Dosen Menulis

Dosen Menulis

Share

Wadah berkarya bagi para Dosen untuk mengembangkan kemampuan menulis yang bermanfaat bagi banyak orang.

Photos from Dosen Menulis's post 11/05/2026

Haiii....
Saya punya satu buku yang bikin kamu gak bournout kalau baca ini.Meski judulnya kadang dirasa serem dan berat, tapi buku ini beda, saya sendiri gak s**a kalau baca buku yang susah banget dipahaminya. Jadi saya buatnya juga lebih ringan.

Saya seneng banget berselancar di dunia filosofis, karena saya bisa menemukan banyak AHA disana. Coba deh,, kamu perhatiin ya, dialog yang pertanyaannya tajam-tajam di media sosial - podcast atau bahkan kadang di ruang-ruang stand up comedy - kebanyakan itu lahir dari perenungan yang dalam, ketika itu kemudian diungkapkan meski dengan gaya yang ringan atau kocak sekali pun tapi kamu nangkep, maknanya dalam kan ?

Nah, begitulah kira-kira kalau kita ngomongin filsafat. Berpikir mendalam dan menemukan hakikat didalamnya, makanya orang kalau udah sampai di level ini, bisa menyikapi hidup dengan lebih bermakna yang membuat dia jadi tenang.

https://lynk.id/dramieprimarni/page/pendidikan-holistik

Photos from Dosen Menulis's post 24/04/2026

Terima kasih sudah membersamai saya selama ini, Mohon maaf juga jika sudah lama tidak menyapa. Semoga saya bisa kembali aktif. Silakan kunjungi https://lynk.id/dramieprimarni untuk mendapatkan karya-karya yang saya hasilkan.

Catatan Kreatif dan Produktif Menulis 09/02/2021

Catatan Kreatif dan Produktif Menulis Saya mendengar nama Gus Ulil pertama kali itu dari Almarhum Mas Hernowo. Mas Her itu semangat sekali kalau membahas topik yang dibawakan Gus Ulil. Mas Her bisa bercerita banyak, menceritakan kembali penuturan Gus Ulil tentang topik tertentu. Saya sendiri belum pernah menyimak penuh tayangan youtuben...

Photos from Dosen Menulis's post 09/12/2020

Sungguh saya terharu...terima kasih ya Mas

17/06/2020

URGENSI PERAN DAN FUNGSI KELUARGA DALAM PENDIDIKAN BANGSA

Dr. Amie Primarni

Para orangtua hari ini ternyata harus dibekali oleh banyak hal untuk dapat berperan dan berfungsi dalam Pendidikan Bangsa.

Hari ini p**a para orangtua nampaknya mulai menyadari bahwa Keluarga punya peran yang penting dalam mengembangkan generasi yang tangguh, cerdas, bugar dan bahagia.

Bagaimana Keluarga mampu berperan dalam Pendidikan Bangsa ? Apa yang harus disiapkan untuk menjadi keluarga tangguh, cerdas, bugar dan bahagia ?

Hal ini akan dikupas dari berbagai sudut pandang dalam Diskusi Inspiratif Sesi Perdana Pusat Kajian Pendidikan Keluarga - Pascasarjana IAI Nasional Laa Roiba.

Pengabdian Masyarakat - Diskusi Inspiratif #01

Tema :
*Urgensi Peran dan Fungsi Keluarga sebagai basis Pendidikan Bangsa*

*Rabu 1 Juli 2020
Pk.19.30 sd 21.00 WIB
Zoom Meeting*

Bersama Nara Sumber :

Dr.(c) Yanti Hasbian M.Pd
Rektor IAI Nasional Laa Roiba
*Keluarga sebagai basis Ketahanan Pendidikan Bangsa*

Dr.(c) Siti Aminah M.Pd.
Praktisi Pendidikan
*Membangun Fondasi Keluarga*

Dr.Amie Primarni M.Pd
Pemerhati Pendidikan Holistik.
*Keluarga, dan Pendidikan dalam perspektif Holistik*

Link pendaftaran https://bit.ly/PendaftaranDiskusiInspiratif

Informasi dan konfirmasi
Hubungi https://wa.me/6285716097865

*Infaq s**arela untuk mendapatkan e-sertifikat.
Sebagian dana akan diserahkan sebagai donasi sosial*.

