِ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ لَمْ يَرِثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرِثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ»
“Barang siapa yang menempuh satu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga. Sungguh para malaikat meletakkan sayap-sayapnya karena ridha pada orang yang mencari ilmu. Bahkan para penghuni langit dan bumi hingga ikan-ikan di lautan semuanya meminta pengampunan untuk orang yang berilmu. Kelebihan orang yang berilmu atas seorang hamba seperti kelebihan bulan atas planet-planet yang lain. Sesungguhnya para ulama itu adalah pewaris para nabi. Mereka tidak mewarisi dinar dan dirham, namun mereka hanya mewarisi ilmu. Sehingga siapa saja yang mengambil darinya, maka sungguh ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Ahmad dalam Musnad).
Insya Allah pagi ini di SDIT AT TAUFIQ akan diadakan TAUSHIAH MUHARRAM 1437 H bersama Ust. Muhammad Arifin Ilham. mulai jam 07.30-selesai
Keluarga Besar SDIT AT TAUFIQ mengucapkan selamat Tahun Baru 1437H, Semoga kita semua semakin mampu memajukan pendidikan dan mengantarkan anak didik menjadi generasi yang Cinta Allah, Cinta Rasul dan berbakti kepada Orangtua.
Aturan Baru!, Orang Tua Wajib Antar Anak Hari Pertama Sekolah, Terus Lambaikan Tangan
SELASA, 14 JULI 2015 , 05:31:00
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan aturan teknis yang sangat detil terkait hari pertama masuk sekolah pasca Lebaran. Seperti wajib mengantar anaknya ke sekolah di hari perdana.
Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata mengatakan regulasi baru itu tertuang dalam Permendikbud 21/2015. Aturan baru ini sudah dijelaskan kepada seluruh jajaran dinas pendidikan tingkat provinsi, kabupaten, dan kota akhir pekan lalu.
"Memang benar, orangtua wajib mengantarkan anaknya ke sekolah di hari pertama," kata pejabat yang akrab disapa Pranata itu kemarin.
Aktivitas ini tidak sebatas mengantar anak di luar pagar sekolah saja. Kemudian si siswa masuk sekolah dan orangtua p**ang sambil keduanya melambaikan tangan. Lebih dari itu, Pranata mengatakan orangtua harus benar-benar ikut masuk sampai di dalam kelas.
Setelah sampai di dalam sekolah, orangtua harus berkomunikasi dengan para guru. Khususnya guru yang akan mengajar sang anak. "Dalam pertemuan ini ada semacam ijab qabul bahwa orangtua tua menitipkan anaknya kepada guru di sekolah," tutur pejabat asal Lembang, Bandung itu.
Melalui cara ini Kemendikbud ingin memperdalam keterikatan orangtua dengan sekolah. Sebab selama ini orangtua ke sekolah ketika pembagian rapor atau saat perpisahan. Padahal versi Kemendikbud, hubungan orangtua dengan guru yang erat bisa memecahkan persoalan siswa. "Baik dalam belajar atau pergaulan di sekolah, maupun di rumah," ujar Pranata.
Kemendikbud tidak hanya mengeluarkan aturan orangtua wajib mengantar anaknya ke sekolah di hari perdana. Tetapi Kemendikbud juga mewajibkan sekolah melaksanakan upacara bendera setiap Senin. Selama ini menurut Pranata, upacara hanya dilakukan di tanggal 17 saja atau sekali dalam sebulan.
"Padahal dengan upacara bendera, bisa mendidik kedisiplinan siswa," katanya. Siswa yang terdidik disiplin, akan terbiasa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Pelaksanaan upacara bendera juga bisa mendidik siswa menjadi seorang pemimpin yang bertanggungjawab. Yakni melalui penugasan panitia upacara secara bergilir.
Aturan baru berikutnya adalah kewajiban berdoa bersama-sama ketika mengawali dan mengakhiri proses pembelajaran di kelas masing-masing. Pranata mengatakan untuk awal-awal proses berdoa bersama ini dipimpin oleh guru. Tetapi berikutnya para siswa ditugasi mempimpin doa secara bergantian. "Kebiasaan berdoa ini juga mulai ditinggalkan," tandas Pranata.
