Sejarah singkat
SMA Mardi Yuana Depok adalah sebuah sekolah swasta yang sebelumnya bernama SMA Pius berdiri sejak 1975 dan dirintis oleh Bapak Andreas Wuarbanaran Bchk di bawah naungan Yayasan Pendidikan Bunga Laut. Yayasan ini dibangun atas ide dari Bapak Andreas, bapak Yohanes Beigman, Bapak Datus Lunyan, Bapak Alfon Lumpan dan bergerak dibidang pendidikan dan kesehatan. Meskipun masih menumpang di gedung SMP, SMA Pius dapat diperhitungkan di Bidang Akademik, Olah Raga dan Kesenian (Seni Suara). Karena kesibukan yang semakin tinggi SMA Pius diserahkan kepada Yayasan Mardi Yuana dan dipimpin oleh Romo Saji, OFM sebagai Kepala Sekolah. Tidak sampai satu tahun SMA Pius yang sudah berganti nama menjadi SMA Mardi Yuana sejak tahun 1977 dipimpin kembali oleh Bapak Andreas Wuarbanaran, Bchk sebagai Kepala Sekolah. Setelah itu seiring dengan pergantian Kepala Sekolah, pembangunan sarana maupun prasarana terus dilakukan Demi meningkatkan mutu dan kualitas, SMA Mardi Yuana mengadakan tes untuk menerima peserta didik yang baru. Meskipun demikian SMA Mardi Yuana tidak pernah melupakan visi dan misi dari lembaga pendidikan Katolik. Kota Depok yang dicanangkan sebagai kota pendidikan tentu saja tidak bisa diabaikan karena itu SMA Mardi Yuana selalu berusaha untuk tetap aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah maupun Dinas Pendidikan Kota depok, diantaranya adalah :
1. mengikuti MGMP bidang studi yang diadakan Dinas Pendidikan bersama-sama SMA Negeri maupun SMA Swasta yang ada di Kota Depok.
2. Mengikuti seminar, penataran, pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia
Dengan semakin tingginya persaingan bisnis pendidikan di Kota Depok tidak menyurutkan SMA Mardi Yuana untuk terus memperbaiki diri dengan cara peningkatan sumber daya manusia dalam hal kualitas, kuantitas dan profesionalisme. Hal tersebut tentu juga diiringi dengan peningkatan fasilitas yang merupakan salah satu daya tarik tersendiri yang membuat Orang Tua menitipkan anaknya di SMA Mardi Yuana