No.Rek.
BANK BNI Syariah an. KEGIATAN IAIN LAA ROIBA 806785889
------

10/06/2020

*** STRATEGI PROMOSI MEDIA ONLINE LEMBAGA PENDIDIKAN DI ERA NEW NORMAL ***

Dr. Amie Primarni

Saat ini adalah masa dimana para orangtua dan siswa harap cemas menunggu hasil pengumunan penerima siswa dan mahasiswa baru.

Bagi Lembaga Pendidikan Negeri mungkin kondisi saat ini tidaklah berpengaruh terhadap PMB mereka, sebab sudah sejak lama menggunakan sistem online dalam penerimaannya. Lembaga Pendidikan Negri juga tak perlu berpayah-payah mempromosikan lembaganya. Sejauh ini LPN, masih dicari orang.

Bagaimana dengan yang Lembaga Pendidikan Mandiri atau swasta, yang benar-benar harus berdarah-darah untuk bisa merekrut siswa/mahasiswa, apalagi dimasa Pandemi C19 dan menghadapi New Normal.

Ada satu strategi yang paling tepat untuk Lembaga Pendidikan, namun seringkali diabaikan atau kurang mendapat perhatian.

So, jadi mau tahu bagaimana strateginya? Saya bisikin mau ?

Klik link pendaftaran ya, nanti saya bisikin, lewat https://wa.me/6285716097865

Rundown acara Seminar 13 Juni 2020.

1. Pembukaan MC/Moderator - Putri Maryati HIMA MPI

2. Sambutan Rektor IAI Nasional Laa Roiba - Dr.(c) Yanti Hasbian M.Pd.

3. Prakata Warek III Kemahasiswaan Agung Panca Sakti M.M.

4. Pemaparan Pemateri
Dr. Amie Primarni

5. Diskusi dan tanya jawab

6. Pemaparan Product Knowledge Program Studi
• PAI - Dr.(c) Yusi Srihartini M.Pd.
• PGMI - Dr.(c) Ernawati M.Pd
• MPI - Indra Noviansyah MM.
• EKSYAR - Evinovita,SE., MM.
• KPI - Ayu Nurul Amalia, S.Kom, M.Pd, M.I.Kom

7. Penguatan Fakultas oleh Dekan Tarbiyah Dr.(c) Agus Suryana M.Pd

8. Penguatan Fakultas oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr.(c)Bakti Toni Hendarto M.M

9. Closing statement pemateri.

10. Penutup

Pendaftaran Google Form di https://bit.ly/PendaftaranSeminarStrategiPR

16/05/2019

MEMBUMIKAN PUASA #10

Dr. Amie Primarni

Tak terasa sudah masuk hari ke 10. Puasa kali ini sungguh membutuhkan energy yang prima. Jika siang terik matahari serasa memapar wajah dan kepala dengan sangat kuat. Saya paling tidak tahan dengan terik matahari. Sebentar lewat pukul 12 ke atas,mendung pekat menggelayut dan guntur, mengguruh terdengar dari kejauahan. Angin kencang menggugurkan daun, bahkan ranting pohon yang rapuh pun turut tersapu.

Sedang asik, menyiapkan makanan buka puasa, sekitar pukul empat sore. Terdengar suara anak menangis keras, meraung dan berteriak "sakit, mbak. Aku takut dimarahin papa". Jantungku langsung berdesir, aku paling tidak bisa mendengar suara anak menangis. Kumatikan kompor dan kutinggalkan dapur, aku bergegas mencari suara tangisan. Oh, rupanya di taman depan rumahku. Seorang anak menangis ditemani pengasuhnya. Aku masuk kembali sebab kupikir sudah ada yang menjaganya. Tapi tangisan tak juga berhenti, magrib segera tiba. Tak baik anak menangis hingga magrib tiba. Aku keluar kembali, kutanya " ada apa nak? Ada yang bisa ibu bantu? " sakit bu, katanya. "Apa yang sakit nak?". " kuku kakiku berdarah, kesandung". "Oh, sini ke rumah ibu, coba ibu tengok dulu". kataku.