Setelah berdoa, Kemendikbud juga mewajibkan para siswa menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum belajar. Perhitungan Pranata, menyanyikan lagu Indonesia Raya hanya membutuhkan waktu tiga menit. Meski dilakukan setiap hari, tidak akan berpengaruh pada proses pembelajaran.
"Ketika akan p**ang sekolah, juga menyanyikan lagu-lagu perjuangan atau lagu-lagu daerah," kata dia. Jika siswa kesulitan mencari sumber lagu untuk menyanyi bersama-sama, boleh menirukan lagu melalui Youtube.
Lagu-lagu patriotik populer seperti Bendera (Coklat Band) atau Pancasila Rumah Kita (Franky Sahilatua) boleh dibawakan siswa rame-rame di kelas masig-masing. Jika bosan dengan lagu patriotik, siswa boleh membawakan lagu-lagu daerah setempat.
Pranata mengaku prihatin sudah banyak siswa di Jawa yang tidak tahu lagu-lagu tradisional Jawa. Begitu p**a siswa-siswa di Bandung dan sekitarnya, yang mulai tidak mengenali lagu tradisional Sunda.
Menurut Pranata awal tahun ajaran baru 2015-2016 akan dimulai 27 Juli. Kemendikbud memberikan instruksi kepada seluruh dinas pendidikan, untuk mengawasi aturan-aturan baru itu. Jika ada sekolah yang bandel tidak menerapkan aturan tadi, disiapkan sanksi teguran. (wan/end).
AT TAUFIQ hari pertama masuk tanggal 03 Agustus 2015
Agenda Kegiatan Pesantren Ramadhan SDIT AT TAUFIQ 1436 H.
= Selasa - Kamis, 07-09 Juli 2015
*Kelas 1 masuk jam 07.30-11.00
*Kelas 2 masuk jam 07.30-12.30
* Jum'at 10 Juli 2015
Seluruh siswa siswi kelas 1-6 masuk jam 07.30-11.00
Alhamdulillah, NEM tertinggi di SDIT At Taufiq 291.0
5 Tipologi anak dalam al Qur'an:
1.Anak sebagai perhiasan hidup di Dunia (QS. 18:48)
2.Anak mampu melalaikan (qs 63/9)
3. Anak sebagai cobaan atau ujian (QS. 8:28)
4. Anak sebagai musuh (QS. 64:14)
5. Anak sebagai permata Hati (QS.25:74. Rabbana hablana min azwaajina wazurriyyatina Qurrota A'yun,Wajaalna lilmuttaqina Imama.
Allahumajalna Waahlana Min Ahlil Qur'an.
Mari berikan pendidikan terbaik kepada anak anak kita, agar mampu menjadi kebanggaan kita didunia akherat.
Semoga Allah Selamatkan keluarga kita.
04/05/2015
Masjid Jami At-Taufiq sedang di renovasi, untuk itu Sdit At-Taufiq Cimanggis membuat program GALIBU (Gerakan Lima Ribu) yang berjalan tiga pekan.
Hari ini Senin, 04 Mei 2015 Sekolah menyerahkan dana yang terkumpul kepada Panitia Pembangunan Masjid sebanyak Rp. 33.092.000,-semoga Allah memberikan balasan yang berlipat ganda kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung program GALIBU.
Menutup Aib Oranglain
«««««»»»»»
Islam agama yang penuh kasih sayang. Ajaran kasih sayang dalam islam mencakup dalam semua hal, kepada semua orang baik orang yang kita s**ai atau yang tidak kita s**ai.
Dalam dalil kita jumpai banyak yang berbicara ttg menutupi aib oranglain atau kekurangan oranglain sesama muslim.
Banyak juga dalil yang melarang kita untuk mencari-cari aib oranglain untuk dipermalukan, baik dengan cara mengadukan aib atau kekurangan itu kepada oranglain. Bisa jadi tujuan pengaduan yang diinginkan agar diingatkan atau niat yang lain, itu adalah sebuah tanda kemunafikan yang ada dalam diri.
Islam mengajarkan kepada kita memberi peringatan secara langsung atau yang disebut mengklarifikasi berita dan informasi.
Ketika kita sudah menyebarkan aib orang lain yang sebelumnya tidak mengetahui dan akhirnya jadi mengetahui aib itu maka kita harus siap menanggung kafaratnya jika tidak mau mengakuinya dihadapan orang yang sudah kita sebar aibnya.
