03/04/2014
Sebanyak 28 madrasah di Depok tidak menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran tahun 2013.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Depok, Ujang Supriyatna menyatakan bahwa ke 28 madrasah itu tak mendapatkan BOS, karena pihak madrasah telat dalam menyerahkan persyaratan untuk mendapatkan BOS.
“Pencairan dana BOS, sepenuhnya adalah kewenangan dari Kanwil Kemenag dan Pusat. Sebenarnya, kita sudah panggil pihak madrasah dan sudah dijelaskan. Saat ini, sistem pencairannya harus menyertakan by name atau data lengkap,” katanya di Depok, Rabu (26/3).
Menurut Ujang, tahun 2013 pencairan BOS pada bulan Oktober – Desember. Pada triwulan ketiga tersebut, terjadi pencairan sebanyak dua kali.
“Dari 65 madrasah yang terealisasi hanya 37 madrasah. Sebenarnya mereka telah menerimanya sekitar 50 persen dari dana BOS, cuma karena kurang lengkap data jadi pencairan tahap kedua tidak semua menerima.
Artinya 28 mmadrasah itu belum menerima 30 persen dari dana BOS yang seharusnya. Alasannya, karena mereka tak kirim data,” tandasnya.
Tim Manajemen BOS Kemenag Depok Amin menambahkn bahwa kondisi tersebut juga terjadi secara nasional.
Pihaknya juga sudah mengusulkan ke Kanwil dan Pusat dengan menggunakan data yang lama. Tapi, data tersebut tidak diterima dan harus terbaru atau menyertakan kelengkapan lebih lanjut.
“Saya juga mohon maaf dengan kejadian ini. Kita sudah berupaya mengajukannya untuk anggaran 2013, tapi ternyata tidak teralisasikan,”paparnya.
Dikatakan Amin, 30 persen dana BOS di 28 madrasah tersebut tidak akan cair pada tahun berikutnya. Meski begitu pihaknya berupaya untuk tahun 2014 segera cair.
“Kita sudah sampaikan kalau dana BOS untuk 28 Madrasah itu tidak akan cair pada tahun berikutnya. Sebab, sifatnya seperti kegiatan yang sudah terealisasi,” paparnya. See more at :
http://depoknews.com/28-madrasah-di-depok-tak-terima-bos/ .1WXT4lsE.dpuf
Media online warga Depok, berita terkini dan terupdate se-Depok. Menyajikan berbagai berita terkini Kota Depok; peristiwa, politik, lalu lintas, gaya hidup, olahraga, cuaca, pemerintahan, kriminal, parlemen, opini warga, citizen journalism, kuniler depok, komunitas, property, ukm, promo dan kegiatan...