Beruntung anak ini mau mendekat, wajahnya berpeluh. Anak ini sedang cemas tingkat tinggi. Kuku jempol kaki yang patah memang sakit, tetapi akan terasa lebih sakit sebab dia cemas takut dimarahi ayahnya.

Kuminta dia duduk, tarik nafas panjang, tiga kali. Ku lihat kuku jempol kakinya, berdarah. Lalu, kuambil revanol dan kapas. Kuajak dia bicara, "ibu akan tuangkan revanol ini ke kuku kamu ya, ini obat namanya revanol, tidak pedih". "Iya", jawabnya sambil mengangguk tapi matanya menatap aku "nanti kalau pedih gimana?". "Insya allah ini tidak pedih".
Kutuangkan revanol di kuku jempol kakinya, dan kusapu darah yang ada dengan kapas."Nah, coba rasakan tidak pedihkan?". "Iya ya", katanya. Anak ini mengelap mukanya dengan kedua tangannya sambil menarik nafas panjang.
"Haaah", seperti ada rasa lega.Tapi sesaat kemudian paniknya kembali muncul. "Nanti, kalau papa marah gimana?". Lalu, aku berjongkok dihadapannya sambil berkata"insya allah papa tidak marah. Kamu kesandung dan kakimu luka,masa anak luka dimarahi?. yuuk tarik nafas panjang dan lepaskan, berpikir positif ya nak?". kata ku. "Kamu anak hebat, dan kuat, insya allah kamu bisa". Tubuh anak ini memang besar, kulit putih dan wajahnya tampan tapi masih terlihat polos dan lugu, ternyata dia baru kelas tiga SD. Pantas masih menangis meraung-raung ketika panik.

"Nah, sebentar lagi mau magrib, kamu p**ang sama mbak ya, kakinya sudah tidak sakitkan?". "Kalau mandi nanti kakinya sakit gak? tanyanya - rupanya dia masih menyisakan pertanyaan. " oh kalau itu mudah, kaki yang luka letakkan di atas closet dan kamu mandi, jadi lukanya tidak kena air". "Oh, iya". Lalu dia terlihat lega. "Tos kita?". Tosss ...

Haah, puasa ke sepuluh yang menyenangkan, terasa seperti merawat anak sendiri. Sudah lama saya lewati berjibaku dengan luka-luka kecil. Alhamdulillah, masih bisa mengingatnya.

Hanya satu pikiran yang mengganjal, apakah ayah anak ini demikian galaknya, hinggq si anak begitu takut dan panik menghadapi masalah. Terkadang, kita sebagai orang tua keliru dalam menggunakan emosi. Ketika anak sakit atau luka, kendalikan dulu amarah yang muncul, obati dulu sakit dan lukanya, buatlah anak tenang menghadapi masalah. Jangan ditambah dengan amarah dan serentet nasehat dadakan.

Seorang yang sedang sakit hanya butuh penerimaan dulu, lalu bantu hilangkan atau kurangi sakitnya, dan doakan kesembuhannya.

Emosi adalah kecerdasan yang paling lama dibentuk, hal itulah yang diajarkan selama 30 hari pada bulan ramadhan.

Proaktif jangan reaktif.

14/05/2019

MEMBUMIKAN PUASA #9

Dr. Amie Primarni

"Ayat-ayat Semesta" sisi-sisi Al-Qur'an yang terlupakan, karya Agus Purwanto D.Sc. Ahli Fisika teoritis, alumni Hirosima, Jepang. Dosen Fisika ITS.

Buku ini kubaca tahun 2008, buku yang mampu membangkitkan giroh belajar. Dan menjadikan Al-Qur'an sumber ilmu pengetahuan dan fondasi dalam Ilmu Pengetahuan.

Integral, proses kreasi, apresiasi belajar. Karya Prof.Dr. Primadi Tabrani adalah buku kedua yang lama kubaca hingga aku bisa sedikit-sedikit memahaminya.