Mari kita renungkan hadits berikut: "...barangsiapa yang membuka aib seorang muslim maka Allah akan membuka aibnya sehingga ia mendapat malu, walaupun ia didalam rumahnya sendiri." (HR. Ibnu Majjah).
Mencari aib atau kekurangan oranglain adalah Tanda kemunafikan dalam hati dan indikasi keimanan belum mengakar dalam hati.
Jika masih s**a mencari, membuka dan menyebar aib atau kekurangan oranglain itu juga bagian dari indikasi ibadah kita tidak ada yang berbekas dalam diri kita. Jika ibadah tidak mampu melahirkan bekas dalam diri, maka itu bagian dari tanda kita menjauhi Allah. Na'udzubillah.
Mari kita ingat jika kita sudah menyebarkan aib dan kekurangan orang lain segera minta maaf dan mengakui kesalahan kita.
Depok, 08 April 2015
Wahono Supriyadi
"Jangan merasa gembira atas perbuatan taat, karena engkau merasa telah dapat melaksanakannya, tetapi bergembiralah atas perbuatan taat itu, karena ia sebagai karunia, taufik dan hidayat dari Alloh subhanahu wata'ala kepadamu, 'Katakanlah, Dengan merasa mendapatkan karunia dan rahmat Alloh, maka dengan itu hendaknya mereka bergembira. Itulah yang lebih baik dari apa yang dapat mereka kumpulkan'. [QS. Yunus 58]."
NARUTO dan MUSA al Hafizh,
mana yang lebih menakjubkan?
Naruto, adalah seorang anak yang mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang ninja dan menjadi seorang hokage. Seorang anak kecil yang berani menghadapi semua ujian dalam menapaki tangga unjian untuk menjadi seorang junin. Naruto yang menguasai jurus seribu bayangan mampu mengalahkan lawan-lawanya, sampai pada akhir cerita dia mampu menjadi hokage.
Kehebatan cerita naruto ini adalah berkat kepintaran sang sutradara yang engolah cerita menjadi sangat menarik sehingga mampu memberikan pengaruh kepada sebagian anak-anak bangsa kita da nada yang ingin menirunya.
Berbeda dengan cerita Naruto yang hanya fiktif belaka, di Indonesia ada seorang anak yang luar biasa, anak usia 5 tahun yang diberikan kemuliaan oleh Allah dengan sudah menyelesaikan hafalan al Qur’an 30 Juz. Lahir dari keluarga sederhana, Musa sudah dikenalkan menghafal al Qur’an sejak usia 2 tahun yang diajarkan oleh kedua orangtuanya.
Ketika usia masuk 5 tahun maka sang ayah membuatkan program jelas untuk musa, yaitu dengan memulai muroja’ah hafalan sejak jam 3 dini hari. Kehebatan Musa adalah dia mampu menghafal 5 lembar dalam satu hari. Hingga akhirnya dia mampu menjadi juara dalam kontes Hafizh Indonesia dan mampu meraih nilai terbaik dalam Musabaqoh Tahfizhul Qur’an anak di Jeddah Saudi Arabia. Tak pelak, semua orangtua punya cita-cita agar anaknya mampu menjadi musa berikutnya.
Kalau kita lihat saat sekarang ini, ditengah hiruk-pikuk pendidikan di Indonesia saat ini, masyarakat kita disuguhkan dengan serangan media yang menyuguhkan tayangan yang tidak ada nilai edukatifnya. Tayangan yang ada lebih kepada tayangan perusak moral bagi generasi bangsa kita. Makanya tidak heran jika anak-anak kita lebih mengidolakan tokoh-tokoh animasi (fiktif) dalam kehidupan perilakunya. Generasi muda kita lebih mengenal Naruto, Avatar, Boboboy dan tokoh animasi lainnya dari pada dengan tokoh-tokoh Islam.
Sebenarnya anak-anak itu laksana kertas putih bersih, kedua orangtuanya yang akan memberikan tulisa diatasnya. Jika dari kecil dibiasakan dengan pendidikan al Qur’an insya Allah itu akan memberikan pengaruh yang luar biasa kepada diri mereka kelak. Nilai – nilai agama yang di tanamkan sejak dini kepada mereka semoga mampu menjaga diri mereka dari penyimpangan-penyimpangan dalam kehidupan kita.
Siapa yang LEBIH MENAKJUBKAN?
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Jalan Putri Tunggal
Depok
16453