Saat menyelesaikan disertasi adalah saat yang membuat kedua bahuku terasa berat seakan memikul beban. Banyak buku harus kulahap, banyak waktu untuk merenung menyatukan serpihan-serpihan konsep yang berserak dibenak. Hampir tiap waktu, kuhabiskan untuk membaca dan kemudian memahaminya. Cara belajarku yang visual membuatku lebih nyaman jika konsep-konsep itu kubuat dalam bentuk gambar. Piramida segitiga adalah konsep yang selalu kugunakan untuk menjadi pola dalam menyusun struktur ide. Maka, malam-malam kadang aku terbangun sebab terbersit kilatan ide yang hanya dua atau tiga detik sebagai jawaban atas pencarianku, di sebelah tempat tidurku selalu ada buku gambar dan spidol. Jika kilatan itu muncul maka kuraih buku gambar dan spidol, mataku masih terpejam sebab aku khawatir gambar imajiner yang nyata itu mendadak hilang jika ku buka mataku. Selesai kutuangkan dalam gambar, barulah kurapikan kembali gambar-gambar itu dan jadilah konsep-konsep.

Dari mana datangnya ide-ide ini? Pengalamanku mengajarkan bahwa membaca adalah bagian terbesar dalam memasukkan data imajiner di dalam benak. Membaca membutuhkan kekuatan imajinasi untuk bisa sampai pada tahap paham dan menghayati. Proses panjang memahami yang melahirkan penghayatan inilah yang membuatku memiliki serpihan ide, dan ketika satu serpihan bertemu dengan serpihan ide yang lain maka dengan kecepatan kilat yang tak bisa kudeskripsikan dia menjadi bentuk imajinasi hologram yang muncul di benakku. Itulah saat aku merasa ide itu terbentuk.

Dan, moment yang tak bisa kuulang adalah saat bulan ramadhan. Di bulan ramadhan kilatan-kilatan ide mudah terbentuk dan mudah muncul. Entah apa sebabnya, namun bagiku kondisi spiritual yang tenang dan fokus memudahkan tersambungnya satu ide dengan ide lain menjadi lebih cepat. Maka bulan puasa adalah bulan yang paling pas untuk menghasilkan karya.

Setiap kali aku memulai menulis disertasi, ku awali dengan sholat dua rakaat dan memohon keridhoan Allah swt agar apa yang kucari menemukan kebenaran dan kebaikan. Dan aku memohon bantuanNya agar aku mudah memahami hal-hal yang sulit. Lepas itu aku mulai berkutat dengan banyak materi. Namun bagiku, apa yang kuhasilkan bukanlah milikku namun milikNya yang dititipkannya sedikit melalui aku.

Maka kini aku sering merindukan kilatan cahaya ide yang muncul sebab disitu aku merasakan benar dekatnya Dia -sang pemilik ilmu - denganku sang pencari ilmu.

13/05/2019

MEMBUMIKAN PUASA #8

Dr. Amie Primarni

"Bangun yuuk, pelan-pelan supaya ada waktu untuk makan dan minum yang cukup". ini kata-kata yang selalu kugunakan saat membangunkan anak-anak untuk sahur. Biasanya saya selalu berwudhu dulu sebelum membangunkan mereka, dengan tangan yang masih basah dan mengucap Bismillah, saya sapukan tangan di kedua mata mereka. Air dingin dan air suci wudhu memudahkan mereka bangun. Tak perlu waktu lama, mereka bangun dan siap sahur.

Pukul empat kami makan sahur bersama, anak-anak lebih s**a menu yang berkuah di malam hari sebab mudah tertelan. Moment puasa tahun ini keluarga kami berkurang satu, putri sulungku tahun ini berpuasa bersama suaminya.

Di satu sisi, aku sungguh bersyukur putriku telah ada yang melindungi, dan siap menjadi ibu. Namun di satu sisi, saat moment sahur dan buka puasa terasa ada yang hilang tanpa kehadirannya.

Betapa waktu lekas berlalu,semoga moment puasa yang selama ini kami lakukan bersama menyisakan kenangan manis bagi anak-anak kelak.

Want your school to be the top-listed School/college in Depok?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Telephone

Address


Griya Depok Asri Blok E1 No 31
Depok
16422